alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Pajak /
[SHARING] WP dikenakan sanksi PPn kembali
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be577fa902cfef13a8b4575/sharing-wp-dikenakan-sanksi-ppn-kembali

[SHARING] WP dikenakan sanksi PPn kembali

Izin min mod, saya mau curhat masalah perpajakan yg kurang menyenangkan yg saya alami , semoga agan2 bisa mengambil hikmah dr pengalaman saya ttg perpajakan di indonesia ini agar tidak mengalami spt yg saya alami..

Bag 1 :
Sebelumnya perkenalkan nama saya Mr. X 
saya seorang pengusaha di bidang perdagangan elektronik khususnya HP, dan saya baru bbrapa tahun ini merintis usaha saya dan nyatanya cukup maju berkembang, terus terang "Pajak" memiliki stigma negatif di mata masyarakat, para masyrakat awam dan pengusaha awam pasti selalu berpesepsi negatif jika mendengar pajak, sama spt klo kita mendengar kata "Panti Pijat", "Karaoke" dll apalagi waktu itu maraknya pemberitaan bbrpa tahun yg lalu yaitu "Andai Aku Gayus Tambunan" stigma negatif pajak semakin buruk di mata masyarakat padahal nyatanya tidak seperti itu.
Atas dasar stigma negatif itulah saya selalu memanipulasi data penghasilan saya yg saya setor ke KPP, pada saat itu pikiran saya yg ada "Ngapain bayar pajak toh ujung2nya pajak selalu tidak tepat sasaran dan rawan penyelewengan"

Bag 2 :
Saya merintis usaha ini dr nol dari sekedar jualan pulsa dan berkembang mjd jual-beli HP hingga transaksi saya mencapai Miliar perbulan, terus terang saya tidak menyangka usaha saya sampai berkembang spt ini, usaha saya termasuk "Traditional Store" yg artinya saya tidak melakukan pembukuan secara elektronik/software, di awal2 usaha saya setelah berkembang saya pernah melakukan perhitungan laba/rugi dgn cara pencatatan secara manual dan kurang lebih saya memiliki laba bersih 10-15jt/bulan dan krn kesibukan usaha saya lalu ditambah istri saya baru melahirkan anak pertama sama mengabaikan perhitungan laba-rugi, saya anggap yah kurang lebih di angka segitu, klo rame yah bisa lebih donk mungkin 15-20-25jt atau lebih, nyatanya usaha saya selalu sehat, ngapain capek2 itung laba rugi toh yg megang kasir istri dan saya sendiri. jadi duit ga kemana2 (Ini kesalahan saya yg pertama alias ke-1)

Bag 3 :
Karena saya tidak jujur dalam hal pembayaran pajak maka KPP khususnya AR menyelidiki saya dan ditemukan bahwa transaksi saya di Tahun 2017 sebesar 12M lebih, kenapa AR bisa mendapatkan itu? krn skrg semua sistim online, saya membeli ke perusahaan besar spt "Samson/Oddo/Vipo/Nokiyem dll" mereka menerbitkan faktur pajak utk saya, dari sanalah AR mendapatkan data.

Bag 4 :
Saya mendapatkan surat dr AR perihal ini dan saya dihimbau utk menghadap, saya pun ke KPP menemui AR tsb, walaupun saya tidak tahu data itu benar atau tidak tapi perkiraan saya memang peredaran bruto saya ada di angka segitu krn saya tidak punya cara utk mencocokan data krn saya tidak memakai program keuangan dan nota2 invoice setelah lunas saya buang dan saya mengakui dan menyadari nominal tsb relatif kurang lebih sama.

Bag 5 :
Pengetahuan saya ttg perpajakan sangat minim, AR menjelaskan panjang lebar ttg sanksi yg menunggu saya jika saya tidak membetulkan SPT Tahunan saya dan saya diwajibkan utk mengukuhkan diri sbg PKP krn omzet saya jauh diatas 4.8M, penjelasan AR tidak sepenuhnya saya mengerti krn wawasan perpajakan saya yg minim. dan di akhir pembicaraan AR ada menerangkan jika saya tidak melakukan pembetulan maka besar sanksinya utk itu secepatnya hrus diurus, tapi AR menjelaskan utk sekedar Info bahwa kasus ini bisa kadaluarsa dalam waktu 5 Tahun. Pada saat itu saya sempat menyatakan kepada AR bahwa saya buta ttg pajak dan butuh bantuan konsultan, tapi AR menyarankan lebih baik diurus sendiri selain saya masih muda otak pasti mampu donk, tapi saya lupa saya itu sibuk mengurus usaha saya, akhirnya saya memutuskan tidak memakai konsultan (Ini kesalahan saya Ke-2) pesan moral saya : Jika kamu tidak mengerti atau sibuk segeralah gunakan jasa konsultan

Bag 6 :
Saya waktu itu menyadarinya dan saya segera mengurusnya, akan tetapi krn birokrasi yg sulit saya menemukan kesulitan utk mengurusnya. dan pada saat itu saya salah paham atas perkataan AR bahwa periode 5 tahun tsb, saya pikir waktunya cukup panjang utk mengurusnya yaitu 5 tahun, dan krn birokrasi yg rumit saya mempending urusan pembetulan SPT ini, kebetulan udah mau lebaran toko saya lagi rame2nya dan saya fokuskan kesana dulu (Ini Kesalahan saya Ke-3)

