alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Berkisar 5,17%
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be309611cbfaa9d238b4569/bi-proyeksikan-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-berkisar-517

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Berkisar 5,17%

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan meski lebih tinggi jika dibandingkan periode sama 2017, angka ini lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 yang tercatat 5,27 persen.

"Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal III 2017 sebesar 5,06 persen," ujar Suhariyanto di kantornya, Senin (5/11/2018).

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Berkisar 5,17%

Menanggapi hasil tersebut, Menteri koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 mengalami penurunan, namun secara keseluruhan perekonomian Indonesia menunjukan perbaikan di mata global.

Sebab menurutnya di tengah ketidakpastian global pertumbuhan ekonomi di atas lima persen masih dalam kondisi baik.

"Walaupun lebih rendah dari kuartal II secara keseluruhan ekonomi kita cukup resisten terhadap gejolak ekonomi global," kata Menko Darmin seperti ditulis Selasa (6/11/2018).

Darmin menyatakan, meskipun ada pengaruh terhadap ekspor dan impor, namun konsumsi rumah tangga dan investasi masih-masing tumbuh positif yakni 5,01 persen dan 6,9 persen.

"Itu cukup baik menghadapi gejolak yang sedang berakumulasi dari normalisasi kebijakan moneter di negara maju kemudian perang dagang kemudian harga minyak yang meningkat. Jadi, saya kira pada akhirnya market mengapresiasi itu," katanya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu mengakui, di tengah gejolak perekonomian global memang sulit memacu laju ekspor. Bahkan menurutnya hampir tidak ada negara yang membaik ekspornya maupun pertumbuhan industrinya di tengah perang dagang.

"Itu sebabnya walaupun belum signifikan tetapi rupiah menguat dalam beberapa hari ini. Artinya, di bawah Rp 15.000 itu karena intinya ada konsumsi rumah tangga dan investasi, sukur ada ekspor. Susah mengharapakan ekspor di situasi perang dagang," katanya.
Urutan Terlama
yah baguslah emoticon-Cool


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di