alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be1f591de2cf2482d8b4592/ada-hantu-di-sekolah

Ada Hantu Di Sekolah

Spoiler for berawal dari pemaksaan eyangku untuk masuk kesebuah sekolah yg tak kuinginkan. merupakan sebuah sekolah terbaik di yogyakarta namun sangat horor dari pandanganku. bertemu dengan hal hal baru juga teman baru. begitu juga dengan cinta pertama yg memiliki sebuah kemampuan yg sama. untuk pertama kalinya aku berpikir ulang. ini bukan sebuah kutukan. tapi hal wajar yg harus kucoba untuk bs menerimanya. ini adalah awal untukku bangkit dan melawan semua hal dari masa kecil yg sangat menyiksa.:


Part 1 🍁pertemuan pertama🍁

Tahun ini aku sudah lulus smp. harus siap siap buat milih sekolah SMA yg akan jadi tempat selama 3 tahun kedepan untuk menimba ilmu. eyangku punya andil besar dalam nentuin setiap langkah besar hidupku. karena memang dr kecil aku sudah diminta dari ibuku oleh eyang.

" anak ini kalo ga dididik bener bener bakal mawut" itu ucapan eyang pada ibuku saat aku umur 7 tahun.

entah knp aku masih bisa mengingatnya. padahal ak masih kecil waktu itu. disamping karena kedua ortuku sibuk kerja, ada alasan lain kenapa ibuku menyerahkan sepenuhnya soal tumbuh kembang dan belajarku pada eyang. karena ibuku takut dan merasa ngeri padaku.

aku sering seperti bermain dengan seseorang, juga sering terlihat bicara sendiri. karena itu eyang adalah kakek sekaligus guru bagiku. apapun juga beliau yg menentukan. termasuk pilihan sekolah SMA.

" udah to nduk.. nuruttt.. diatur kok angel ". begitulah kata kata beliau jika aku udah mulai melawan. aku tahun ini akan masuk sekolah SMA didaerah pakuncen. selain deket dengan rumah. SMA itu merupakan SMA turun temurun sekeluarga. dulu ibuku juga sekolah disana, ayahku juga. aku ga suka dengan SMA itu.. karena selain horor ,cara masuknya dan nilai penentunya bagiku juga horor.. alias susah minta ampun. banyak saingan.

aku bosan bila harus sekolah disekitaran rumah. pengenku yg agak jauh biar ga jenuh. tp apa daya ga bs aku menolak keinginan eyangku. beruntung aku punya sahabat dr kecil. retno namanya. kemana mana selalu berdua. sudah seperti saudara. kami dari latar belakang berbeda. dia anak orang berada. kalo aku sederhana saja.

orang tua retno sangat baik padaku. retno sering tidur dirumahku. dan dia juga mengikut kemanapun aku sekolah SMA. padahal rencananya dia mau dibawa keluar negeri. tapi ga jadi karena dia ngebet pengen satu sekolah denganku.

retno selalu diantar sopirnya bila kesekolah. dan dia selalu menjemputku. padahal jarak dr sekolahku dan rumah juga deket. saat mengikuti ospek atau sering disebut gvt (yg selalu isinya tugas tugas dan tugas) retno clingukan kayak bingung.

" lenn.. krasa pipis nih.. toilet dmn yaa ?" tanyanya sambil menyilangkan kakinya nahan kencing. aku juga clingukan nyari. kulihat ada seorang cewek berdiri diam membelakangiku. saat mau kusapa dia udah ngasih petunjuk arah ke toilet.

"toilleett ...". ucapnya datar dengan badan masih membelakangiku dan tangannya menunjuk arah ke toilet.

" itu ret.. kearah sana toilet". kataku spontan.

buruan retno pergi dan kuikuti dibelakangnya. saat aku menoleh ' deg' kaget aku melihat wajahnya pucat.. seragam sekolahnya juga aneh.. kusam sekali. badge disakunya juga beda. seperti bukan siswi seangkatanku.

" lenn ayooo.. dah ga tahan ini". teriak retno melihatku berdiri bengong debelakangnya. saat aku menoleh lagi dia sudah gak ada. setelah ospek selesai kamipun mengikuti tahun ajaran baru di SMA.

pagi ini aku berdoa didepan gerbang sekolah agar lancar mengikuti pelajaran. tiba tiba ' brukkk'....

pagi ini aku berdoa digerbang sekolah biar lancar mengikuti pelajaran. tiba tiba 'brukkk' ada seseorang menabrakku dr belakang. aku terjatuh. buku buku yg kupegang juga jatuh tercecer. tanganku lecet . aku bangun dan berdiri didepannya. aku lihat dia dengan alis mengkerut. tingginya sekitar 175 cm jd aku harus mendongakkan kepalaku.

" aku berdiri disini masa ga keliatan? ". tanyaku padanya dengan agak emosi. dia diam.. dan kemudian tersenyum samar.

" la km lagian ngapain berdiri didepan gerbang kayak tadi ?". dia malah balik tanya sama aku. kurang ajar bener nih cowok. saat aku mau marah lagi aku tertegun melihat yg disampingnya. seperti seseorang. tp tinggi besar. walahh damai ajalah drpd aku ntar kenapa napa. cowok ini punya seorang 'penjaga'.

dia sepertinya menyadari perubahan wajahku. lalu kulihat sepertinya dia gugup.

" knp? liat apa km? " . dia memancingku untuk bilang. dia tahu aku juga melihatnya.

" nggakkk, ga liat apa apa kok. yaudahlah !". dia yg nabrak tp ga minta maaf. kelaut aja lah cowok kayak gini ni.

" jadi aku harus minta maaf? ". tanyanya tiba tiba.

'deg' gila ini anak.. padahal aku ga ngomong tp dia tau.

" aku..., aku ga nyuruh km harus gt". jawabku menahan gugup.

" loo kayaknya barusan km bilang... ". dia ga nerusin kalimatnya. kami saling tatap. auranya lain. dia sekarang malu, takut ketahuan, dan jengkel jadi satu.

tiba tiba ada cowok lain datang mendekati kami.

" kenapa ga? ini siapa? ". tanya nya langsung sambil senyum.

kulihat 2 cowok ini. kuperhatikan. mereka ini apa kakak adik yaa kok mirip. wahh dikeroyok nih.

" ga sengaja td nabrak dia, la dia berdiri didepan gerbang". katanya datar. seakan aku yg salah.

" aku tadi berdoa". jawabku singkat. spontan cowok yg nabrak td ketawa. tp tidak dengan yg satunya.

" maafin temenku yaa, aku arif". ujarnya sambil mengulurkan tangan.

" ellen" . kataku menyambut tangannya berjabat tangan. " gpp kok santai aja". jawabku kemudian sambil melihat judes ke cowok yg satunya.

" ooo iyaa len.., kenalin ini temenku,arga". sambil menyenggol cowok yg tadi tak tau diri.

" males!". aku melihat sinis pada arga dan kemudian pergi. dia tertegun melihatku. aku harus hati hati sama tuh cowok. kayaknya ga baik. kesekolah knp mesti bawa bawa mahkluk begituan. aku melihat kebelakang. dia terus memperhatikanku sambil memegang buku ditangannya. aku harap dia tak berlaku aneh aneh padaku. duwh..br aja sekolah sudah punya musuh satu.

ruang kelas tempatku belajar tergolong cukup nyaman. dengan jendela yg agak tinggi. dan didominasi cat warna hijau dan abu abu. aku mengusapkan tisu dikedua telapak tanganku yg terluka. duwh gini ni ntar susah pegang alat tulisnya gimana. sial bener seh ketemu tu cowok.

wali kelas berdiri didepan memberikan perkenalan singkat. saat kulihat. ada seseorang seperti berdiri di pojok kelas. selalu menunduk ke bawah. karena itu aku mending tak memperhatikan depan aja.

" eh len.. tangan km knp? ". tanya retno yg duduk dibelakangku persis. Saat itu satu siswa satu meja.( kalo sekarang udah ga tau gmn posisi duduknya. )

" diseruduk banteng". ucapku bercanda.. sambil terus ngelap darah yg keluar sedikit.

Ya Allah.. dengan jelas sekali sosok yg tadi dipojok kelas, sekarang berdiri di sebelah kiri bangkuku. mungkin ak tak memperhatikan guru didepan jd ditegur sama penunggunya. perlahan kuletakkan tangan kiriku dimeja dengan posisi terbuka. dan kuberusaha memperhatikan guru didepan kelas.

gugup dan gemeter. itu yg dulu ak rasain. tiba tiba terasa tanganku seperti diendus. dan benar saja ketika kulihat sosok itu membungkukkan badannya mendekati tanganku yg masih merembeskan darah sedikit. kuperhatikan badge bajunya ga ada. namun ada tulisan seperti sablon atau cap AMS.

" ret.., retno, ke UKS yuk temenin". bisikku lirih sambil agak menoleh kebelakang. tapi retno ha he ha he aja karena bicaraku ga jelas.

Part 2 🍁Seperti Magnet🍁

Sekarang yg berdiri disamping kananku lebih serem lagi. wali kelas yg dr tadi ngomong didepan tiba tiba udah dideketku.

" nama km sp? knp dr tadi saya perhatikan sepertinya km sibuk" tegurnya..

" ellen bu, maav bu tangan saya sakit." ucapku sopan sambil menunjukkan tanganku yg lecet lecet. lega ada wali kelas disampingku. karena kulihat sosok tadi menjauh dan berdiri lagi di pojok deket meja guru.

" yaudah km ke UKS sana, hbs itu langsung balik lagi ke kelas ya". wali kelas mengijinkan aku ke UKS. beliau langsung kembali ke meja. saat mau duduk kursi ditarik sosok itu kebelakang. dan wali kelasku terjatuh. sontak seisi kelas ketawa cekikikan.

yg duduk didepan langsung membantu berdiri. banyak dr temen temen yg melihat kursi itu bergerak sendiri. berita ini sampai menyebar ke satu sekolah. hingga aku lulus juga ruang kelasku itu masih horor.

itulah knp aku gamau sekolah disini, beneran horor. tapi eyang sepertinya sengaja ngotot aku sekolah disini. udah tradisi itu kalo keluarga kita sekolahnya yaa disitu. eyang dulu juga sekolah disitu.

sekolahku ini ternyata udah ada sejak jaman belanda dulu. jd bisa dibayangkan bangunan disini sudah sangat tua bagiku. tepatnya sekitar 13 tahun setelah kemerdekaan RI berdirinya. itupun kata eyangku.

aku ijin keluar ke UKS. saat mau keluar kelas kulihat sosok itu seperti mendekati mau ikut. kubacakan ayat kursi. lalu dia menjauh. sampai aku nyari ruang UKS juga mulutku komat kamit baca ayat Kursi terus.

setelah muter muter akhirnya ketemu juga. di UKS aku dilayani dengan sangat baik sekali. tadi juga gurunya negurnya enak, petugas di UKS juga baik. jadi lumayan betah.

saat kembali dr UKS ketemu cowok yg tadi nabrak. dia memperhatikan gedung sebelah. memang ada gedung yg berdiri deket sekolahku. gedungnya sama persis. cuma bangunan itu energinya negatif. banyak yg ga beres di gedung itu. dari eyang juga kutahu kalo sekolahku dan gedung sebelah itu aslinya memang gedung kembar.

'ihhh ngapain ni cowok jam segini ga masuk kelas, mana harus melewati dia lagi kalo mau balik. aku melangkah cuek.

" hei kamu!". dia memanggilku. dia melihat tanganku yg td lecet ketutup kasa dan plester. "mmm .. maaf ya yg tadi pagi". ucapnya membuat perasaanku yg tadinya benci jd berubah agak positif kedia. aku ga menjawab hanya tersenyum.

'haaaaaahhhhggrr'.. terdengar ada suara seperti itu. aku dan arga saling pandang.  dia juga denger. dan aku yakin dia jg ngerti aku denger.

" km denger gak itu td?". tanyanya spontan padaku .

" iyaa.. kayaknya dr gedung sebelah". ucapku sambil meelihat ke arah gedung.
lalu melihat sebelahnya berdiri sosok penjaga yg td pagi kulihat di gerbang sekolah. ingin bertanya tp aku baru mengenalnya. kuurungkan niatku.

" len... kok lama banget, dicariin bu guru tuh". retno menyusulku karena terlalu lama aku pergi dan takut aku kenapa napa.

" iyaa.. ini juga mau balik kelas kok" aku melangkah pergi darinya.

" ellen!". panggilnya, " ini rahasia kita ya".

" rahasia kitaaa? sapa tu len? " . tanya retno keheranan

" banteng, udah yukkk ke kelas" . kataku cuek.

" banteng???? maksudnya apa?". tanya retno masih belom paham. kutarik tangannya dan kurangkul menuju kelas. inilah sukanya aku sama retno.. dia itu kepo tapi otak susah nyambung.

***

kemudian proses belajar mengajar lancar tak ada halangan apapun. hingga pada suatu saat ada kejadian aneh disekolah. kalo ga salah hari rabu. dikelasku ada yg namanya iqbal. terkenal nakal karena dulu saat smp dia pimpinan geng yg suka tawuran. sekarang sudah taubat dan masuk SMA ini. dia dibimbing oleh kakak kelas dan guru.

inilah kerennya sekolah ini. ada 2 golongan yg mengincar masuk kesini. satunya pelajar smp idaman yg yg anti tawuran yg kedua pelajar yg ingin taubat dr kegiatan genk sekolah kayak si iqbal.

meski udah taubat kadang si iqbal ini dikelas agak berbuat anarkis. pernah dia menginjak injak kursi guru di pojok kelas yg ada penunggunya.. juga diludahin.

" bal.. jangan disitu deh.. bahaya. bersihin gi". aku menyuruhnya membersihkan bangku yg udah diinjak dan diludahin sama dia. temen temen cm liat doank karena memang kebanyakan masih takut secara dia pimpinan geng smp terkenal dijogja.

" km emang siapa nyuruh nyuruh aku begitu, km ga tau sih tu guru sensi sama aku. hanya karena dulu aku suka tawuran tiap hari nyindirnya soal tawuran. sakitt tau nggak". dia malah ngomel . dan meludahi bangku itu lagi. kulihat dengan jelas sosok dipojok kelas itu memandang iqbal.

retno menarik tanganku dan menjauhi iqbal. belom berapa detik kami keluar tiba tiba terdengar jeritan dari dalam kelas dan teman teman berlari keluar.

" iqbal kerasukan tuh.. iqbal kerasukan". kudengar salah seorang teman berkata sambil lari keluar. aku masuk lagi ke dalam kelas. Masya Allah.. kulihat tubuhnya tertekuk kebelakang. dengan air liur yg merembes keluar banyak dr mulutnya.

sesekali dia membenturkan diri ke dinding. aku tak berani mendekat. hanya kubacakan ayat ayat alquran tp ga ngefek.harus dipegang ini tp gimana caranya tenaganya pasti gede.  dia malah menatap tajam dengan tubuh tertekuk seperti kayang.

saat dia mau menuju kearahku dengan cepat aku hanya berdiri diam. dari arah belakang muncul arif dan arga memeganginya. kemudian disusul temen temen cowok lainnya.

namun belum ada beberapa saat temenku yg membantu megangin iqbal bertingkah aneh. dia berteriak, melotot, dan tubuhnya kaku. temen temen datang lagi menolongnya.

" Audzubillahi min kulli syarrisyaithaani wa minkulli mariidussyaithaan bismillahirrahmanirrahim ". kubaca pelan doa itu biar aku ga kerasukan juga. arga melihatku heran. dia juga melafalkan doa yg sama.

arga melantunkan azan di telinga iqbal. kelua cairan putih berbusa dr mulut iqbal. lalu dia kejang sekitar 1 menit. lidahnya tergigit. darah segar keluar dari mulutnya. semua panik kecuali aku dan arga. harus fokus , kasian iqbal ntar kalo semua panik.

" len.., " belom arga nyelesaiin kalimatnya aku tau yg dia maksud. aku pegang kepala iqbal. arga senyum. lau dia memegang tangan kanan iqbal yg menggemgam keras. yg laine megang kaki , tangan kiri dan badan iqbal. tenaganya sangat kuat sekali.

