alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Warga Sering Ditolak Saat Berobat, Ratusan Buruh Geruduk BPJS Tangerang
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be2a75bc0cb17da3b8b4567/warga-sering-ditolak-saat-berobat-ratusan-buruh-geruduk-bpjs-tangerang

Warga Sering Ditolak Saat Berobat, Ratusan Buruh Geruduk BPJS Tangerang

Warga Sering Ditolak Saat Berobat, Ratusan Buruh Geruduk BPJS Tangerang

Warga Sering Ditolak Saat Berobat, Ratusan Buruh Geruduk BPJS Tangerang
Ratusan buruh yang tergabung dalam relawan BPJS Watch Tangerang Raya mengadakan aksi demo di depan Kantor BPJS Kesehatan, Cikokol, Kota Tangerang, Selasa (6/11/2018) - TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKOKOL - Ratusan buruh dari relawan BPJS Watch Tangerang Raya mengadakan aksi demo di depan Kantor BPJS Kesehatan, Cikokol depan Tangerang City Mall.



Di dalam aksinya, massa yang menggunakan berbagai atribut itu juga memasang spanduk di pagar kantor BPJS bertuliskan 'Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Semakin Buruk. Pecat Segera! Kepala Cabang BPJS Kesehatan KC Cikokol Tangerang'.

Menurut koordinator aksi, Abu Bakar, aksi itu didasari oleh seringnya warga Tangerang yang ditolak saat berobat menggunakan kartu BPJS.

"Kami, peserta BPJS kesehatan butuh pelayanan bukan penolakan. Masa setiap bulan bayar, gak gratis, tapi ditolak terus" ujar Abu Bakar, Selasa (6/11/2018).

Abu Bakar menilai kinerja BPJS Kesehatan Cikokol sangat jauh dari harapan.

Pasalnya pelayanannya semakin hari semakin memburuk padahal, peserta BPJS membayar iuran setiap bulannya.

"Apalagi setelah terjadi defisit anggaran BPJS kesehatan sebesar Rp 16,58 Triliun kalau tidak salah. Pelayanan kesehatan dirasa semakin buruk lagi," jelas Abu Bakar.

Menurutnya, aksi ini merupakan buntut dari pantauan dan advokasi BPJS Watch Tangerang bahwa terdapat dua peserta BPJS yaitu, Winarma dan Yuliani yang meninggal dunia tanpa mendapatkan hak manfaat dari peserta BPJS.

"Oknum pejabat BPJS yang mempersulit peserta BPJS harus mundur, juga menindak tegas pegawai yang tidak becus," tegas dia.

Sejumlah aparat kepolisian pun tampak berjaga di sekitar lokasi unjuk rasa, lalu lintas di sekitar titik aksi juga terlihat sedikit kemacetan.

Saat ditemui, Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono membeberkan, sebanyak 50 personel diterjunkan untuk mengawal aksi itum

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," singkat Ewo.

Dikesempatan yang sama, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jabodetabek, Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi menanggapi tudingan massa yang berjanjut hingga sore hari.

"Dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan 141 tahun 2018 hal-hal yang selama ini masih menimbulkan keluhan dimasyarakat karena pekerja mandiri mesti ditanggung apakah oleh dirinya sendiri atau BPJS," jelas dia saat dikonfirmasi.

Terkadang, kata Ayu, peserta BPJS mandiri belum mendaftar ke program BPJS ketenagakerjaan bahwa terdapat PMK 141/2018 tersebut ditanggung biayanya.

"Winarma belum ada PMK. Jadi ketentuan kami itu ini boleh enggak dijamin, jadi bertindak sesuai ketentuan. Alhamdulillah sudah ada jalan keluar ya," jelas dia.

http://jakarta.tribunnews.com/amp/2018/11/06/warga-sering-ditolak-saat-berobat-ratusan-buruh-geruduk-bpjs-tangerang

Wajar digeruduk. Yang salah bukan hanya BPJS Tanggerang, tapi juga BPJS pusat.
Tagihan 5-7 Trilyun, duit di kas cuman ada Ratusan Milyar.
Ngadu ke pimpinan tertinggi negara, malah dimarahin dibilang masa laporannya tekor melulu.
Ya sudah lah.

