alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Rizieq diperiksa polisi Arab Saudi, kasusnya belum diketahui
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be29e5898e31b87198b4571/rizieq-diperiksa-polisi-arab-saudi-kasusnya-belum-diketahui

Rizieq diperiksa polisi Arab Saudi, kasusnya belum diketahui

Rizieq diperiksa polisi Arab Saudi, kasusnya belum diketahui
Foto ilustrasi. Pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta, 21 Agustus 2008.
Sekitar 18 bulan berada di Arab Saudi, pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tersandung persoalan. Menurut siaran pers Kedutaan Besar RI untuk Arab Saudi yang diterima pada Rabu (7/11/2018), Rizieq diperiksa kepolisian setempat.

Menurut penelusuran Kedubes RI, kediaman Rizieq di Mekkah didatangi kepolisian setempat pada Senin (5/11) pukul 08.00 waktu setempat. Polisi datang karena menduga ada pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis di dinding belakang kediaman Rizieq.

Pukul 16.00 pada hari yang sama, polisi datang lagi untuk menjemput Rizieq. Selain polisi, hadir pula Mahabis ammah -- lembaga intelijen umum (General Investigation of Directorate/GID). Demi keperluan penyelidikan dan penyidikan, Rizieq pun ditahan.

Keesokan hari, Selasa (6/11), Duta Besar RI Agus Maftuh Abegebriel memberangkatkan Diplomat Pasukan Khusus (DIPPASSUS) yang merupakan gugus tugas reaksi cepat ke Mekkah. Pada pukul 20.00 waktu setempat, Rizieq yang didampingi staf Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Mekkah berhasil keluar dari tahanan dengan jaminan.

Tidak diketahui berapa uang jaminan yang dikeluarkan KJRI. Belum diketahui pula dalam kasus apa Rizieq diperiksa.

Bila diperiksa sesuai dugaan bahwa Rizieq memasang bendera berciri gerakan ekstremis, ini melanggar hukum Arab Saudi. Maklum, pemerintah Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-Islamiyyah serta segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme.

Bahkan pihak keamanan Arab Saudi juga memantau media sosial secara ketat. Pelanggaran informasi teknologi akan masuk pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Hingga kini, Dubes Agus masih berkomunikasi secara erat dengan pihak terkait di Arab untuk mengetahui apa kasus yang diarahkan kepada Rizieq. "Dubes berharap hanya masalah overstay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi.

"Dubes sangat khawatir jika yang dituduhkan kepada Rizieq terkait keamanan Kerajaan Arab Saudi. Jika ini yang dituduhkan, lembaga yang akan menangani adalah lembaga super body di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security," demikian penjelasan dari Kedubes RI di Arab Saudi.

September lalu, Dubes Agus sempat menjelaskan bahwa izin tinggal Rizieq di Arab sudah kedaluwarsa. Rizieq disebut menggunakan visa ziarah tijariyyah (kunjungan bisnis) yang berlaku satu tahun dengan izin tinggal 90 hari per sekali masuk.

Berdasarkan penelusuran KBRI Riyadh, visa itu habis pada 9 Mei 2018. "Kemudian Rizieq memperpanjangnya dengan visa nomor 603 724XXXX. Visa itu pun masa berlakunya sudah lewat yakni hingga 20 Juli," tutur Agus dalam keterangan resmi pada 28 September 2018.

Bila merujuk pada kelaziman, Rizieq seharusnya sudah dideportasi alias diusir keluar dari Arab. Namun Dubes Agus mengungkapkan praktik berbeda di negara itu.

Pemerintah Arab Saudi biasanya akan mencari tahu apakah seseorang yang overstay juga memiliki pelanggaran hukum lain. Misalnya tilang lalu lintas, kriminalitas, atau ujaran kebencian, terorisme, dan sebagainya.

Bila ada pelanggaran berat, maka deportasi baru bisa dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani hukuman lebih dulu di Arab. Bila sebaliknya, ia akan ditahan di ruang isolasi imigrasi sambil menunggu proses deportasi yang durasinya bisa satu tahun.

"Bentuk deportasi bisa dengan beberapa bentuk punishment seperti larangan memasuki Saudi 5-10 tahun. Bahkan, ada skema pelarangan memasuki Saudi seumur hidup," imbuh Dubes Agus.

Di sisi lain; anggota Tim Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Damai Hari Lubis, membantah bahwa sang Imam Besar mereka diperiksa penegak hukum Arab. Namun, bantahan diberikan karena GNPF tak pernah menerima beritanya.

"Kami selaku tim pengacara Imam Besar Habib Rizieq Shihab selaku anggota GNPF Ulama menyampaikan berita bahwa kami tidak pernah tahu atau dengar tentang diperiksanya HRS oleh pihak penegak hukum negara Saudi," jelas Dumai dalam keterangan tertulis yang dilansir Okezone, Rabu (7/11).

Damai menegaskan Rizieq sedang mengurus pencabutan cekal sementara dirinya dari Arab. Maklum, Rizieq ingin mengurus sekolah di Malaysia.

"Karena beliau tetap ingin ke Malaysia untuk pertahankan disertasi gelar doktornya di sebuah perguruan tinggi di negeri jiran tersebut dan lanjut berkeinginan pulang ke tanah air," tukas Damai.

Soal kepulangan Rizieq ke Indonesia, ini satu isu yang tak pernah usai. Berkali-kali disebut, berulang kali pula Rizieq batal pulang dengan aneka alasan.
Rizieq diperiksa polisi Arab Saudi, kasusnya belum diketahui


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...elum-diketahui

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Rizieq diperiksa polisi Arab Saudi, kasusnya belum diketahui Anna Sophanah mundur, dinasti politik Indramayu runtuh

- Rizieq diperiksa polisi Arab Saudi, kasusnya belum diketahui Harga makanan dan minuman akan naik meski konsumsi lesu

- Rizieq diperiksa polisi Arab Saudi, kasusnya belum diketahui Nurhadi kembali ke pusaran kasus Eddy Sindoro



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di