alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat Sudah Buta Hati, Impor Jagung 100 Ribu Ton Sangat Kecil
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be25ee19478688d058b456e/pengamat-sudah-buta-hati-impor-jagung-100-ribu-ton-sangat-kecil

Pengamat Sudah Buta Hati, Impor Jagung 100 Ribu Ton Sangat Kecil

Pengamat Sudah Buta HatI, Impor Jagung 100 Ribu Ton Sangat Kecil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) meyakinkan poduksi jagung dalam negeri sangat aman.

Adapun berita terkait impor sebesar 100 ribu ton tersebut merupakan jumlah yang sangat kecil dan tidak terkait dengan asumsi bila produksi jagung nasional kita mengalami kekurangan pasokan.

Pengamat yang mempersoalkan impor yang sangat kecil itu, padahal Indonesia telah surplus dan malah sudah mengekspor ratusan ribu ton jagung ke berbagai negara sebenarnya telah ‘buta hati’ dan sangat picik dalam memahami persoalan yang ada

Rilis dari Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian menyebut saat ini Indonesia tengah mengalami surplus jagung dan bahkan telah mengekspor jagung ke berbagai negara.

Impor jagung sebenarnya tak perlu mengingat jumlahnya yang sangat sedikit (100.000 ton) dibanding dengan jumlah ekspor yang sudah dilakukan.

Itu pun, impor ini bukanlah terkait masalah produksi, namun lebih karena persoalan tata distribusi jagung yang tidak merata.

Ada daerah yang sangat melimpah dan ada daerah yang kekurangan pasokan.

Terkait masalah distribusi yang tak merata inilah kebijakan impor terpaksa diambil.

Namun mengapa Kementan selalu menjadi sasaran kritik? Karena para pengamat biasanya hanya melihat persoalan ini dengan sangat sederhana dan memakai logika kausalitas dangkal.

Asumsinya, bila Indonesia impor, maka jumlah produksi pangan kita pasti mengalami defisit. Padahal asumsi ini sangat artifisial mengingat dalam sistem pangan nasional kita, di samping ada produksi, ada distribusi, ada pasar dan lain-lain.

Terkait produksi jagung, Data Badan Pusat Statistik (BPS) sudah memberi keterangan resminya. BPS menyimpulkan produksi dan pasokan jagung tahun 2018 sudah surplus sebesar 12 juta ton PK.

Selama 3 tahun ini Indonesia sudah menstop impor jagung yang biasanya 3,5 juta ton pertahun, bahkan ditahun 2018 saja, sampai bulan Oktober, Indonesia sudah mengekspor 370 ribu ton jagung ke negara tetangga.

Perhitungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyimpulkan realisasi luas tanam bulan Juni-September 2018 mencapai seluas 1.318.284 hektare, dengan perkiraan panen bulan September-Desember seluas 1.263.170 hektare. Dari perhitungan tersebut, diprakirakan produksi yang dihasilkan sebesar 7,18 juta ton PK.

Dari sisi konsumsi, diperkirakan pada bulan tersebut kebutuhannya mencapai 5,13 juta ton pipilan kering (PK) yang terdiri untuk konsumsi langsung, industri pakan, peternak layer, industri pangan lainnya dan produksi benih.

Artinya masih ada surplus 2,05 juta ton PK di periode bulan September-Desember. Kondisi tersebut menunjukkan suplai jagung dalqm negeri akan tetap aman sampai akhir tahun.

Pemantauan Kementerian Pertanian di lapangan posisi panen besar sudah mulai terjadi di berbagai daerah antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Barat dan Gorontalo.

Bahkan, survey bersama tim satgas pangan dengan tim Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan pada awal September menunjukkan panen sudah mulai terjadi besar-besaran di Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto. Total produksi September di Sulsel mencapai 87.000 ton.

Sedangkan di Jawa Timur Oktober-November panen jagung mencapai berturut turut 79.000 ha dan 111.000 ha. Total produksi Jawa Timur di dua bulan ke depan diperkirakan akan mencapai 320 ribu ton dan 699.000 ton.

