alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cahaya Diantara Kegelapan
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be42d4d9a095109338b4567/cahaya-diantara-kegelapan

Cahaya Diantara Kegelapan

Quote:




PS. BERFIKIR POSITIVE LAH DENGAN SEMUA KEJADIAN YANG ADA DI DALAM CERITA INI. CERITA INI MENGANDUNG SESUATU YANG TIDAK SEHARUSNYA DI BACA UNTUK SESEORANG DI BAWAH UMUR! JAGALAH SOPAN SANTUN KALIAN TERHADAP TOKOH YANG ADA DI CERITA INI. KARENA BISA DIPASTIKAN BAHWA SEMUA TOKOH YANG TERLIBAT AKAN MEMBACA CERITA INI. AMBIL SISI POSITIVE DAN BUANG NEGATIVE NYA. JIKA MASIH ADA YANG KURANG PAHAM, SILAHKAN PM TS.

TERIMAKASIH.. 
Diubah oleh daisyfields
Halaman 1 dari 2
RESERVED
woahhh cerita baru nya bang momo emoticon-Matabelo

Ini cerita lanjutan yang sebelumnya yang bang? Mudah mdahan lancar sampe tamat kaya cerita sebelumbya yaa emoticon-Angkat Beer


Rate 5 and subs done! emoticon-Toast
emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown
First Chapter







At night when the stars
Light up my room
I sit by myself
Talking to the moon
Tryin' to get to you
In hopes you're on
The other side
Talking to me too
Or am I a fool
Who sits alone
Talking to the moon




Sudah satu tahun dia pergi. Namun entah kenapa rasa sakit itu masih setia bertengger di ujung hati ini. membuat setiap detik dan menit nya menjadi lebih mengerikan. Rasa bersalah saat melihat nya tersenyum menahan rasa sakit yang datang di penghujung kehidupan nya. Betapa getir nya hati ini saat mendengar pesan terakhir nya.

Ahh!! Betapa mengerikan nya kenangan itu..
Dan sejak kejadian itu, aku menjadi seorang laki laki yang kembali hidup dalam kegelapan. Setiap hari aku lewati dengan derai air mata. Sumpah demi apapun, rasa bersalah itu secara pelan dan halus membuat jiwa ku mati!

Ragaku melakukan aktivitas seperti biasa nya. namun jiwa ku kehilangan semangat hidup nya! iya.. setiap hari aku lewati dengan bekerja, tidur, dan menyesali kebodohanku setiap ku hendak tidur. Dan tidur ku pun mendapatkan dampak nya, aku hanya tidur dalam waktu tiga atau empat jam, dan sisa nya aku habiskan dengan menangis sambil menatap langit langit kamar yang seolah olah menyeringai menertawai.

Cukup! Cukup! Cukup sudah aku menahan semua rasa sakit ini. namun entah bagaimana caranya aku mengakhiri nya. banyak teman temanku yang memberi saran kepadaku untuk menenggak sebuah minuman berakohol untuk melupakan rasa sakit itu. Walaupun sesaat, namun menurut mereka itu cukup ampuh untuk mengurangi beban hidup!

Dan tidak sedikit pula dari teman kerjaku yang menawarkan racun tembakau yang sering mereka hisap itu. Menurut pendapat mereka, menghisap racun itu dapat melepaskan beban pikiran! Namun sayang, tawaran dari mereka itu aku tolak dengan tegas! Seburuk apapun keadaan diriku, aku tidak akan merusak diriku dengan segala racun mematikan itu! Tidak! Tidak akan pernah!

Aku lebih suka menyendiri di lantai dua di kantorku. Dalam hening dan sunyi, aku merasa bebanku ikut terserap ke dalam kegelapan. Hanya di temani oleh cahaya redup sang rembulan yang tidak pernah bosan mendengar keluh kesahku. Setiap hari dan setiap malam nya, aku habiskan dengan menceritakan kepedihan yang ku rasakan kepada sebuah bulatan tidak sempurna berwarna kuning redup tersebut.

Bagiku, bulan lebih dari sekedar bebatuan ataupun satelit alami yang dimiliki oleh bumi. Bagiku bulan sudah menjadi teman bicaraku. Bulan tidak pernah bosan mendengar keluh kesahku. Sambil melihat cahaya redup nya yang menetramkan jiwa, aku merasa bulan itu mengerti apa yang sedang aku rasakan. Yup, begitulah perkiraan ku..

Seperti malam ini, sehabis aku berjiarah di makam nya Alm. Aku merapatkan diriku sejenak di alun alun kota kembang.
Pukul dua malam, pikirku. Dalam kesunyian dan keheningan yang memeluk ku, pikiran ku melayang. Teringat semua hal yang telah aku lakukan bersama Alm dulu. Aku benar benar merindukan dia! Sudah satu tahun ini aku hidup tanpa suara, tawa, dan tingkah konyolnya dia. Fvck!! Aku benar benar merindukan nya!

