alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be3e24ba09a390b028b457d/mahasiswa-tiup-peluit-simbolkan-ugm-darurat-kekerasan-seksual

Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual

Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual

Yogyakarta, IDN Times – Kasus kekerasan seksual yang dialami mahasiswi berinisial A ketika menjalani program KKN UGM pada Juni 2017 terus mendulang banyak simpati dan tuntutan agar diusut tuntas. Jika sebelumnya dukungan banyak disuarakan lewat media sosial, Kamis (8/11) pagi ini sejumlah mahasiswa, dosen, dan staff Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM mewujudkannya dalam aksi #UGMDaruratKekerasanSeksual. 

Aksi ini merupakan respons mahasiswa atas pernyataan resmi UGM mengenai kasus pemerkosaan A yang dinilai janggal dan tidak memberikan langkah konkret, baik untuk penyintas maupun pelaku berinisial HS. 

"Tujuan aksi ini untuk menuntut pihak kampus dan merespons agar pelaku tidak diwisuda sampai kasus tuntas karena bulan ini pelaku akan di wisuda," ungkap juru bicara Nadine

Sejak pukul 09.00 WIB sejumlah mahasiswa mulai berkumpul di lapangan Sansiro Fisipol UGM di kawasan Bulaksumur, Yogyakarta. Beberapa koordinator aksi sudah membentangkan spanduk ukuran besar yang berisi tuntutan kepada UGM selaku stakeholder tertinggi dan paling berwenang dalam menangani kasus ini. 

Spanduk tersebut juga menyisakan ruang kosong di mana mahasiswa dan staff bisa menuliskan nama dan nomor identitasnya sebagai bukti bahwa mereka mendukung dan berpihak kepada penyintas A.

Dalam aksi tersebut mahasiswa juga meniup peluit dan memukul kentungan secara bersama-sama untuk menandakan bahwa darurat kekerasan seksual sedang menyelimuti universitas yang kerap dijuluki dengan sebutan 'Kampus Biru' tersebut.

Mahasiwa yang mengikuti aksi ini menuntut agar UGM mengutuk setiap pelecehan dan kekerasan seksual, terutama pemerkosaan, sebagai pelanggaran berat dan pelaku yang mengaku dan terbukti bersalah dikeluarkan dari universitas.

Mereka juga meminta adanya teguran keras bagi civitas akedemika, baik itu mahasiswa ataupun staff kampus, yang terang-terangan menyudutkan penyitas serta mempersulit penyelesaian kasus kekerasan seksual.

"Dukungan akan kami bawa pada pemegang kebijakan. Dan dipastikan aksi ini bukan yang satu-satunya dan yang terakhir, kami akan mengadakan aksi untuk mengawal kasus ini sampai tuntas," tutup Nadine.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan UGM Selasa (6/11), pihak kampus mengklaim "telah dan terus mengupayakan agar penyintas mendapatkan perlindungan dan keadilan", namun perlu diketahui bahwa A hingga saat ini mengaku belum memperoleh pendampingan dan langkah-langkah penyelesaian konkret terhadap kekerasan seksual yang dialaminya.

Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual yang dialami A bukan kasus asusila pertama yang terjadi dalam lingkungan UGM. Pada November 2017 lalu, seorang mahasiswa berinisial PDW ditangkap kepolisian daerah Kalimantan Timur di Yogyakarta atas tuduhan melakukan kejahatan seksual terhadap sembilan anak lelaki berusia 12-17 tahun. Di depan penyidik, tersangka mengaku melakukan kejahatan seksual tersebut sejak 2013.

PDW divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kaltim, pada 19 September 2018 lalu. Pemuda ini dianggap terbukti melakukan kekerasan seksual kepada 9 bocah lelaki di bawah umur sepanjang 2013. 

Ditarik lagi kebelakang, pada 2016 pihak UGM memberikan sanksi kepada salah satu dosen Fisipol berinisial EH yang melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswinya. Salah satu bentuk sanksi tersebut, seperti dilaporkan Liputan6.com, ialah mewajibkan EH untuk mengikuti program konseling dengan Rifka Annisa Women's Crisis Center untuk menangani perilaku negatif, khususnya yang terkait pelecehan seksual.

Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual
Melihat rentetan kasus di atas sudah sewajarnya jika mahasiwa-mahasiswa yang melakukan aksi #UGMDaruratKekerasanSeksual juga menyuarak agar adanya revisi tata kelola dan peraturan di tingkat Departemen, Fakultas, maupun Universitas yang masih memberi peluang bagi terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual.

UGM juga harus berani menyelenggarakan pendidikan anti pelecehan dan kekerasan seksual yang berpihak pada penyintas ketika menerima mahasiswa baru dan sebelum melepas mahasiswa ke program KKN.

Sehingga tidak ada lagi usaha untuk membungkam penyintas dan meremehkan kekerasan seksual demi menjaga nama baik kampus.


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual Fakta-fakta yang Kami Tahu soal Kasus Pemerkosaan KKN UGM

- Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual Konser di Borobudur, Mariah Carey Memukau Ribuan Penonton

- Mahasiswa Tiup Peluit Simbolkan UGM Darurat Kekerasan Seksual Tak Disangka, Ini Permintaan Khusus Mariah Carey Saat ke Yogyakarta



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di