alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be59cca31e2e69f158b4573/istana-tanggapi-dugaan-rekayasa-intelijen-kasus-rizieq-shihab

Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab

Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab

Kamis, 8 November 2018 15:26 WIB

Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab
Moeldoko. REUTERS/Beawiharta

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko meminta kasus dugaan pemasangan bendera hitam yang menimpa tokoh Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, di Arab Saudi tidak dikaitkan dengan pemerintah Indonesia. Ia membantah ada upaya pemerintah Indonesia untuk merekayasa kasus tersebut.

"Saya kira enggak sejauh itu, negaranya orang masak sembarangan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.


Baca: PA 212 Sebut Ada Rekayasa Intelijen Kasus Bendera Rizieq Shihab


Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini membantah pula jika kasus yang menimpa Rizieq merupakan kerja intelijen Indonesia. Menurut dia, cara kerja intelijen tidak seperti itu. "Operasi intelijen kok jelek banget," ujar Moeldoko sambil tertawa.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin sebelumnya menduga ada rekayasa dan campur tangan intelijen hitam dalam pemasangan bendera hitam di kediaman Rizieq di Arab Saudi. Menurut Novel, ada kelompok yang menjahili Rizieq dengan tujuan menjatuhkan citra politik Rizieq. "Bendera HTI itu rekayasa. Di Indonesia kan kental dengan permainan penguasa," kata dia kepada Tempo, Rabu, 7 November lalu.


Baca: Kasus Menghantui Rizieq Shihab: Logo Palu Arit - Ujaran Kebencian


Rizieq sempat ditangkap otoritas keamanan Arab Saudi karena diduga memasang bendera berlambang HTI di rumahnya. Foto bendera ini beredar di pesan-pesan pendek wartawan pada Selasa malam, 6 November 2018.


Moeldoko pun meminta pihak Rizieq tidak mengada-ngada dan sembarang menuding orang lain. "Jangan dikit-dikit intelijen, dikit-dikit pemerintah," kata dia.

Infografis: Masalah Rizieq Shihab sejak Umrah hingga Terbelit Kasus Bendera Hitam 


Ia mencontohkan lebih baik pihak Rizieq introspeksi diri dan bertanya siapa saja yang memiliki niat jahat dengannya. "Kalau saya nih, sebagai seseorang, akan bertanya dulu 'yang gak seneng sama gua siapa sih' kan banyak juga gitu loh," ujarnya.

https://nasional.tempo.co/read/1144354/istana-tanggapi-dugaan-rekayasa-intelijen-kasus-rizieq-shihab

PA 212 Heran BIN Bereaksi soal Penangkapan Rizieq Shihab

Jumat, 9 November 2018 14:50 WIB

Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab
(dari kanan) Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif, dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso dalam konferensi pers di Jalan Daksa I, Jakarta Selatan, Senin malam, 8 Oktober 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

Baca: KBRI Riyadh Masih Menggali Informasi Soal Kasus Rizieq Shihab

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengaku heran dengan reaksi Badan Intelijen Negara terkait penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab oleh Kepolisian Arab Saudi.

Baca: Perbincangan Slamet Maarif dan Rizieq Shihab Pasca-Penangkapan


"Kami enggak pernah menyebut intelijen Indonesia. Ada skenario intelijen. Saya enggak bilang Indonesia. Habib (Rizieq) tidak pernah sebutkan Indonesia. Enggak pernah sebutkan kata BIN," kata Slamet di kantor Kementerian Koordinator Bidang Polhukam, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.


Slamet mengatakan, Rizieq hanya menyebutkan adanya skenario intelijen yang ingin memfitnah dirinya terkait pemasangan bendera hitam di rumahnya. "Kan bisa dari mana saja, tapi kenapa kok BIN yang bereaksi. Ya, anda bisa simpulkan sendiri kan begitu," ujarnya.


