alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jadi Pengacara Jokowi, Yusril Berharap PBB Untung di Pemilu 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be5a53dddd77014658b4571/jadi-pengacara-jokowi-yusril-berharap-pbb-untung-di-pemilu-2019

Jadi Pengacara Jokowi, Yusril Berharap PBB Untung di Pemilu 2019

Jadi Pengacara Jokowi, Yusril Berharap PBB Untung di Pemilu 2019

Jumat, 9 November 2018 10:52 WIB

Jadi Pengacara Jokowi, Yusril Berharap PBB Untung di Pemilu 2019
Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra berbicara dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 18 Oktober 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengakui bakal ada keuntungan yang akan ia peroleh setelah menjadi pengacara Joko Widodo dan Ma'aruf Amin (Jokowi - Ma'ruf). "Untuk kepentingan bersama, mudah-mudahan PBB akan memperoleh manfaat," ujar Yusril saat dihubungi Tempo pada Jumat, 9 November 2018.

Baca: Yusril Ihza Mahendra: Rizieq Shihab Pun Tak Bisa Telepon Prabowo


Yusril mengisyaratkan bahwa statusnya yang kini menjadi pengacara probono capres inkumben akan strategis untuk mengamankan suara partai. Yusril mengakui, selama ini, suara PBB kerap hilang di pusat sehingga gaungnya tak diperhitungkan. Padahal, kata dia, elektabilitas partai itu di daerah cukup kuat. Setidaknya, kata Yusril, 15 persen suara partai di daerah selalu dikantongi PBB.


Yusril lantas mengibaratkan suara PBB di pusat lenyap bak ditelan musang. Salah satu caranya untuk menjaga kekuatan partai adalah dengan mendekati Joko Widodo. "Kalau saya jadi lawyer kan paling tidak PBB dijaga aparat supaya enggak diganggu-ganggu," kata dia.

Selain untuk kepentingan partai, Yusril mengakui ada keuntungan lain. Di antaranya mengawal supaya pemilu tetap berjalan sesuai dengan norma hukum.


Simak: Yusril Pengacara Jokowi, Erick Thohir: Tak Ada Deal Politik


Yusril memutuskan menjadi pengacara Jokowi setelah bertemu dengan Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja. Erick, kata Yusril, menawarinya menjadi pengacara inkumben untuk Pilpres 2019. Ia juga mengatakan mendapat salam dari Jokowi.\

https://pilpres.tempo.co/read/1144586/jadi-pengacara-jokowi-yusril-berharap-pbb-untung-di-pemilu-2019/full&view=ok

Yusril Jadi Pengacara Jokowi, Alumni 212: Pengkhianatan Luar Biasa
Selasa, 6 November 2018 | 02:41 WIB

VIVA – Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi kuasa hukum pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019. Pilihan sikap Yusril ini mengejutkan kader Partai Bulan Bintang (PBB).

Kader PBB sekaligus Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Hasan Bamukmin, mengatakan bila memang benar Yusril jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf maka tak bisa diterima.

"Maka ini pengkhianatan yang luar biasa walaupun seumpama YIM (Yusril Ihza Mahendra) atas nama pribadi sekali pun. Jelas saya dan kader yang lainnya sangat marah dan terpukul," kata Novel kepada wartawan, Senin malam, 5 November 2018.

Novel tak habis pikir dengan sikap Yusril memilih menjadi kuasa hukum Jokowi. Alasannya, kata dia, 70 persen kader di PBB patuh terhadap Ijtima Ulama II. Namun, dengan manuver Yusril ini, ia pun mendesak agar PBB menggelar Munaslub untuk memecat eks Menteri Sekretaris Negara itu.

"Untuk segera digelarnya munaslub pemecatan YIM secara tidak hormat. Karena perbuatan YIM sudah mencederai dan menistakan partai Islam itu sendiri karena PBB satu satunya di Indonesia partai dengan penerapan Islam secara kafah syariat Islam," jelas Novel.

Kemudian, bila memang ia tak bisa mendorong Yusril turun dari takhta Ketum PBB, maka ada cara lain sebagai protes. Ia menegaskan dirinya dan koleganya yang merupakan alumni 212 akan mundur dari calon legislator PBB. Novel saat ini merupakan caleg DPRD DKI dari PBB untuk daerah pemilihan 8 Jakarta Selatan.

"Kalau sudah mentok tidak bisa melengserkan YIM maka saya dan kawan-kawan secara resmi, terbuka beramai-ramai dari FPI dan PA 212 yang berada di PBB akan mengundurkan diri dan akan menggemboskan PBB di manapun," tuturnya.

Sebelumnya, Yusril mengakui benar menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf untuk Pilpres 2019. Yusril siap pasang badan membela Jokowi-Ma'ruf melawan berita bohong atau hoax. Yusril menegaskan dirinya siap bekerja profesional dengan membela hak-hak Jokowi-Ma'ruf.

"Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci dan difitnah misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta-fakta yang sesungguhnya," jelas Yusril, dalam keterangannya, Senin 5 November 2018. 
https://www.viva.co.id/berita/politi...tan-luar-biasa

-------------------------------------------

Benar juga kata kanjeng Nabi tentang apa yang tersisa dari orang yang sudah mulai tua dan menjelang uzur, yaitu:
Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda, "Hati orang tua selalu muda dalam dua hal: yang pertama dalam cinta dunia, dan yang kedua panjang angan-angan.". (Muttafaq 'alaih)

Selanjutnya  bila seandainya apa yang ditulis TEMPO diatas memang betul  demikian motivnya, maka hal itu sudah pernah pula  dijelaskan oleh Amien Rais tentang berbalik-kanannya beberapa teman seperjuangan di 212 dulu itu seperti video di youtube berikut ini:





Dapet duit berapa emangnya
Quote:
Asoy... booking satu jatah menteri emoticon-Wakaka
Tidak ada makan siang gratis.
Nah kan kelihatan aslinya.
Berkhianat hanya demi keuntungan pribadi.

Ternyata lebih cocok jadi kecebong daripada jadi pejuang Allah.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di