alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Polisi perang melawan hoaks, 13 warganet diciduk
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be2d25d60e24b594a8b4568/polisi-perang-melawan-hoaks-13-warganet-diciduk

Polisi perang melawan hoaks, 13 warganet diciduk

Polisi perang melawan hoaks, 13 warganet diciduk
Foto ilustrasi. Kelompok warga bernama Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) melakukan unjuk rasa menolak hoaks di Alun-alun Tegal, Jawa Tengah, Rabu (10/10/2018).
Kepolisian tengah "berperang" melawan para penyebar kabar bohong alias hoaks. Polri pun melakukan patroli di dunia maya.

Hasilnya dalam dalam sepekan, 31 Oktober hingga Senin (5/11/2018), ada 13 warganet yang diciduk karena diduga menyebarkan hoaks. Warganet yang ditangkap tersebut kedapatan menyebarkan berita bohong soal penculikan anak dan kecelakaan pesawat Lion Air.

"Terbaru telah ditangkap tersangka berinisial VGC. Dia ditangkap tanggal 5 kemarin jam 21.30 WIB di Kalideres, Jakarta Barat," jelas Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (6/11).

Menurut keterangan Setyo, VGC mengunggah berita hoaks soal penculikan anak lewat akun Facebook atas nama Gunawan Hairudin. Di sana, ia menuliskan berita soal penyebaran kelompok penculik.

"Pengakuan penculik yang ditangkap dan diancam dibakar, ada 60 orang yang disebar setiap kecamatan. Masyaallah benar-benar jaringan besar yang terorganisir," tulisnya.

Dua belas tersangka lainnya masing-masing berinisial D (41), EW (31), RA (33), JHS (31), DNL (20), N (23), A (30), O (30), TK (34), S (33), NY (22), dan UST (28). Enam orang tersangka di antaranya berjenis kelamin perempuan.
12 Tersangka PENYEBAR HOAKS di Tangkap Polri https://t.co/TMZQL1QNX7 pic.twitter.com/9Ir4LqNG1k
— agus wibowo (@aguswibowo9) November 6, 2018
Dari 12 orang, 10 tersangka ditangkap karena menyebarkan hoaks soal penculikan anak sehubungan dengan penjualan organ tubuh manusia. Salah satunya adalah N yang menyebarkan video dilengkapi dengan kapsi hasil tulisannya pada Facebook atas nama Nrmyt Umi.

"VIDEO NO HOAX penculikan serta penjualan serta penjualan organ tubuh di pasar gelap, jaga anak kalian baik," tulisnya melengkapi keterangan video (h/t Kompas.com).

Ketika diperiksa, N mengaku hal tersebut dilakukannya semata-mata untuk mengingatkan orang terdekatnya agar lebih berhati-hati.

Sedangkan dua tersangka lainnya ditangkap akibat menyebarkan hoaks kecelakaan pesawat Lion Air. Setyo menegaskan bahwa hingga saat ini polisi masih menelusuri pembuat konten hoaks tersebut.

"Jadi dalam UU dikatakan siapa yang membuat, menyebarluaskan berita bohong. Kalau mereka bilang hanya iseng atau kepedulian terhadap teman, UU tidak mengatur itu," tegasnya.

Ia juga sempat meminta masyarakat untuk memahami bahwa media adalah ruang publik yang dapat diakses oleh siapa saja. Sebab itu, penting bagi para penggunanya untuk menyaring informasi di dunia maya dan meningkatkan kesadaran akan literasi digital.

Oleh karena itu, ia juga mengimbau agar warganet dapat menggunakan media sosial sebaik-baiknya. Hal tersebut juga bertujuan memberikan efek jera terhadap pelaku yang menyebarkan hoaks.

"Gunakan saja medsos, (WhatsApp) WA untuk yang baik-baik saja. Tahan jempolnya. Saring dulu baru sharing atau think before posting," ujar Setyo dilansir Viva, Selasa (6/11).