' krekkkk' terdengar seperti tulang patah. kami semua saling pandang. tak ada yg kesakitan diantara kami. jangan jangan iqbal ini . ga da waktu lagi. arga membaca surat Al-Fatihah, ayat kursi, 2 ayat teakhir surah Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas ditelinga iqbal.

ni anak siapa sih.. bisa bisane dia ngerti ayat ruqyah. bukan cowok jahat berarti. lamunanku buyar. iqbal teriak namun bukan seperti suaranya. lalu tenaganya mulai melemah dan akhirnya dia diam. kulihat posisi tangan kiri iqbal aneh.

setelah sadar segera kita kasih minum namun dia tetep terbaring dilantai. saat mau duduk dia teriak kesakitan dan memegang pergelangan tangan kirinya. yang lain mundur teratur. hanya aku dan arga yg mendekati. sepertinya sudah ga kerasukan lg. para guru datang lalu membawa iqbal ke rumah sakit.

tulang di pergelangan tangannya patah. dia harus dioperasi. setelah itu iqbal 2 minggu tidak masuk sekolah. kami sempat menjenguknya. dia gak banyak ngomong. cuma kata ibunya dia sering dihantui sama sosok cewek pakai seragam sekolah jaman dulu.

pak zamroni kepala sekolah waktu itu langsung mengadakan pengajian dan sekaligus 'mageri'.. la wong penunggunya didalam.. dipageri kayak apa juga berulang. tp setidaknya yg digedung sebelah ga main main ke sekolahku.

siang ini laper sekali. saat bel istirahat aku ke kantin bersama temen temen. ada retno, astri fuad sama lukman. nah astri ini anggota dr ekstrakurikuler (sienom) jurnalistik ntah apa namanya aku lupa. dia berencana mau wawancara aku sm arga yg kmrin ikut nangani iqbal dan kenapa dia bisa kesurupan.

" kayaknya km wawancara si iqbal sendiri aja deh as, aku ga tau apa apa". kataku berbohong biar si astri ga nerusin niatnya.

" waduhh mana aku berani len. kamu yo ngerti dewe to iqbal tuh serem. takuttt". jawabnya sambil bergidik.

" pada ngomongin aku ya?". tanya iqbal tiba tiba. mau bilang nggak dia udah denger. astri mengkerut ngeliat iqbal udah berdiri dibelakangnya. semua terdiam. termasuk aku.

satu persatu pada ngacir ntah ada aja alesannya. iqbal hanya diam dan melihat mereka pergi. mampus ini jangan jangan marahnya ke aku.

" len..bisa ngomong bentar gak?" . tanyanya padaku. " tapi berdua aja".

retno yg merasa menggangu langsung ngacir sambil bilang dia mau ke perpus. iqbal langsung duduk didepanku. kulanjutkan makanku sambil dengerin dia ngomong.

" kemarin saat km bilang ke aku buat ngebersihin bangkunya, karena km liat sesuatu ya? ". tanyanya serius. wajah sangarnya keliatan kalo ga ada ekspresi gt.

" iyaa!". jawabku seadanya.

iqbal kayak mau nangis karena ketakutan. kulirik kanan kiri untung sepi. hanya ada beberapa kakak tingkat di pojok.

" heh jangan nangis.. masa mantan pimpinan geng nangis". kuolok dia agar tak nangis dikantin. bisa berabe urusannya klo kliatan yg lain. pasti aku ditanya tanyain kayak si astri td kepo banget.

" bukan gt len.. aku brani aja kalo berantem. lawan 5 orang juga aku brani. tapi ini masalahnya hantu len, knp sih km ga bilang aja kmrin ada hantunya jangan diludahin". katanya agak kesal liat aku makan terus.

" emang kalo aku bilang kayak gitu km bakal percaya? ". tanyaku balik padanya.

" nggak sihh hehe.. " dia nyengir.

" trus masalahnya apa, kan kerasukannya udah minggu kemarin ngapain dibahas". tanyaku lg.

" masalahnya aku dihantui terus len.. bisa bisa aku stres kayak gini. ibuku aja ga percaya sama aku. pasti km juga nggak percaya kan". ucapnya sambil menerawang. pikirannya kosong. dia sepertinya kurang tidur.

" percaya kok". bls ku singkat sambil terus makan.

" beneran km percaya, bantu aku kalo gt. biar aku ga diikutin terus" . dia mohon dan memelas padaku. ni anak preman tapi takut. pengen ketawa tp kasian.

" hmm km baca baca doa deh kalo kmn mn, kalo kamunya baca doa dan ga berbuat nakal lg pasti ga diikutin". jawabku seadanya. aku males urusan sama hal begituan. kuajari dia doa doa biar setan dan jin ga berani mendekat. dan benar aja dalam 1 hari dia udah apal seabrek doa yg aku kasih. woww otaknya cerdas. pantesan dia bisa ketrima disini.

selang seminggu iqbal makin rajin ke masjid. dia bilang padaku kalo dia udah jarang diikutin. aku seneng bs liat dia berubah drastis. disekolahku tiap 2 minggu sekali selalu diadakan kajian kajian setiap hari jumat di aula. banyak ustad yg memberi ceramah atau kajian. ini fasilitas terkeren di sekolah. temen temen biasa nyebutnya fasilitas tobat.

biasanya ustad, guru, bahkan kakak kelas yg lebih paham agama sebagai pembimbing.  sekarang temen temen uda ga takut lagi sama iqbal. dan ekarang dia jd salah satu temen baik ku.

banyak sekali tugas yg harus diselesaikan. aku ngebut semalaman ngerjainnya karena lusa uda harus dikumpulin. alhasil aku ngantug berat disekolah. saat itu guru nerangin didepan kelas sambil nulis nulis rumus matematika. udah kaya dininaboboin aja. aku ketiduran sebentar. aku mimpi aneh. ak selalu mimpi yang sama. dan kali ini berulang saat pelajaran berlangsung.

aku berjalan terus naik ke lantai atas. ada satu ruangan yg selalu kutuju. tapi pintunya ga pernah bisa dibuka. aku selalu berdiri didepan pintu itu lama sampai aku terbangun.

"elllenn!"  suara diikuti gebrakan kecil dimeja membuatku terjaga. tau tau temen temen udah pada cekikikan. pasti dimarahin ini. tapi ternyata ngakk. cuma disuruh ngerjain soa soal didepan.

" bu.. ruangan dilantai 3 yg selalu terkunci itu apa?". ntah keberanian dr mn aku tanya begitu. udah penasaran level atas soalnya. kulihat perubahan ekspresi di wajah guruku. dia tak menjawab.

setelah pelajaran selesai bu guru mendekatiku.

" ellen nanti istiraht siang keruangan ibu ya". ucap beliau sambil lalu tanpa nunggu jawaban dariku.

ada break sekitar 15 menit, aku tiduran lg di meja. retno menyeret kursinya duduk didekatku.

" km knp kok ngantug?". tanyanya sambil membangunkanku

" semalem bikin tugas buat lusa.. yg seabrek ituloh, karena nanti malam aku mau diajak ibuku kerumah temennya. katanya ada syukuran gt.

" loowhh aku blom bikin itu tugas.. gimana dong. kok km dah kelar.. pinjemm donkk pinjemm donk!". jawabnya panik. retno ini sebenernya pinter cuman dia males. kuberikan buku yg semalem aku kerjain. dia sumringah.

" len nanti ikut ke mall ya.. mau beli koper buat mamaku. besok mau ke singapur katanya". dia berkata sambil buka buka tugasku.

" lama nggak.. soalnya aku ditungguin ibuku dirumah. ntar kan diajak kerumah temnnya" jawabku sambil terus tiduran.

" truss nanti km bareng siapa pulangnya?". tanyanya lg

belom sempat aku jawab si iqbal yg lewat dan dengerin kita ngobrol menyaut.

" bareng aku aja len, kebetulan juga ada yg pengen aku tanyain ke km, rumah kita juga searah kan". katanya sambil nyengir dan nyapa retno.

" iya deh.. lagian aku ga bawa motor". lalu aku lanjut tidur lg.

saat pelajaran berikutnya aku jg masih ngantug tp ku tahan. saat istirahat siang aq pergi ke masjid untuk sholat dhuhur kemudian langsung ke ruang guru.

kuketok pintunya. aku ijin untuk masuk. hanya ada bu sri sundari yg disitu.

" kamu len, duduk sini".

" kamu tau knp ibu nyuruh km kesini?". tanya bu sri padaku.

" karena aku tertidur dikelas". aku jawab saja karena ini. sebenrnya aku tau knp dipanggil. pasti karena pertanyaanku td.

bu sri hanya senyum. beliau ini menurutku guru yg berwibawa dan sabar sekali. beliau juga wali kelasku.

" sejujurnya ibu tuh kaget km tanya soal gudang atas". katanya langsung.

" jadi itu gudang? ". tanyaku spontan.

" siswa dan siswi dilarang kesana len.. itu sangat tidak dianjurkan". perkataan bu sri malah bikin ak penasaran.

" aku tak pernah kesana. hanya di mimpi aku selalu liat". bu sri langsung terlihat lega. ada yg aneh dengan ruangan itu. tapi sudahlah aku ga mau tau juga.

aku kembali ke kelas. lirih lirih kudengar suara gamelan. mungkin ini dr ruang kariwitan. disitu memang ada gamelan untuk ekstrakurikuler (sienom). saat diruang kelas juga kedengeran. masa dijam pelajaran gini ada yg main seh. mungkin ada yg bolos. pelajar disekolahku kalo bolos ga jauh jauh. paling juga larinya ke tempat ekskul.

suaranya semakin jelas. seperti mendekati kelasku. seperti langkah kaki iring iringan banyak orang. semakin dekat suaranya. aku perhatikan di pintu ada sosok lewat menggunakan pakaian adat jawa kuno lengkap dengan iringan gamelan. bau melati menyebar. aku tergagap. ada salah satu yg berhenti didepan pintu dan melambai memanggilku. rasanya kakiku ingin melangkah menujunya. kutarik nafas panjang.

" ituu.. ituu apaa? ". badanku panas dingin. karena takut aku bicara .

" apa len? ga ada apa apa kok". jawab retno sambil liat keluar.

yang tadi berdiri di depan pintu perlahan mendekat. dia berdiri diam menatapku . mukanya terlihat hancur tp tidak dengan bajunya masih bersih dan wangi melati. temen temen pada ngerubung ke tempatku karena aku seperti ga nyambung diajak ngomong. aku beneran takut sampai ingin nangis tp ga bs.

kulihat sangat jelas dia masih berdiri disitu. aku menundukkan wajahku ke bawah tak mau liat. kelas makin heboh saat wangi melati tercium tajam. iqbal mendekatiku dan berkata pelan, leherku terasa panas.

" lawan lenn.. jangan ngikut aku tau rasanya berat ". iqbal berkata sambil meremas tanganku biar aku selalu sadar. bu guru makin panik melihatku terus terusan maracau ga jelas. sakit ditanganku dan kata kata iqbal sama retno membuatku bertahan.

" La ilaha illallah , La ilaha illallah .." aku terus mengucap itu hingga kulihat dia jalan mundur dan pergi.

rasanya seperti kita berendam dia air dan  tiba tiba naik ke atas. suara dan gerakan temen temen yg td ga jelas sekarang malah terdengar sangat keras.

ada satu temenku yg dulu nolongin iqbal saat kerasukan datang menggeret arga. kami hanya saling pandang. dia melihatku kawatir.

" aku udah gpp kok ga, makasih yaa fan udah bawa dia kesini. kamu baik". aku berkata pada irfan dan arga yg berdiri mematung didepanku. stelah itu pelajaran lanjut lagi sampai aku pulang. pikiranku ga boleh kosong. aku gamau mikirin lagi ruangan dilantai 3 itu. udah kapok aku.

" bal.. biar aku yg bonceng aja. tanganmu kan sakit satunya". kataku tak tega

" alahh gpp len. udah biasa , waktu smp malah sering lepas tangan" jawabnya cengengesan. karena jarak rumahku deket jd kuiyakan.

rumahku dijalan gatutkaca. namun belom sampai berbelok iqbal menginjak rem dengan tiba tiba. kami dihadang sekitar 6 orang pelajar SMA dr sekolah lain. ini yg disebut klitih. dijogja klitih akibat murni dr kenakalan remaja.

mereka ini adalah geng rival saat iqbal masih SMP.

" kabarmu gimana gung ?"  tanya iqbal sopan.

" cuihh.. sok alim km sekarang. urusan kita belom selesai". jawab cowok itu dengan kasar. tiba tiba iqbal dikeroyok. aku ga bisa berbuat apa apa hanya mencoba melerai mereka. ada salah seorang mendorongku kebelakang sampai jatuh. orang orang disekitar yg melihat hanya diam tak menolong. mungkin mereka takut.

saat tangan cowok itu mau menyentuhku tiba tiba arga dateng. lalu menampel tangan cowok itu dengan kasar.

" beraninya jangan sama cewek.. sini lawan kalo berani". aku masih kaget. hanya diam kawatir.

aku liat dibelakang menyusul arif dan teman yg lainnya. dan terjadilah tawuran itu. namun baru beberapa detik pimpinan geng cowok td seperti ketakutan melihat sesuatu yg aneh pada arga. dan aku bs melihatnya dengan jelas mahkluk itu membesar dan seperti memperlihatkan diri pada mereka. mereka pun lari.

arga menolongku berdiri. aku masih ga bs berkata kata. td disekolah diliatin begituan. dijalan malah kena klitih. nasib nasib....

iqbal luka dan memar memar. akhirnya dia dianter arif pulang. dan aku dianter arga.

" makasih yaa". ucapku padanya

" iyaa len.. ". jawabnya melihatku.

agak hening sejenak.

" dan.. makasih juga sama yg disebelahmu" aku merapatkan bibir menunggu reaksinya.

" apaa?.., hmmm. kamu melihatnya yaa? ". tanyanya gugup. ntah apa yg dia takutin.

" tenang.. aku simpan rahasiamu". kataku sambil senyum. dan berbalik masuk rumah meninggalkan dia yg masih berdiri tertegun di depan rumah. ntah knp ada perasaan nyaman dan aman saat dekat dengannya.

" dianter siapa km pulang tadi ?". kata eyangku yg tiba tiba bertanya sambil baca koran.

" mmm temen eyang". jawabku singkat

" cuma mau bilang, dia punya niatan sama km nduk.. fokus sama belajarmu, ngerti kan , jangan terlalu dekat dengannya !!". kata eyang yg sok tau menurutku. aku cuma mengiyakan saja. padahal eyang tadi ga didepan gimana bs tahu.

wajarlah.. kan emang ga boleh pacaran jd kalo tiap ada temen cowok nganter atau main kerumah pasti disangkanya lg pdkt atau apalah.. tapi yg ini lain. ada hal lain yg tak bs aku jelaskan. dia seperti magnet. dimanapun aku atau dimanapun dia.. kita seperti saling menemukan. memiliki dua kutub yang berbeda tp saling menemukan. tp sosok astral itu knp dia begitu... berdosakah punya pelindung dr alam lain.  banyak pertanyaan dibenakku yg blom terjawab.

Part 3 🍁Mbak Yayuk🍁

aku menaiki tangga.. menuju lantai tiga.. ada suara tangis menyayat.. suara seorang cewek jelasnya. lantai yg kupijak terasa dingin. setelah sampai didepan pintu aku hanya berdiri mematung.

dari lubang angin angin diatas pintu terlihat seutas tali.' kreekkkk ' pintu yg lama ditutup itu terbuka perlahan. keringat menetes di leherku meski malem itu dingin.

kriiinnnggggg !!!!! kringgggg !! aku terbangun. sialll.. mimpi itu terus sih. padahal sebelum tidur juga doa lo tadi,  sampai ga subuhan.

" ndukk.. bagun, ditunggu retno didepan!". terdengar eyangku teriak dr luar kamar. tumben tuh anak pagi pagi dah disini. aku ga sempet sarapan karena retno udah nunggu lama. hanya aku ambil sebotol susu di almari es. lalu setengah berlari kedepan.

" eyang elen berangkat!!". teriakku

" salamnya mana!!!". balas eyangku protes

" asalamualaikumm eyang hati hati dirumah!!" aku keluar rumah sambil cekikikan. tiap hari ngucapin salam yg sama apa nggak bosan. kurubah biar ga bosan.

lalu ada iring iringan 3 mobil berhenti depan rumah. ini nih yg aku paling ga suka. ntah pejabat dr mana aja pasti kunjung ke eyang. katanya nyari guru spiritual lah.. kerabat jauh lah... uda deh pakai alesan apa lagi juga aku ga bakal suka. udah ditolak alus alus juga pada ga punya malu. aku tau liat aura wajah mereka aja licik. ada sih yg berniat tulus. tp cuman beberapa. ujung ujungnya minta tolong dicarikan ' sesuatu' agar menang pilkada ataupun kampanye. mereka pikir eyangku mau apa ?? no way !!!

mobil yg depan pintunya terbuka. lalu turun seseorang dengan badan gede seperti bodyguard. lari kebelakang membukakan pintu. lalu turun seorang pria dengan setelan jas rapi. orang ini agak aneh. aku tak bs baca auranya. tertutup. aku ngga pernah menjumpainya.

tp kalo ajudannya aku kenal. dia sering bawa bawa pejabat dr kelas teri sampai kelas kakap ke eyang.