Aku dongakan wajahku menatap bulan di atas sana. Ku perhatikan dia, sambil tersenyum membalas senyuman nya..

Quote:


Sedang asyik nya aku berbicara panjang lebar dengan bulan, tiba tiba saja datang wanita yang di balut oleh hoodie berwarna merah jambu yang sedikit luntur. Ia duduk di samping tempat duduk ku . aku menatap heran wanita ini. Kemudian ia membuka upluk hoodie yang di kenakan nya itu, dan nampaklah sebuah wajah oval sempurna dengan rambut yang dibiarkan tergerai menutupi sebagian mata nya.

Dia tersenyum menatapku. Dan aku masih memperhatikan dia dengan tajam, siapa wanita ini? batinku bertanya

Quote:


Seperti ada sambaran petir yang menyentuh hatiku. Mengapa aku tidak sadar? Mengapa aku tidak kepikiran kesana? Selama ini aku selalu berbicara dengan bulan, namun aku sama sekali tidak belajar dari bulan itu sendiri. Yang aku lakukan hanyalah mengeluh dan mengeluh.

Aku tidak pernah berfikir se positive itu tentang kehidupan ini. aku menatap wanita yang ada di samping ku dengan tatapan yang berbeda seperti sebelumnya. Aku menatap nya penasaran. Siapa dia sebenarnya? batinku bertanya tanya

Quote:
Diubah oleh daisyfields
Wiiiih bang momo nulis lagi.............
Lanjut gan, moga sampai selesai yee ceritanya, gk kyk punya TS2 sebelah yg banyak kentangnya emoticon-Smilie
baru juga chapter pertama udah menarik nih cerita emoticon-Angkat Beer tarif apaan tuh bang? hmmm emoticon-Bingung (S)
jadi serasa dejavu ya emoticon-Smilie
ada yang baru lagi, semoga lancar updatenya ya gan emoticon-Rate 5 Star
ini ada gelut-gelutnya gak ya
Second Chapter







Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya

Ini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang

Dosakah yang dia kerjakan
Sucikah mereka yang datang
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman

Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh apa yang terjadi, terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa




Quote:


Namun aku tahu, bahwa perkataan yang ia katakan sebelum nya itu bukanlah sebuah candaan. Tergurat keseriusan di wajah nya, namun saat ini dia bilang hanya sebuah candaan? Apa maksudnya semua itu? Siapakah perempuan ini?

Jujur, baru kali ini aku tertarik dengan sifat wanita. Hal yang sebelum nya tidak pernah aku rasakan, bahkan terhadap Alm dahulu.
Ketika pertama kali melihat Alm, rasa kagum lah yang muncul. Tidak ada rasa penasaran sedikitpun. Namun wanita di sampingku ini sukses membuat rasa tertariku menampakan dirinya. Wanita ini penuh dengan misteri. Iya, begitulah batinku berbicara. Dan hal itulah yang harus aku ketahui!

Quote:


Semakin malam, kota ini tidak kehilangan keindahan nya. Malah menurutku lebih indah saat malam hari tiba. Gemerlap lampu berwarna warni mewarnai setiap sudut bangunan. Susana hening dan sunyi membuat jiwaku semakin tentram. Hanya ada beberapa kendaraan yang melaju di jalanan lengang ini. Mata ini sesekali mengikuti laju kendaraan yang dengan cepat membelah jalan.

Quote:


Perkataan nya ini sukses membuatku terkejut untuk ketiga kali nya. Aku kembali menatap diri nya. Ku tatap mata nya dengan tajam yang membuat diri nya tertunduk menghindari tatapan mataku

Quote:


Sebegitu besarkah masalah hidup nya? Iya, aku tahu bahwa wanita ini sedang mengalami masalah. Namun aku benar benar tidak tahu bahwa masalahnya itu bisa sebesar itu hingga membuat nya menangis dengan sangat dalam. Yup.. tangisan nya itu berbeda!

Cukup lama ia menangis sesenggukan di balik kedua tangan nya. Rasa penasaranku semakin tumbuh! Dari yang tadinya hanya sebatas akar kecil, namun kali ini telah berubah, bertransformasi menjadi sebuah kesatuan pohon yang lengkap dengan ranting dan daun nya! Rasa penasaranku bercabang, muncul banyak pertanyaan pertanyaan yang aku sendiri tidak mengetahui jawaban nya.

Hingga akhir nya ia berhenti menangis dan membalas tatapanku.