Tapi ini Semua wajib salahnya Oposisi, dan yang ini juga pasti salah (HaTeI, ngisis, FPI, teloris, uclim dkk). Jangan salahkan penguasa dan koalisinya
emoticon-Mad emoticon-Mad
Diubah oleh selldomba
Halaman 1 dari 2
BPJS itu SALAH DIMANA YACH? DI NEGARA LAIN KNP PEMERINTAHNYA BS MENANGGUNG,TP KLO DI INDO KNP RIBET BANGET YACH?
banyak yg ketilep x...maklum dah..
hmm,,,hanya manusia 1/2 dewa yang bisa menyelesaikan masalahnya.
BPJS menunggak hal yang masuk akal dong mengingat dalam pengurusannya. Setiap pasien yang terdaftar bpjs langsung ditangani. Tunggakan muncul karena angsuran pembayaran kadang tidak sebanding dengan budget pengobatan.
Masyarakat seharusnya tetap mawas diri serta sadar akan kesehatan diri. Harapannya agar ketergantungan pada BPJS juga berkurang.
BPJS itu perusahaan asuransi terbesar di dunia dengan keanggotaan lebih dari 250 juta jiwa.
Manajemen yang ditunjuk juga seharusnya nggak main-main, harus berkelas CEO internasional, bukan mantan timses emoticon-Mad (S)

Nggak heran kalau sejak awal sampai sekarang terus defisit karena manajemen yang tidak efisien.

ibarat pelatih tarkam disuruh melatih barca emoticon-Leh Uga
waktu jamas askes emang pesertanya berapa?
mungkin dulu kurang begitu percaya sama jaminan kesehatan punya pemerintah beda sama sekarang
Balasan post ameliavega
Quote:


Masokkk bree emoticon-Recommended Seller
Khan anak pak dokter butuh laptop bwat kuliah dan maen games2 berad emoticon-Bingung (S)
anak suster juga butuh tipi led 49" bwat nonton pilem di rumah
anak pegawai juga butuh handphone android poto selfie 20MP bwat mejenk
itu bru gadget nya gan, blom cicilan rumah, motor, mobil, sepeda poligon bwat joging, ke mall, fashion, perawatan wajah, meni cure pedi cure, dst...
serumah ada bapak, ibu dan 3 anak, yak tinggal kali kan ajah brapa pegawai emoticon-Bingung
klo gak dibayar pegimane bisa kerja, yak kudu ditolak dlu biar lunas, ntar bulan depan bru diset dan didaftar siapa saja yg maw berobat.
Diubah oleh mibmobz
Uang nya sudah ada, roket nya yg belum ada
pagi subuh ngantri buat dapet nomor...dapetnya nomor 100, klo ngantrinya pagi pas matahari terbit jadi 200...mulai proses antri pengobatan jam 8 pagi..dokternya datang jam 10 pagi...ga dapet antrian...disuruh datang minggu depan...bpjs emoticon-Cape deeehh
bpjs kayake bermasalah. mesti dibenahin jangan dibiarin, kalo bisa diprioritaskan.
Quote:
Direkturnya BPJS aja pake asuransi kesehatan perusahaan luar emoticon-Big Grin
Balasan post MyOwnId
Quote:


askes rata rata pns

klo yg swasta masuk nya jamsostek
Kecelakaan kerja masuk ke bpjs ketenagakerjaan.

Tapi klaim pake bpjs kesehatan
maunya dibikin subsidi silang, jadi yg kaya iurannya buat nutup yg miskin, masalahnya banyak orang miskin asal make bpjs, malah kadang ada yg iuran nunggak tapi tetep make, makanya defisit, otaknya dipake, kalo asal semua ditanggung negara yg ada kas negara tumbang, jangan karena ada fasilitas asal pake, kalo bisa sehat ya mending sehat, lain cerita kalo emang penyakit kronis/kecelakaan. bayangin aja misa cuma demam periksa ke siloam make bpjs, itu kan gk make otak namanya, pantes aja defisit kalo ada yg kaya gitu
Ditolak dimana bpjsnya? Warga tangerang yg berobat ke faskes yg mana? Kok gak disebutkan


numpang lewat yaak emoticon-Traveller dari td nyariin cebong tp gak nemu² emoticon-Amazed


cebong udah punahkah emoticon-Frown




Balasan post hhendryz
Quote:


Klo dari pengalaman ane sih, dokter mulai ke poli bpjs jam 10 pagi karena sebelumnya dia keliling dulu lihat pasien rawat inap. Antisipasi gak dapat antrian biasanya pasien dikasi jadwal kontrol ke dokter, jd gak over crowded. Dapat antrian ke 100? Ya mudah2an ada pembenahan terus menerus biar bisa lebih baik. Mungkin dgn daftar via WA? Gak perlu ngantri langsung. Udah dimulai tuh di beberapa rumkit non pemerintah.

Sejelek2nya bpjs masih lebih baik dibanding dgn di jamannya mbah harto, yg mampu dan yg bisa berobat ya cuma yg punya kartu Askes, atau yg bener2 kaya, sisanya ya manyun, jual ini itu untuk bisa berobat
di kota ane bpjs lancar2 aja
keluarga ane pake bpjs g pernah ditolak
pernah denger ada yg ditolak g tau kenapa
sebelumnya g pake kawatir di tolak malah sama rumah sakit suruh ikut bpjs
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di