" eh ada non elen.. mau sekolah ya? eyangnya ada? ". tanyanya basa basi. aku pandang terus dia sampai dia clingukan salah tingkah. " eyangnya ada?". tanya nya lagi.

" ga da.. mau apa? pagi pagi udah kesini !". kataku ketus.

" ellen yang sopan sama semua orang". tiba tiba eyangku sudah dibelakangku. ajudan yg td berbicara padaku langsung menuju ke eyang dan menyentuh tangan eyang dan berusah mencium tangannya. tapi eyang menghindar.

" tauu nggak salaman dengan mencium tangan itu tak direkomendasikan!". kataku makin menjadi.

" berapa kali kamu kuajarin sopan santun dan bukan seperti ini". kata eyang sambil memandangku. aku sekali ga suka ya ga suka. ntah itu tujuannya apa mereka datang. kalo sekedar silaturami ini terlalu pagi pagi sekali. aku pergi dengan muka bete.

diperjalanan kesekolah aku hanya diam aja. retno bingung mencari obrolan.

" lenn itu tadi sapa?". tanya retno penasaran.

" orang orang yang ga penting yg selalu nganggep eyang bs ngabulin segalanya.. males aku bahas ini ret". kataku menghentikan pembicaraan.

saat aku turun dr mobil retno. aku merasa diawasi. aku berjalan ke gerbang dengan perasaan yg ga enak. kulihat dr jauh tp begitu jelas. digedung sebelah yg kembaran sama hedung sekolahku ada seorang cewek menatap kearahku. sepertinya pernah liat saat pertama kali ospek (gvt). tapi ngapain dia disana.

" ret.. aku bilang tp km jangan langsung liat yaa ". retno mendekat. " digedung sebelah dilantai 2 ada cewek liatin kita. tuh kan cewek yg dulu nunjukin toilet saat ospek.. km ingat nggak? ". kulihat retno ga langsung melihat ke arah gedung. dia pura pura melihat kebalakang lalu dengan santai melihat ke arah yg kumaksud.

" manaa.. ?ga ada kok, lagian waktu nyari toilet dulu km ga tanya sapa sapa langsung aja km nunjukin toiletnya dimana". aku termenung. kayaknya aku lg kacau ini.

karena kami keasyikan ngobrol 'bug' retno nabrak orang didepan.

" eh sorry rif.. kamu yaa". retno menyapa arif. kulihat arga tak ada.

" ehh.. nanti jadi kan kesana?". tanya arif tiba tiba.

" jadi donk.., ellen juga mau kok". jawabnya sambil berkedip.

" mau apa??? ". belom sempat aku tanya retno udah menarikku menjauh.

arif dan retno kenal diperpustakaan sekolah. pantesan dia kalo istirahat ngacirnya ke perpus trus. sore ini ada band lokal yg mau main di deket amplaz. dia diajak tp ga brani pergi sendiri. saat dia menyebut arga ikut, ntah kenapa tiba tiba aku setuju. aneh.

pulang sekolah kami langsung kesana. motor arga ditinggal diparkiran sekolah. acaranya seru banget sampai lupa pulang.

saat selesai aku bener bener kayak berandalan. efek bertengkar sama eyang ini kayaknya. lupa makan lupa ga pulang. ga terasa udah magrib. aku telfon eyang buat minta maaf dan ijin telat. karena td liat acara musik sama temen temen. dan saat itu juga disuruh pulang.

jalan pulang ternyata mecet banget pakai polll.. enak kalo naik motor bisa selip selip.

" lohh.. mana yaa? aku taruh mana tadi?" . retno kalang kabut mencari kunci rumah. karena hari ini ortunya udah berangkat ke singapura untuk keperluan pekerjaan.

" matiihhh, kayaknya ketinggalan dikelas kuncinya". katanya sambil menepuk jidat sendiri.

" yaudah tidur dirumahku aja.. pakai seragamku besok aku punya tiga".

" masalahnya buku tugasmu buat besok ada dirumah len". kata kata retno membuatku panik. kalo ga ngerjain itu tugas atau telat ngumpulin akan dikasih nilai nol dan harus mengulang dr awal. duwhh aku gamau.

" yaudah kita temenin ambil" kata arga sambil nyetir. sampai disekolah sudah gelap. kita hari ini jadi bejat semua. lupa sholat ngashar dan sholat magrib. udah jam setengah 7 lebih.

" sholat magrib dulu yuk mepet waktunya". ajakku pada mereka. setelah selesai kami berjalan memasuki gedung sekolah. pada malam hari sangat mencekam. biasanya ada pak satpam jaga didepan, tp hari itu ga ada. sunyi senyap. lampu lampu menerangi hanya sebagian ruang. masuk ambil kunci terus keluar, simpel aja kok sebenarnya.

dingin sekali.. seperti pernah mengalaminya. dejavu mungkin. kami berempat masuk ruang kelasku. samar samar terdengar bunyi piano. aku clingukan. suara piano semakin jelas.

" na ..na..nanana..na". aku mengikuti nadanya. itu nada yg biasanya di kotak musik. lagu fur elise karya bethoven. tiba tiba retno membekap mulutku dr belakang.

" pleasee.. jangan nyanyi lagu itu len" ujarnya dengan sura bergetar.

" emang kenapa?" tanyaku heran.

" emang km ga tau ta tu lagu apa disekolah ini?". tanya retno lirik kanan kiri. aku memang merasa ga tau itu lagu apa bagi sekolah ini. yg kutau itu lagu lagu yg biasanya ada dikotak musik anak anak.

'kreeekkkkkkk' tiba tiba terdengar suara pintu dibuka. kami menoleh bersama ke arah pintu yang terbuka penuh diujung kelas.

" siapa disitu?". suaraku menggema sampai lorong. terdengar suara piano lagi kali ini kami berempat mendengarnya jelas. retno ketakutan, mepet mepet ke arif. spontan arif merangkul retno.

" heh kalian.. jangan pelukan gt ta, ntar yg ketiga setan lo". kata kataku malah membuat retno semakin takut. arga ketawa lihat tingkah usilku. tiba tiba mataku membelalak. dibelakang mereka kulihat seperti kepala seseorang. hanya rambutnya jelas terlihat. arga menyentuh tanganku memberi kode jangan teriak. atau mereka ketakutan.

" aku dan retno ambil kunci , kalian tunggu disini ya". arif menggandeng retno masuk.

" jangan megang megang retno lo.. atau tau akibatnya" kataku datar pada arif. kami berdua berjaga didepan pintu. selang beberapa menit mulai tak wajar.
aku merasa ada energi ngatif yg sangat besar didalam. kulihat arga juga sama. mereka berdua terlalu lama didalam. merasakan ada yg sangat jahat. kami masuk kelas bersamaan. dan kosong.

" rett.. km dmn? " suaraku menggema. tak ada jawaban. aku dan arga saling pandang. karena gelap dan hanya bawa satu senter kami melangkah bersama. menyusuri setiap sudut ruang kelas. gilaaaa, mereka bener bener lenyap.

aku mulai ketakutan. takut terjadi sesuatu sama retno.  kami ulangi lagi ngecek setiap sudut kelas tetep ga ada.

" ret.. ini mulai ga lucu. ". kataku memancinnya muncul bila dia emang sembunyi buat ngerjain aku. hanya sunyi sepi. cuma kami berdua aja. terlihat diluar kelas ada seseorang seperti berlari. langsung kukejar.

" jangan len.., ellenn !". arga teriak sambil menyusulku.

didepanku berdiri seorang siswi. aku familiar dengannya. dia yg nunjukin toilet saat ospek. aku masih ingat dengan  posisi seperti ini pertama kali ak liat dia dulu.  dia setengah menoleh padaku. senyumnya terlihat dr samping.

" diatas.. ketakutan". cuma kata kata itu yg keluar. kuperhatikan ada cairan merah menetes diantara kedua kakinya. amis sekali. arga menarikku menjauh. digenggamnya tanganku kuat.

" leennn.. !". terdengar suara retno memanggilku.

aku dan arga mencari ke arah suara . kami naik turun tangga mengitari kelas kelas namun ga ada sama sekali. ada satu kelas yg kami masuki. dibangku paling belakang ada seorang siswa seperti belajar menulis tak henti henti.

lenganku ditarik arga berjalan keluar dengan hati hati. malam malam gini masih ada yg belajar.. hiiii sumpah aku br tau kalo malam sekolah ini kayak begini. tau gini aku ga akan ngeyel buat ambil kunci.

terdengar lagi denting piano. suasana hening lagi.. lalu terdengar lagi.

fokus len.. jangan panik.. , piano? ruang osis. kenapa bodoh sekali aku. piano kan ada diruang osis. aku berlari keruang osis. dan semakin jelas lagu itu dimainkan. aku masih ga mengerti kenapa retno melarangku menyanyikanya. aku bener bener ga tau.

" ga.. knp retno melarangku ngikutin nada ini?". tanyaku penasaran.

" km ini malam2 gini jangan bahas itu. kita cari mereka, ketemu. langsung kita pergi". jawabnya arga malah gitu. aku kalo dilarang dan aku ga tau, aku malah akan nglakuinnya.

"na..na..nanana..na" aku ikuti nadanya sekali lagi. arga menatapku jengkel. lantai terasa dingin padahal aku pakai sepatu. suasana ini yg ada dimimpiku. dasar licik jangan mengecohku. aku beranjak pergi menuju ruangan yg selalu dimimpiku.

" jangan len !". dia menarikku lenganku.

" kamu kenapa sih ?!". kataku agak kasar

" denger,aku hanya akan bilang padamu. bila kita membuka ruangan itu malam2 gini kita akan melepas sesuatu yg mengerikan disekolah ini". ekspresinya seperti bu sri waktu itu.

' deg' sumpah kaget.. yg didepan pintu ruangan itu kan retno. dia duduk memeluk kedua lututnya. kedinginan.. hanya menangis. aku disitu tapi dia seperti tak melihatku.

" ret.. retno". panggilku dan semakin mendekatinya. " heiii.. ayo kita pulang ". kataku sambil berjongkok menolongnya berdiri.

ketika dia menoleh padaku matanya aneh. hanya berwarna hitam. dia seperti orang buta. hanya menangis. kutarik dia tapi terasa berat. arga juga membantunya dan masih terasa berat namun kali ini bisa setengah berdiri. saat kita mulai berjalan retno seperti tersandung sesuatu dan jatuh lagi.

" Innama amruhu idza aroda syaian ayyaqula lahu kun fayakun". kuucap doa ini 7 kali dengan hati iklas dan fokus.

" jangan panik loo yaa setelah melihatnya" arga tiba tiba memperingatkan aku. dadaku berdebar. kaki retno dipegang sosok perempuan. dari seragamnya ini terlihat jelas seragam lama entah berapa tahun yg lalu.  aku tak tahu apa masalahmu. tapi km bikin celaka temenku. jangan salahin aku juga bila kasar.

" lepasskan dia... kuberi peringatan !!". ancamku ntah sosok itu paham atau nggak. yg kutahu aku gamau retno tersakiti.

bukannya dilepaskan namun cengkeraman di kaki retno malah semakin kuat. retno berteriak kesakitan. kutarik nafas panjang dan kubaca Surat Al Fatihah , Ayat Kursi ,Al baqarah 137 tp tetep ga dilepas.

" Lakad samiallahu kawlallazina kalu innallaha fakirun wa nahnu agniyau sa naktubu ma kalu wa katlahumul anbiyaa bi gayri hakkın, wa nakulu zuku azabal harik " kubaca lagi surat selanjutnya..

" jangannn... jangann lagi..". suaranya aneh.. seperti sakit yg amat sangat. tp tetep dia pegang retno terus.

" Wa man ya’sıllaha wa rasulahu wa yataadda hududahu yudhılhu naran halidan fiha wa lahu azabun muhinun" kulanjutkan lagi surat yg terakhir. kalo tetep masih gt akan kulanjutkan terus.

" sudah elen.. cukup, perhatikan baik baik dia". arga menghentikanku. terlihat seperti ada sesuatu yg lain menjauh dr sosok itu.seperti terbakar. lalu perlahan dilepaskan cengkeramannya.

kubawa retno turun bersama arga. kulihat kebelakang sosok itu sedih.. menangis... knp dia dulu? meninggal dengan cara apa sampai arwahnya ga sempurna.

" arif dimana ga? " tanyaku menghentikan langkah sejenak lalu jalan lagi membantu retno turun tangga.

" arif udah diluar dari tadi , udah aman dia". jawabnya membuatku emosi. kenapa dia lari keluar. kenapa dia ga nolong retno. kukatupkan rahangku nahan emosi.

denting piano terus berbunyi. kubuat tak tau. yg kutau sekarang bawa retno pulang. kami memapah retno sampai ke parkiran. sudah ada arif mondar mandir deket mobil tau kami datang dia mendekat. kududukkan retno dikursi depan. kulihat kakinya seperti bekas gosong karena cengkeraman yg tadi.

" ret... km gpp kan?" tanya arif sambil nyentuh pipi retno. retno mengangguk. langsung kudorong arif mundur kebelakang.

" heh pengecut.. jangan deket deket dia lagi. dia hilang malah km lari keluar". aku berkata agak kasar ke arif.

" bukan gt len.. begitu aku masuk kelas malah kita terpisah.. seperti msuk ke lorong gelap habis itu tau tau aku udah dijalan keluar sekolah". arif berkata dengan gemetar. kulihat auranya jelas dia jujur. tp ak mash marah knp dia ga masuk lg dan berusaha nyari.

arga yg tau aku marah menarikku kebelakang mobil. kulihat lagi arif kembali mendekat ke retno.

" sabar len.. jangan emosi.. arif juga dibuat bingung. yg penting kan sekarang retno ketemu. aku tau km kawatir..km gpp kan ? km bikin aku kawatir". arga menyentuh bahuku berusaha meredam emosiku. tp aku menghindar. dia ga tau.. retno bagiku udah seperti sodara dr kecil. bukan hanya sekedar temen biasa. dia ga tau gmn kawatirnya aku.

setelah kejadian itu aku menjaga jarak sama mereka. tp sepertinya retno dan arif jadian. aku cuma bs nasehatin retno soal arif. tp kalo dia pacaran sama arif aku gamau ikut campur.

pagi nya diadakan ujian dadakan. aku belajar kalo ada ujian aja biasanya. nasib nasib pasti jelek ntar nilainya. saat semua udah selesai hasil ujian langsung dicocokkan buat tau nilainya berapa. kata guru buat ngukur sampai mana sih kita belajarnya.

kelas mulai heboh saat ditemukan selembar jawaban yg bukan milik siswa sekelas. namun dengan jawaban sesuai isi materi yg diujikan. yg bikin heboh itu tgl nya sama dengan waktu ujian berlangsung.

" siapa yg dengan sengaja melakukan ini?". tanya bu nur sambil menunjukkan selembar kertas ujian. semua berbisik. tak ada yg mengakui.

" oke.. kalo ga ada yg mengaku untuk mata pelajaran dr saya akan saya beri nilai D semua tanpa terkecuali". ancam bu nur. kelas hening.. tetap tak ada yg mengaku. akhirnya nilai ujian kita selanjutnya dikasih D. dan itu artinya harus mengulang semua dr awal untuk kembali dapat nilai diatas C.

namun setiap diadakan ujian mata pelajaran yg sama selalu terselip kertas jawaban lebih satu lembar dengan tulisan tangan yg sama. hal ini berulang sampai 3 kali.

akhirnya pak zamroni selaku kepala sekolah  angkat bicara. kasus ini dulu juga pernah terjadi sebenernya. cuma ga berulang sampai 3 kali.

