alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Tentang Lin.. (Hidupku,Piluku,Bahagiaku,Ceritaku)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be543eddad770f3208b4568/tentang-lin-hidupkupilukubahagiakuceritaku

Tentang Lin.. (Hidupku,Piluku,Bahagiaku,Ceritaku)

WHY, God ?!

Pertanyaan yang selalu ku teriakkan, walau aku tau, semua ini bukan sepenuhnya salah Tuhan..

Semua itu keputusan yang ku ambil dalam hidupku..

Oh, hai kenalkan aku Lin..
Hari ini, aku genap berusia 25 tahun..
Aku mau berbagi cerita, dengan kalian semua..
Cerita tentang aku, dan keputusan-keputusan yang ku ambil dalam hidupku..

Oiya, kalian boleh tanya, kalian boleh minta saran (kalau aku bisa bantu, aku akan bantu)
kalian boleh berbagi pengalaman juga..

Sharing is caring, right ?

Aku harus mulai dari mana ?
Oh, iya..
Aku anak pertama dari 4 bersaudara, aku tumbuh di keluarga yang bisa dibilang "keras", ibuku seorang yang memiliki kepribadian "KUAT", bahkan ayahku harus tunduk padanya.. masa kecil ku penuh dengan cerita penyiksaan, mulai dari cubit, pukul pakai tangan, hingga dengan objek-objek yang ada di dekat ibuku..

Aku teringat, saat itu aku berumur 6 tahun, aku dan adikku Mike berencana untuk diam-diam pergi ke warung, ibuku sedang sibuk di dapur, namun sepertinya, dia mendengar kami membuka pintu rumah. Kami berlari, agak ibu tidak sadar kalau kami pergi, sayangnya, belum saja sampai di warung, suara ibuku sudah menggelegar memanggil nama kami.. "Mike, Linn, pulang kalian !".

("Ahhh hanya teriakan, apa salahnya, ibu-ibu jaman sekarang juga begitu panggil anaknya.....". Mungkin itu yang kalian pikirkan saat ini)

Saat kami menoleh, kami lihat ibu kami melemparkan botol sirup kearah kami, botol itu pecah tepat di hadapan kami, adikku Mike saat itu masih 4 tahun. Dia memelukku karena takut, dan kami urungkan niat kami untuk jajan, hari itu.. Kami jalan perlahan-lahan, kaki Mike takut, badannya menolak pulang. Dia terlalu takut untuk pulang, dia takut, dipukuli ibu..

Benar saja, sesampainya dirumah, ibu menyuruh kami duduk di sofa, dengan makiannya, dia berjalan menuju kamar tidurnya.. Tak lama ibu keluar dengan Ikat Pinggang milik ayah di tangan kanannya.. Dan gelap, aku terlalu takut melihat wajahnya, aku memeluk adikku, aku membenamkan wajahku di punggungnya, ibu memukul kami tanpa ampun, menangis pun tak di dengar. Malam itu, aku dan Mike tidur dengan kesakitan luar biasa..

("Bapaknya manaaaaa ! Kok anaknya di pukulin, dia diem aja !?" Itu kan ? Haha)

Ayah kami seorang pekerja keras, dia menjadi agen minuman kemasan. Dia akan kerja dari pagi, sampai malam. Paling cepat, ayah akan tiba pukul 6 sore. Ayah akan tetap diluar kalau dia belum cukup dapat uang setoran dari warung-warung yang dititipi minuman tersebut. Ayah takut pulang bawa uang pas-pasan, Ayah takut di marahi ibu.. Ayah takut ibu akan lampiaskan amarahnya pada kami, Ayah mau melindungi kami, dengan cara itu..

Kami sering mengadu tentang perbuatan ibu pada ayah, namun, setiap ayah menasihati ibu, ibu akan memukuli kami lebih parah lagi keesokan harinya, dan Ibu akan memaki ayah, mengatakan bahwa ayah memanjakan kami, atau ayah tidak tau bagaimana cara mendidik anak.

Setidaknya, sifat abusive ibuku sudah jadi makanan sehari-hari kami. Ayah,Aku, Mike, bahkan kedua adik kecil baru ku, Caca dan Ian.. Sejak Ian lahir, ibuku mendapat pekerjaan sebagai Guru. Walau tanpa latar belakang pendidikan keguruan, dia di angkat menjadi Guru Sekolah Dasar.

Saat itu, usiaku 9 tahun, aku sudah kelas 4 SD.. ku fikir, dengan ibu mendapatkan pekerjaan sebagai Guru, sifatnya akan berubah.. dia akan lebih ngemong, dia akan lebih memahami anak-anaknya, seperti yang dia lakukan di sekolahnya.. Namun, semua salah.. Ibu menahan diri dan emosinya selama mengajar, dan melampiasakan kekesalannya pada kami anak-anaknya dirumah.

Dia akan mulai memaki kami, dia akan melempar barang, memukul, mengeluh, dan lain sebagainya.. tidak ada perbedaan signifikan, ibu tetaplah seperti itu.. aku senang mendatangi acara bersama ibu dan ayahku, acara apapun itu, aku suka.. karena dengan begitu, aku bisa melihat sisi baik ibuku.. dia akan tersenyum, dia akan bicara dengan lembut, dia akan membelai rambut kami dan memperhatikan kami, dia akan membanggakan kami, dan tertawa bersama kami..

Ibuku, sangat cantik saat dia tertawa..

Ada tamu di pintu, aku buka dulu ya.. aku simpan ceritanya disini..

Kalau kalian tertarik, boleh comment..
Sharing juga boleh..
Kalau kalian gasuka, aku akan berhenti cerita..
Aku sambut tamuku dulu yaaa..

Sampai ketemu lagi..



(Cerita bersambung)


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di