alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[Renungan]Kopi Asin
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be3c64331e2e62a528b4568/renungankopi-asin

[Renungan]Kopi Asin

Dia bertemu dengan gadis itu di sebuah pesta, gadis yang menakjubkan. Banyak
pria berusaha mendekatinya. Sedangkan dia sendiri hanya seorang laki-laki
biasa. Tak ada yang begitu menghiraukannya. Saat pesta telah usai, dia
mengundang gadis itu untuk minum kopi bersamanya. Walaupun terkejut dengan
undangan yang mendadak, si gadis tidak mau mengecewakannya.



Mereka berdua duduk di sebuah kedai kopi yang nyaman. Si laki-laki begitu
gugup untuk mengatakan sesuatu, sedangkan sang gadis merasa sangat tidak
nyaman. "Ayolah, cepat. Aku ingin segera pulang", kata sang gadis dalam
hatinya.



Tiba-tiba si laki-laki berkata pada pelayan, "Tolong ambilkan saya garam.
Saya ingin membubuhkan dalam kopi saya." Semua orang memandang dan melihat
aneh padanya. Mukanya kontan menjadi merah, tapi ia tetap mengambil dan
membubuhkan garam dalam kopi serta meminum kopinya.



Sang gadis bertanya dengan penuh rasa ingin tahu kepadanya, "Kebiasaanmu kok
sangat aneh?".



"Saat aku masih kecil, aku tinggal di dekat laut. Aku sangat suka
bermain-main di laut, di mana aku bisa merasakan laut... asin dan pahit.
Sama seperti rasa kopi ini", jawab si laki-laki. "Sekarang, tiap kali aku
minum kopi asin, aku jadi teringat akan masa kecilku, tanah kelahiranku. Aku
sangat merindukan kampung halamanku, rindu kedua orangtuaku yang masih
tinggal di sana", lanjutnya dengan mata berlinang.



Sang gadis begitu terenyuh. Itu adalah hal sangat menyentuh hati. Perasaan
yang begitu dalam dari seorang laki-laki yang mengungkapkan kerinduan akan
kampung halamannya. Ia pasti seorang yang mencintai dan begitu peduli akan
rumah dan keluarganya. Ia pasti mempunyai rasa tanggung jawab akan tempat
tinggalnya. Kemudian sang gadis memulai pembicaraan, mulai bercerita tentang
tempat tinggalnya yang jauh, masa kecilnya, keluarganya... Pembicaraan yang
sangat menarik bagi mereka berdua. Dan itu juga merupakan awal yang indah
dari kisah cinta mereka.



Mereka terus menjalin hubungan. Sang gadis menyadari bahwa ia adalah
laki-laki idaman baginya. Ia begitu toleran, baik hati, hangat, penuh
perhatian... pokoknya ia adalah pria baik yang hampir saja diabaikan begitu
saja. Untung saja ada kopi asin !



Cerita berlanjut seperti tiap kisah cinta yang indah: sang putri menikah
dengan sang pangeran, dan mereka hidup bahagia... Dan, tiap ia membuatkan
suaminya secangkir kopi, ia membubuhkan sedikit garam didalamnya, karena ia
tahu itulah kesukaan suaminya.



Setelah 40 tahun berlalu, si laki-laki meninggal dunia. Ia meninggalkan
sepucuk surat bagi istrinya: "Sayangku, maafkanlah aku. Maafkan kebohongan
yang telah aku buat sepanjang hidupku. Ini adalah satu-satunya kebohonganku
padamu--- tentang kopi asin. Kamu ingat kan saat kita pertama kali
berkencan? Aku sangat gugup waktu itu. Sebenarnya aku menginginkan sedikit
gula. Tapi aku malah mengatakan garam. Waktu itu aku ingin membatalkannya,
tapi aku tak sanggup, maka aku biarkan saja semuanya. Aku tak pernah mengira
kalau hal itu malah menjadi awal pembicaraan kita. Aku telah mencoba untuk
mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Aku telah mencobanya beberapa kali
dalam hidupku, tapi aku begitu takut untuk melakukannya, karena aku telah
berjanji untuk tidak menyembunyikan apapun darimu... Sekarang aku sedang
sekarat. Tidak ada lagi yang dapat aku khawatirkan, maka aku akan mengatakan
ini padamu: Aku tidak menyukai kopi yang asin. Tapi sejak aku mengenalmu,
aku selalu minum kopi yang rasanya asin sepanjang hidupku. Aku tidak pernah
menyesal atas semua yang telah aku lakukan padamu. Aku tidak pernah
menyesali semuanya. Dapat berada disampingmu adalah kebahagiaan terbesar
dalam hidupku. Jika aku punya kesempatan untuk menjalani hidup sekali lagi,
aku tetap akan berusaha mengenalmu dan menjadikanmu istriku walaupun aku
harus minum kopi asin lagi."



Sambil membaca, airmatanya membasahi surat itu. Suatu hari seseorang
menanyainya, "Bagaimana rasa kopi asin?", ia menjawab, "Rasanya begitu
manis."

*Sumber dari milis email, mohon maaf kalau repost

Spoiler for Thread lainnya:

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di