" kalian tau kan.. kita cuma pengen tenang. cuma berharap ini ulah orang usil, demi kebaikan bersama tolong untuk jujur"

" tetep masih ga ada yg mau ngaku? padahal disekolah ini mengutamakan kejujuran, saya sangat kecewa". kata beliau menutup pembicaraan.

jelas saja ga ada yg mengaku. sampai kiamat pun ga akan ada. ini kerjaan jin usil. tapi dibalik itu semua ada sesuatu yg disembunyikan sekolah ini turun temurun. ntah sengaja atau tidak. tapi semakin hari teman disekitarku semakin diganggu. pertama iqbal. kedua retno dan sampai sekarang dia masih trauma. cukup sudah tak kan kubiarkan berlanjut.

" saya pak yg melakukan". aku berkata sambil berdiri dari tempat duduk ku. pak zam memandangku terkejut.

' kok ellen..'  ihh yg bener aja.. ' aneh dia yaa.. ' ellen yaa ternyata ' kok bisa sih . ' ga mungkin ellen '. terdengar perkataan temen temen dikelas. mereka saling berbisik.

" ellen, ikut ibu keruang kepala sekolah, sekarang !!". kata bu nur dengan wajah agak memelas. aku mengikuti mereka keluar kelas.

" len.. aku temenin yaa..". retno mengikut dibelakangku. disusul iqbal yg ga terima dengan semua ini. dia juga mendesakku buat jujur kalo bukan aku yg melakukan. mereka mengikutiku sampai koridor sekolah.

ditengah koridor kami berpapasan dengan arga. hanya beberapa saat dia tau aku dalam masalah.

" udah kalian berdua balik ke kelas.. jangan kawatir.. it's ok". aku langsung berbalik pergi ninggalin mereka berdua.

" kenapa len?" arga menarik lenganku . langkahku terhenti.

" ellen, ayo jalan. dan kamu lepasin tangan itu.. kalian bukan muhkrim jangan sentuh2" . kata bu nur tegas.

saat diruang kepala sekolah...

" duduk len". kata bu nur. akupun duduk didepan meja kepala sekolah. pak zam membawa 3 lembar kertas hasil ujian atas nama yayuk. dengan tgl dan jawaban yg sesuai dengan materi ujian. ada selembar kertas dan juga sebuah ballpoint disampingnya.

" elen.. coba kamu tulis disitu !! ". suruh pak zamroni padaku.

" tulis apa pak? buat apa memangnya ? " tanyaku polos.

" udah ellen nurut aja.. ayo tulis apa aja yg km pengen tulis". jawab beliau singkat

lalu aku menulis sesuatu yg bikin mereka ketakutan. pak zam menatap kertas yg tadinya di atas meja.

" jelas tulisanmu beda len sama 3 lembar jawaban ujian ini.. dan kalimat ini maksudnya apa? sapa yg malam malam berdiri di ruang atas sampai terbangun ?"  tanya pak zam penasaran. kulihat bu nur geleng geleng karena pusing liat polahku.
" saya pak.. saya setiap malam mimpi yg sama. dan alurnya sama. saya sudah tanya sama bu sri tp ga direspon. saya capek tiap malam mimpi begitu. bahkan saat ketiduran dikelas kmrin saya mimpi itu. sebelum saya jadi gila, adakah yg bisa memberi saya penjelasan? ". tanyaku membuat beliau dan bu nur saling pandang.

" km cuma mimpi ellen, sudah sekarang kembali ke kelas. kasus ini bapak tutup km saya maafkan". kata pak zam dengan menghela nafas panjang.

" nama yg tertera di lembar kertas itu arwahnya penasaran. meninggal tak wajar. dan dia dipermainkan jin jin usil yg lebih besar tenaganya dari dia". penjelasanku membuat mereka tertegun dan pucat.

" ada air nggak. bisa ambilkan saya minum tolong". pak zam terbatuk batuk denger kalimatku. bu nur buru buru ambil minuman botol yg ada di kardus pojok ruangan.

" saya punya kotak musik yg ada melodi seperti itu.. apa besok saya membawanya.. biar anda tahu maksud saya apa". kataku datar.

" ellen cukup.. kembali ke kelas". kata bu nur tegas.

" kenapa semua tutup mata.. ini nyata bu saya ga bohong.. temen temen juga udah pada dikerjain". kataku dengan ekspresi memelas.. biar mereka agak luluh.

" ellen.. itu hanya mitos disekolah ini. memang itu dari dulu katanya ada. namun selama ini ga ada bukti nyatanya". kata beliau sabar memberi penjelasan.

percuma..,percuma kalo mereka ga liat sendiri. aku berdiri untuk pamit kembali ke ruangan. sebelum mencapai pintu aku berbalik.

" dan bukan saya yg menulis 3 lembar jawaban itu, saya bilang bgitu agar temen temen ga resah. dan sebagai jalan  agar saya bisa bicara sama bapak, permisi.. maafkan atas kelancangan saya tadi". kataku dengan jujur.

" iyaa.. saya tau len.. dulu ini pernah terjadi. dan tulisan yg dulu sama dengan 3 lembar ini. sudah km balik ke kelas ". kata pak zam menasehatiku.

aku kembali ke kelas. retno dan iqbal udah menungguku didepan kelas. wajah retno bingung. kawatir denganku.

" lenn, gmn? " tanya retno bingung

" apanya yg gmn ret? " tanyaku balik tambah bingung. aku masuk kelas diikuti mereka berdua dibelakangku. temen temen sekelas mengerubungi kami. aku seneng mereka ga percaya jika aku yg melakukannya.

Part 4 🍁Sosok Pendamping🍁

saat diparkiran ga sengaja aku lihat arga. ada cewek dari kelas sebelah memegang ujung tali tas ranselnya.

" aku mau ngomong ga.. km ngehindar terus sih ". kata cewek itu manja. arga kliatan gusar. menolak tapi dengan sopan. dia menolak mungkin krena ada aku.. kalo nggakk ya siapa yg tahu.

udahlah.., aku harus fokus belajar. ga usah cinta cintaan. ga usah main hati. pelajar yaa tugasnya belajar. bener kata eyang. Ya Allah.. apa aku cemburu..? nggak lah.., jodoh itu ditangan tuhan. sama siapapun kita pacaran kalo bukan jodoh , malah macarin jodoh orang lain namanya. hihihi aku ckikikan sendiri. dasar jones.. jomblooo ngenesss.

" lennn elenn !!, dipanggil dari tadi ga denger" teriak astri deket kuping. duhwww paparazi lagi yg dateng. nambah pusing ni kepala. aku hanya melihatnya.

" interview donk buat majalah bulan depan, td denger ' mbak nya' muncul lagi ya ?". katanya dengan senyum mengembang. blom sempat kujawab aku tertegun. kulihat dibelakang astri ada sosok cewek dengan baju seragam lama jaman dulu. rok dibawah lutut dengan belahan yg masih sama.

lengan panjang namun digulung sepertiga siku. wajah menunduk kebawah. wajahnya pucat kelihatan dr ujung dagunya. sosok itu hanya berdiri diam di belakang astri.

" woiii len.. jawab donk!" teriak astri mengagetkanku.

" sebelum pulang km wudhu dulu sana. kalo perlu sholat ashar dulu. jangan tanya tanya soal yg aneh aneh". kataku datar. kakiku kaku susah digerakan. hingga aku bersandar ke sisi dinding sebelah kananku.

" kenapa lenn?". astri kawatir melihatku berdiri sempoyongan ke arah dinding. suaranya mulai samar samar terdengar. seperti rasa ngantug yg tiba tiba datang. kubuka mataku sebisa mungkin. kutekan jari telunjuk dan ibu jari ke mataku.

" lenn.. elenn" kudengar seperti suara arga. disampingnya berdiri cewek yg tadi menarik tali tasnya. melihatku diam. auranya merah asli dan hijau tua. dia tak suka padaku tapi ditekan sebisa mungkin. ada nafsu dan cemburu. disekolahku punya semboyan 6S. intinya kita harus sopan harus santun sama orang. ntah kita benci atau gmn. sifat sombong dan arogan akan ditekan.

udah astri diikutin begituan. arga diikutin beginian. sumpah pusing. buku buku dalam ranselku malah menambah beban pundakku. kujatuhkan tas ranselku. buku ditanganku juga jatuh. lelah rasanya.

" heii.. ellen.. km gpp?" tanya arga kawatir. pandanganku berangsur jelas.

" iyaa.. gpp kok. cuma pusing aja tadi, makasih". aku mengambil bukuku di dr tangan arga.

kulihat lagi astri masih disampingku. sosok dibelakangnya mendekat. arga memandang aneh ke belakang astri dan kita saling pandang. astri menyentuh lehernya. bergidik seperti seseorang yg kedinginan. 

" ihh knp yaa aku merinding tiba2, km gpp len? km sakit ya? ". tanyanya kawatir. justru bagiku dia yg mengkawatirkan.

" as.. km wudhu trus sholat dulu di masjid. yukk sama aku ". aku menawarkan diri menemani biar dia mau.

" alah nanti aja dirumah ". jawabnya singkat

" sekarang !! ". aku dan arga berkata hampir bersamaan.

" waduhh iya iya.. ayuk len!". astri kaget dan buru buru ngajak aku ke masjid.

" ga kita gmn? km jangan diem aja. ngomong donk". cewek itu bergelayut manja megang tas ransel arga. astri mandang sebel. aku hanya senyum aja. tapi aslii rasane getir yak apaa gitu. hoalahhh mending pergi aja nemenin astri.

" apa sih ndah.. apa yg perlu diomongin". arga terlihat bingung ntah pura pura bingung.

" ya hubungan kita". kata cewek itu datar.

'deg' ga uenak rasane di hati. mending aku lihat pocong atau dirasuki sekalian drpd denger ginian. Ya Allah.. wes ga mau mikir cowok lagi aku. akunya juga salah, orang aku dan arga ga ada apa apa ngapain aku yg jeleus. hahahaha lucu. aku ketawa sendiri .

" kok ketawa len?". tanya cewek itu tiba tiba.

" nggak ngetawain km kok .. yaudah aku permisi dulu ya, yuk as ke masjid".

aku dan arga saling pandang. dia mau berkata sesuatu tp takut melukai. tolong menjauhlah dariku setelah ini. jangan deket deket lg. ga enak rasane.

sampai masjid aku ambil air wudhu dn siap siap sholat. ada hijap ( pembatas) papan warna hijau antara jamaah laki laki dan perempuan. kulihat keluar. sosok itu berhenti diluar masjid menatap astri dr jauh. mungkin dia terusik. kenapa begitu banyak hal disekolah ini. kenapa eyang maksa aku masuk kesini.

banyak sekali pertanyaan dikepalaku. terlalu banyak aura negatif. beruntung temen temen disekolah memperbanyak doa dan shaf sholat insya allah rapat entah itu sholat dhuha ataupun sholat wajib.

selesai sholat kulihat anak anak rohis kumpul dimasjid. kulihat ada iqbal. seneng aku lihat dia sekarang rajin ke masjid dan ikut organisasi. saat mau pakai sepatu dia nyamperin aku.

" lenn.. udah beres kan urusannya td sama kepsek?". tanya iqbal masih penasaran.

" udah.. , aku cuma heran aja. sebenere apa aku yg halusinasi. pak zam jg bilang mitos.. mitos apaan sih? ". tanyaku pada iqbal

" whatt ?? km ga ngerti mitos sekolh ini? km kmn aja elenn? sibuk bicara sama hantu kali ya km, hal seheboh itu udah dr jaman papaku sekolah disini tau". astri yg dr td diam disampingku langsung menimpali.

" maksudnya apa? hal heboh apa? aku beneran ga ngerti.. bener deh". kataku lingak linguk liat astri dan iqbal.

" hadehhh.. gini ini yg dinamakan cupu dr informasi up to date. masukin ke sienom mu nih as si ellen biar melek informasi". kata iqbal malah bikin aku bingung.

" disekolah ini ada urband legend terkenal dr dulu. katanya nih ada penunggu dilantai 3. dan dia dateng kalo dengerin lagu fur elis". kata astri semangat. dia ini biang gosip. aku ga percaya sm omongannya. ga ada hal semacam ini bagiku. tapi saat nemenin retno ambil kunci emang terdengar nada piano buat lagu ini.

" nanananananananana..nananana..nana " gini ya lagunya. 'prokkk' kepalaku ditimpuk iqbal sama buku.

" hustt.. dibilangin kok susa km len, ga boleh nyanyi lagu ini". iqbal marah padaku.

" semua itu datangnya dr ketakutan kalian. ingat yaa kekuatan hantu atau syaitan datang dari ketakutan kita". kataku.

" mmm gini aja len.. kita buktikan sama sama malem malem kesini tp masuk majalah sekolah ya". astri ngasih ide untuk nguntungin dia sendiri.

" eh.. km tuh ya.. bikin berita tuh bukan soal ga jelas gini. liput kegiatan yg positif contohnya rohis. bukan kayak ginian".  kataku ngasi nasehat dia.

gedung sekolah ini udah tua. kita ga boleh ngusik apa yg selama ini udah disini. jin dan manusia itu hidup berdampingan. dan sebenernya mereka juga gamau diganggu. tapi kalo itu ganggu kita dalam proses belajar yaa ga bs didiemin. 

sekali lagi jantungku berdebar. dilantai 3 ruangan pojok ada bayang bayang seseorang berdiri. lama lama terlihat jelas. tanganku jd dingin. sungguh sangat jelas. itu ruangan disamping gudang atas kayaknya . itu sosok yg memegang kaki retno.

ntahlah aku lelah. pengen pulang aja uda sore. aku pulang dibonceng astri. karena hari ini ga bawa motor dan retno uda pulang dr tadi. sampai pintu gerbang ada arga menunggu.

" lenn bareng aku aja yaa.. kasian juga astri kan rumahnya beda arah". kata arga tiba tiba. aku melihat astri dia diem aja.

" gpp ga.. sama astri aja. dia juga mau tidur tempatku"  kataku bohong dan sialnya dia pasti tau aku bohong.

" as.. kamu ga kesorean ta kalo nganter ellen?". tanya arga menatap astri lekat lekat.

" kesorean" jawab astri datar tanpa berkedip lama. kutepuk bahu astri sambil mengucap doa. dia kaget. gelagapan kayak orang bingung.  aku memandang arga sinis. beraninya dia gitu sama temenku. kurang ajar.

astri ga sadar dengan yg dilakukan arga tadi.

" ayo len pulang.. udah sore ini". kata astri sambil menekan starter motornya. mesinnya nyala. kulihat sosok disamping arga samar samar muncul. mesin motor astri tiba tiba mati. distarter berapa kali pun ga mau nyala.

" duwh.. kenapa ya ini len.. kok mati sih". astri bingung sambil liat liat motornya. datang iqbal dr arah belakang. dibantu nya astri otak atik motor. arga diam aja ga bantu hanya kadang senyum senyum nakal. 

aku tau ini ulahmu. sampai kapanpun iqbal ngotak atik motor ya ga bs.

" as ni kayaknya ga bs deh.  udah yukk aku anter aja .. udah sore lo bentar lg magrib". kata iqbal sambil bersihin tangan yg belepotan oli.

" trus elen gimana? ". tanya dia masih bingung.

" ya kan ada arga. km nganterin elen gpp kan ga?". tanya iqbal tanpa nanya aku dulu mau apa nggak.

" yaudah yaa len km bareng arga. aku nitipin dulu ni motor dirumah iyan ". kata astri sambil bawa motornya pergi sama iqbal.

aku pandang dia tanpa kata kata. lama lama yg tadi senyum senyum jd salah tingkah. trus diam. aku juga diam.

" kenapa len? ko diem?". tanya nya

" iblis jatuh dari surga karena sombong". kataku datar sambil melihatnya.

dia tertegun. kubiarkan dia mikir sendiri. lalu kami pun pulang. dia nganter sampai depan rumah. aku tak ngucap terima kasih atau apa. bagiku ulahnya pada astri masih bikin aku jengkel. aku berbalik ninggalin dia masuk rumah.

" aku dan indah ga ada apa apa len". tiba tiba dia berkata dan aku berbalik lagi.

" ga ada hubungannya denganku ga !". jawabku sambil berbalik ke arahnya.

" km cemburu kan? akuilah len". katanya kepedean. sumpah emang bener ucapannya.

" itu privasimu ga, aku gamau tau". kataku datar. sambil senyum. pengen bilang iya aku cemburu pengen bilang iya tp mending menjauh. ga fokus ntar belajarku.

" munafik km len!". katanya dengan muka melas. aku ga bs bilang apa apa jika sudah dibilang gt.