Quote:


Jika di lihat lebih teliti lagi, ternyata wanita ini sangatlah cantik! Aku serius! Bahkan entah mengapa aku baru menyadari nya sekarang. Ah!! Kali ini mata yang satu nya tidak tertutup oleh rambut hitam panjang dan bergelombang tersebut. Dan yang membuatku terkejut adalah, kedua mata nya itu memiliki bola mata biru terang! Shit! Bagaimana bisa aku tidak menyadari nya? Batinku menggerutu

Quote:

Quote:


pantengin aja terus bro emoticon-Angkat Beer dan do'akan semoga semua nya lancar sampai tamat nanti emoticon-Smilie

btw makasih buat rate 5 nya bro :shakhand2

Quote:


do'akan saja bro semoga bisa lancar RL nya emoticon-Smilie

Quote:


do you miss that thing? emoticon-Smilie

Quote:


do'akan saja semoga semua nya lancar emoticon-Smilie btw thanks udah mampir bro emoticon-Angkat Beer

Quote:


pantengin aja terus broo emoticon-Angkat Beer
Quote:


Yeah!! I miss Everything! Piece by piece! emoticon-Frown
yyeeyy ada lanjutannya ..selamat bercerita kang momo ..semoga lancar smua nya ya kang ..❤❤ tuntas kaya cerita sebelum nya ..😊😊
wahh wanita bermata biru? emoticon-Matabelo
mantaapp banget tuh bang! ente beruntung bisa ngeliat hal langka kaya gitu di indonesia
Ane mau ngakar di sini dulu sapa tau entar jadi pohon juga
Third Chapter









Quote:


Aku terdiam! Speechless! Ada apa dengan wanita ini?! batin ku bertanya

Aku masih terdiam di samping sepeda motorku sambil memperhatikan nya berjalan menjauhi diriku. Apa yang harus aku lakukan saat ini? Jujur, ada sedikit rasa iba ketika melihat nya menangis tadi. Seperti ada beban yang sangat berat yang ada di punggung nya. Hal itu membangkitkan rasa simpati ku. Mengingatkan ku akan diriku satu tahun sebelumnya. Dimana aku harus menelan pil pahit kehidupan saat merelakan seseorang yang aku sayang pergi, dan tidak pernah kembali.

Aku segera menaiki motorku, mengenakan helm dan segera menancapkan gas untuk mengejar nya.

Quote:

Dia pun menaiki motorku secara hati hati dan perlahan..

Quote:


Aku pun melajukan motor ini sesuai arahan dari diri nya. Beberapa kali roda motor ini berbelok ke kanan dan ke kiri. Melaju menembus angin malam yang semakin lama semakin menusuk. Jaket tebal dan sarung tanganku tidak bisa mengusir rasa dingin ini. Sial! Aku baru tau jika kota ini bisa dingin seperti ini saat malam hari! Batinku menggerutu

Badanku gemetar, menahan angin yang semakin tajam menembus badan hingga ke tulang. Hingga dengan tiba tiba, wanita di belakangku ini memeluk diriku. Hal itupun sontak membuatku terkejut hingga ku berhentikan sepeda motorku dengan tiba tiba.

Quote:


Dia memeluku dengan erat sambil membenamkan wajah nya di punggung ku. Sontak aku kembali terkejut karena perilaku nya ini. Pikiranku tiba tiba melayang. Meningatkan ku akan kejadian terakhir bersama dirinya dulu. Jantungku berdetak tidak beraturan. Pompaan darah dari jantungku semakin lama semakin meningkat. Mengakibatkan kepalaku pusing secara tiba tiba! It’s like DEJAVU!

Setelah kita menempuh beberapa kilometer, sampailah kita di sebuah rumah kost sederhana. Setelah turun dari sepeda motor, ia pun mengajak ku masuk ke dalam kost-an nya itu. Ruangan dengan satu buah ruang tamu sekaligus kamar ini tertata dengan rapi. Di samping kanan nya ada sebuah dapur dan kamar mandi.

Ia menyuruhku duduk di atas kasur nya, karena memang ruangan ini begitu kecil dan hanya ada sedikit ruangan kosong sekitar 1,5 meter. Ah tidak! Aku baru menyadari satu hal, bukan ruangan nya yang terlalu kecil, hanya saja kasur ini yang begitu besar!

Quote:


Apa maksud nya ini? batinku tidak mengerti


Quote:


Hahahahaha.. it's just a memory emoticon-Smilie

Quote:


makasih bro/sist.. do'akan saja semoga semua nya lancar emoticon-Smilie

Quote:


Hehehehe.. i'm a lucky man emoticon-Cool

Quote:


silahkan bro.. yang kuat akar nya biar bisa jadi pohon emoticon-Big Grin
belom update kang tumben emoticon-Big Grin

di tunggu deh yaa kang hhe emoticon-Toast
[quote=daisyfields;5be6d64cdac13ea7648b4567]Hahahahaha.. it's just a memory emoticon-Smilie



makasih bro/sist.. do'akan saja semoga semua nya lancar emoticon-Smilie

cuma mau memperjelas aja aq cewe loh kang momo jgn panggil aq bro/gan ya kang. 😁😁
Mangga kang momo dilanjut lg cerita nya
Di tunggu broo
Diubah oleh exotic.frank
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di