Bag 7 :
Selang 3-4bulan kemudian datanglah surat kembali, kali ini bukan dr AR tapi dari tim pemeriksa lapangan, saya dihimbau menghadap, dan saya diinfokan saya mengabaikan himbauan AR sehingga status saya naik ke tahap pemeriksaan, saya diminta semua data yg saya punya baik penjualan, nota2 yg ada, rekening koran tahunan dll, akhirnya saya menyiapkan..
dan setelah siap mereka datang ke lapangan meninjau lokasi dan mengkorek data baik investigasi karyawan saya semua

Bag 8 :
Kurang lebih 2 bulan kemudian tim pemeriksa memanggil saya utk berdialog dan berdiskusi ttg kasus saya, dan hasil pemeriksaan bahwa KB (kurang bayar) saya ditahun 2016 sebesar 60jt krn omzet saya waktu itu masih dibawah 4.8M sehingga tidak ada unsur PPn, yg jadi masalahnya adalah KB saya ditahun 2017 adalah 1,1M 
saya langsung lemas melihat nominal tsb.. mengapa saya bisa kena sebesar itu? sekedar info akan saya jelaskan sbb, PPn itu sangat berbahaya sekali jika kita tidak mengerti
simulasinya sbb :

a.)Saya membeli dr PT A 1 unit HP, dgn DPP Rp. 909.090,- dan PPn Rp.90.909,- dengan total Rp. 1.000.000,-
b.)Saya menjual kembali dan pd saat itu saya tidak tau mekanisme PPn yg saya tau modal saya adalah Rp. 1.000.000,- jadi saya jual kembali dgn margin 2% adalah Rp.1.020.000,- dan jika dihitung secara PKP maka mekanismenya mjd spt ini : DPP Rp. 927.272,- dan PPn 92.727,- dengan total Rp. 1.020.000,-
c.) selisih PM dan PKnya adalah Rp. 1.818,- yg harusnya saya setorkan ke negara jika saya mjd PKP dan margin saya adalah Rp. 20.000,- dikurang Rp. 1.818,- selisih PM dan PK adalah Rp. 18.182,- itu adalah margin saya

Sebenernya negara tidak dirugikan krn PT.A sudah menyetor melaluii pelunasan pembelian saya ke negara sebesar Rp.90.909,- dgn terbitnya faktur pajak atas nama saya, Negara sudah pegang Rp.90.909,- nya akan tetapi kerugian negara adalah Selisih PPn nya makanya disebut PajakPertambahanNilai yaitu selisihnya PM masuk dan PM keluarnya yaitu Rp. 1.818,- ini yg hrus saya setorkan negara tp tidak saya setorkan jadi kerugian negara sebenernya hanya Rp. 1.818,-

yang jadi memberatkan adalah Pasal "Sakti" yg menyebutkan Wajib Pajak yg tidak mengukuhkan diri sbg PKP maka tidak bisa mengkreditkan PPnnya, yg artinya bahwa Rp.90.909,- yg sudah saya setor ke negara tidak diakui dan tidak SAH, karena tidak sah maka saya dituntut KPP utk menyerahkan kembali Rp.90.909,-nya inilah yg menyebabkan tuntutan KB bengkak menjadi 1,1M, secara tidak langsung negara diuntungkan 2x krn sudah menerima uang Rp. 90.909,- tapi berhak utk meminta kembali, walaupun ini hal yg berbeda tp secara tidak langsung ini dikatakan terjadi double tax, inilah rasa keadilan pajak yg hilang utk WP, tapi ini wujud konsekuensi pasal yg berlaku di perpajakan

Bag 9 : 
jadi bisa dikatakan inilah namanya "Pajak Makan Modal" bagaimana tidak margin saya 1unit HP hanya sebesar Rp. 18.182,- tapi disuruh bayar kembali Rp. 90.909,- itu belum termasuk denda 2% perbulan yg artinya dendanya 24% pertahun melebihi bunga bank 

Bag 10 :
Saya yg buta masalah perpajakan akhirnya memaksa diri utk belajar dan googling utk mengetahui sejauh mana masalah yg saya hadapi yg seharusnya saya lakukan dulu tapi tidak saya lakukan, akhirnya memang secara hukum posisi WP lemah dari segi apapun, tapi dari rasa keadilan pajak ini mjd tidak ada krn apa yg telah saya bayarkan tidak diakui oleh negara