Juru bicara Kepala Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto, sebelumnya membantah BIN terlibat dalam penangkapan Rizieq di Arab Saudi. Menurut dia, tuduhan BIN telah merekayasa penangkapan Rizieq yang dilakukan polisi Arab adalah tidak benar.


Baca: FPI Beberkan Sepuluh Kejanggalan Kasus Bendera Rizieq Shihab


"BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh Twitter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar," ujar Wawan dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 8 November 2018.


Rizieq telah diperiksa dan sempat ditahan oleh kepolisian Arab terkait pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremisme. Dari foto yang beredar, bendera tersebut terpasang di dinding belakang kediaman Rizieq di Arab.


Hal ini kemudian ditanggapi oleh akun Twitter @IB_HRS. Akun ini menyebut ada informasi yang masuk ke Rizieq bahwa pihak intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman imam besar FPI itu untuk memantau aktivitasnya selama 1x24 jam dan telah lama diketahui oleh Rizieq. Pemasangan bendera juga disebut merupakan rekayasa.


Baca: Soal Bendera Hitam, PA 212: Ada Skenario Memfitnah Rizieq Shihab

Menurut Wawan, tuduhan bahwa BIN mengontrak rumah di dekat kediaman Rizieq tidak benar. Apalagi, kata dia, BIN disebut telah memasang bendera maupun mengambil kamera CCTV di dekat tempat itu. 


"Tuduhan pemasangan bendera tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke polisi Saudi," katanya.

Wawan mengatakan tuduhan yang ditujukan ke BIN merupakan pandangan sepihak. Menurut dia, lembaganya tak mungkin bisa mengintervensi Arab Saudi terkait operasi intelijen seperti yang dituduhkan. 


"Operasi intelijen di negara lain itu dilarang. Bisa dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negeri itu," ucapnya.
https://nasional.tempo.co/read/1144670/pa-212-heran-bin-bereaksi-soal-penangkapan-rizieq-shihab/full&view=ok

-------------------------------

Kita tunggu saja hasil penyelidikan aparat keamanan Arab Saudi atas persitiwa itu. 
Mereka juga tnetunya nggak bodohlah kalau menyangkut keamanan di dalam negerinya.


emoticon-No Hope
Laga laganya rijik bakal ditangkep permanen. Tras mi
Bijiek dsana bisa tidur??? emoticon-Wkwkwk
Sebenernya kalo mau Di endingkan simple aja
Masyarakat sini lapor ke aparat sono, bareng Dan masif. Keciduk kok rijik itu.

Masyarakat senang
Pemerintah g bisa Bantu lagi
G Ada aparat yg dituduh lagi emoticon-Leh Uga

Cuma orang sini banyak yg lagak bego gak?
emoticon-Leh Uga
Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq ShihabIstana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq ShihabIstana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq ShihabIstana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq ShihabIstana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab
ngeri ngeri sedap cuy..

keluar mulut buaya masuk mulut singa

eh..masak singa makan singa..emoticon-Ngacir
Ayo Laskar jangan tinggal diam emoticon-Ultah
Balasan post KangPri
Quote:


Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab

He.. He.. He.. emoticon-Smilie
Maknyus dah ahhh
Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab
Quote:


Istana Tanggapi Dugaan Rekayasa Intelijen Kasus Rizieq Shihab
Quote:


#saveintel
Quote:
Sepertinya masih banyak kerjaan yang lebih penting diurus Pemerintah,dari pada mengurusi dan menanggapi orang satu ini...Gan emoticon-Shakehand2
alumni 212 duwe duit ora kok banyak bacot
Intel ada operasi rahasia khusus pasang bendera ke kediaman/rumah lawan2. Piece of cake. Next film MiB cuman pasang bendera/poster di rumah lawan, film lgsg tamat. James bond g butuh licence to kill
Ingat, Allah nggak tidur. Nanti akan ada balasan yang setimpal.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di