alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be3ed981a9975b1178b4577/tears-of-love

Tears Of Love

Tears of love, sebuah cerpen romansa.

Tears Of Love

Quote:
emoticon-tempted

Kisah Cinta, Perlu air mata.

Matanya yang bening menatapku, baru kali ini aku merasakan hatiku berdesir sehebat ini, jantungku berdebar melebihi ritme biasanya, ada rasa yang berbeda saat memandang gadis bermata bening dihadapanku ini.

"Oy, kudil ngapain lo, liatinnya gitu banget, hahaa," celetuknya sembari menepuk punggungku,

"Ah, tidak. Its nothing ," entah kenapa agak berat mengatakan ini, rasanya seperti berbohong,

"Pesen makanan dong, gua laper,"

"E..ee.. Siap," gelagapku,

"Lu kenape, gitu amat,"

"Kagak,"

Seorang berkepala botak piccolo menghampiri kami berdua, wajah yang tak asing, guru killer itu, Pak Handoyo.

"Kabur, Alya," teriakku pada lawan bicaraku,

Tapi sayang pisang goreng belum sempat dipesan, kena si botak lagi.

"Lu, kagak liat situasi,"

"Mana gua tau, kalo lapar gua kagak focus,"

"Kalo gini kita autoketangkep dah, tau kan lu akibatnya kalo ketangkep si botak, "

Guru satu ini terkenal dengan hukumannya yang menggelegar, lubang cacing dekat plutopun takkan kalah menyeramkan kalo si botak dah bertindak, abis hari ini.

Benar saja, si piccolo menggunakan kekuatan dragonball, tak tanggung gua dan Alya harus push-up, ngepel bareng, apa dia kagak mikir kalo gua gak nahan liat cewek harus jongkok-jongkok, bukan karena apa-apa, tapi faktor kedewasaan gue juga sedikit kemanusiaan, HAM tidak ditegakkan, piccolo harus dikudeta.

Sore beranjak malam, hujan mengguyur seantero kota Yogyakarta, lagu sendu tentang mantan mengiringi syahdunya malam ini, Oh, mantanku. Kenapa kamu meninggalkanku saat sayang-sayangnya, sedih bat gua, merindukan matamu yang lentik mengayun, lekuk bibirmu yang merona dan senyumanmu yang eksotis.
Ah, lupakan mantan, gua kan ganteng, mending ke Alya aja dah, dia lumayan juga kok, manis-manis gimana gitu.

Inilah hari-hariku yang dilingkupi kebandelan, tapi aku yakin dan bertekad suatu saat akan berubah, sudah cukup orang tua menangis pilu, saatnya menorehkan kebanggaan di pelupuk matanya.

"Kamu lelahya?"

"Iyanih, gua capek bat kali ini, si botak jahat betul dah,"

"Makanya lain kali hati-hatilah, kasian juga sih liatinnya,"

"Lu kok tiba-tiba perhatian sih, biasanya lu kan cuek bebek setengah mati, kesambet apa lu?" Alya membenahi rambutnya yang tergerai, melihatnya membuatku sayang ke relung hatiku, eaaaak

"Roy," lirihnya,

Merasa namaku terpanggil aku melihat ke asal suara itu, binar mata si gadis ini agak berbeda, rembulan tercetak jelas dari pantulan matanya.

"Lapeeeeer," manjanya.

"Gua kira mau ngomong tentang perasaan, gua dah berharap padahal," batinku meraung-raung,

"Roy,"

"Iya...iyaa, sabar dah, ini juga lagi beli gofood,"

"Bukan masalah itu, Roy,"

"Apa lagi,"

"Aku mencintaimu,"

Batinku bergetar hebat.



To be continued...


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di