alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Inovasi Sistem Informasi Legalitas Kayu untuk Tingkatkan Layanan Publik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be52810529a45cb7b8b4574/inovasi-sistem-informasi-legalitas-kayu-untuk-tingkatkan-layanan-publik

Inovasi Sistem Informasi Legalitas Kayu untuk Tingkatkan Layanan Publik

Inovasi Sistem Informasi Legalitas Kayu untuk Tingkatkan Layanan Publik

JPP JAKARTA - Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendapatkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Bertempat di Jakarta Convention Center, Rabu (7/11/2018), Menteri LHK, Siti Nurbaya menerima anugerah penghargaan tersebut yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Jusuf Kalla pada acara pembukaan The International Public Service Forum (IPS Forum) 2018.

Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla berpesan kepada para penerima penghargaan agar terus mengembangkan dan memperbaiki inovasinya agar dapat menjadi bagian dari kemajuan bangsa Indonesia. Hadirnya inovasi-inovasi ini akan mengurangi jalur-jalur birokrasi, sehingga menciptakan pemerintah yang baik, cepat dan bersih dari korupsi.

"Itulah mengapa diperlukan inovasi-inovasi yang baik dan dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik," jelas Wapres Jusuf Kalla.

Menteri Siti sangat bersyukur atas capaian prestasi ini. Tidak lupa dirinya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran staf atas kerja keras dalam mengembangkan dan mengelola SILK. SILK juga menjadi satu-satunya inovasi pelayanan publik wakil dari Indonesia yang dikirim Kementerian PANRB ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam kompetisi Observatory of Public Sector Innovation tingkat dunia.

Meski mendapat banyak tantangan, namun ditegaskan Menteri Siti, pihaknya tetap yakin inovasi SILK dapat memberi kontribusi terbaik bagi Indonesia. Dengan sistem ini, maka akan dapat menjamin legalitas produk kayu sehingga dapat meningkatkan daya saing ekspor produk indonesia.

"Kita satu-satunya negara yang sudah pakai sistem legalitas kayu dalam perdagangan kayu di Eropa, sehingga tidak perlu lagi due diligence," ungkap Menteri LHK.

SILK dikembangkan untuk menjadi solusi dalam menjawab tantangan global perdagangan kayu legal di Indonesia. Sistem Informasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) KLHK ini, merupakan salah satu instrument dalam implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

SILK merupakan platform on-line yang dapat diakses oleh masyarakat pada alamat web silk.menlhk.go.id. Dengan demikian, SILK dapat mempermudah para eksportir dalam penerbitan dokumen legalitas kayu (Dokumen V-Legal dan Lisensi FLEGT), sebagai salah satu kelengkapan dokumen persyaratan ekspor produk kayu dari Indonesia.

Sejak 1 Januari 2013 hingga 5 November 2018, telah diterbitkan lebih dari 927 ribu Dokumen V-Legal dan Lisensi FLEGT atau rata-rata 438 dokumen perhari sebagai kelengkapan persyaratan ekspor dengan total nilai ekspor sebesar lebih dari US$53 miliar. Ekspor produk kayu legal dari Indonesia ke pasar dunia juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Nilai ekspor produk kayu legal pada tahun 2013 sebesar US$6,1 miliar meningkat menjadi sebesar US$10,6 miliar pada Oktober 2018 atau peningkatan sebesar lebih dari 73% dalam kurun waktu 6 tahun.

Implementasi SILK juga mendukung pencapaian Nawacita ke-6 mengenai peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Hadirnya SILK sekaligus mendorong peningkatan perdagangan kayu legal serta mengubah citra Indonesia dari anggapan sumber kayu ilegal menjadi negara terdepan dalam upaya penanggulangan illegal logging. Adanya SILK ini juga dapat mendukung peningkatan tata kelola hutan, penerapan konsep paperless office, peningkatan pelayanan publik yang prima, dan mendukung pencapain tujuan pembangunan berkelanjutan.

Inovasi di Jajaran Top 40, merupakan inovasi yang dikategorikan outstanding atau terpuji dari hasil seleksi dari Top 99. Penilaian kompetisi dilakukan secara independen oleh Tim Evaluasi dan Tim Panel Independen yang terdiri dari para akademisi, praktisi, dan pakar pelayanan publik yang kompeten, dan memiliki reputasi baik.

Sebelumnya, inovasi SILK ini juga telah menerima penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 yang diserahkan oleh Menteri PANRB Syafruddin. Penghargaan ini diterima oleh Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, di Surabaya pada 19 September 2018.(lhk)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/lingkung...layanan-publik

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Inovasi Sistem Informasi Legalitas Kayu untuk Tingkatkan Layanan Publik Menteri ESDM Minta Sistem Kelistrikan Di Sumatera Mirip Seperti Jawa-Bali

- Inovasi Sistem Informasi Legalitas Kayu untuk Tingkatkan Layanan Publik BPJS Kesehatan Evaluasi Sistem Rujukan Online JKN-KIS

- Inovasi Sistem Informasi Legalitas Kayu untuk Tingkatkan Layanan Publik Konser Karawitan Anak Indonesia 2018 Gunakan Sistem Open Call



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di