alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Food & Travel / Travellers /
Cerita Tour Leader Els Queen Tour Rohani Toraja-Makassar 5 Hari 4 malam
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be3c1c098e31b735b8b456d/cerita-tour-leader-els-queen-tour-rohani-toraja-makassar-5-hari-4-malam

Cerita Tour Leader Els Queen Tour Rohani Toraja-Makassar 5 Hari 4 malam



[size={defaultattr}]Tour Leader: Cahya Handoyo
Driver Bus : Hernanda
Guide: J.U. Siregar[/size]

Tamu: Rombongan Ibu Anastasia bersama Sr.Gaby dan Sr.Susan Dari Kalimantan Timur

[size={defaultattr}]
Cerita Tour Leader Els Queen Tour Rohani Toraja-Makassar 5 Hari 4 malamTransportasi : Bus Pariwisata di makassar dari Els Queen Transport
Team : Els Queen Wisata
 
Day 1 
Di pagi hari yang cerah itu, sambil menikmati secangkir kopi hangat saya menanti kedatangan rekan-rekan saya. “Selamat pagi..!” terdengar suara hangat dari seseorang yang datang. Akhirnya datang rekan-rekan saya! Setelah berkumpul, kami bertiga bersiap dan melakukan briefing. Siapa kami? Apa yang akan kami lakukan? Yap, sebelum anda menebak, saya akan menjawab. Kami adalah kru Els Queen Wisata yang akan menemani para peserta tour dari Kalimantan Timur untuk melakukan perjalanan wisata ke Toraja dan Makassar.[/size]

Cerita Tour Leader Els Queen Tour Rohani Toraja-Makassar 5 Hari 4 malamkru Els Queen Wisata (Tour Leader & Driver