Di sisi lain, hasil pemeriksaan Polri menjamin bahwa tindakan para pelaku tidak berdasarkan tujuan politik tertentu. Ia juga meyakini bahwa hoaks yang disebarkan hanya untuk meresahkan masyarakat, terutama soal hoaks penculikan anak.

Atas perbuatannya, 13 orang tersebut disangkakan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1947 tentang Peraturan Hukum Pidana, yang berbunyi:

"Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun."

Penyebaran hoaks dan lantas dipercaya masyarakat memang membahayakan. Seorang lelaki di Cilodong, Depok, Jawa Barat, babak belur dihajar warga karena dituduh menculik anak. Kabar soal kegiatan penculikan yang kebetulan hoaks itu memang ramai beredar di grup-grup WA.

Seperti dikabarkan akun Instagram, @depok24jam, pada Minggu (4/11), lelaki itu ternyata hanya membawa seekor kucing dalam karung. Beruntung nyawa lelaki berusia 45 tahun itu bisa diselamatkan oleh pihak berwajib.
View this post on Instagram Pria Ini Babak Belur Dituduh Culik Anak, Ternyata Cuma Bawa Kucing . Seorang pria babak belur diamuk sejumlah warga di Kalibaru, Cilodong, Depok, Minggu 4 November 2018 karena diduga menculik anak. Nyawa pria yang disebut-sebut bernama Akhmad Khotib (45 tahun) itu selamat setelah diamankan sejumlah petugas. Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiyarto menegaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, pria itu bukanlah penculik dan tidak melakukan tindak pidana seperti yang saat ini ramai tersebar di media sosial. Didik menjelaskan, pria yang dicurigai itu diserahkan ke polisi berdasarkan kecurigaan warga setempat. Kemudian, jelas Didik, karena yang bersangkutan dirasa mencurigakan, oleh saksi dan warga akhirnya dilakukan interogasi. “Tim penyidik telah melakukan langkah-langkah olah TKP untuk mengetahui apa yang terjadi dan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang dicurigai itu,” katanya. Saksi, lanjut Didik, juga sempat mencurigai barang bawaan pria tersebut. Setelah diperiksa ternyata hanyalah se-ekor anak kucing. “Iya, orang itu dicurigai menggendong sesuatu ternyata seekor kucing kemudian oleh saksi dicurigai karena mungkin saksi mendengar peristiwa penculikan yang belakangan ini tersebar di media sosial,” kata dia. Dari hasil pemeriksaan penyidik, kata Didik, dapat disimpulkan bahwa tidak ada peristiwa penculikan dan tidak ada masyarakat yang merasa keluarganya diculik. Terkait peristiwa ini, Didik pun mengimbau pada masyarakat untuk bisa lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Terlebih belakangan ini marak berita penculikan berseliweran di jagat dunia maya yang belum bisa dipastikan kebenarannya. (VIVA) #Depok24Jam
A post shared by MEMANTAU KOTA DEPOK 24 JAM (@depok24jam) on Nov 4, 2018 at 6:25am PST

Polisi pun mengimbau warga tidak main hakim sendiri, tapi langsung melaporkannya kepada pihak berwajib. "Ya jika masyarakat menduga seseorang melakukan perbuatan pidana agar melaporkan kepada pihak kepolisian. Percayakan penanganannya kepada polisi, jangan main hakim sendiri," ucap Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus kepada Kompas.com, Senin (5/11).
Polisi perang melawan hoaks, 13 warganet diciduk


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rganet-diciduk

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Polisi perang melawan hoaks, 13 warganet diciduk Ekspansi WeChat dan Alipay incar turis Tiongkok di Indonesia

- Polisi perang melawan hoaks, 13 warganet diciduk Sebagian besar sektor menghijau, IHSG ditutup naik

- Polisi perang melawan hoaks, 13 warganet diciduk Banjir Tasikmalaya, waspada curah hujan tinggi



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di