alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Rupiah masih rawan bergejolak
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be51e2d62088192348b456d/rupiah-masih-rawan-bergejolak

Rupiah masih rawan bergejolak

Rupiah masih rawan bergejolak
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di gerai penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih rawan bergejolak, meski akhirnya turun dari level Rp15.000.

Sejumlah analis mengingatkan pergerakan positif kurs rupiah belakangan ini tak lepas dari peran dana asing jangka pendek dan spekulatif atau hot money yang kembali mengalir deras ke instrumen investasi portofolio Indonesia.

Oleh karena itu, posisi mata uang rupiah itu dinilai masih sangat rawan dari gejolak eksternal yang memicu aliran modal asing keluar (capital outflow).

Pergerakan nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta, Jumat (9/11/2018) pagi , melemah sebesar 75 poin menjadi Rp14.555 -- dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan pergerakan rupiah cenderung mulai tertahan terhadap dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS (The Fed) pada Desember nanti.

"Menjelang pertemuan The Fed, pergerakan rupiah berbalik turun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (9/11).

Ia menambahkan peluang bagi the Fed untuk kenaikan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) secara berkala membuat pelaku pasar kembali beralih ke dolar AS. "Pengetatan moneter di AS masih terus berlangsung hingga tahun mendatang," katanya.

Terkait dengan faktor eksternal yang melambungkan kurs rupiah, Bloomberg mewartakan ia adalah pemimpin penguatan di antara seluruh mata uang di Asia setelah Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam pemilu sela di AS. Hasil pemilu sela sekaligus membebani pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS.

Di sisi lain, Partai Republik, seperti yang telah diperkirakan, mempertahankan mayoritas kursinya di Senat. Terbaginya kendali ini dipandang akan memperlemah dukungan bagi agenda pemerintahan Presiden Donald Trump ke depannya, meskipun diperkirakan tidak akan banyak memengaruhi kebijakan perdagangannya.

"Pasar negara berkembang (emerging market) akan mendapatkan keuntungan dari pelemahan dolar AS setelah pemilu sela, tetapi kelegaan ini hanya bersifat sementara saat kuatnya ekonomi AS akan mendukung greenback," kata Hannah Anderson, pakar strategi pasar global di JPMorgan Asset Management Hong Kong.

Tekanan dolar AS terhadap rupiah yang terus mereda terjadi sejak awal pekan ini. Dolar AS yang tadinya berada di kisaran Rp15.100 kini berada di level Rp 14.500.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Nanang Hendarsah, menyebutkan periode 29 Oktober 2018 hingga 7 November 2018 ada aliran dana asing masuk ke pasar uang melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp18,1 triliun.

Sementara itu pada periode 29 Oktober 2018 hingga 5 November 2018 ada aliran modal asing masuk ke pasar saham mencapai Rp2,07 triliun.

"Selain faktor global, masuknya dana investor asing ini juga mencerminkan jika kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik tetap kuat ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil serta inflasi yang rendah," jelas Nanang kepada Beritagar.id, Jumat (9/11).

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia sebesar 115,2 miliar dolar pada akhir Oktober 2018. Angka ini meningkat apabila dibandingkan dengan akhir September 2018 yang mencapai 114,8 miliar dolar.

Jumlah tersebut setara dengan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor, dua kali lipat dari standar kecukupan international.

BI mencatat peningkatan dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Analis pasar uang Muhammad Nafan Aji Gusta menjelaskan penguatan rupiah idealnya ditopang oleh perbaikan fundamental ekonomi yang signifikan. Misalnya dengan surplus ekspor sehingga mampu menyeimbangkan, bahkan membuat surplus neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan.

"Pergerakan dana ini sangat dinamis. Aliran dana baik yang masuk maupun keluar begitu cepat, sehingga tidak bisa diandalkan untuk menjaga nilai tukar tetap stabil," ujar Nafan dalam Koran Jakarta.

Menurutnya, untuk menjaga stabilitas rupiah, pemerintah dan BI harus segera melakukan perbaikan struktural agar ke depan defisit transaksi berjalan tidak melebar. Contohnya memacu investasi asing langsung di sektor riil atau foreign direct investment (FDI), khususnya yang berorientasi ekspor.

"Ini perlu dilakukan karena investasi asing di pasar saham dan obligasi bersifat hot money yang cukup rentan oleh sentimen global," jelasnya.
Rupiah masih rawan bergejolak


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...wan-bergejolak

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Rupiah masih rawan bergejolak Peringatan sensor posisi 737 Max dan pukulan bisnis Lion Air

- Rupiah masih rawan bergejolak Tuntutan 8 tahun penjara dan pencabutan hak politik Zumi Zola

- Rupiah masih rawan bergejolak SRC sasar ritel tradisional jadi pilar ekonomi nasional

Urutan Terlama
efek boeing terhadap rupiah sudah mau habis tuh emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di