" ternyata banyak main nya ya drpd banyak belajarnya". kata eyang tiba tiba udah berdiri di pintu. aku lekas masuk rumah. arga turun dr motor dan mendekat ke eyang untuk pamitan. lalu dia pergi mau pulang.

" heh anak muda.. udah magrib. ga baik magrib gini dijalan. masuk sini !". kata eyang nyuruh arga mampir dulu.arga nurut aja , kenapa ga pulang aja sih dia ? alahh emboh aku gamau tau.

dirumahku ada ruangan dengan ukuran 5 x 5 meter menghadap kiblat. ruangan untuk sholat. kami bertiga sholat bersama, eyang jd imamnya. kulihat sosok yg selama ini ngikut arga juga ikut sholat didepanku.

setelah selesai aku makan dimeja makan deket dapur. mbok mi yg masak tiap hari. dia hanya masak nyuci dan bersih bersih rumah aja trus pulang ke rumahnya beberapa blok dr rumahku. karena ibuku sibuk kerja sama ayahku jd nyari orang buat ngurus yg dirumah.

" ayo makan dulu. hbs itu pulango rapopo, lain kali sekokah jangan pulang magrib". kata eyang. lagi lagi dia nurut.

saat makan eyang merhatiin dia trus. kadang melihat disisi kanan arga.

kulihat eyang pegang tasbih dan seperti berdzikir dalam hati. sosok disamping kanan arga perlahan berjalan mendekati eyang dan duduk disamping eyang. sambil terus terusan berdzikir juga. arga cuma diam ga brani ngucap apapun. kusenggol dia buat nglanjutin makannya.

setelah selesai makan dia pamitan sama eyang. sosok penjaga yg selama ini ngikut arga tetep disamping eyang terus terusan berdzikir.

" berteman dengan mahkluk dr alam lain itu ga baik. nanti mengarah ke syirik. jangan menggunakan dengan salah persahabatan sejenis ini. gunakan untuk kebaikan aja. tolong menolong yg berguna. dan jangan suka usil". kata eyang tiba tiba. wajah arga memerah karena malu. dalam hati syukurin.

" dan km ellen, bersikaplah lembut jd cewek, kalian kan satu sekolah. perbanyak belajarnya. jodoh itu udah ditulis di Lauhul Mahfudz  jadi utamakan belajarnya". eyang malah ngomelin aku jg. tapi bener juga yg dibilang eyang. saat itu juga rasa ga enak dihati yg dari tadi disekolah aku rasain tiba tiba ilang seketika.

lalu arga pamitan diikuti sosok itu. banyak hal darinya yg buatku penasaran. tp hari itu juga kuputuskan untuk fokus belajar. disekokah banyak sekali materi yg harus dipelajari. saingannnya banyak dan bagiku berat berat. nilai disekolah ga boleh anjlok hanya karena hal beginian yg sudah ditetapkan Allah.

Part 5🍁Musuh Dalam Selimut🍁

sore itu usai pelajaran sekolah. aku duduk di bawah pepohonan sekitar sekolah bawa banyak buku buat dibaca baca. sudah jadi kebiasaan disekolahku bawa buku sedebok kemana mana.
kulihat dari jauh retno ngobrol dengan arif. mereka semakin dekat. moga aja arif ga mengecewakan. dr jarak 2 kelas ada seorang cewek yg merhatiin mereka. setauku itu temen retno. aku hanya sebatas kenal aja ga akrab. ada aura kecemburuan.

kulihat berkeliling tak sengaja aku liat arga lagi lagi sama cewek yg kemarin siang lagi diajak ngobrol tp dia diem aja. tak sengaja kami saling pandang. dia diam melihatku.ini dunia kok isine orang pacaran semua. ga fokus belajar disini. tiba tiba ada astri duduk dibelakangku.

" as.., ke perpus yuk disini ga fokus belajarnya". ajakku . langsung dia berdiri tanpa banyak omong. sampai diperpustakaan kami duduk berdampingan di meja deket rak buku yg disampingnya ada rak koran.

suasana hening. beda sekali biasanya astri cerewet. suasana sepi. dibelakangku ada seseorang seperti membolak balik koran dibaca. terus saja begitu sampai aku risih sendiri. aku lihat kebelakang kosong tak ada orang. lalu ada lagi bunyi seperti orang bolak balik halanan koran lagi. trus berulang sampai aku ga fokus belajar.

" as.. dibelakang kita nih sp to ? bikin ga konsen belajar". tanyaku pada astri tanpa menoleh.

" hmmm.. " astri cuma bergumam. mungkin karena di perpus ga boleh ngobrol jd dia cuma bergumam. kalo gini caranya aku ga akan nguasai materi. ruangan terasa panas.

susah sekali sih untuk fokus. tumben ini perpustakaan sepi. biasanya rame jam segini. udah jadi kebiasaan kalo usai sekolah masih banyak yg diperpustakaan. kulihat juga mbak yg jaga biasanya ga ada. aku teruskan belajar lagi.

hp ku bergetar lama. ada panggilan masuk. kuangkat telfon dari retno. aku berbicara sambil berbisik.

" len km .. dmn? aku ..pulang duluan ya mau ..nganter arif nih beli buku". suara di telfon putus putus.

" lg diperpus sama astri. iya km pulang duluan aja gpp. take care ya". jawabku sambil terus baca buku.

" sama astri? la wong astri aja disini kok lg sama aku. dia juga mau bareng sekalian cari buku buat materi besok". kata kata retno membuatku terdiam seketika. punggungku tiba tiba terasa berat. aku ga berani menoleh ke kanan dimana astri duduk disampingku td. namun seseorang yg disampingku masih ada. sejauh pandanganku dia jg pakai seragam SMA yg sama. kuturunkan telfonku perlahan dr telinga. retno manggil manggil aku trus ditelfon.

" as.. aku dah bosen nih, ayo pulang aja"  tanyaku datar sambil nahan takut. dia hanya diam.

"hmmmmmgggrhh..." . cuma gumamam mirip erangan yg terdengar. jantungku berdetak cepat. tanganku agak gemeter. siall .. aku harus tenang. tenang lenn.. kulihat lagi perlahan aku menoleh kekanan. kulihat astri masih duduk disampingku. agak menunduk. wajahnya tertutup rambut. dia membaca buku cerita tebal davinci kode. aku tau jika membaca buku itu pasti serasa dunia milik sendiri.

auranya lain. seperti kematian. putih tak ada rona apa apa. biasanya jika melihat seseorang yg masih seorang manusia auranya berwarna warni dan didominasi warna aura terkuat. kupejamkan mata mengambil nafas panjang. kubaca doa agar aku lebih dalam melihat yg sebenernya.

" Allaahu nuurus samaawaati wal ardhi matsalu nuurihikamisykaatin fiihaa mishbaahul mishbahu fii zujaajatiz zujaajatu ka'annahaa kawkabun durriyyun yuqaadu min syajaratim mubaarakatin zaituunitilla syarqiyyatin wa laaghariyyatin yakaadu zaituha yudhii'u wa law lam tamsashunaaruun nuurun 'ala nuurin yahdiillaahu linuurihi man yasyaa'wa yadh ribullaahul amsaala linnasi wallaahu bikulli syai'in 'aliim ".

selesai baca doa itu kuambil sebotol air minum didepanku dan kutiup , kemudian kuteteskan 3 tetes ditanganku lalu kuusapkan dikedua mataku.  aku bergeser sedikit ke kiri. perlahan kulihat ke arah astri duduk.

' deg' Masya Allah... , yg duduk disampingku ini sosok yg waktu malam malam itu dilantai 3. dr deket terlihat rambutnya terurai agak acak ackan dan bergelombamg. seragamnya rok selutut dan atasan lengan panjang sedikit digulung. sama dengan yg ngikutin astri kmrin namun beda sosok. bau wangi melati menusuk hidung. terlihat seperti bekas lilitan tali dilehernya. di sebelah kiri tangannya tergeletak kartu peminjaman buku perpustakaan yg beda dengan yg sekarang. warnanya putih gading namun karena sudah lama jd agak kecoklatan.

aku beranikan diri mengambil kartu itu. kulihat tgl dan tahun peminjaman.

tulisan pada kartu peminjaman udah banyak yg pudar. namun jelas sekali buku davinci kode menjadi buku terakhir yg dia pinjam. tanganku dingin. lantai juga terasa dingin . padahal aku pakai kaos kaki dan sepatu.

" jangan ganggu aku.. aku ga ganggu km " aku beranikan untuk memperingatinya.

perlahan aku berdiri dari tempatku duduk. kuberesi buku dan kuambil botol minumku. semua berantakan. kuambil yg seperlunya. lurus ditempatku berdiri diujung dinding adalah rak rak besar yg berjejer berbaris. ada sosok pelajar duduk ngesot mencari cari buku yg berderet rapi didepannya. aku agak lega ada orang disitu.

" mbak... mbak.. km nyari apa? ". aku berharap dia menoleh dan menyahut agar aku tenang dan setelah itu aku bs keluar perpustakaan dengan leluasa. ada yg aneh dengannya. dia seperti anak autis yg mengobrak abrik deretan buku di rak paling bawah. kutinggalkan sosok yg disampingku. ku berjalan maju mendekati seseorang yg dipojok.

dari dekat kulihat ujung jarinya berdarah karena mencakar buku buku besar didepannya. tangannya membusuk. kepalaku pusing dan terasa berat. buku ditanganku terjatuh kelantai tak kuambil lagi. dia perlahan menoleh dan wajahnya Masya Allah aku tak mau melihatnya lg. aku susah payah jalan keluar.

semua pikiran terlintas. belajar yg tak bs fokus, soal arga dengan cewek itu, aku yg selalu dihantui sosok dimeja. aku kacau sekali.

"Rabbi a'udzu bika min hamazatisy-syayathin wa a'udzu bika rabbi an yahdhurun". kubaca doa itu agar mereka tak menggangguku.

kakiku ngilu... g kuat nahan badanku. aku duduk tersungkur dilantai. sosok diujung rak tadi perlahan mendekat namun tetap mengesot dilantai. ntahlah kakinya seperti lumpuh. kepalaku pusing. aku gamau pingsan disitu. aku gamau.. bentar lagi malam. ga bs bayangin jika aku pingsan dan tengah malam tersadar msh disitu.

aku menangis sejadi jadinya. berbaring meringkuk dilantai memeluk  kedua lututku. aku pejamkan mata . terasa ada seseorang melihatku dekat dan terdengar menggeram. lalu seperti tangan dengan kuku yg tajam mencengkeram lengan kananku.

" aaaagggrrrhhh ...!!!"  aku berteriak kesakitan. terasa perih sekali. dadaku sesak dan  kesulitan bernafas. aku menangis karena sakit yg kurasa ditanganku. rasanya seperti terbakar.

tiba tiba pintu terbuka seperti ada seseorang berlari masuk. kudengar arga melantunkan ayat ayat suci Al quran. lalu terdengar suara retno dan astri juga arif. rasa sakit ditangan kananku perlahan berkurang. ada seseorang menyentuh ku, aku malah teriak ga karuan.

" lenn ini aku len.. tenang.. udah yaaa". terdengar suara retno. aku masih meringkuk diatas lantai. lantunan ayat Al quran berhenti. aku ditenangkan astri dan retno. perasaan lega mengisi rongga dadaku membuatku bernafas normal.

retno memelukku. aku setengah terduduk dilantai. arga ngajak aku bicara terus biar ga histeris lg.

" ellen.. hei... udah yaa.. ni kita disini. kita pulang yaa. km mau pulang kan?". arga menatapku memelas. aku masih seperti orang bingung.

perlahan mereka membantu berdiri. kulihat sosok dimeja tersenyum. kali ini jelas aku melihat wajahnya. dia dulu adalah kakak tingkatku jauhhhhh diatas angkatanku ntah berapa tahun atau berapa puluh tahun yg lalu. aku baru ngerti. baru sadar kalo dia menjagaku.

saat aku tak pergi darinya td aku ga diganggu oleh sosok yg jahat tadi. dia membuatku takut namun tak pernah membuatku celaka. selama ini aku sudah salah sangka. yg merasuk dan berbuat jahat adalah jin jin kafir. arga yg melihat jelas ke arahnya geram. dengan lirih dibacakan ayat pemusnah.

" jangan ga.. biarin". aku menarik tangannya yg mengepal menahan emosi. lalu dia berhenti. kepalan tangannya melonggar dan rileks. aku digendong keluar menuju mobil retno.

temen temen sekolah yg masih ada kegiatan sampai malam melihat ku seperti itu langsung mengerubung dan membantuku. ada yg beliin makan ,teh anget. seneng rasanya  banyak yg peduli. banyak kakak tingkat juga ikut menolong.

" ayo bawa pulang aja ke eyang"  kata retno agak panik. aku didudukkan dikursi belakang bersama retno dan astri. lalu kami pulang kerumahku.

" YA Allah kenapa elen?". ayahku yg sendirian dirumah panik. eyangku blom pulang karena ada undangan mengisi ceramah diluar kota. ibuku juga masih di jakarta karena urusan kerja.

retno terpaksa pulang karena mamanya juga sakit. dirumahku ada astri, arif dan arga menemaniku. ayahku panik lalu telfon eyang. dan beliau dalam perjalanan pulang kerumah.

" km laper? km mau makan? atau mau apa? ". arga tanya terus bikin ak bingung. aku lelah udahan . knp km lg yg dateng saat aku gamau deket km.

" kenapa gamau deket aku?". tanyanya tiba tiba. lahh ni anak mesti kok gini. semua orang punya privasi ga.

" jangan diem len km bikin aku kawatir"  katanya setengah membentak.

" ehemmm ..  ". tiba tiba ayahku kayak batuk dibuat buat. arga cuma diem ditempat sambil liatin ak terus. dia ga malu disitu ada ayahku ada astri sama arif. ni anak lama lama norak. kawatir ke aku tp nanggepin cewek lain. Ya Allah hilangkan perasaanku ini. ini tak baik.

" kalian jaga elen dulu yaa. om beliin makan dulu karena tukang masaknya ga dateng hari ini , kalian juga belom makan kan? ". tanya ayahku sambil ngelirik arga agak curiga.

" iyaa om.. saya pedes ya om hehe.. maklum lah saya orang jawa timur ga suka masakan manis". kata astri bikin aku ikut ketawa. ayahku lalu pergi keluar beli makan.

arga menyentuh lengan kananku yg masih luka.

" aww sakit..". keluhku spontan karena rasa perih yg timbul

" maaf maaf len.. maaf yaa, sakitnya kayak apa? knp km selalu bikin orang kawatir". tanyanya dengan memelas seolah dia juga ngrasain sakit.

" heh playboy.. jangan deket deket elen. km kan udah punya pacar jd jangan cawe cawe cewek lain dong"  kata astri agak kasar

" itu bukan cewekku. knp seh kalian mikire dia cewekku?". jawab arga tak trima dengan perkataan astri.

" lalu apa artinya kalimat ' ya hubungan kita ga' yg kmrin itu?" tanya astri judes.

" terserah kalian mikire apa.. aku cuma gamau kasar sama cewek makanya aku biarin". kata arga makin jengkel sama astri. duwh mereka malah bikin ak pusing.
hp astri bunyi ada sms masuk nadanya keras sekali.

" itu hp apa speker masjid". kata arga nyindir astri.

" eh len.. ada sms dr mas rizqi. nanyain km. dia kyaknya denger kabar dari temen temn deh" kata astri sambil lirik arga. terlihat arga jengkel.

mas rizqi adalah senior satu angkatan diatasku. dia siswa yg berbakat dan merupakan salah satu pemenang olimpiade fisika internasional yang diadakan di Kroasia . satu sekolah tau akan tenarnya dia dan jadi incaran para cewek seangkatan dan adik kelas.

namun mas rizqi ini gak sombong dan rendah hati sekali. dia bisa deket denganku karena iqbal selalu cerita soal aku yg bikin dia sadar. mas rizqi merupakan pembimbing iqbal di acara kajian tiap jumat. dia sering nitip salam melalui iqbal.

" ginikah sakitnya len? ga enak rasane. km ngrasain sakit kayak gini gak saat liat aku sama indah?". tanya arga makin lebay. pengen aku jawab iya. tapi ntar malah bikin semua runyam. aku ga mau ngrusak hubungan orang. knp dia berubah melankolis gini. biasanya jg dia cuek.

" ga..,km ini knp? elen lg sakit tuh jangan malah bahas hal pribadi deh.. serasa jd obat nyamuk kita ya as !". kata arif jengkel.

