alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be45578d675d4420c8b4567/kangen-setengah-mati

Kangen Setengah Mati

HUJAN deras, sederas-derasnya. Redup langit yang berganti dari terang menjadi temaram. Sore yang yang syahdu. Aku sengaja memilih berjalan kaki, membiarkan titik-titik air jatuh membuat sekujur tubuh kuyup. Di sekitar suasana ramai pulang kerja, pulang sekolah atau entah apa lagi yang jadi tujuan orang-orang. Tapi hujan di waktu sore, mengayunkan kaki satu demi satu dalam ritme yang santai memang bernuansa pulang.
 
Ponselku berdering dengan nada yang lirih, kulirik sebentar ternyata dari rumah. Sebelum kutekan simbol telepon di layar sentuh, aku bergumam, “Sebentar lagi aku sampai sayang.”
 
“Halo sayang, Assalamualaikum, mungkin sekitar setengah jam lagi aku sampai di rumah. Ada apa menelepon?” sambutku untuk telepon dari isteriku.
 
Terasa air hujan membasahi ponsel merek Amerika bikinan Cina. Untung saja iklannya meyakinkan kalau hanya percik air tak bakal jadi masalah. Kuteruskan berbicara, isteriku di seberang telepon tak banyak kata hanya meminta nanti kalau sudah sampai, langsung buka saja gerbang karena gembok sudah dilepas dan pintu depan tak terkunci. “Tadi waktu mulai hujan, kubuka gemboknya supaya Abang bisa langsung masuk,” ujarnya.
 
Mendengar suara isteriku, sejenak terbayang bagaimana dia tetiba langsung ke luar melewati teras bersama gerimis karena mengkhawatirkan suaminya ini jadi terhalang gembok. Aku tersenyum, perhatiannya sedemikian tulus. Padahal aku sendiri sengaja membasah-basahkan badan karena menikmati hujan sore dan berjalan kaki enggan naik angkutan. Uang taksi daring yang Rp30 ribu itu kalau dibelikan beras bisa buat makan seminggu. Alasan ekonomis tapi juga romantis karena memang siapa yang tak suka menyesap aroma tanah dan aspal saat didera rintik air.
 
Taksi daring memang menggiurkan. Banyak kawan promosi, kalau jadi driver taksi online sehari bisa dapat sejuta. Tapi aku juga tahu, yang namanya promosi selalu menggiurkan, realitanya pasti tak seindah iklan. Banyak kawan yang harus menjaminkan STNK di restoran saat mengambil order antar-makanan. Kalau ditanya kenapa harus meninggalkan jaminan, dijawab sambil menggerundal, “Tak ada uang, mau bagaimana lagi? Orderan ini nanti kan dapat uangnya,” dijawabnya ketus. Aku tahu, biaya antar tak sampai Rp10 ribu. Artinya betul-betul tak punya uang sama sekali kawan itu.
 
Ambil kredit motor atau mobil. Jadi sopir taksi daring. Banyak yang bangga katanya bisa pulang-pokok tak sampai setahun. Bahkan ada yang cuma enam bulan. Tapi ambil kredit juga harus punya modal. Ada uang muka, banyak berkas yang diurus. Intinya harus punya uang dulu. Langsung kuteringat Rp30 ribu tadi untuk beli beras seminggu. Uang bukan segalanya. Tapi saat kekurangan uang, segalanya jadi rumit.
 
Kulangkahkan kaki lagi pelan-pelan. Kulewati trotoar sebagai selasar toko-toko. Kulihat toko alat olahraga yang sudah mulai ditutup pintu akordeonnya. Ada pula warung bakso yang sesak dengan pengunjung. Hujan-hujan makan bakso kuah panas memang nikmat yang sulit dicari bandingnya. Apalagi katanya merek bakso itu terkenal ke seluruh Indonesia, bakso paling enak, tak ada yang sanggup menyamai cita rasanya. Isteriku suka sekali bakso itu. Apalagi ini waktu hujan.
 