[size={defaultattr}]
“Pak, pesawat kami sudah mau take off ya”. Begitu suara seorang ibu yang berbicara ditelepon. Mendengar informasi tersebut, kami dengan sigap langsung berangkat menuju Bandara Hasanuddin untuk menjemput para peserta tour. Sesampainya dibandara, seperti biasanya untuk tamu Tour Els Queen kami siapkan penjemputan di area VIP, jadi bus kami parkir di area VIP supaya peserta tour tidak berjalan terlalu jauh untuk keluar dari area pengambilan bagasi. Setelah menunggu beberapa saat, muncullah sekelompok ibu-ibu berbaju merah, sejumlah 26 orang. Mereka berjalan kearah kami setelah melihat tulisan selamat datang yang kami bawa. Lantas para peserta tour kami persilahkan menaiki bus pariwisata makassar, dan kami aturkan barang dan koper para peserta tour kedalam bus, karena bagasi Bus pariwisata makassar els queen sangat besar dan memudahkan kami untuk pengaturan barang tamu.
Bapak sopir bus pariwisata makassar menginjak pedal gas tanda bus memulai perjalanannya menuju Toraja. Semua orang tersenyum bahagia karena perjalanan wisata telah dimulai. Begitu juga senyuman dan kata sambutan yang diberikan oleh guide kami untuk para peserta tour toraja. Bus melaju dengan sangat tenang, tidak terlalu kencang tidak terlalu lambat. Bus melaju melalui Kota Maros menuju ke wilayah Kabupaten Pangkajene Kepulauan ditemani cerita-cerita yang disampaikan oleh pemandu kami mengenai sejarah Kota Maros.
Bus melanjutkan perjalanan memasuki pertengahan Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau yang biasa disingkat Pangkep oleh penduduk setempat. Di kanan kiri mulai banyak terlihat rumah-rumah penduduk yang masih tradisional. Rumah-rumah tersebut masih berbentuk rumah panggung yang merupakan rumah adat suku Bugis dan Makassar. Sampai ke Kabupaten Barru, pemandangan masih banyak berupa rumah-rumah tradisiional dan tambak ikan. Namun di Kabupaten Barru, jalanan yang kami lewati lebih dekat ke garis pantai daripada jalanan yang bearada di Pangkep. Sehingga di daerah Kabupaten Barru banyak terlihat garis pantai dan laut lepas.
Tak terasa sebentar lagi rombongan akan meninggalkan wilayah Kabupaten Barru. Eitss, tunggu dulu, sebelum meninggalkan Kabupaten Barru, sekitar 1-2 kilometer dari perbatasan Kabupaten Barru dan Kota Pare-Pare, kami singgah untuk makan siang di Kupa Beach. Kami tiba di Restaurant Kupa Beach pada pukul 11.00 siang. Kedatangan kami disambut oleh kru restaurant dengan handuk bersih dan welcome drink berupa Jus Markisa. Setelah menikmati segarnya jus Markisa, peserta tidak langsung duduk menuju ruang makan. Tertarik dengan indahnya pantai yang berada dibelakang restaurant, para peserta wisata rohani berbondong-bondong berjalan menuju tepi pantai dan berfoto-foto disana. Tampak jelas terlihat dari raut wajah para peserta yang begitu gembira menikmati pemandangan pantai dan berfoto ria. Setelah puas berfoto-foto ria, akhirnya peserta wisata berjalan menuju ruang makan untuk menikmati santap siangnya.
Usai santap siang, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Kota Pare-pare, Sidenreng Rappang, lalu Enrekang. Ada hal yang menarik di sepanjang perjalanan di Kabupaten Sidenreng Rappang atau yang biasa disingkat Sidrap oleh penduduk setempat. DI Kabupaten Sidrap ini terdapat pembangkit listrik tenaga bayu(angin) yang terbesar se Indonesia. Sepanjang perjalanan tampak dari kejauhan kincir-kincir angin raksasa yang berjajar di atas perbukitan.
Memasuki wilayah Kabupaten Enrekang, jalanan berkelok-kelok. Wilayah Kabupaten Enrekang memang merupakan daerah pegunungan. Disinilah terdapat gunung tertinggi di Sulawesi Selatan, yaitu Gunung Latimojong dengan ketinggian 3500 mdpl. Meskipun kondisi jalan yang berkelok-kelok dan naik turun, peserta tour dibuat terpukau dengan keindahan pemandangan pegunungan selama perjalanan.
Meskipun hanya duduk, jalanan yang berkelok-kelok cukup melelahkan. Namun jangan khawatir, semua sudah direncanakan dengan matang. Ditengah-tengah perjalanan di Kabupaten Enrekang, tim Els Queen Wisata & Bus Pariwisata Makassar Els Queen sudah merencanakan dan mempersiapkan tempat persinggahan untuk beristirahat sejenak sambil meminum secangkir Kopi atau Teh. Terletak diatas pegunungan, Puncak Bambapuang memiliki pemandangan yang paling menarik. Oleh karena itu, banyak berdiri warung-warung makan dan warung-warung kopi di daerah ini. Tim Els Queen Wisata dan Driver Bus Pariwisata Makassar Els Queen telah memilah dari sekian banyak warung, dan didapat sebuah warung kopi yang nyaman. Akhirnya kami tiba di warung kopi tempat persinggahan kami pada pukul 15.20 sore. Di warung pilihan kami ini, peserta wisata dapat menikmati coffee break sambil melihat pemandangan gunung yang berada di seberang lembah yang dinamakan Gunung Nona.
Hilangnya rasa pegal di badan dan segarnya raut muka para kru Els Queen Wisata dan peserta tour menandakan bahwa kami sudah siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Toraja. Bertolak dari Puncak Bambapuang, kami melanjutkan perjalanan panjang kami melalui jalan di pegunungan. Memasuki perbatasan wilayah Kabupaten Tana Toraja, yang ditandai oleh gapura selamat datang, nuansa jalanan berubah drastis. Dikanan kiri banyak berjajar bangunan-bangunan khas Toraja yaitu Tongkonan.
Kira-kira pukul 18.00 petang kami telah tiba di Kota Makale. Pusat Kota Makale tidak akan dapat luput dari perhatian. Hal ini disebabkan karena besarnya kolam ditengah Kota Makale. Kolam yang berada di tengah Kota Makale ini berdiameter puluhan meter. Terlalu besar untuk luput dari pandangan mata kita. Wisata Rohani tidak akan lengkap jika tidak mengunjungi gereja. Petang itu kami berkunjung ke salah satu gereja Katholik besar di Kota Makale. Disana peserta tour, terutama suster yang menjadi salah satu peserta tour kami, menyempatkan diri berdialog dengan salah satu pastor di gereja tersebut.
Bertolak dari gereja, perjalanan dilanjutkan. Sebelum beristirahat di hotel, peserta dijamu makan malam di restaurant monika tepat pukul 19.00. Direstaurant ini, mulai terasa kuat nuansa kuliner khas Toraja yang didominasi oleh menu ikan dan terutama Sayur Pakis yang menjadi menu andalan restaurant ini. Selain dijamu makan malam, peserta juga disajikan hiburan live music dari tim restaurant Monika. Peserta tour kami sangat senang dengan kehadiran live music tersebut. Malahan usai menyantap makan malam, para peserta wisata ikut maju bernyanyi dan berjoged ria di samping panggung.
Setelah semuanya kenyang dan senang, Tim Els Queen bersama Bus Pariwisata Makassar Els Queen mengantar rombongan menuju hotel untuk cek in dan beristirahat. Pukul 20.50 kami tiba di Hotel Indra Rantepao untuk segera beristirahat dan mempersiapkan diri untuk berangkat subuh pada keesokan harinya.
(Support: Sewa bus di makassar, rental bus pariwisata di makassar)[/size]