Sebenarnya panen dan produksi jagung berlangsung sepanjang tahun. Siklus tahunan produksi jagung menunjukkan bahwa puncak panen utama terjadi pada bulan Februari-April, puncak panen ke dua pada Juli-Agustus dan puncak panen ke tiga pada Oktober-Desember awal.

“Pemantauan tim dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menunjukkan panen jagung akan meluas lagi pada bulan Oktober hingga awal Desember. Periode ini merupakan puncak panen ke 3 dalam tahun ini. Pengamatan Kementan selama ini juga menggunakan drone sehingga benar-benar dapat terpetakan secara utuh sebaran luas pertanaman jagung.

Besarnya produksi jagung ini juga didorong oleh pengalokasian 2,8 juta hektare benih jagung premium telah. Sampai Bulan Agustus pertanaman jagung sudah mencapai 3,02 juta hektare, dimana 16,61% diantaranya adalah program bantuan Kementan.

Kekeringan yang terjadi saat ini juga tidak menjadi kendala pada pertanaman jagung, karena konsentrasi penanaman saat ini pada lahan-lahan bekas sawah yang masih memiliki kelembaban cukup untuk ditanam jagung.

Menjembatani Disparitas Harga
Harga jagung di lapangan juga tidak sebesar yang banyak diberitakan. Berdasarkan informasi dari Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) Gatut Sumbogodjati, pada Bulan ini harga jagung hanya sekitar Rp3.691 bahkan 3 bulan yang lalu harga jagung sempat turun di Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara hingga Rp2.887.

Harga jagung yang dinilai meningkat di akhir-akhir ini dinilai bukan karena kekurangan stok. Karena dari harga di tingkat petani tersebut, ditambahkan dengan biaya processing dan penyusutan bobot akibat pengeringan sebesar 15 persen maka harga jagung di pengguna akhir tidak lebih dari Rp 4.250 per kg. Hal ini menunjukkan disparitas harga di petani dan di industri yang menjadi indikasi diperlukannya pembenahan rantai pasok jagung.

Jadi, persoalan jagung bukan hanya masalah produksi. Kenapa pada saat harga tinggi banyak yang komplain masalah produksi. Padahal jelas-jelas data menunjukkan produksi kita surplus. Harus dugarisbawahi persoalan konektivitas sentra produksi ke pengguna jagung yang memusat di beberapa provinsi saja.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan berinisiatif menyediakan 1.000 alat pengering (dryer) untuk pengolahan pascapanen, agar jagung bisa disimpan dan ditransportasikan dengan baik sehingga bisa meminimalisir terjadinya disparitas harga. Di Indonesia kapasitas pengeringan industri pakan masih rendah karena sebagian masih belum memiliki dryer atau ruang penyimpanan yang cukup besar.

Kementerian Pertanian akan senantiasa membantu industri pakan atau pengguna lainnya yang kesulitan mencari jagung. Pengguna yang kesulitan mendapatkan jagung dapat langsung berkomunikasi dengan Direktorat Serealia Kementan. Dalam jangka panjang, Kementan menyatakan siap mendampingi terbentuknya kemitraan Business to Business antara industri pakan dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sehingga industri mendapat jagung sesuai spesifikasi yang diinginkan dan pasokan jagungnya terjamin.

http://m.tribunnews.com/amp/nasional/2018/11/03/pengamat-sudah-buta-hati-impor-jagung-100-ribu-ton-sangat-kecil

100 ribu sangat kecil?
Surplus jagung tapi kok malah impor?
Gini nih kalo pake logika lakalaw kalaw kata sontoloyo
emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Salam Kubilai Khan van Tjahaja Asia
emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2
parah masih impor aja, ckckckck emoticon-Embarrassment

