alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Hasil Penelitian UGM, Kepuasan terhadap BPJS Kesehatan Menurun
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be54771de2cf204628b4567/hasil-penelitian-ugm-kepuasan-terhadap-bpjs-kesehatan-menurun

Hasil Penelitian UGM, Kepuasan terhadap BPJS Kesehatan Menurun

Hasil Penelitian UGM,
Kepuasan terhadap
BPJS Kesehatan
Menurun

Hasil Penelitian UGM, Kepuasan terhadap BPJS Kesehatan Menurun
MUKHIJAB/PR
Prof Laksono
Trisnanto (kedua
dari kiri)
menyampaikan hasil
penelitian
pelayanan BPJS
Kesehatan.*

YOGYAKARTA, (PR).- Indeks
kepuasan kondumrn maupun
tenaga medis dan fasilitas
kesehatan terhadap BPJS
Kesehatan secara nasional
cenderung menurun,
sementara pembayaran iuran
tidak naik secara signifikan.

Demikian hasil penelitian dan
evaluasi terhadap pelayanan
BPJS Kesehatan oleh
Departemen Kebijakan dan
Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran
Kesehatan Masyarakat dan
Keperawatan (FK-KMK)
Universitas Gadjah Mada
(UGM).

Menurut Koordinator Jaringan
Kebijakan Kesehatan Indonesia
Departemen Kebijakan dan
Manajemen Kesehatan FK-
KMK UGM Profesor Laksono
Trisnantoro, target indeks
kepuasan peserta BPJS
Kesehatan secara nasional
pada 2014-2017 sebesar 85
persen. Faktanya tingkat
kepuasan turun pada angka 79
persen.

“Target paling sedikit 85
persen peserta BPKS
Kesehatan menyatakan puas
terhadap layanan di BPJS
maupun fasilitas kesehatan
tidak tercapai,” ujar dia, Rabu, 7
November 2018.

Ketidakpuasan atas pelayanan
BPJS dirasakan oleh tenaga
dan penyelenggara fasilitas
kesehatan. Indeks pembayaran
klaim dari rumah sakit yang
melayani asuransi kesehatan
tersebut pada 2014 pada
angka 75. Adapun indeks saat
ini (2018) hanya pada angka
75,7.

Target indeks kepuasan dari
tenaga dan fasilitas kesehatan
dalam pembayaran atas
pelayanan kesehatan dipatok
80 persen. Penelitian ini
menemukan indikasi kuat,
target itu tidak tercapai.

Kekurangan indeks kepuasan
bagi konsumen maupun
tenaga dan fasilitas kesehatan
mengindikasikan, hasil
kebijakan pencegahan
kecurangan dan Tim Kendali
Mutu dan Kendali Biaya
mengalami banyak kendala,
sehingga kebijakan dan target
BPJS belum dapat diterapkan
di beberapa daerah.

Penelitian tersebut sebagai
bahan persiapan Forum
Nasional Jaringan Kebijakan
Kesehatan Indonesia (Fornas
JKKI) ke-8 pada 2018, yang
diikuti oleh para pengambil
keputusan, peneliti/akademisi
dan analis kebijakan di
Indonesia. Tujuanya
memberikan masukan untuk
pengambil kebijakan tentang
masa depan kebijakan JKN di
tingkat pusat maupun daerah.

“Jika ada perbaikan kebijakan,
ada kemungkinan mencakup
revisi Undang-Undang Nomor
40 Tahun 2004 tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional
(SJSN) dan Undang-Undang
Nomor 24 Tahun 2011 tentang
Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS),” kata dia.***

http://www.pikiran-rakyat.com/nasion...menurun-432910
Oleh: Mukhijab
8 November, 2018 - 12:35
Nyari obat tebusan BPJS juga sering keabisan stok, parah dah. emoticon-thumbdown
paling juga cuma gara2 keramean tunggu lama,,solusinya jangan terlalu mudah nerima pasien yang obatnya ada di apotek
Quote:
Balasan post pakedongotak
Quote:


kata emak ane di kampung .... kagak tahu bener apa tidak emoticon-Big Grin

ada rs yg sementara tidak terima rujukan bpjs krn obat habis
tau dah ah, nyokap sering ngeluh obat tebus selalu keabisan stok, beda kaya zaman dulu.

mau sampai kapan?

emoticon-fuck
kalo yg cuma berobat pilek, batuk, pegal linu, bisulan , panu, kurap mgkn byk ga puasnya ,

tapi coba tanyaken ke mereka yg terapi caesar, kemoterapi, jantung, ortho, tb, kusta dll
ugm yang independen...joss
Balasan post ajgmj.asli
Quote:


seperti nya sdh mulai masuk ke rujukan rs dengan alasan obat standar bpjs habis emoticon-Malu
Ingat ya Badan Jaminan Sosial itu langsung di bawah presiden.

Jadi kalau Badan Jaminan Sosial nggak beres dan nggak becus, berarti siapa yang bertanggungjawab atas ketidakberesan dan ketidakbecusan tersebut?

Ayo para kecebong, coba jawab dengan hati nurani kalian.
Quote:


Ane pernah sakit n 3kali periksa ke puskesmas trus rujukan ke klinik RS kecil tp ane gak pernah kesana bre ya ribet bngt karena jauh juga tp bayar iuran. Jalan terus,tp ane pernah d RS yg besar lagi nunggu obat antri obat sesuai nomor n ane d ajak ngobrol sama s ibu2 pensiun dia ngeluh biasanya dapat obat 10 biji tp jd 5 biji trus s ibu bilang ada obat yg mesti d tebus d apotek dulu gak pernah begitu obat selalu tersedia sekarang susah bngt emoticon-Matabelo
Quote:
bener bro,dulu jaman SBY mudah bngt trus obatnya tersedia gak Nebus lagi ke apotek jd udah d tanggung emoticon-Matabelo
Quote:


salah wowo, anis, pks, hti
eh hti sudah mesra sama nastak sekarang
Quote:


Cepet ganti rezim lah bre emoticon-Cape d...
Balasan post semutjepang248
Quote:


UU jaman sby yg mengharuskan jokowi melaksanakan BPJS emoticon-Wakaka

bom waktu peninggalan SBY emoticon-Wow
Balasan post semutjepang248
Quote:


Deal emoticon-shakehand



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di