alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bisakah Pesawat Tetap Terbang jika Mesinnya Mati?
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be508c362088125508b4567/bisakah-pesawat-tetap-terbang-jika-mesinnya-mati

Bisakah Pesawat Tetap Terbang jika Mesinnya Mati?


Bisakah Pesawat Tetap Terbang jika Mesinnya Mati?

© Disediakan oleh KumparanIlustrasi pesawat menjelang landing



Pada 2001 lalu, pesawat Air Transat Flight 236 tujuan Lisbon, Portugal, yang membawa 293 penumpang dan 13 kru mengalami mati mesin di atas Samudra Atlantik. Telegraphmelaporkan bahwa hal tersebut akibat bocornya bahan bakar pesawat saat ia lepas landas dari Toronto, Kanada.



Kapten Robert Piche mengumumkan kondisi darurat bahan bakar dan kemudian melaporkan kepada menara ATC di Lisboa bahwa mereka akan melakukan pendaratan darurat di Kepulauan Azores, 1.500 kilometer dari Lisbon.

Piche dan kopilotnya, Dirk de Jager, memiliki pengalaman terbang lebih dari 20 ribu jam. Mereka kemudian melanjutkan menerbangkan pesawat Airbus A330 dengan mesin mati selama 19 menit. Pesawat berhasil terbang sejauh sekitar 120 kilometer hingga akhirnya mendarat darurat di pangkalan udara Lajes Air Base di Azores.

Pesawat itu terpaksa harus melakukan beberapa kali putaran untuk mengurangi ketinggiannya, dan kemudian bisa mendarat dengan "kasar" di landasan hingga berhenti total. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu dan penerbangan pesawat jet komersial tanpa mesin itu tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah.

Kisah tersebut mengingatkan kita bahwa meski kedua mesin pesawat mati, masih ada kemungkinan semua penumpang termasuk kru pesawat bisa mendarat dengan aman. 



Bisakah Pesawat Tetap Terbang jika Mesinnya Mati?

© Disediakan oleh KumparanIlustrasi pesawat jatuh di laut.



Bagaimana pesawat bisa tetap terbang dengan kondisi mesin mati?



"Mungkin hal ini akan mengejutkan Anda, tapi sangat biasa bagi jet untuk turun dalam kondisi, yang para pilot sebut 'flight idle' dengan mesin yang perlahan kembali ke kondisi tanpa dorongan," kata Patrick Smith, pilot dan penulis buku Cockpit Confidential, sebagaimana dikutip dari Telegraph.



"Mesin masih beroperasi dan memberikan tenaga pada sistem-sistem krusial, namun tidak memberikan dorongan. Jadi tanpa Anda sadari, Anda sering terbang tanpa dorongan mesin. Hal ini terjadi nyaris pada setiap penerbangan," tambahnya.

Smith menjelaskan, situasi tersebut mirip dengan kondisi mobil menuruni sebuah turunan dalam keadaan mati mesin dan tanpa rem tangan.



Setiap pesawat memiliki rasio terbang yang berbeda, artinya mereka akan kehilangan ketinggiannya dalam tingkat yang berbeda-beda. Hal ini mempengaruhi seberapa jauh pesawat bisa terbang tanpa dorongan mesin.


Contoh, jika sebuah pesawat memiliki rasio angkat dan tarikan 10:1, maka untuk setiap 10 mil (16 kilometer) pesawat kehilangan ketinggian satu mil (1,6 kilometer). Pesawat biasanya terbang di ketinggian 36 ribu kaki atau sekitar 10 kilometer, jadi pesawat yang kehilangan kedua mesinnya masih bisa terbang sejauh sekitar 112 kilometer sebelum sampai ke permukaan tanah.


Smith berkata, kemungkinan pesawat kehilangan kedua mesinnya saat terbang sangat kecil.

"Salah satu penyebabnya adalah kehabisan bahan bakar, abu vulkanik, dan tabrakan dengan burung. Di beberapa kejadian tersebut, kru telah berhasil terbang tanpa dorongan hingga berhasil mendarat tanpa cedera maupun korban jiwa," tulis Smith.


Bisakah Pesawat Tetap Terbang jika Mesinnya Mati?

© Disediakan oleh KumparanLIPSUS PESAWAT MURAH, pengecekan pesawat 


Pesawat modern mati mesin


Tahun 2017 lalu, pesawat penumpang terbesar di dunia, Airbus A380 milik Air France pernah mengalami kejadian hampir serupa dengan kondisi kala itu salah satu mesinnya mati. Pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Kanada. Kemampuan A380 itu untuk terbang dengan tiga mesin kembali diuji ketika pesawat itu dipulangkan untuk perbaikan.



Namun, kejadian paling terkenal dengan matinya mesin pesawat modern adalah "Miracle on the Hudson" pada Januari 2009. Kala itu, Kapten Chesley “Sully” Sullenberger mendaratkan Airbus A320 secara darurat di Sungai Hudson, New York, setelah kedua mesinnya mati akibat ditabrak angsa.