[size={defaultattr}]
Day 2
[/size]

Cerita Tour Leader Els Queen Tour Rohani Toraja-Makassar 5 Hari 4 malamSubuh pun tiba. Sebanyak empat unit mobil wisata telah siap didepan hotel. Mau kemana kita subuh-subuh begini? Bagi kalian yang menguasai lokasi wisata di Toraja, pastilah mengerti kami akan mengunjungi Lolai. Mengapa harus subuh? Lolai yang sering disebut Negeri Diata Awan ini memang paling menarik jika dikunjungi disaat fajar menyingsing. Itulah yang menjadi daya tarik objek wisata ini. Ketika matahari terbit, jika beruntung kita akan melihat hamparan awan dibawah kita sehingga seolah-olah kita sedang berada di sebuah negeri yang letaknya tinggi diatas awan-awan.

Kami pun segera menaiki mobil dan berangkat ke Lolai. Saat itu, langit masih gelap. Waktu menunjukkan pukul 03.30. Perjalanan dari Rantepao menuju Lolai ditempuh dalam durasi 30 menit jika jalanan sepi. Jalan yang dilalui sangat sempit dan curam. Itulah sebabnya untuk objek wisata yang satu ini kami menggunakan mobil kecil karena tidak memungkinkan untuk dilalui oleh bus pariwisata.

Kamipun tiba, sang surya mulai menampakkan cerahnya. Kamipun dibuat terpukau oleh keindahan pemandangan didepan kami. Sedikit demi sedikit, terkuaklah misteri dibalik gelapnya dini hari yang ternyata menyimpan hamparan awan yang luas. Sejauh mata memandang, terlihat hamparan putihnya awan di bawah kami. Salah satu peserta kami berkata “disini rasanya seperti melayang-layang diatas awan”. Ya perjuangan untuk bangun subuh dan menerjang jalan mendaki yang curam, terbayarkan sudah dengan keindahan alam yang disajikan oleh objek wisata Lolai.

Setelah puas memanjakan mata, kamipun turun kembali ke hotel. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30. Sudah waktunya untuk kami sarapan dan membersihkan diri untuk mempersiapkan diri mengunjungi objek wisata berikutnya. Peserta pun kembali ke hotel, dan kru Els Queen Wisata kembali ke basecamp untuk mempersiapkan perjalanan hari itu.