ane mau joget lakawala lakawala dulu emoticon-Embarrassment

Pengamat Sudah Buta Hati, Impor Jagung 100 Ribu Ton Sangat Kecil

Pengamat Sudah Buta Hati, Impor Jagung 100 Ribu Ton Sangat Kecil
Diubah oleh nenen.binal
Prabowo presiden indonesia anti impor...
Pilih Prabowo Subianto-Sandiago S.Uno
jadi yang surplus itu jagung konsumsi atau jagung pakan ternak?
jadi yang imfort itu jagung konsumsi atau jagung fakan ternak?
atau yang fenting judulnya jagung aza, asal imfor dan surplus serang........................... emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
yg gw bingung....... klo import gede2 gitu brarti kan ada konsumer nya..... ga mungkin kan pengusaha import tp cuman dijadiin sampah
ya begitulah, yg ngaku pinter pun skrg dah pada tolol, apalagi sekelas cebong lulusan SD

pertamina rugi triliunan, PLN rugi 18 triliun, BPJS rugi 7 triliun, ekonomi susah, demokrasi hukum menurun
masih aja mau dibodohi buzzer, puja2 si roket plonga plongo ngebully org2 yg waras
Quote:


bego lo
beras dan jagung di import supaya petaninya rugi dan ga bisa nyicil hutang bank
akhirnya tanah di sita trus di jual ke aseng
baru tahun ini kementan dikoreksi cara penghitungan kapasitas produksi nasional oleh BPS dengan menggunakan citra satelit. semoga saja ini awal dari perbaikan kebijakan impor atau tidaknya bahan pangan dengan data yang lebih benar.
pemerataan bahan pangan tentu terkait dengan infrastruktur yang dibutuhkan jadi silahkan dicek apakah infrastruktur itu sudah ada atau belum?
yang selalu nyinyir jalan tol silahkan cek lagi selain jalan tol apakah sudah memadai untuk mempermudah distribusi tersebut.
siapapun nanti yg akan memerintah tentunya sudah mendapat keuntungan awal infrastruktur yg sudah dibangun selama ini.
Balasan post cebi.diehard
Quote:


Jadi maksud loe jaman SBY yang tiap tahun impor jagung jutaan ton itu biar bisa jual tanah petani ke aseng ?
Kok para petani 10 tahun digituin SBY malah produksi beras dan jagung nasional malah naik di jaman kowi ?
harus dibenahi tata kelola produksinya
biar melimpahnya bisa merata
Quote:


yg licik cuma junjungan lo. radikal utang
Balasan post cebi.diehard
Quote:


lu yg tolol cuman mengkedapankan fitnah doank........ otak kopong ya ga bisa berfikir kritis?
Diubah oleh scorpion14
Ya emg ga sesederhana itu, impor itu karena bukan kekurangan aja, bayak faktornya .
NTAHLAH bener atau nggak..

tapi yang pasti dukung jenderal kardus, tukang hina, culik, haus kuasa, sebar hoax munafik bawa2 agama..


ohh tidakk.... hancur ini negara.
Quote:


justru gue yg kritis
lo mah typikal jilat jokok saja gih
Quote:


cawapres syariah
pengacara hatei
lo nastak mau bikin negara ini kaya suriah?
Balasan post TraderBT
Quote:


btw agan lulusan apa?

kok bisa sampe ga bisa ngerti laporan kerugian perusahaan.....
Balasan post cebi.diehard
Quote:


cawapres NU kok... NKRI dong. N gamapang, bisa diatur ama jokowi tuh orang kok.

Yusril tuh ahli hukum tata negara... yg udh paham hukum2 pasti udh tau sistem mana yg lebih baik. mau jd pengacara HTI tuh cuma sekedar cari panggung aja.

lu nasbung goblok mana ngerti ginian, liat kulit luar langsung judge, tolol


Quote:


hatei berjaya di tangan ucil
Balasan post cebi.diehard
Quote:


dulu dipuja skrg dibenci....


nasbung goblok kaya lu mana paham... emoticon-Ngakak
Balasan post cebi.diehard
Quote:


Fitnah dibantah ga bisa jawab balik akhirnya jadi bego seperti diatas deh.
jadi intinya di satu hal DISTRIBUSI. dan cara memperbaikinya ya KEBUT INFRASTRUKTUR. dah itu aja sih point utamanya. emoticon-Ngacir Tubrukan
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di