alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
Pilih Netral Indonesia Perlu Jet Tempur dari Blok Timur dan Barat, Membeli Sukhoi Su-
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be4e8659252339a798b4567/pilih-netral-indonesia-perlu-jet-tempur-dari-blok-timur-dan-barat-membeli-sukhoi-su

Pembelian Su35 dibayangi sanksi Amerika

Menurut analisa IHS Jane, jika pemaksaan itu terjadi, maka pesawat tempur F-16 Viper buatan Lockheed Martin kemungkinan akan dipilih oleh TNI AU daripada Su-35 Rusia.

Jum'at, 09-11-2018
TSM-Program Indonesia untuk pengadaan pesawat tempur multirole Sukhoi Su-35 "Flanker-E" dari Rusia belum aman dari ancaman sanksi Amerika Serikat (AS). Militer Indonesia yang memilih netral menegaskan bahwa pihaknya memerlukan jet tempur Timur dan Barat.

Washington telah memberlakukan undang-undang (UU) bernama Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Dalam UU itu, AS merasa berhak menjatuhkan sanksi terhadap negara mana saja yang membeli persenjataan Rusia.

UU AS itu sejatinya hanya ditargetkan pada Moskow sebagai respons atas aneksasi Crimea dari Ukraina pada 2014 dan dugaan ikut campur pemilu AS 2016. Namun, China telah dikenai sanksi tersebut karena membeli beberapa jet tempur Su-35 dan sistem rudal S-400 Moskow.

Kepala Penerangan Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI AU) Marsekal Pertama Novyan Samyoga mengatakan kepada IHS Jane dalam pameran Indo Defence 2018 di Jakarta bahwa UU AS tersebut berpotensi memaksa Indonesia membeli pesawat tempur Barat.

Menurut analisa IHS Jane yang dikutip Jumat (9/11/2018), jika pemaksaan itu terjadi, maka pesawat tempur F-16 Viper buatan Lockheed Martin kemungkinan akan dipilih oleh TNI AU daripada Su-35 Rusia.

Indonesia telah menandatangani kontrak untuk pengadaan 11 unit jet tempur Su-35 pada bulan Februari tahun ini atau hanya beberapa bulan setelah AS mengesahkan CAATSA.

Menurut Samyoga, meskipun kontrak telah ditandatangani, Indonesia tidak akan memiliki pilihan lain untuk mengakhiri kesepakatan jika pemerintah AS memperkenalkan sanksi keras terhadap Indonesia.

Pemerintah AS memberlakukan sanksi terhadap Indonesia mulai tahun 1990-an hingga 2005 sebagai akibat dari dugaan pelanggaran hak asasi manusia militer Indonesia di Timor Timur (sekarang bernama Timor Leste). Sanksi berupa larangan membeli peralatan militer AS itu sangat merugikan TNI AU, karena berpengaruh pada nasib komponen armada pesawat buatan AS seperti pesawat F-16 dan C-130 Hercules.

"Kami perlu mengoperasikan kombinasi jet tempur Timur dan Barat," kata Samyoga.

“Politik tidak pasti, dan kami butuh keseimbangan karena jika kami memiliki masalah dengan Barat, kami dapat menggunakan pesawat yang dibuat di Timur. Kami telah dijatuhi sanksi sebelumnya, jadi kami tahu kami membutuhkan keseimbangan itu," ujarnya. (Muhaimin)

Posted : HR/TSM/https:/www.sindonews.com
Diubah oleh kingmu
Urutan Terlama
Klo US ngotot nekan kita, ambil aja fighter dari blok barat lain, terserah itu Rafale, gripen atau Typhon. Biar US tau klo kita ga bisa didekte. Titik
Terlepas masalah KFX, ambil teknologi dari eropa yg emang mau berbagi.
Diubah oleh buzztami
Balasan post buzztami
Quote:


kalo ambil dari blok barat engine nya mau ambil dari china??

yang repotkan gak banyak negara yang bisa bikin mesin pesawat, emg kfx mau pake mesin dari mana om?
Balasan post bobb234
Quote:


Yg d bold maksudny bagaimana ?

Balasan post princeville
Quote:


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

hanya perumpamaan saja gan, beli gripen tapi mesinnya gak pake buatan general elektrik amerika biar karena alasan embargo trus minta dipasangin mesin china guizhou ws-13 gitu dengan alasan gak mau di dikte u.s gitu kan mantab
ifx aja tuh kelarin, gedung udah jadi malah molor
bukan pilih netral tapi kuatir kena embargo seperti tahun 1992 dan 1999-2005. sejak sukarno berganti suharto kan suharto sibuk buang-buangin apapun dari blok timur (alasannya kena embargo padahal stock spare parts melimpah baik di inventory abri maupun black market) untuk diganti dengan bikinan blok barat meskipun bekas pakai perang korea dan perang vietnam.

dan kita sama sekali tidak siap saat embargo pertama diterapkan oleh amerika (bukan seluruh blok barat) tahun 1992 (menyusul pembantaian santa cruz 1991) untuk kategori lethal articles dan 1999-2005 untuk military articles secara keseluruhan dari blok barat. jaman itu (sebelum kena embargo) suharto (sampai 1990) cukup percaya diri bahwa indonesia akan aman dari embargo blok barat dengan modal anti komunis.

