alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Terus Menguat, Rupiah Sempat Sentuh 14.695 per Dolar AS
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be290789252338f5c8b457e/terus-menguat-rupiah-sempat-sentuh-14695-per-dolar-as

Terus Menguat, Rupiah Sempat Sentuh 14.695 per Dolar AS

Terus Menguat, Rupiah Sempat Sentuh 14.695 per Dolar AS

Oleh Arthur Gideon pada 07 Nov 2018, 11:57 WIB


Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak menguat pada perdagangan Rabu ini. Data ekonomi yang positif mendorong penguatan rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu (7/11/2018), rupiah dibuka di level 14.782 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang di angka 14.804 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah sempat menyentuh level 14.695 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.695 per dolar AS hingga 14.805 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 8,83 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.764 per dolar AS. Patokan pada hari ini menguat jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.891 per dolar AS.


Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova mengatakan, nilai tukar rupiah kembali mengalami apresiasi didukung keyakinan pasar terhadap data cadangan devisa Indonesia.


"Pasar menanti data posisi cadangan devisa Indonesia hari ini, diproyeksikan masih cukup tinggi dan memadai menjaga stabilitas makroekonomi nasional," katanya dikutip dari Antara.

Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2018 masih cukup tinggi sebesar USD 114,8 miliar, meski lebih rendah dibandingkan dengan USD 117,9 miliar pada akhir Agustus 2018.

Ia menambahkan penguatan rupiah juga didukung oleh lelang surat utang pemerintah serta kembali masuknya investor asing ke pasar saham domestik.

Selain itu, lanjut dia, data Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2018 yang tumbuh 4,8 persen (yoy) mengindikasikan kinerja penjualan eceran tetap optimistis.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan, tren penjualan ritel sudah menunjukkan kenaikan yang lebih konsisten dan telah melewati titik terendahnya pada 2017.


"Penjualan ritel yang dalam tren naik ini menjadi indikasi membaiknya konsumsi rumah tangga," katanya.

Faisal Basri: Efek Penguatan Rupiah Belum Terasa


Petugas bank menghitung uang dollar AS di Jakarta, Jumat (20/10). Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih belum beranjak dari level Rp 13.500-an per USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonom, Faisal Basri, menilai efek penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum begitu signifikan. Meski begitu, ia mengatakan kondisi fundamental perekonomian RI memang terbilang stabil pada saat ini.

"Belum begitu terasa efek penurunan nilai tukar. Kita lihat nanti kecenderungan pada November-Desember. Minggu depan keluar data neraca pembayaranya Bank Indonesia (BI). Itu baru klop nanti bisa dilihat," tutur dia di Menteng, Jakarta Pusat (6/11/2018). 


"Tapi fundamental (perekonomian) relatif bagus kalau kita lihat beberapa  indikator membaik tidak seburuk yang saya bayangkan ya pertumbuhannya," ia menambahkan.

Ia pun berharap momentum ini dapat dijaga baik oleh pemerintah ke depannya. Termasuk dalam hal ini menjaga kondisi ketidakpastian global dalam rentang yang masih terukur bagi Indonesia.

"Kalau momentumnya bisa dijaga ya bagus, tapi catatannya cukup banyak ya. Oleh sebab itu jangan ada blunder yang buat asing itu jadi ingin jual surat utang negara (SUN)," ujar dia.

"Blunder itu seperti ketidakpastian, instabilitas, mereka enggak suka ini. SUN dalam rupiah itu 37 persen dimiliki asing, kalau asingnya jual-jual terus maka celaka kita," tambah dia.


https://m.liputan6.com/bisnis/read/3...adline_click_3

Halaman 1 dari 2
tenang.....
bukan karena jokowi.....
ST-002 membantu banget nih. Asik2. >8% coy return annualnya. emoticon-Ngakak (S)
lanjutkan gan..
saya bth dollar sampai 14.200 kalau bisa sampai pertengahan november ini..
baguslah kalau begitu
alhamdulillah
semoga trendnya terus menguat
emoticon-Ngakak dolar melemah cepat banyak yang kolaps
Menguat terlalu cepat juga sama
Lah enak piye toh emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
mudah"an bisa sampe 7rb/dollar
serius udah 14600 an cepet banget turunnya kemarin naiknya cepet juga emoticon-Big Grin
Diubah oleh zero099
Bentar nasbung lagi mikir mau komen apa..
Dollar turun sih bgs
Skg daya beli kapan meroket?

emoticon-Traveller
Balasan post zero099
Quote:


hot money ya gitu, ini pararel si, Demokrat keliatan bakal menang di pemilu sela, minyak ambles harganya. the fed masih nunggu data akhir tahun, ntar goncang lagi awal tahun..emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Om Telolet Om!
Balasan post afindotnet
Emang pada bisa mikir?
Quote:


Lagi2 kabar buruk until nasbungtaik keparat

emoticon-Ngakak (S)
Quote:


daya beli itu tolok ukurnya inflasi..... Lah inflasi tahun ini termasuk bagus kok....
Ente salah tafsir soal roket nih..... emoticon-Big Grin
Quote:


tren baik minimal sampai pemilu lah.....
Kalo sblm pemilu kena goncangan lagi ya bisa jadi angin buat wowo.....
Quote:


jangan gan.... ntar bakso jadi 2000 semangkok, kasian penjual baksonya...
Balasan post tengkorakmonyet
Quote:


nasbungbangsad pengkhianat negara. Kabar buruk buat negara ini menjadi kabar baik bagi mereka emoticon-Najis
Balasan post angopmaksimal
Quote:


gk ada masalah mas gan .. kan harga pokok juga akan turun harganya
Bukannya Dolar naik turun gak ngaruh kata nastaik.


Quote:


Ane kaga nafsir secara itung2an diatas kertas
Secara dilapangan lg emg lesu bre
Pada prinsipnya itungan diatas kertas ama fakta lapangan sering berbeda dan yg terjadi skg emg berbeda

Jadi skg dollar turun sih bgs, sisa daya beli nya yg blm meroket

Diharapkan meroket secepatnya

emoticon-Traveller
Yg penting stabil
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di