alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Dialog Bersama Ormas Islam, Wiranto Ajak Umat Turut Jaga Stabillitas Keamanan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be5569a529a45ab258b4573/dialog-bersama-ormas-islam-wiranto-ajak-umat-turut-jaga-stabillitas-keamanan

Dialog Bersama Ormas Islam, Wiranto Ajak Umat Turut Jaga Stabillitas Keamanan

Dialog Bersama Ormas Islam, Wiranto Ajak Umat Turut Jaga Stabillitas Keamanan

JPP, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengajak seluruh umat Islam untuk ikut bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan politik serta taat hukum. Hal tersebut harus menjadi kewajiban bersama agar Indonesia damai, rukun, dan stabil. 

Hal tersebut Ia sampaikan dalam acara Dialog Kebangsaan bersama tokoh-tokoh ormas Islam yang berlangsung di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

“Tadi saya sampaikan bahwa kita semua umat Islam yang merupakan mayoritas bangsa Indonesia harus ikut bersama-sama dengan aparat keamanan menjaga stabilitas keamanan, politik, taat hukum. Itu harus menjadi kewajiban kita bersama agar negara kita damai, rukun, stabil, sehingga dari situlah kita bisa membangun,” tuturnya.

Dialog dengan tema “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama Islam, para ulama, para habaib, dan pimpinan Ormas Islam.

Selain itu, hadir juga Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Agus Nugroho, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo, Jampidum Kejaksaan Agung Noor Rachmad, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait.  

“Bersama-sama kita melakukan satu dialog secara lebih bebas, lebih santai, tetapi menjurus kepada substansi yang penting, yakni masalah ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, masalah tauhid, masalah aqidah, yang selama ini masih menjadi perdebatan tentang bagaimana pembakaran bendera yang oleh pembakar dianggap bendera HTI, tapi beberapa kalangan menganggap bahwa itu bendera tauhid atau bukan bendera tapi simbol-simbol tauhid, sehingga terjadi perbedaan yang sangat tajam,” jelas Menko Polhukam Wiranto. 

Akan tetapi, lanjutnya, dalam kasus ini pihak polisi juga sudah menyelesaikannya dengan satu struktur hukum dan dibawa pada proses peradilan di mana si pembakar maupun yang membawa bendera sudah divonis bersalah. 

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, dalam dialog tersebut telah terjadi kesepakatan bahwa ada kesalahpahaman yang tidak lagi boleh terjadi di masa ke depan.

Menurutnya, semua para tokoh tersebut sangat menyadari masalah itu, sehingga kesimpulannya adalah semua sudah menerima apa yang sekarang sudah diselesaikan, baik penyelesaian hukum maupun penyelesaian organisasi. 

“Kemudian Menteri Agama juga sudah menyampaikan bagaimana masalah aqidah, kalimat tauhid, akan dimusyawarahkan secara luas lagi dan itu bukan domain pemerintah untuk ngatur, menentukan tata cara penghormatan pada satu kalimat-kalimat tauhid, dan sebagainya. Saya kira pertemuan hari ini sudah menghasilkan sesuatu yang menurut saya sangat fundamental, strategis, penting untuk kita bisa bergerak ke depan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada Menko Polhukam Wiranto karena sudah memfasilitasi pertemuan ini.

Menurutnya, pertemuan ini sangat penting dan strategis dalam upaya bersama yang tidak semata menjaga silaturahmi, namun sekaligus silatulfikri, yaitu mempertemukan pandangan, pola pikir, dan pemahaman bersama.

Keragaman, kata dia, bukanlah barang baru untuk masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kemajukan, keragaman, dan heterogenitas bukan barang yang asing.

“Persoalannya adalah bagaimana menyikapi keragaman terkait pandangan keagamaan dalam menyelesaikan masalah ini. Dalam melihat keragaman dan kemajemukan, marilah lebih mengedepankan rahmat, karena merupakan esensi agama Islam. Banyak sekali ajaran agama Islam yang menekankan bahwa rahmat itu adalah merupakan kebajikan dan hal positif. Oleh karena itu, keragaman dan kemajemukan dapat dilihat di sisi perspektif rahmatnya,” terang Menteri Lukman. 

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan GP Anshor Khairul Anwar mengatakan dirinya hadir dalam acara ini dengan niat untuk menjaga dan merawat ukhuwah islamiyah, sehingga apa yang disampaikannya tidak akan mengurangi laporan dari lembaga induk, yaitu PBNU. 

“Kami sangat menyesal dengan peristiwa ini, aturan organisasi juga sudah diterapkan, untuk hukum dipasrahkan oleh penegak hukum. Jangan sampai hal ini terjadi lagi dan sudah ditegaskan kepada anggota kami. Jika ada hal itu terlulang, maka akan ada tindakan tegas. Kami memohon maaf karena peristiwa ini menjadi gaduh,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini juga menyesalkan peristiwa yang terjadi di Garut, Jawa Barat, tersebut. Ia menceritkan bahwa pada saat peringatan Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu, kejadian pengibaran bendera itu juga ada di Tasikmalaya. Pada saat itu, kata dia, Banser juga mengamankannya. 

“GP Ansor telah memberikan sanksi kepada oknum Banser yang membakar bendera dan diharapkan tidak main hakim sendiri. Mohon agar dipahami bahwa yang terjadi di Garut merupakan peristiwa yang kami sesalkan,” tandasnya. (pol)


Sumber : https://jpp.go.id/polkam/hankam/3272...litas-keamanan

---

Kumpulan Berita Terkait POLKAM :

- Dialog Bersama Ormas Islam, Wiranto Ajak Umat Turut Jaga Stabillitas Keamanan Indonesia Jajaki Pengembangan Energi Sampah

- Dialog Bersama Ormas Islam, Wiranto Ajak Umat Turut Jaga Stabillitas Keamanan Menko PMK Ajak Pemuda Yakini, Pelajari, Bumikan Pancasila

- Dialog Bersama Ormas Islam, Wiranto Ajak Umat Turut Jaga Stabillitas Keamanan 48 Madrasah Swasta di 14 Provinsi Kini Berstatus Negeri



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di