" truss nyamuknya siapa?" kata arga polos bikin aku ketawa.

" yaa kalian ituu !!". jawab astri sambil buang muka.

badanku makin panas. pusing sekali. mataku berkunang kunang.

aku menggigil kedinginan. badanku makin panas dan meracau ga jelas. semua badanku ngilu. ayahku makin kawatir. beberapa saat eyang dateng.

" mana cucuku mbang?"  terdengar suara eyang dr luar.

" didalam yah.. badannya panas mau tak bawa kerumah sakit rewel dia". kata ayahku sambil mengikuti langkah eyangku.

eyang kaget melihat kondisiku. lalu menyuruh arga mencarikan bunga melati dan bunga mawar masing masing 7 tangkai. entah mereka dapet dr mana malam malam gini. pulang pulang udah bawa bunga yg diminta.

eyang lalu mencampur 7 gelas air zam zam simpanannya dan 7 gelas air rendaman bunga yg td mereka bawa. lalu eyangku membaca doa doa yg panjang sekali.

eyang membaca Sholawat Nabi 3 kali. lalu surat Yasin 7 kali, pada ayat ke 9 eyang membacanya 11 kali. dilanjutkan baca Ayat Kursy 1 kali lalu pada ayat ter akhir dibaca 100 kali. sampai ngantug aku dengerinnya. eyang membuat pelindung untuk ku dr kejahatan ilmu hitam ( mageri ) . air rendaman yg dicampur air zam zam disiramkan di pergelangan tanganku yg terluka. rasanya sakit sekali .

" aaagggjhhrrr sakit ini eyang... !!!!" aku teriak sekuatku. rasanya perih sekali. astri arga dan arif hanya melihatku sambil menahan ngilu. arga keluar ke teras rumah karena ga mau ngliat aku kesakitan. terlihat aura kebencian diwajahnya. ntah kenapa aku ga tau. aku terus terusan teriak dan menangis sampai rasa sakit hilang dan pingsan sebentar karena ga kuat.

" heh anak muda, sini semua eyang mau bicara sebentar". ajak eyang.

" ellen ini dikerjain orang. ada yg benci sama dia". kata eyangku bikin arif dan astri kaget kecuali arga. dia hanya diam menahan emosi.

" kalian juga harus hati hati, nanti lakuin hal yg sama seperti yg eyang lakukan pada ellen. tp ingat pertolongan hanya datang dr Allah.. bukan berarti udah dipagerin gini kalian jd males sholat"  kata eyang. mereka berti manggut2.

" besok saya akan tanya knp dia giniin ellen eyang". kata arga tiba tiba.

" jangan le.. ntar km yg dlm bahaya. penting ellen sekarang aman udah cukup. tapi jika nanti dia berbuat lebih eyang ga akan diem aja, kalian harus jaga diri" .  kata eyang menasehati.

" emang sp ga? kayaknya ellen ga punya musuh deh " . kata astri sambil mikir.

" iyaa.. perasaan ga ada yg berselisih sama ellen yaa.  siapa donk?". tanya arif ikut penasaran. arga hanya diam aja.

aku yg mendengar percakapan mereka dr sofa sebelah mikir. mungkin dugaanku ga salah. mungkin dia.. tp knp. aku merasa ga berselisih dengannya.

" len.. aku pulang dulu ya.. km istirahat.. jangan begadang"  tiba tiba arga udah dideketku. dia mengusap kepalaku dan pamit pulang.

telfonku berdering. kuangkat telfon dr retno.

" asalamualaikum.. iya ret.. ". kataku sambil batuk batuk.

" len.. km udah baikan blom?". tanya nya ditelfon.

" udah ret.. ni dah enakan kok. gmn mamamu?". tanyaku balik.

" ni masih dijalan hbs dr dokter. arif masih disitu ta ?".  terdengar suara berisik kendaraan dan bunyi klakson keras.

" udah pulang dr td ret". jawabku datar.

tiba tiba tangis retno pecah.

" km knp kok nangis.. ? ".

" gpp len.. aku gpp kok". jawabnya sambil sesenggukan.

" ceritaa donk.. ntar aku malah ga bs tenang mikir km ". kataku mencoba membujuknya.

" aku td liat arif kayak keluar sama riri". jawabnya dengan nangis tanpa henti

" riri temen km itu ya.. yg dulu smp sempet satu kelas sama km kan ?". tanyaku sambil mengingat ingat apa bener cewek yg itu.

" iya len". jawabnya singkat. banyakan nangisnya dr pada bilangnya.

" emang dia kenal arif?" tanyaku makin penasaran.

" ga tauuuu lennn.. haaahhhh sebell". gerutunya makin menjadi.

" orang keluar berdua aja apa anehnya sih ret? mungkin cm temen hang out biasa.. coba deh tanya arif dulu kalo dia jujur dan ga aneh aneh yaudah ga usah nangis ret". nasehatku panjang lebar. hanya dijawab dengan tangisan. lalu retno menutup telepon. lalu aku tertidur sampai pagi.

saat berangkat sekolah retno udah senyum senyum sendiri. duwhh yg lagi dimabuk cinta. betengkar.. nangis badai. akur.. senyum trus kayak orang gila.

" hati hati yaa.. ntar km ga konsen sama pelajaran". kataku memojokkan.

" nggak lah len.. justru gini ini semakin semangat buat sekolah". jawabnya ngaco.

" semangatt pacarann iyaa huuu!!!". balasku sambil ku uyek kepalanya.

sesampainya disekolah saat turun dr mobil retno, kulihat indah memandangku aneh. ada aura kebencian dan cemburu yg begitu besar. dia termakan nafsu. kudekati dia.

" bisa bicara sebentar". kataku padanya sambil pergi. dia mengikutiku.

" mau bicara soal apa len?". tanyanya agak ketakutan.

" aku salah apa sama km ndah?". tanyaku memancing.

" maksudmu apa? ". tanyanya pura pura ga tau. kutunjukkan lengan kananku padanya.

" ini ulahmu kan, sudah lah jujur aja"  tanyaku langsung.

" jauhi arga len.. km ga ngerti gmn usahaku buat deket dengannya. aku mati matian masuk sekolah ini. ak dan dia lebih awal kenal. jadi tolong jauhin dia". katanya sambil mendekat satu langkah. namun tiba tiba dia merasa panas.

" denger ya ndah. aku ga ada niat buat deketin arga. kalo emang dia suka sama km yasudah aku jg ga akan ganggu, tp jangan pakai cara sesat seperti kmrin ". kataku menaseatinya.

" aku terpaksa len... maaf.. aku takut kehilangan dia ". dia berkata sambil nangis. temen temen sekitar mulai melihat kami. duwhh nangis lagi. apa sih hebatnya cinta sampai kaya gini.

" heh jangan nangis donk". aku mengusap bahunya. namun dia mundur karena katanya tanganku sangat panas saat menyentuhnya.

" km harus membuang semua itu. kalo nggak km bakal kena laknat Allah ndah". kataku lagi menasehatinya.

" tau apaa km len.. aku udah terlalu jauh. dan arga masih begitu. tolong jauhin dia". dia berlari meninggalkanku. banyak pasang mata yg memperhatikan kami tadi. dari jauh kulihat arga melihatku. aku membuang muka dan pergi masuk kelas.

tiba tiba bahuku dipegang. saat berbalik kulihat arga udah dibelakang.

" ngomong apa dia td len?". tanya arga langsung.

" km tanya sendiri ke dia ga.. aku gamau ikut campur ga". kataku.

kutinggalkan dia pergi. perasaanku ke dia malah bertambah kuat. namun jika karena ada aku indah dan arga terpisah sepertinya aku jahat sekali. indah sampai nekat berbuat seperti itu.

aku mau fokus belajar aja. gamau ngurusi cinta cintaan. biar kupendam dalam dalam rasa ini. biar aku aja yg tau.

Part 6🍁Sosok Pendamping🍁

pelajaran pertama dimulai. pikiranku masih blom bs fokus. namun tiba tiba ada bayangan hitam turun dari atap kelas tepat pada bu guru yg menulis dipapan tulis. tiba tiba bu guru diam mematung. tangannya mulai turun kebawah. tak ada yg menyadarinya dikelas.

aku berdiri.. satu kelas melihatku aneh. kulihat bu guru hanya berdiri mematung didepan papan tulis. saat mau kulangkahkan kakiku kedepan..

'bug... bug... bug...' bu guru membentur benturkan kepalanya sendiri di papan tulis. seisi kelas panik. ada yg lari keluar. ada yg cuma melihat ngeri di tempat duduk. ada yg histeris karena takut melihat pemandangan didepan.

aku maju kedepan menarik bu guru kebelakang agar kepalanya tak terbentur papan tulis. namun tak bs mundur sedikitpun. tenaganya besar sekali. iqbal kemudian membantuku. namun tetap seperti itu.

" lagi bal.. kurang kuat.., temen temen bantuin donk !!!". aku berteriak sambil menarik bu guru mundur kebelakang.

" Allahhu Akbarrrr !!!!". terdengar iqbal berteriak keras

kami bisa mundur hanya sekitar selangkah. kepala bu guru sudah tak bs menyentuh papan tulis. darah keluar dr dahinya banyak sekali. lalu datang para guru ya lain baca baca doa. tapi semakin meronta.

bu anin, guru yg kerasukan td dibaringkan dilantai. banyak yg memegangi termasuk guru dan temen temen. tenaganya sangat kuat sekali. muka dan leher bu anin bersimbah darah.

aku memegang tangan bu anin dg jari telunjuk dan ibu jari. kutekan tangannya ke lantai.

"La hawla wa laa quwwata ila billahil aliyhil adziim. Ya Allah ya jabbar! Hasbiyallah! Hasbiyallah! Hasbiyallah!".

kupasung yg merasukinya ke lantai. bu anin agak tenang. guru guru yg memegangi hanya melongo melihatku. mereka udah berkeringat dan keliatan capek. diluar kelas makin ramai. padahal saat itu jam pelajaran.

lalu dengan cara yg sama kupegang kakinya dan mengulang doa tadi. sudah mulai tenang. tiba tiba kepala bu anin dibentur benturkan ke lantai. temen temen yg lain langsung mengalasi kepala belakang bu anin dengan tangannya. namun bu anin tetep seperti itu.

melihat temen temen dan para guru memegangi. dia malah berusaha menggigit semua yg berada didekatnya.

kuarahkan jari tengah dan telunjuk kanan kearah matanya, lalu kudekatkan perlahan untuk membutakan mata jin

"Wa ja 'alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun". dia buta seketika. tampak kebingungan. aku udah kualahan. tiba tiba arga dateng. diikuti indah dibelakangnya.

" kok gini len?". tanya arga kaget melihat kondisi bu anin.

" udah.. habisi aja.. ini udah keterlauan. udah bikin manusia celaka". ucapku sambil terus memegangi bu anin.

ini kelewatan.. harus dibunuh yg merasuki.

arga mengarahkan jarinya ke ulu hati bu anin. lalu membaca Surat Al Falaq mengulangnya sampai rontaan berkurang.

" sekarang len !!!" pinta arga sambil terus mengulang hal yg sama.

"Law anzalnaa haadzaa alqur-aana 'alaa jabalin lara-aytahu khaasyi'an mutashaddi'an min khasyyati allaahi watilka al-amtsaalu nadhribuhaa lilnnaasi la'allahum yatafakkaruuna". kubaca berulang kali dengan memutarkan ujung jari tangan menempel pada leher berlawanan dengan arah jarum jam. kuniatkan untuk menghancurkan tameng pada leher jin melalui leher bu anin.

bu anind menjerit kesakitan namun suaranya berat seperti suara seorang lelaki.

arga membaca sholawat nabi dan Ayat Kursi 3 kali berturut turut dan menghembuskan nafas ke tangan kanan yg akan dijadikan untuk membunuh jin, di alam jin akan berubah menjadi sebilah pedang yg tajam dengan izin Allah.

diletakkan tangan kanannya di leher bu anin dengan gerakan seperti menyembelih lalu kudengar arga melantunkan doa berulang ulang

" kaaf ha ya aiin soood".

bu anin sudah tak meronta ronta lagi. dan perlahan tenang.. dan diam. dengan segera para guru membopong bu anin dan dibawa kerumah sakit. setelah kejadian itu aku dan arga dikenal disatu sekolah. banyak yg memberi dukungan pada kami bahkan banyak yg mengira kami ini pacaran.

hubungannya apa nolongin orang kerasukan dengan pacaran?? namun banyak juga temen temen yg bilang kalo aku aneh karena sering terlihat ngomong sendiri. aku ga mau mikirin semua omongan itu. aku hanya pengen belajar.

***

istirahat siang kali ini aku duduk diteras. indah datang menghampiriku.

" len.. mana janjimu padaku?". tiba tiba dia ngomong gt bikin aku mkir.

" janji apa ndah?". tanyaku balik masih ga paham dengan maksudnya.

" janjimu buat jauhin arga". katanya membuatku berpaling ga mau melihatnya.

" leennnn... ". katanya memanggilku dengan lembut mirip orang merajuk. dan berpindah didepanku.

" iyaa.. ni kan aku juga udah njauhin arga". kataku datar. tiba tiba aja ntah dr kapan arga ada disamping kami.

" apa maksudnya???, knp ada janji yg seperti itu??". katanya dengan emosi pada kami berdua. kulihat indah hanya menunduk memegang ujung bajuku. sumpahh mirip anak kecil minta permen.

" km tuh keterlaluan yaa lenn.. bisa bisanya nyanggupin janji semacam itu !!!". katanya penuh emosi.

" bukan begitu ga..!". kataku mau menyela. namun selalu dipotong olehnya.

" kayak aku ini ga ada harganya dimata km, maumu apa to?? pengen aku dan indah jadian gitu? oke.. aku turutin. yukk ndahh!!!". lalu dia pergi meninghalkanku dengan menggandeng indah. aku hanya melihatnya pergi dan dia hanya pergi gt aja melihatku dengan aura penuh emosi dan kecewa.

aku diam sejenak. ga tau kenapa tiba tiba aku nangis. ' bukan gt ga.. km sangat berharga dimata aku.. bahkan dihatiku'. lalu aku nangis sesenggukan sendirian. aku hanya berharap tak ada yg melihatku.

" lennn.. knp? kok nangis?". disampingku udah ada mas rizqi. langsung aku hapus air mata yg dari tadi terus terusan keluar.

" gpp kak.."

" gpp kok nangis?". tanyanya balik.

" beneran kok aku gpp, ohh iya gimana iqbal kak? sejauh mana dia? ". tanyaku mengalihkan pembicaraan.

" alhamdulilah bagus. dia jd rajin ikut kajian kajian. aku salut lo sama km bisa bikin dia berubah gini, rahasianya apa?". tanyanya sambil bercanda. aku tau dia berusaha menghiburku. ga tau kenapa yg pasti dia ga ingin aku nangis lagi.

" hahahaha ga ada rahasia apa apa kok. yaa emang waktunya dia dapet hidayah aja kak, makasih udah jd pembimbingnya". kataku tulus.

" lahh nggak kok len.. cuma nemenin dia aja biar ga bingung. aku seharusnya yg berterimakasih sama iqbal". katanya membuatku bingung.

" kok bisa? kenapa emang? ". tanyaku penasaran.

" karena dia aku jd bs kenal km". katanya blak blak an. wihh ni anak main open gini. jangan Ge Er dulu len.. kenal sebagai temen kan jg bs hahahaha. dasar. tapi pikiranku tetep mikir arga. Ya Allah.. aku ingin fokus belajar. bila suatu saat emang dia jodohku yg Engkau tulis di lauhul mahfudz aku sangat berharap.

" lennnn, ellenn! kok ngelamun? ". panggilannya membuyarkan lamunanku. aku ini knp yaa.. udah jangan lebay.

" eh maaf kak aku lg banyak pikiran". kataku sambil melihatnya.

" kalo aku ada disalah satu pikiranmu nggak??". tanya nya sambil ketawa. aku jadi ikutan ketawa. dia bikin aku ketawa hari ini. tapi sayang... ga bisa bikin hatiku ketawa.

tanda masuk kelas berbunyi. istirahat selesai. saatnya belajar lagi.

" kak aku balik kelas dulu yaa". kataku sambil pamitan pergi.

" km knp len kok sembab gt matanya?". tanya retno dikelas.

" gpp kok ret.. klilipan hehe".

" masa??.. ga percaya ahh. masa klilipan dua duanya gt sih..?". katanya ga yakin dengan ucapanku.