 

Pukul 08.30 kru Bus Pariwisata Makassar Els Queen telah tiba di depan Hotel dengan bus pariwisata. Lantas seluruh peserta naik ke bus dan melanjutkan perjalanan wisata hari ini. Lokasi wisata pertama yang akan dituju pada hari ini adalah Sa’pak Bayo-bayo Keluarga Kudus. Sapa’ Bayo-bayo merupakan salah satu tempat untuk berdoa Umat Katholik atau yang biasa disebut dengan Gua Maria. Setiba di Sapa’ Bayo-bayo, terlihat bebatuan dan pepohonan yang mengagumkan. Terlihat diantara bebatuan dan pepohonan, berdiri patung-patung yang dibuat untuk menceritakan kisah kelahiran Tuhan Yesus.

Kami berjalan menyusuri jalan, melalui jalan setapak sambal menikmati keindahan pemandangan di kanan kiri kami. Di ujung jalan, sudah tersedia suatu pelataran beserta altar untuk  berdoa. Disitu para peserta beribadah menurut liturgi Agama Katholik. Dengan dipimpin oleh Suster, ibadah dimulai. Peserta melantunkan nyanyian pujian rohani dan doa-doa. Usai beribadah, tidak lupa para peserta berfoto-foto bersama.

Perjalanan dilanjutkan untuk menghemat waktu supaya semua objek wisata yang direncanakan dapat dikunjungi seluruhnya. Tidak sempat berjalan melalui jalan salib karena rutenya yang jauh dan cukup terjal, pukul 11.00 rombongan wisata berangkat menuju Londa. Objek wisata Londa merupakan objek wisata berupa kuburan di tebing dan didalam gua yang menarik untuk dikunjungi.

Tiba di Londa, pemandu menjelaskan sejarah yang terjadi di Londa. Para peserta mendengarkan dengan seksama penjelasan mengenai kuburan di Londa. Ketika menghadap ke tebing kuburan di Londa, kami disuguhkan pemandangan peti-peti tua dan patung-patung kayu yang dinamakan Tau-tau. Tau-tau merupakan replika dari para leluhur yang dikuburkan di kuburan tersebut. Hanya orang-orang tertentu saja yang dibuatkan Tau-tau. Di Londa terdapan juga gua yang dipergunakan sebagai kuburan. Untuk masuk kedalam gua ini, kami diwajibkan menyewa lampu dan pemandu lokal. Hal ini dikarenakan kondisi gua yang sangat gelap, rumit dan jalan yang berbatu-batu. Sehingga diperlukan alat penerangan dan seorang pemandu yang sudah hafal betul kondisi didalam gua.

Kami menyewa lampu dan pemandu. Satu lampu satu pemandu dapat digunakan untuk kira-kira 10 peserta. Pada pintu masuk gua, terdapat beberapa tengkorak manusia dan tulang-belulang. “Ini semua asli pak?”, ujar salah satu peserta. “Iya ini semua tengkorak dan tulang-tulangnya asli. Jadi leluhur yang sudah dikubur sejak jaman dahulu sekali dan tinggal tulang belulang, tengkorak dan tulang-tulangnya dikeluarkan dipajang diluar begini.” Jawab salah seorang pemandu lokal. Dan benar saja, didalam gua cukup sulit medannya. Banyak bebatuan yang menghalangi jalan, sehingga kami perlu sedikit melangkah keatas bebatuan tersebut. Didalam masih ada tengkorak dan tulang belulang serta peti-peti mati. Tiba di salah satu titik, terdapat 2 tengkorak yang ditata bersebelahan. Ternyata ada legenda yang mirip dengan kisah Romeo & Juliet dibalik 2 tengkorak itu. Disinilah yang menjadi salah satu daya tarik Londa. Konon, tersebutlah sepasang kekasih yang tidak direstui hubungannya karena mereka masih memiliki hubungan darah. Hingga akhirnya mereka bersama-sama mengakhiri hidup mereka sendiri.

