alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kerap Dipakai "Fly", Dinkes Cek Kandungan Air Rebusan Pembalut
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be39e3398e31bf77b8b4578/kerap-dipakai-quotflyquot-dinkes-cek-kandungan-air-rebusan-pembalut

Kerap Dipakai "Fly", Dinkes Cek Kandungan Air Rebusan Pembalut

Kerap Dipakai "Fly", Dinkes Cek Kandungan Air Rebusan Pembalut

Kerap Dipakai "Fly", Dinkes Cek Kandungan Air Rebusan Pembalut

SEMARANG, KOMPAS.com - Fenomena remaja di Jawa Tengah yang mengkonsumsi air rebusan pembalut menjadi pengganti konsumsi narkotika mulai marak terjadi.

Para remaja mengonsumsi air rebusan itu karena ingin merasakan sensasi mengonsumsi narkotika.

Dinas Kesehatan Kota Semarang Jawa Tengah segera meneliti kandungan dari air rebusan pembalut itu. Tim akan diterjunkan untuk meneliti sejauh mana dampak buruknya bagi tubuh manusia.

'Kalau di lapangan seperti itu ya perlu ada tindakan pencegahan," ucap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang Sarwoko Oetomo saat ditemui di sela kegiatan "Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes" di Novotel, Semarang, Rabu (7/11/2018).

Sarwoko mengaku telah mendengar kabar perilaku remaja yang mengkonsumsi air di luar kewajaran tersebut.
Untuk saat ini, Dinkes Kota Semarang akan melakukan penelitian terlebih dulu sebelum menyampaikan kandungannya ke publik.
"Nanti setelah ada hasil penelitian dampak dari kebiasaan ini akan kami sampaikan," tambahnya.
Dijelaskannya, tim kesehatan nantinya meneliti zat-zat yang terkandung di dalam pembalut tersebut. Tim juga akan melihat dampak bagi tubuh seorang jika mengkonsumsi hal itu.

'Kalau secara nalar itu jelas penyimpangan dan tidak sehat," tambahnya.
Sejumlah remaja di Jawa Tengah sendiri dilaporkan mengkonsumsi air rebusan pembalut.
Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, AKBP Suprinarto mengatakan, minum air pembalut menjadi salah satu alternatif remaja untuk mendapat efek seperti konsumsi narkotika.
Konsumsi air rebusan dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal.
"Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum," kata Suprinarto.
BNN, kata dia, telah menemukan kejadian itu di berbagai daerah di Grobogan, Kudus, Pati, Rembang dan Kota Semarang bagian Timur. Mayoritas pengguna adalah anak remaja usia 13-16 tahun.
BNN, sambung dia, belum bisa menindak kejadian ini karena tidak ada dasar hukumnya. Air rebusan dinilai belum termasuk dalam kategori zat-zat berbahaya atau terlarang. 

Sumber


Quote:
Ini yg namanya goblok murni dari DNA nya

emoticon-Leh Uga
gila bahaya betul, otaknya udah pada konslet

beli tape ketan item aja taro kulkas yg lama, bisa mabok unlimited aernya kaga abis2

gue suka anak ini gobloknya murni sachetan
Kemarin lem, skrng pembalut ,besok - besok, isap asap langsung dri knalpot
mantap bro, bekas pakai loh. kali aja gak kuat beli es sirup, alternatifnya pakai air pembalut bekas pakai
Makin kreatif aja nih Generasi masa depan bangsa ... hahaha
Balasan post bataraismoyo
Njeeerr.. gk bekas pke juga gan emoticon-Najis (S)emoticon-Najis (S)emoticon-Najis (S)emoticon-Najis (S)emoticon-Najis (S)
generasi goblok2 gini memang sengaja dibiarkan agar kelak ketika dewasa.. mereka2 ini direkrut jadi cebong.. suruh mangap.. mangaaaaaaapp, suruh mingkem.. yaa mingkem..
Diubah oleh biaozi
biar apa sih?
bahaya bener itu, mending makan makan yg enak biar kenyang emoticon-Leh Uga
bisa bisanya yag
Balasan post gieshand
Quote:


'Kalau secara nalar itu jelas penyimpangan dan tidak sehat," tambahnya.
Sejumlah remaja di Jawa Tengah sendiri dilaporkan mengkonsumsi air rebusan pembalut.
Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, AKBP Suprinarto mengatakan, minum air pembalut menjadi salah satu alternatif remaja untuk mendapat efek seperti konsumsi narkotika.
Konsumsi air rebusan dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal.
"Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum," kata Suprinarto.
BNN, kata dia, telah menemukan kejadian itu di berbagai daerah di Grobogan, Kudus, Pati, Rembang dan Kota Semarang bagian Timur. Mayoritas pengguna adalah anak remaja usia 13-16 tahun.
BNN, sambung dia, belum bisa menindak kejadian ini karena tidak ada dasar hukumnya. Air rebusan dinilai belum termasuk dalam kategori zat-zat berbahaya atau terlarang.
Generasi milenial
Quote:

Pembalut bekas pakai? beneran tuh bro? kirain pembalut baru... kalau bener pembalut bekas pakai, kehabisan kata2 saya...


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di