" udahh ntar kita pergi bareng yukk, aku ajak arga juga dehh". katanya menghiburku.

" jangan ret.. kita pergi berdua aja ntar sore. no boys ya". kataku sambil nyengir.

" iyaa dehh... oke ntar aku jemput dirumah ya". katanya manja sambil bergelayut dilenganku.

aku ga konsen ngikutin pelajaran. ditanya guru berkali kali jg aku ga bs jawab. temen temen cuma ckikikan liat aku gitu.

sorenya aku dan retno pergi ke kotabaru buat nongkrong ngusir sumpek dikepala. saat dicafe itu aku cerita ke retno tentang semua yg terjadi siang tadi.

" km tuh sebenere gmn ke arga len? ". tanyanya penasaran

" ga tau ret, aku sendiri juga bingung. aku cuma gamau nyakitin orang. jadi aku ga tau mesti gmn. yaudahlah.. bahas yg lain aja yaa". pintaku padanya.

hanya retno yg bisa menghiburku saat ini. celotehnya bikin aku ketawa trus. malamnya aku nginap dirumah retno. gamau aku tidur sendirian saat lagi galau gini.

rumah retno sangat besar untuk seukuran serumah isi 3 orang ditambah pembantu dan sopir. banyak patung patung dan lukisan menghiasi dinding. mama retno juga sangat baik padaku. sejak dulu aku sering tidur dirumahnya.

tengah malam aku terbangun. perasaanku ga enak. kulihat retno udah tertidur pulas disampingku. tempat tidur yg berada ditengah langsung berhadapan dengan pintu.

dari celah pintu kamarnya ada yg berjalan mondar mandir. paling pembantunya retno. tp kenapa tengah malam begini.. kubiarkan sejenak.. aku kembali bebaring. kulihat lagi masih tetep sama kayak tadi.

kuberanikan diri untuk bangun dan perlahan jalan kearah pintu. kuambil kunci yg tergantung. lalu kuintip dr lubang kunci. kosong tak ada siapapun. tp dari celah pintu terlihat seseorang jalan mondar mandi di depan pintu. kuintip lagi melalui lubang kunci. aku tersentak.

dari arah luar pintu ada seseorang melakukan hal yg sama denganku. awalnya membungkuk dan langsung mengarahkan tubuhnya ke lubang kunci. mata itu kulihat begitu dekat. tapi ga tau wajah siapa. aku mundur beberapa langkah kebelakang karena kaget. lalu melangkah kedepan lagi dan membuka pintu degan cepat. kosong.. tak ada siapapun.

kututup lagi pintu kamar. ku melangkah ketempat tidur. seperti ada seseorang diatas almari besar sebelah kananku. aku tak berani melihatnya. aku seperti diperhatikan seseorang lamaa sekali. perlahan dikit dikit kulihat ke arah almari. ada sosok meringkuk diatasnya.

" ret... retno bangun..". aku menyenggol nyenggol retno tp dia malah tidur dengan pulas. aku mulai takut.

saat kulihat ke arah almari besar sosok itu seperti bergerak menggeliat. terdengar seperti tulang tulang patah. duwhh ni rumah kenapa kok jd gini yaaa..
aku hanya melirik sosok itu sesekali pura pura tak melihatnya. lalu dia merangkak turun dan terdengar sangat jelas bunyi 'kretek kretek' ketika aku melihatnya dia menoleh padaku. aku langsung pura pura ga liat. begitu seterusnya sampai dia muter muter ga dijelas dikamar. dan kembali lagi ke atas almari dan ga tau kmn.

aku ga tidur sampai pagi. niat tidur drmh retno biar ga galau karena arga malah galau karena ini. sial banget.

paginya saat sarapan bareng keluarga retno aku iseng iseng tanya.

" bu.. kenapa kamar retno pindah disitu?". tanyaku pada bu yanti.

" ohh.. itulo len kamar retno atapnya rapuh. minggu kemarin plafonnya yg pojok jatuh. sementara pindah ke kamar tamu sambil nunggu kamarnya diperbaiki. knp? ga bs tidur ya?". tanya bu yanti tiba tiba.

" aku malah bs tidur kalo ada km len. km semalem bs tidur kan? aku kalo sendirian ga bs merem. soalnya kamarnya pindah situ jd ga biasa". sahut retno

" nggak kok.. bisa tidur bu semalem.. ". kataku berbohong.

" ntar tidur rumahku lg aja ya len.. lagian drmh km kan ga ada orang. eyang lg keluar kota. ortumu juga baliknya lusa dr jakarta, bobo sini ajaa yaa". kata retno bener juga aku sendirian dirumah. malah tambah galau kalo aku clingukan sendiri.

'krettt kreett kreettekk' aku mendengar bunyi seperti semalem. saat kulihat belakang dr kamar retno keluar sosok itu.

" duwhh buku tugasku mana ya len kok ga ada?". tanya retno sambil mengaduk aduk isi tasnya mencari buku yg dimaksud.

" coba cari dikamar.. km lupa naruh kali ret". suruhku pada retno. dia langsung balik ke kamar mencari buku yg tertinggal.

sementara kulihat sosok itu seperti mau naik ke mobil retno. aku mendekatinya. dia mendesis seperti ular. ada 2 pasang gigi taring tp kecil diantara deretan giginya. badannya tak tegap layaknya jasad manusia. namun berlekuk lekuk tak sempurna seperti tubuh yg tak bisa tegap karena tulang yg patah.

" pergi !". kataku dengan mata tak berkedip. dia mundur sejenak namun tak pergi.

aku melangkah dideket mobil dan membaca surat yasin untuk membuat perlindungan sementara.

" Wa ja 'alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun ". kuulang ayat ini sebanyak 7 kali . dia seperti bingung dan tetep diam disitu. seperti dibutakan matanya. retno datang dan kami berangkat kesekolah.

" ret... kapan km pindah kamar yg sekarang? ". tanyaku membuka obrolan.

" sudah semingguan ini len, kamar itu pengap soalnya dr pertama beli rumah ga pernah dibuka, ga perna ada tamu sih, paling dibersihin aja sebulan sekali" kata retno panjang lebar.

" km kalo jemput aku ada yg aneh gak.. masudku selalu aneh gt". tanyaku agak merinci

" hmmm apa ya.. oh iyaa mesin mobil selalu mati saat mau masuk ke jalan rumahmu.. belok jalan gatut kaca itulo len, kenapa len? ". tanya retno agak curiga.

" gpp ret". jawabku datar.

harus kucari tau. ada yg ga beres dengan rumah yg baru 2 tahun dibeli keluarga retno. setelah sampai disekolah aku mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Part 6🍁Kesurupan🍁

pelajaran pertama dimulai. pikiranku masih blom bs fokus. namun tiba tiba ada bayangan hitam turun dari atap kelas tepat pada bu guru yg menulis dipapan tulis. tiba tiba bu guru diam mematung. tangannya mulai turun kebawah. tak ada yg menyadarinya dikelas.

aku berdiri.. satu kelas melihatku aneh. kulihat bu guru hanya berdiri mematung didepan papan tulis. saat mau kulangkahkan kakiku kedepan..

'bug... bug... bug...' bu guru membentur benturkan kepalanya sendiri di papan tulis. seisi kelas panik. ada yg lari keluar. ada yg cuma melihat ngeri di tempat duduk. ada yg histeris karena takut melihat pemandangan didepan.

aku maju kedepan menarik bu guru kebelakang agar kepalanya tak terbentur papan tulis. namun tak bs mundur sedikitpun. tenaganya besar sekali. iqbal kemudian membantuku. namun tetap seperti itu.

" lagi bal.. kurang kuat.., temen temen bantuin donk !!!". aku berteriak sambil menarik bu guru mundur kebelakang.

" Allahhu Akbarrrr !!!!". terdengar iqbal berteriak keras

kami bisa mundur hanya sekitar selangkah. kepala bu guru sudah tak bs menyentuh papan tulis. darah keluar dr dahinya banyak sekali. lalu datang para guru ya lain baca baca doa. tapi semakin meronta.

bu anin, guru yg kerasukan td dibaringkan dilantai. banyak yg memegangi termasuk guru dan temen temen. tenaganya sangat kuat sekali. muka dan leher bu anin bersimbah darah.

aku memegang tangan bu anin dg jari telunjuk dan ibu jari. kutekan tangannya ke lantai.

"La hawla wa laa quwwata ila billahil aliyhil adziim. Ya Allah ya jabbar! Hasbiyallah! Hasbiyallah! Hasbiyallah!".

kupasung yg merasukinya ke lantai. bu anin agak tenang. guru guru yg memegangi hanya melongo melihatku. mereka udah berkeringat dan keliatan capek. diluar kelas makin ramai. padahal saat itu jam pelajaran.

lalu dengan cara yg sama kupegang kakinya dan mengulang doa tadi. sudah mulai tenang. tiba tiba kepala bu anin dibentur benturkan ke lantai. temen temen yg lain langsung mengalasi kepala belakang bu anin dengan tangannya. namun bu anin tetep seperti itu.

melihat temen temen dan para guru memegangi. dia malah berusaha menggigit semua yg berada didekatnya.

kuarahkan jari tengah dan telunjuk kanan kearah matanya, lalu kudekatkan perlahan untuk membutakan mata jin

"Wa ja 'alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun". dia buta seketika. tampak kebingungan. aku udah kualahan. tiba tiba arga dateng. diikuti indah dibelakangnya.

" kok gini len?". tanya arga kaget melihat kondisi bu anin.

" udah.. habisi aja.. ini udah keterlauan. udah bikin manusia celaka". ucapku sambil terus memegangi bu anin.

ini kelewatan.. harus dibunuh yg merasuki.

arga mengarahkan jarinya ke ulu hati bu anin. lalu membaca Surat Al Falaq mengulangnya sampai rontaan berkurang.

" sekarang len !!!" pinta arga sambil terus mengulang hal yg sama.

"Law anzalnaa haadzaa alqur-aana 'alaa jabalin lara-aytahu khaasyi'an mutashaddi'an min khasyyati allaahi watilka al-amtsaalu nadhribuhaa lilnnaasi la'allahum yatafakkaruuna". kubaca berulang kali dengan memutarkan ujung jari tangan menempel pada leher berlawanan dengan arah jarum jam. kuniatkan untuk menghancurkan tameng pada leher jin melalui leher bu anin.

bu anind menjerit kesakitan namun suaranya berat seperti suara seorang lelaki.

arga membaca sholawat nabi dan Ayat Kursi 3 kali berturut turut dan menghembuskan nafas ke tangan kanan yg akan dijadikan untuk membunuh jin, di alam jin akan berubah menjadi sebilah pedang yg tajam dengan izin Allah.

diletakkan tangan kanannya di leher bu anin dengan gerakan seperti menyembelih lalu kudengar arga melantunkan doa berulang ulang

" kaaf ha ya aiin soood".

bu anin sudah tak meronta ronta lagi. dan perlahan tenang.. dan diam. dengan segera para guru membopong bu anin dan dibawa kerumah sakit. setelah kejadian itu aku dan arga dikenal disatu sekolah. banyak yg memberi dukungan pada kami bahkan banyak yg mengira kami ini pacaran.

hubungannya apa nolongin orang kerasukan dengan pacaran?? namun banyak juga temen temen yg bilang kalo aku aneh karena sering terlihat ngomong sendiri. aku ga mau mikirin semua omongan itu. aku hanya pengen belajar.

***

istirahat siang kali ini aku duduk diteras. indah datang menghampiriku.

" len.. mana janjimu padaku?". tiba tiba dia ngomong gt bikin aku mkir.

" janji apa ndah?". tanyaku balik masih ga paham dengan maksudnya.

" janjimu buat jauhin arga". katanya membuatku berpaling ga mau melihatnya.

" leennnn... ". katanya memanggilku dengan lembut mirip orang merajuk. dan berpindah didepanku.

" iyaa.. ni kan aku juga udah njauhin arga". kataku datar. tiba tiba aja ntah dr kapan arga ada disamping kami.

" apa maksudnya???, knp ada janji yg seperti itu??". katanya dengan emosi pada kami berdua. kulihat indah hanya menunduk memegang ujung bajuku. sumpahh mirip anak kecil minta permen.

" km tuh keterlaluan yaa lenn.. bisa bisanya nyanggupin janji semacam itu !!!". katanya penuh emosi.

" bukan begitu ga..!". kataku mau menyela. namun selalu dipotong olehnya.

" kayak aku ini ga ada harganya dimata km, maumu apa to?? pengen aku dan indah jadian gitu? oke.. aku turutin. yukk ndahh!!!". lalu dia pergi meninghalkanku dengan menggandeng indah. aku hanya melihatnya pergi dan dia hanya pergi gt aja melihatku dengan aura penuh emosi dan kecewa.

aku diam sejenak. ga tau kenapa tiba tiba aku nangis. ' bukan gt ga.. km sangat berharga dimata aku.. bahkan dihatiku'. lalu aku nangis sesenggukan sendirian. aku hanya berharap tak ada yg melihatku.

" lennn.. knp? kok nangis?". disampingku udah ada mas rizqi. langsung aku hapus air mata yg dari tadi terus terusan keluar.

" gpp kak.."

" gpp kok nangis?". tanyanya balik.

" beneran kok aku gpp, ohh iya gimana iqbal kak? sejauh mana dia? ". tanyaku mengalihkan pembicaraan.

" alhamdulilah bagus. dia jd rajin ikut kajian kajian. aku salut lo sama km bisa bikin dia berubah gini, rahasianya apa?". tanyanya sambil bercanda. aku tau dia berusaha menghiburku. ga tau kenapa yg pasti dia ga ingin aku nangis lagi.

" hahahaha ga ada rahasia apa apa kok. yaa emang waktunya dia dapet hidayah aja kak, makasih udah jd pembimbingnya". kataku tulus.

" lahh nggak kok len.. cuma nemenin dia aja biar ga bingung. aku seharusnya yg berterimakasih sama iqbal". katanya membuatku bingung.

" kok bisa? kenapa emang? ". tanyaku penasaran.

" karena dia aku jd bs kenal km". katanya blak blak an. wihh ni anak main open gini. jangan Ge Er dulu len.. kenal sebagai temen kan jg bs hahahaha. dasar. tapi pikiranku tetep mikir arga. Ya Allah.. aku ingin fokus belajar. bila suatu saat emang dia jodohku yg Engkau tulis di lauhul mahfudz aku sangat berharap.

" lennnn, ellenn! kok ngelamun? ". panggilannya membuyarkan lamunanku. aku ini knp yaa.. udah jangan lebay.

" eh maaf kak aku lg banyak pikiran". kataku sambil melihatnya.

" kalo aku ada disalah satu pikiranmu nggak??". tanya nya sambil ketawa. aku jadi ikutan ketawa. dia bikin aku ketawa hari ini. tapi sayang... ga bisa bikin hatiku ketawa.

tanda masuk kelas berbunyi. istirahat selesai. saatnya belajar lagi.

" kak aku balik kelas dulu yaa". kataku sambil pamitan pergi.

" km knp len kok sembab gt matanya?". tanya retno dikelas.

" gpp kok ret.. klilipan hehe".

" masa??.. ga percaya ahh. masa klilipan dua duanya gt sih..?". katanya ga yakin dengan ucapanku.

" udahh ntar kita pergi bareng yukk, aku ajak arga juga dehh". katanya menghiburku.

" jangan ret.. kita pergi berdua aja ntar sore. no boys ya". kataku sambil nyengir.

" iyaa dehh... oke ntar aku jemput dirumah ya". katanya manja sambil bergelayut dilenganku.

aku ga konsen ngikutin pelajaran. ditanya guru berkali kali jg aku ga bs jawab. temen temen cuma ckikikan liat aku gitu.

sorenya aku dan retno pergi ke kotabaru buat nongkrong ngusir sumpek dikepala. saat dicafe itu aku cerita ke retno tentang semua yg terjadi siang tadi.