Rute gua didepan sana masih panjang. Namun medan yang akan dihadapi di bagian gua selanjutnya sangatlah sulit untuk dilalui, sempit dan banyak bagian yang harus menunduk. Karena sebagian besar peserta kami telah berusia lanjut, maka para peserta memutuskan untuk tidak melanjutkan rute gua yang ada didepan, namun memilih untuk memutar balik ke pintu masuk tadi. Keluar dari gua, para peserta pergi berbelanja karena banyak kios-kios cenderamata di pelataran Londa.

Sepeninggal dari Londa pukul 12.30. Kami berangkat menuju Resto Sale Bayu untuk makan siang. Sale Bayu berada berada ditengah sawah. Sehingga ketika makan di resto ini, kita disuguhkan pemandangan hamparan sawah yang luas. Jalan yang dilalui dari jalan poros ke resto juga melalui persawahan.

Cerita Tour Leader Els Queen Tour Rohani Toraja-Makassar 5 Hari 4 malamSetelah kenyang kami melanjutkan perjalanan kami ke objek wisata terakhir untuk hari ini yaitu Kete Kesu. Setiba di Kete Kesu, kami melihat deretan rumah Tongkonan berjajar-jajar saling berhadapan. Tampilan Tongkonan yang ada di Kete Kesu sedikit berbeda dengan Tongkonan yang kami lihat di perjalanan. Bentuk dan wujudnya sama, hanya atapnya masih murni menggunakan potongan-potongan bambu. Setelah mendengarkan cerita dari pemandu, barulah peserta wisata mengerti bahwa Tongkonan yang ada di sini umurnya sudah ratusan tahun. Sehingga wujudnya masih seperti aslinya di jaman dulu.

Di satu baris terdiri dari Tongkonan besar yang pada jaman dahulu difungsikan sebagai rumah tinggal. Sedangkan barisan yang berada di seberangnya adalah Tongkonan-tongkonan yang lebih kecil yang berfungsi sebagai lumbung padi. Selain deretan Tongkonan yang masih asli, terdapat juga kuburan yang berbentuk rumah-rumah yang bisa dilihat. Sepanjang jalan menuju kuburan-kuburan tersebut, di kiri kanan juga terdapat kios-kios cenderamata khas Kete Kesu. Banyak souvenir-suvenir menarik yang dijajakan oleh para pedagang. Sehingga para peserta tour cukup antusias berbelanja disini.

Selesai sudah kunjungan semua objek wisata untuk hari ini. Tidak lengkap rasanya berwisata jika pulang dengan tangan hampa. Oleh karena itu, rombongan wisata bergerak menuju toko-toko oleh-oleh. Yang pertama adalah toko oleh-oleh Todi. Toko ini hanya toko kecil, namun ada satu daya Tarik yang terdapat di toko ini. Toko ini menjual hasil kerajinan tenun yang masih menggunakan teknik tenun tradisional. Harga kain tenun di toko ini tergolong fantastis karena masih menggunakan cara tradisional, dan diproduksi dari bahan-bahan premium. Selain berbelanja, wisatawan juga dapat melihat langsung praktek dari proses penenunan kain dari serat katun hingga menjadi kain jadi. Selain produk tenun, di toko ini juga menyediakan beberapa jenis souvenir dan kaos yang harganya cukup diatas rata-rata karena produk disini dirancang untuk memiliki kualitas premium.

Dari toko Todi, kami meluncur mencari oleh-oleh yang lengkap variannya. Dimana lagi jika bukan kompleks pertokoan oleh-oleh Rantepao. Di kompleks pertokoan ini, terdapat oleh-oleh berupa snack khas Toraja, tas bermotif khas Toraja, gantungan kunci, hingga baju. Para peserta tour tampak bahagia berbelanja oleh-oleh. Setelah puas berbelanja kami melanjutkan perjalanan ke hotel untuk beristirahat sejenak dan mandi, sebelum nantinya akan dijemput kembali oleh kru Els Queen Wisata pada pukul 19.30 untuk makan malam di Ayam Penyet Ria.

 

hari Berikutnya....



https://www.facebook.com/rentalbuspa...isata.makassar



Cerita Tour Leader Els Queen Tour Rohani Toraja-Makassar 5 Hari 4 malam


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di