Akhirnya saya terduduk lemas mau menyesali kesalahan diri di masa lalupun percuma, terus terang margin di bisnis HP ini sangat tipis sekitar 2%, klo saya berbisnis mebel/baju/makanan yg marginnya diatas 20% mungkin saya hanya mengalami kerugian margin bukan kerugian 'Pajak makan Modal", mental saya mulai terganggu bbrpa hari saya tidak bisa tidur, usaha saya pun mulai terganggu krn psikologis saya tertekan,
saya berfikir dgn tuntutan KPP sebesar itu butuh waktu 4-5 tahun utk mendapatkannya.. krn dgn margin saya sebesar 2% dan peredaran bruto 12M adalah 240jt/tahun belum ditambah pendapatan lain spt penjualan acc dan servis, tapi penjualan acc juga tidak banyak krn rata2 saya membeli acc spt antigores,dompet,memori semua saya paketkan ke dalam pembelian handphone jadi saya tidak bnyk margin dr acc, servis memang pendapatannya besar tp tidak sebanyak quantity peredaran unit hp, jadi saya perkiraan margin bersih saya adalah 300jt/tahun

dgn asumsi pendapatan tsb brarti benar selama 4-5 tahun saya usaha diambil semua oleh pajak, saya berfikir, hari esok saya jualan hp untung 20rb diambil pajak, jual acc 30rb diambil pajak, yg agak gede kaya servis kdg 100-300rb juga diambil pajak bahkan yg paling kecil sekalipun spt jualan pulsa untung 1rb perak juga diambil pajak, mungkin klo bberapa bulan atau maximal 1 tahunan mungkin saya sanggup menjalaninya tp klo 1-2-3-4 tahun atau lebih mental saya pasti terganggu sehingga berakibat pada usaha saya yg bisa mengakibatkan kepailitan mungkin juga pada hubungan dgn keluarga saya khususnya istri saya mjd terganggu

memang KB 1,1M itu klo posisi skrg tidak bisa membuat saya pailit krn saya masih punya aset berupa ruko, tapi aset itu saya beli dan saya kumpulkan bertahun2 pastinya berat utk mengikhlaskannya.. klo saya tidak menjual aset dan mencicil bunganya lebih berat lagi 24%/tahun jadi solusinya harus jual aset, disisi lain seharusnya saya binggung klo jual aset, masa depan anak istri saya ttg jaminan tempat berteduh mjd hilang, dilemanya disana

yg jadi masalahnya tekanan psikologis ini yg membuat gairah saya berwiraswasta mjd hilang, saya bangun pagi tutup malam percuma krn semua hasil margin diambil pajak, klo saya ga kuat melaluinya saya pernah terlintas mencoba berfikir mengambil opsi terakhir yaitu bunuh diri, tapi ternyata hutang pajak beda dan lebih kejam dr hutang bank, klo bank kita meninggal dunia otomatis mjd hilang, sedangkan klo hutang pajak klo saya meninggal tetap berlaku, dan jika saya meninggal aset saya yg tersisa masih bisa disita utk kekurangannya dan yg lebih parahnya lagi anak dan istri saya juga turut menanggung warisan hutang pajak saya ini yg saya dapatkan informasi dari tim pemeriksa pada saat berdialog saya coba menanyakan.. akhirnya saya mengurungkan opsi bunuh diri tsb

skrg tinggal ada opsi yaitu mengajukan "keberatan" jika mengajukan keberatan maka status naik ke kanwil melalui persidangan, saya dalam posisi yg lemah sehingga tidak ada kemungkinan saya menang krn memang semua unsur telah terpenuhi secara UU tpi klo dilihat dari segi keadilan pajak ini mjd tidak adil, tpi persidangan ini bukan masalah moral dan kemanusiaan makanya unsur tsb tidak bisa dipakai, dan klo saya kalah maka dendanya makin besar makanya saya urungkan utk naik banding

surat SKP blom turun dan skrg saya menulis scr sadar.. saya hanya mencoba tegar krn saya masih punya istri dan seorg anak yg masih sangat kecil umur 2tahun (lagi lucu2nya emoticon-Embarrassment) tapi dlam proses kedepan entah saya bisa melaluinya saya juga tidak tahu.. inilah realita kehidupan yg saya hadapi, saya percaya inilah jalan hidup yg saya hadapi, semua rezeki itu Tuhan yg menentukan, Tuhan juga yg menitipkan rezeki pda saya jika rezeki saya diambil dalam sekejab itupun sudah mjd jalan hidup saya.. yg jelas saya masih memperjuangkan demi keluarga saya.. potret keluarga bahagia saya selama ini sekejab hilang sekarang.. entah ini ada karma buruk atau kesalahan saya dimasa lalu yg saya lakukan yg saya sadari atau tidak saya sadari saya cuma bisa mempasrahkan..

Kesimpulannya : Jangan pernah mengabaikan Pajak, Pajak itu tidak kejam selama kalian patuh dan 1 hal lagi jika anda minim wawasan pajak atau terlalu sibuk maka silahkan gunakan jasa Konsultan Pajak, cukup saya saja yg mengalami hal ini

Jika ada agan2 yg paham dan bisa menawarkan bantuan utk masalah ini saya sangat berterimakasih, agan bisa inbox utk CP saya..
agan2 yg mau mencaci maki kesalahan saya silahkan saya sudah tidak perduli lagi..

Terima kasih min.. mod..emoticon-shakehand

bukan kaskus namanya klo
Spoiler for "no SS no Hoax":

Diubah oleh speed0809
Urutan Terlama
Nice share gan..


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di