tapi saat komunis rubuh (1991) maka issue sensitif selanjutnya adalah penegakan hak azasi (hak dasar) manusia yang bukan prioritas di negara indonesia. saat itu suharto panik dengan pesanan 40 unit light attack / advance jet trainer hawk 100/200 dikirim dalam bentuk terurai (awalnya 18 unit di dalam kontainer, tuh sampai sekarang bangkai nya masih numpuk sebagai spare parts sebanyak 12 unit di gudang kohanudnas, halim) tanpa kelengkapan avionik dan sisanya harus diambil secara gerilya (mirip maling, padahal pesanan 40 unit itulah yang menyelamatkan BAe dari bangkrut).

dalam keadaan panik dan kecewa maka (sesudah 1995) di mulailah 24 unit (beberapa menyebut 12 unit) pesanan sukhoi 27/30 (mki trim) yang kemudian (1999) dibatalkan karena indonesia bangkrut.
Balasan post bobb234
Quote:


Gripen mesinnya pake Volvo gan, emang sih itu lisensi dari GE. Tapi kan sangsi nya hanya klo beli produk russia, lha kita ambil produk dari eropa barat kok. Pokoknya ga ambil produk pesawat US lagi, itu aja. Klo ga mau ada sangkut paut sama US, ya ambil aja typhoon atau rafale, baik pesawat maupun mesin asli eropa semua.

Mesin KFX bisa aja ambil punya Typhoon/ Rafale. Gada campur tangan US disitu
Diubah oleh buzztami
Balasan post kingoftki
Quote:

Kata siapa spare part banyak? Mangkrak gitu kok, situ tau ga pas trikora justru back bone AURI itu pesawat Amerika
Soviet emang ga pernah embargo kita? Sorry to say literasi mu kurang gan
Utusan kita kesana mau minta bantuan alutsista malah ditodong di suruh bayar dulu kok, yg dikirim batch pertama juga banyak yg jadi hanggar queen
Hawk? Kalau kita ga dikasih ambil, ga mungkin BAe anterin sampe tetangga dan kita dipersilahkan bawa pulang.
Lagi pula soal HAM itu gimana pinter2nya Kemenlu berdiplomasi lah dan KOORDINASI pihak terkait
Balasan post humas.br
saya tau karena saya lahir dan tinggal jaman kecil di perumahan lanud iswahjudi dan ayah saya dulu kepala depot 33 (parts n engine mig) serta rumah kagak jauh dari depot 15 (parts n engine badger serta beagle meski sebagian parts beagle sudah dipindah ke kenjeran setahun sebelum saya lahir).

tentang hawk? saya kira cukup dulu. situ lebih pintar. saya ada beberapa foto saat ditinggal di thailand dan saat datang dalam container via seafreight. biar situ saja yang cerita (sekaligus ada ruang untuk cela saya) . sekian
Balasan post kingoftki
Mas situ tau ga, hawk.di thailand itu produk intel US, UK, Thailand sama di sini.
Kalau UK beneran ban, itu hawk dibawa balik, ga ditinggal dalam kondisi siap ngacir dan full tank
Balasan post humas.br
ha ha ha ha
Ya udah, beli aja dari china
Tapi yang bener bener udah operasional dan ga banyak ada keluhan

J10 kopian F16 atas atensi israel juga bagus kok. J11 ama J16 juga ga kalah
Diubah oleh suromenggolo
Balasan post humas.br
Quote:


Padahal beda mesin udah kudu ngubah desain pesawat.

Gak usah pesawat deh, itu AMX-13 aja mesin ganti yang kudu dirombak banyak banget, apalagi pesawat yang syarat desainnya relatif lebih ketat.

Quote:


Kenapa gak mau ambil produk AS? Gara2 kita gak boleh beli produk Rusia?
Emangnya kita negara satelitnya Rusia? emoticon-Stick Out Tongue

Ambil Typhoon/Rafale boleh aja selama nggak jadi hangar queen kayak si Su-27 yang entu emoticon-Stick Out Tongue

Quote:


Sekadar perbandingan aja:

1. Mistral Prancis udah dibayar ama Rusia, tapi pas diembargo barangnya nggak dikirim, akhirnya malah dijual ke Mesir.

2. S-300 Iran, udah bayar juga, dibatalin ama Rusia, barang antara ditarik lagi atau nggak dikirim sama sekali.

3. Kasus waktu Vietnam Selatan runtuh itu banyak F-5 ex-Vietnam Selatan yang dibawa ke pangkalan Utapao, Thailand. Dan itu waktu mau diambil lagi ama AS nggak boleh ama Thailand, dipalak dulu sebagian ditinggal baru boleh diambil.

Sementara kita ditinggal dengan rapi, full tank, suku cadang lengkap, gak dijagain (pada tutup mata semua), bisa kita ambil sendiri, dari Thailand yang relatif dekat lagi. What are we complaining about, actually? emoticon-Big Grin


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di