Kulihat juga sebarisan ojek daring berjaket khas yang pastinya sedang mengambil orderan antar-bakso. Dua di antaranya menyelipkan STNK di sebelah tangan, kelihatannya mereka juga sedang tak pegang uang tunai. Entah kenapa, rasa bakso yang sempat menyusup di ujung lidah tiba-tiba terbersit rasa pahit. Cari uang harus bermodal uang, tak ada uang maka jaminkan STNK ke lapak bakso. Upah antarnya mungkin sekitar lima ribu.
 
Rumahku tinggal sekitar 200 meter lagi. Rasa pahit di lidahku tadi mencegahku untuk mampir sebentar membungkuskan bakso untuk isteriku. “Sayangku dengannya bisa kutunjukkan bukan dengan bakso panas sore ini,” ucapku menghibur diri. Kalau punya uang banyak, jangankan semangkok, waralabanya sekalian aku beli! Aku tahu cetusan itu sekadar dongkol karena frustrasi, kalau sudah punya waralaba bakso paling enak se-Indonesia itu, pasti nanti rasa baksonya tak lagi seenak dimakan saat hujan sore ini.
 
Gara-gara bakso, hujan romantis ini jadi tambah sendu. Membayangkan berdua dengan isteriku, makan bakso bersuap-suapan lesehan duduk di lantai, dia pasti tersenyum senang. Bahagia hanya karena semangkok bakso, mungkin itu yang kata lagu-lagu cinta, bahagia tak melulu soal uang. Rumahku tinggal 50 meter lagi. Ingin kuambil ponselku dan menelepon isteriku apa dia mau dibungkuskan bakso panas. Tapi kembali teringat soal beras untuk seminggu. Kuurungkan ide bakso dan romantis suap-suapan berdua. Aku bergegas menuju rumah.
 
Berdiri di depan rumahku. Istanaku berdua isteriku. Kulihat memang gembok sudah tak lagi terkunci, pagar kecil langsung kugeser, kunci beserta gembok kukaitkan. Pintu depan juga tak terkunci. Kukibas-kibaskan badan dan pakaian, supaya air tak berceceran di lantai, aku masuk. Di luar sudah gelap, hujan bertambah deras dan sesekali petir menyambar disambut guntur yang menggelegar.
 
Di ruang tamu, di pojok meja bertumpuk buku Yassin. Rumahku sepi sekali dan suara guntur semakin membuat suasana semakin pahit. Kulihat foto isteriku masih tergeletak di atas bantal. Foto KTP yang diperbesar untuk dibingkai. Di alasnya ada jarik batik yang wangi kapur barus. Kuhempaskan punggungku di kursi tamu dan lanjut terisak menangis lagi.
 
Isteriku meninggal 12 hari lalu saat pulang dari kantornya tetapi mampir sebentar di warung bakso untuk dibungkuskan dimakan berdua di rumah. Pulang dia jalan kaki, ojek daring menabraknya hingga cedera kepala yang ternyata fatal. Aku terisak menangis lagi. Aku kangen isteriku, aku kangen setengah mati. (*)
banyak* kirim doa bang .. sejauh apapun jarak. doa akan tetap sampai
Kita hanyalah ciptaan . Kita hanyalah boneka , alur cerita kehidupan kita telah ditulis bahkan sebelum kita lahir . Mengikhlaskan dan mendoakan semoga sang belahan jiwa diterima disisi yang maha kuasa itu lebih baik ketimbang selalu menyalahkan takdir NYA
Balasan post andreww111
tengkyu Gan, tapi insyaallah cerita ini fiksi :beer
Balasan post elmayuliana
rencananya mau dibikin bersambung, tapi masih proses pematangan karakter, milih nama, cari plot yang enak dll, tengkyu atensinya Gan :beer
mohon bimbingannya dari suhu lan master, masih belajar menulis soalnya emoticon-Smilie
Quote:


Sudah kuduga.. emoticon-siulemoticon-siul
Bagus om, ane suka gaya penulisan ente. Keren emoticon-thumbsupemoticon-thumbsup
Balasan post @soygeboy
tengkyu pujian dan cendolnya om emoticon-Smilie


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di