"Apa yang dilakukan Sully dan ko-pilot Jeffrey Skiles tidak mudah, dan belum ada garansi hal itu bisa berhasil," puji Smith kepada Sully.



"Tapi mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, apa yang mereka dilatih untuk lakukan, dan apa yang mungkin dilakukan kru lain di situasi yang sama," tambah dia.


Menurut Smith, pesawat terbang juga didesain untuk bisa mendarat hanya dengan satu mesin saja.

"Pesawat yang lebih besar memiliki mesin yang lebih kuat dan alat pengangkat yang membuat mereka bisa lepas landas dan mendarat dalam kecepatan rendah," kata Smith.




Muhammad Fikrie

Bisakah Pesawat Tetap Terbang jika Mesinnya Mati?

Halaman 1 dari 3
ilustrasi
Bisakah Pesawat Tetap Terbang jika Mesinnya Mati?
Diubah oleh kasbos
lu kira pesawat gabus ?? emoticon-Bingung
kalo yg lion itu kemaren hasil investigasinya mesin mati apa gimana ya gan..? emoticon-Bingung (S)
Pada dasar nya pesawat emang enggak murni terbang 100% pake Mesin kok emoticon-Angkat Beer

Setelah di ketinggian tertentu, pesawat komersial sebener nya "gliding" (turun 1 meter, pesawat melaju 6 meter.) emoticon-Angkat Beer

Setelah sampe batas tertentu, baru mesin pesawat dipake buat naekin ketinggian lagi.

Kalo gak gitu, ya bocor sih konsumsi bahan bakar nya emoticon-Ngakak
Bisa,
Daya angkat pesawat berada pada sayapnya.

Berbeda dengan helikopter, dimana gaya angkatnya berada pada Rotary Wing (baling-baling),

Pada pesawat apabila mesin mati,masih bisa terbang (meluncur).
Akan tetapi ia tak punya daya dorong untuk naik ke ketinggian maximal,

Kalau helikopter apabila mesin mati,otomatis ia akan langsung jatuh ke bawah.
Itu dikarenakan baling baling tidak mempunyai daya angkat.
Bisa tapi harus segera landing cari landasan terdekat. Kalo ga segera mendarat di landasan yg tepat ya celaka juga.

Sudah beberapa tahun ane nonton acara Aircrash Investigation di NG dan beberapa kali liat pesawat yang semua mesin nya mati masih bisa terbang untuk beberapa saat.
Balasan post baka1412
serius ini gan? wah... kl pas mau distarter lg g nyala gmn gan?
Pesawat Garuda juga pernah ko ....
===================


https://news.detik.com/berita/280680...6-januari-2002

Sebelum masuk turbulensi, kapten Rozaq menyalakan lampu seat belt alias lampu penanda sabuk pengaman harus digunakan da membuat pengumuman pada para penumpang. Rozaq juga menyalakan ignition yang berfungsi seperti busi, untuk menambah pengapian. Plus menyalakan mesin anti-es agar mesin tidak mati.

"Karena sudah mulai masuk awan CB besar. Di dalam awan CB itu ada angin, awan, es, campur, jadi supaya aman antinya (anti-ice) sudah ada, supaya mesin tidak mati. Setelah masuk awan CB, tiba-tiba pesawat turun di ketinggian 23 ribu kaki. Kedua mesinnya mati. Suara CB sangat kencang, pesawat terguncang-guncang hebat, ke kiri-kanan-atas-bawah. Di kaca kokpit itu suaranya kencang terhantam-hantam es, sangat kencang," tutur Rozaq pelan mengingat kejadian itu.

Di ketinggian 23 ribu kaki itu mesin pesawat kemudian mati.

"Both engine flame out!" teriak kopilot Haryadi Gunawan seperti ditirukan Rozaq, yang berarti kedua mesin mati.

Saat mendengar kopilot berteriak seperti itu, Rozaq mengaku masih sangsi, "Saya dengar itu berpikir, apa benar dia ngomongnya?".

Kemudian kopilot Haryadi berteriak lagi, "Both engine flame out!".

Rozaq kemudian mengecek sendiri, dan mendapati kenyataan bahwa apa yang dikatakan pilotnya benar. Kemudian, langsung saja Rozaq mengambil langkah-langkah sesuai Standard Operation Procedure (SOP) bila kedua mesin mati.

"Pertama, engine fuel cut off. Itu kalau mobil harus melihat kecepatannya, hingga di kecepatan tertentu supaya dapat kecepatan, supaya dia (mesin) bisa memutar sesuai dengan kecepatan angin. Kemudian saya nyalain kan, seperti di-starter, di-ON-kan lagi, harusnya mau. Dimatikan, ON lagi, tidak mau menyala. ON-kan lagi, tidak mau menyala," katanya.

Di pesawat, ada generator yang standby, bernama Auxiliary Power Unit (APU) yang berada di ujung badan belakang pesawat. Pilot Rozaq dan kopilot Haryadi, mencoba menyalakan standby generator itu.

"Harus dinyalakan standby generator itu, untuk listrik, komunikasi. Karena dapat pressure untuk start mesin, diharapkan dinyalakan. Ternyata, saat dinyalakan, malah baterainya tidak kuat. Baterainya drop. Mati semua. Jadi instrumen, electrical, komunikasi, mati semua," tutur Rozaq.

Dalam kondisi mati mesin, mati listrik juga saluran komunikasi yang terputus, dalam keadaan terguncang-guncang dalam awan CB, dirinya dan kopilot membuka buku panduan darurat. Buku panduan itu memeriksa setiap tahapan SOP, apakah ada tindakan yang terlewat atau tidak dilakukan.

"Diulangi lagi (tindakan SOP saat mesin pesawat mati) dengan Emergency Check List, itu buku panduan restart engine. Jadi kopilot membuka buku, kemudian mengulangi lagi, mungkin ada yang kelupaan tindakannya. Dan di dalam memory item itu, tidak ada yang kelupaan. Tapi tetap tidak bisa menyala mesinnya," jelas dia.

Dalam keadaan demikian, kopilot Haryadi kemudian mengambil mikrofone, untuk mengabarkan kepada Air Traffic Control (ATC).

"Mayday! Mayday!" demikian kata kopilot seperti dituturkan Rozaq.

Rupanya, kopilot lupa bahwa saluran komunikasi ke ATC sudah terputus saat kedua mesin mati dan standby generator tidak bisa dinyalakan.

"Kamu itu komunikasi sama siapa? Komunikasi sudah mati, electrical sudah mati. Sudah, taruh saja," kata Rozaq pada kopilotnya.

Kemudian, pramugara senior Tuhu Wasono melihat ada kondisi darurat di kokpit. Dari kabin, pramugara Tuhu langsung berlari ke kokpit.

"Kemudian dia ke depan, saya briefing, "Prepare for emergency. Kedua mesin kita mati!". Setelah saya menunggu kok tidak ada respon, saya kemudian teriak 'PREPARE EMERGENCY!'. Pramugaranya menyahut 'PREPARE EMERGENCY!'," kenangnya.

Dalam kondisi pesawat mengalami turbulensi hebat, penumpang pun ada yang menangkap briefing pramugara Tuhu, ada yang tidak. Pramugara dan pramugari, juga mengatur untuk memindahkan penumpang dari pintu keluar darurat.

"Harusnya penumpang sudah bisa memakai pelampung, kan pada saat take off, sudah diperagakan cara memakai life vest. Sebagian ter-briefing, sebagian tidak. Saat semua sudah siap, kopilot tetap mengatakan 'Mayday Mayday'. Saya bilang, 'Sudah taruh saja. Mari kita berdoa'," kisahnya.

https://news.detik.com/berita/280680...6-januari-2002
Pake magic.

Dari judul nya nentang hukum fisika atau thermodinamic (ala sok pintar gw)

Benda sebesar pesawat bisa terbang melayang pasti perlu mekanisme pendorong untuk menghasilkan daya dorong yg lbh besar dari gravitasi. Kecuali ditemukan materi badan pesawat lbh ringan dari udara tapi klo tanpa mesin gimana mengontrol nya.
Harusnya di buatkan teknologi parasut penahan dan bs ngapung di laut.
tambah pengetahuan
tp yang jadi pertanyaan bisakah jokowi terbang jadi presiden tanpa esemka dan gorong2
Menjawab JUDULNYA, Jelas TIDAK ....

Bedakan antara FLYING dan GLIDING .....

Kalo mesin mati, jelas pesawat GAK BISA TERBANG ....

Tapi dalam kondisi dan situasi tertentu,
pesawat yang sedang terbang di angkasa,
BISA GLIDING jika mesinnya mati .....
Diubah oleh giyudh
Quote:
pesawat kertas aj bisa tanpa mesin emoticon-Ngakak (S)
Masih bisa gliding kalo design nya bener.
Yang masalah itu kalo flap yang eror. Pilot udah ga bisa kendaliin lagi pesawat nya
mudah mudahan ane mengerti sedikit apa yg di jelaskan di atas ane
setuju atas gw, pesawat kertas kl udh stable bs kok flying bbrp meter...
Balasan post jembloengjava
ga bisa sih, gliding ga sama dengan terbang sebenarnya, tapi terlalu banyak faktor. yg utama kontrol pesawat, pesawat modern ga lagi pakai cable steering tapi pakai hydraulic system yg butuh listrik. kalau tidak ada mesin hydraulic ini bergantung pada "batere" pesawat alias APU, atau bisa juga dari emergency propeller. yg kedua cuaca, kalau cuaca tidak mendukung ya ada kemungkinan pesawat stall atau tidak dapat angin untuk gliding, otomatis ya jatuh

Quote:


salah gan, helikopter juga bisa glide gan emoticon-Traveller
itu namanya bukan terbang, tapi jatuh dgn gaya... kyk pesawat kertas...
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di