" km tuh sebenere gmn ke arga len? ". tanyanya penasaran

" ga tau ret, aku sendiri juga bingung. aku cuma gamau nyakitin orang. jadi aku ga tau mesti gmn. yaudahlah.. bahas yg lain aja yaa". pintaku padanya.

hanya retno yg bisa menghiburku saat ini. celotehnya bikin aku ketawa trus. malamnya aku nginap dirumah retno. gamau aku tidur sendirian saat lagi galau gini.

rumah retno sangat besar untuk seukuran serumah isi 3 orang ditambah pembantu dan sopir. banyak patung patung dan lukisan menghiasi dinding. mama retno juga sangat baik padaku. sejak dulu aku sering tidur dirumahnya.

tengah malam aku terbangun. perasaanku ga enak. kulihat retno udah tertidur pulas disampingku. tempat tidur yg berada ditengah langsung berhadapan dengan pintu.

dari celah pintu kamarnya ada yg berjalan mondar mandir. paling pembantunya retno. tp kenapa tengah malam begini.. kubiarkan sejenak.. aku kembali bebaring. kulihat lagi masih tetep sama kayak tadi.

kuberanikan diri untuk bangun dan perlahan jalan kearah pintu. kuambil kunci yg tergantung. lalu kuintip dr lubang kunci. kosong tak ada siapapun. tp dari celah pintu terlihat seseorang jalan mondar mandi di depan pintu. kuintip lagi melalui lubang kunci. aku tersentak.

dari arah luar pintu ada seseorang melakukan hal yg sama denganku. awalnya membungkuk dan langsung mengarahkan tubuhnya ke lubang kunci. mata itu kulihat begitu dekat. tapi ga tau wajah siapa. aku mundur beberapa langkah kebelakang karena kaget. lalu melangkah kedepan lagi dan membuka pintu degan cepat. kosong.. tak ada siapapun.

kututup lagi pintu kamar. ku melangkah ketempat tidur. seperti ada seseorang diatas almari besar sebelah kananku. aku tak berani melihatnya. aku seperti diperhatikan seseorang lamaa sekali. perlahan dikit dikit kulihat ke arah almari. ada sosok meringkuk diatasnya.

" ret... retno bangun..". aku menyenggol nyenggol retno tp dia malah tidur dengan pulas. aku mulai takut.

saat kulihat ke arah almari besar sosok itu seperti bergerak menggeliat. terdengar seperti tulang tulang patah. duwhh ni rumah kenapa kok jd gini yaaa..
aku hanya melirik sosok itu sesekali pura pura tak melihatnya. lalu dia merangkak turun dan terdengar sangat jelas bunyi 'kretek kretek' ketika aku melihatnya dia menoleh padaku. aku langsung pura pura ga liat. begitu seterusnya sampai dia muter muter ga dijelas dikamar. dan kembali lagi ke atas almari dan ga tau kmn.

aku ga tidur sampai pagi. niat tidur drmh retno biar ga galau karena arga malah galau karena ini. sial banget.

paginya saat sarapan bareng keluarga retno aku iseng iseng tanya.

" bu.. kenapa kamar retno pindah disitu?". tanyaku pada bu yanti.

" ohh.. itulo len kamar retno atapnya rapuh. minggu kemarin plafonnya yg pojok jatuh. sementara pindah ke kamar tamu sambil nunggu kamarnya diperbaiki. knp? ga bs tidur ya?". tanya bu yanti tiba tiba.

" aku malah bs tidur kalo ada km len. km semalem bs tidur kan? aku kalo sendirian ga bs merem. soalnya kamarnya pindah situ jd ga biasa". sahut retno

" nggak kok.. bisa tidur bu semalem.. ". kataku berbohong.

" ntar tidur rumahku lg aja ya len.. lagian drmh km kan ga ada orang. eyang lg keluar kota. ortumu juga baliknya lusa dr jakarta, bobo sini ajaa yaa". kata retno bener juga aku sendirian dirumah. malah tambah galau kalo aku clingukan sendiri.

'krettt kreett kreettekk' aku mendengar bunyi seperti semalem. saat kulihat belakang dr kamar retno keluar sosok itu.

" duwhh buku tugasku mana ya len kok ga ada?". tanya retno sambil mengaduk aduk isi tasnya mencari buku yg dimaksud.

" coba cari dikamar.. km lupa naruh kali ret". suruhku pada retno. dia langsung balik ke kamar mencari buku yg tertinggal.

sementara kulihat sosok itu seperti mau naik ke mobil retno. aku mendekatinya. dia mendesis seperti ular. ada 2 pasang gigi taring tp kecil diantara deretan giginya. badannya tak tegap layaknya jasad manusia. namun berlekuk lekuk tak sempurna seperti tubuh yg tak bisa tegap karena tulang yg patah.

" pergi !". kataku dengan mata tak berkedip. dia mundur sejenak namun tak pergi.

aku melangkah dideket mobil dan membaca surat yasin untuk membuat perlindungan sementara.

" Wa ja 'alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun ". kuulang ayat ini sebanyak 7 kali . dia seperti bingung dan tetep diam disitu. seperti dibutakan matanya. retno datang dan kami berangkat kesekolah.

" ret... kapan km pindah kamar yg sekarang? ". tanyaku membuka obrolan.

" sudah semingguan ini len, kamar itu pengap soalnya dr pertama beli rumah ga pernah dibuka, ga perna ada tamu sih, paling dibersihin aja sebulan sekali" kata retno panjang lebar.

" km kalo jemput aku ada yg aneh gak.. masudku selalu aneh gt". tanyaku agak merinci

" hmmm apa ya.. oh iyaa mesin mobil selalu mati saat mau masuk ke jalan rumahmu.. belok jalan gatut kaca itulo len, kenapa len? ". tanya retno agak curiga.

" gpp ret". jawabku datar.

harus kucari tau. ada yg ga beres dengan rumah yg baru 2 tahun dibeli keluarga retno. setelah sampai disekolah aku mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Part 7🍁Ciuman Pertama🍁

jam istirarahat siang aku mau ke kantin dulu. laper banget padahal td pagi udah makan. retno ke perpus sama arif jadi aku pergi sendirian. saat mau sampai kantin langkahku terhenti. kulihat arga duduk menghadapku dan indah duduk di kursi didepannya. indah lagi cerita ntah soal apa dan arga hanya diam melihatnya.

saat tau aku berdiri agak jauh darinya dia melihatku, mulutnya agak terbuka sedikit seperti mau berkata kata lalu akhirnya diam. aku juga diam ga melangkah maju. kuputuskan untuk balik lagi ke kelas ga jadi makan. ntah knp mending aku ga melihat mereka.

saat berbalik mau ke kelas aku ketemu mas rizqi di jalan tak jauh dr kantin.

" lenn.. mau kmn? hbs makan ya? ". tanya mas rizqi

" mmm nggak jadi kok kak.. jd ga laper". aku melihat ke arah arga. dia tak mendengarkan indah bicara . hanya diam memandang kami. sesekali dia majukan badannya dan berdiri.

" yuk aku temenin". kak rizqi yg membaca keadaan langsung mengajakku ke kantin

" ga usah kak.. beneran kok ga laper udahan". aku menolaknya halus. namun bunyi perut laparku kedengeran kak rizqi.

" tuhhh sampai bunyi.. yuk makan.. ntar ga konsen lo sama pelajarannya.. ntar km sakit". ajaknya sambil menarik tanganku mengikutinya ke kantin. akhirnya aku nurut juga.

kami mengambil tempat dipojok. agak jauh dr arga. sekilas indah juga melihat kearahku.

tak buat cuek ajalah. aku duduk menghadap mereka. sedang kak rizqi membelakangi mereka. selama makan kulihat sekikas arga selalu mencuri pandang ke arah kami. ada aura cemburu dan benci darinya. indah sesekali juga menatapku. dr wajahnya terlihat jelas dia ga suka arga melihat kesini.

" cieeee... makan bareng ni ye!!! ". teriak iqbal tiba tiba dr pintu kantin. sialan ni iqbal bikin satu kantin jd ngeliat ke kita.
lalu iqbal duduk bersama kami. arga dan indah kulihat hanya diem aja. indah berbicara namun arga no respon. akhirnya indah berdiri dan pergi gt aja ninggalin arga dikantin. aku tak ingin melihatnya lagi. cepet cepet aku habiskan makan biar cepet pergi dr kantin.

" kak aku ke balik dulu ke kelas ya.. sama iqbal aja disini. ada yg perlu aku kerjain". pamitku sama kak rizqi.

" alahh elen alesan. balik sama sama aja len" kata iqbal sambil ngelirik ke arga yg duduk agak jauh. kak rizqi hanya senyum dan mengiyakan.

" ada yg harus dikerjakan bal.. soal yg tadi aku blom selesai ngerjainnya" jawabku memberi alesan yg kurang masuk akal.

lalu aku keluar kantin melewati tempat arga duduk. tak ingin aku melihat kebelakang. baru setengah perjalanan ke kelas tanganku ditarik dari belakang sampai aku berbalik arah. kulihat arga sudah berdiri didepanku

" jadi itu alesannya km menjauh dr ku dan bikin janji konyol sama indah?". tanya nya tiba tiba. aku ga bakal nyangka akan ditanya begini. aku berjalan meninggalkannya namun belom ada 3 langkah dia menarikku agak kasar.

aku berdiri agak menjauh biar dia ga baca yg kupikirkan

" km tuh knp marah marah gini? ". kataku pura pura ga tau.

" rasanya sakit len.. km juga ngrasa sakit kan liat aku dan indah?". tanyanya berani ke aku.

aku cuma diem aja. iyaa emang sakit.

" aku cm gamau ada yg terluka". jawabku seadanya.

" tp aku terluka !!". jawabnya penuh emosi. kulihat yg selama ini disamping arga pergi menjauh. aku ga ngerti.. dia sendiri yg memilih gini dia juga yg bilang kalo sakit ati. biasanya dia bs ngontrol emosi. kali ini knp.

aku hanya diam ga ngerti harus gmn. tiba tiba dia memegang pinggangku dan menarik kearahnya , membungkukkan badannya lalu menciumku sesaat. aku mendorongnya kuat dan ga bisa bilang apa apa cuma kaget.

" eh.. kalian berdua segera ikut bapak ke kantor". ga tau kapan pak budi guru bahasa itu sudah ada dideket kami. ini hal yg paling memalukan disekolah. aku hanya memandang benci ke arga. dia sesekali hanya senyum aku lihat. sialan ini anak bikin aku sialll.

sampai di kantor guru sudah pasti akan kena marah.

" kalian ini niat sekokah gak sih.. bisa bisanya di depan umum ciuman ga jelas gt. dan km arga terutama yg memulai kulihat". kata pak budi mulai eksekusi.

pak budi kebetulan pesan teh anget dan dikirim ke kantornya. sebelum minum kulihat beliau tak membaca doa apapun. kulihat sosok makhluk aneh telanjang tangan dan kakinya penuh kotoran. ujung jarinya dicelup celupkan di segelas teh td . aku hanya menahan jijik dengan yg kulihat.

berhubung kami kena marah kami hanya diem aja. kaki arga menyenggol kakiku memberi isyarat. aku tau maksudnya.

" pak baca doa dulu sebelum minum". kataku spontan. arga melihatku kaget.

" km ini malah nyeramahin bapak, sekolah ini mengutamakan aklak dan kecerdasan. untung td yg liat cuma saya. la kalo yg liat pihak dr luar sekolah bisa bisa kalian mencoreng nama baik sekolah". pak budi malah marah dikira ak nglunjak. yaudah terserahlah.

kulihat dengan sangat jelas sosok itu menjulurkan lidahnya yg berlendir. dan pak budi meminum teh nya lagi. aku menahan mual.  aku berharap tak muntah aja. aku berpaling ke arah arga tak mau melihat sosok itu lg.

" ellen.. perhatikan kalo saya memberi pengarahan". kata pak budi

duwhh beneran aku mual. aku melihat ke arah pak budi dan berusaha fokus. namun sosok itu malah semakin menjadi dengan meminum teh yg ada digelas dan memuntahkan lagi lalu menimum lagi dan memuntahkan lagi sampai pak budi meneguk habis teh digelas.

" pak maaf ijin ke toilet". aku ke toilet yg ada didalam ruang guru sambil menahan mual dan akhirnya aku muntah juga di wastafel.

" Astaghfirullah hal adzim .. kalian sejauh mana? jangan jangan dia hamil !". katanya sambil mengelus dada. aku yg mendengar dr wastafel langsung pusing. urusannya ruwet gini sih.

kulihat arga memegang kepalanya . berusaha menjelaskan yg terjadi. pak budi tak percaya dengan penjelasan arga. lalu bertanya padaku. kujawab seadanya. dia ke wastafel dan memuntahkan teh yg diminumnya tadi.

arga hanya ketawa cekikikan. kucubit lengannya keras dan dia diem. pak budi muntah muntah diwastafel. sementara kami hanya duduk menunggu eksekusi selanjutnya.

saat pak budi kembali dr wastafel beliau berulang kali bertanya apa benar td yg kulihat seperti itu. bahkan beliau memintaku untuk bercerita berulang kali. dan urutan yg kuceritaka selalu sama. wajah beliau pucat. segera kuambilkan minum dr botol air minum kemasan dan kubacakan doa dulu sebelum kuberikan ke pak budi.

" gamau gamau... saya gamau". tolaknya karena takut.

" udah ga ada pak percaya deh sama saya. tadi juga udah doa dulu". bujukku pada beliau. akhirnya beliau menurut dan menarik nafas panjang untuk menenangkan diri. setelah tenang kembali beliau memarahi kami

" tinggal pilih.. kalian ikut pengajian yg diadakan pihak rohis dan membantu mereka secara bergantian.. atau saya panggil orang tua kalian". kata pak budi memberi pilihan.

" membantu rohis!". jawab kami serempak.

lalu kami diijinkan keluar ruangan. aku tinggalkan arga yg jalan dibelakangku. saat kembali ke kelas pelajaran udah berjalan setengah jam. aku menjelaskan pada guru apa yg terjadi. kemudian beliau hanya geleng geleng kepala dan mengijinkanku mengikuti pelajaran.

retno dengan wajah keponya selalu tanya kmn aku td saat istirahat dan pelajaran berlangsung. aku hanya senyum. ntah senang ntah benci ntah sialll atau apa aku ga tau.

setelah kejadian td siang aku ga akan mendekati arga dulu . malah tambah ruwet nanti urusannya. sekolahku sangat tegas dengan pelaku pelaku pacaran. dilarang keras melakukan atau berbuat mesum. sekolah dengan didikan agama yg kuat tp tidak mengikat.

ada organisasi rohis bernama Al Uswah disekokahku. apa yg kami lakukan menurut pak budi adalah pelanggaran besar. dan kami wajib menjalani bimbingan lagi. pembimbingnya adalah guru agama, kakak tingkat dan ustad terkait. sore itu giliranku mengikuti langsung bimbingan. dan pak budi memilih mbak ranti senior kelas 2 untuk membimbingku. orangnya cantik kalem. top pokoknya. kulihat dr luar masjid retno berlari ke arahku.

" len.. aku mau pergi dulu sama kitty beli barang keperluan buat kegiatan besok. nanti bilang kalo mau pulang biar dijemput, nanti tidur rumahku lo yaaa awas km balik kerumahmu".  kata retno diikuti sebuah ancaman.

kitty bukan nama sebenernya. dia dipanggil begitu karena dia sangat suayang sama kucingnya. dia ga akan makan kalo kucingnya tak makan dulu. beneran.. meski dia laper dia ga akan makan sampai dia tau sendiri kucing drmh sudah makan. mereka pergi berdua naik motor. ntah kenapa hatiku ga enak. kupesankan retno untuk baca doa doa karena setauku dia jarang keluar naik motor.

saat bimbingan dimulai kuceritakan semua yg terjadi pada mbak ranti. dia malah ketawa ngakak namun tetap menghargai aku. aku nyaman sekali berdialog dengannya. cocok ini kalo jadi pacar mas rizqi.

setelah selesai bimbingan kulihat banyak panggilan tak terjawab dr retno. hatiku sudah ga enak. langsung kutekan tombol call.

" ret knp?". tanyaku.

" kesinio len.. aku takut.. kita kecelakaan.. dan kitty.. aku ga tau mesti gimana.. kesinioo sekarang !!!". katanya sangat panik sambil menangis. aku langsung bergegas. ke tempat yg dimaksud. kulihat mas rizqi dideket gerbang mau pulang. kupanggil dia sambil berlari dan aku ceritakan yg terjadi.

" ayoo aku anter.. tp mereka gpp kan? ". tanya mas rizqi ikut panik. aku hanya diam aja karena aku tak tau mereka sekarang gimana. retno hanya menangis trus ditelfon nyuruh aku segera kesana. 
kuhubungi arif saat itu juga . saat tiba di jalan Ngadimulyo kulihat retno sangat ketakutan  dia bingung. kutenangkan dia. disisi kanan jalan kulihat terbaring jasad kitty tertutup koran. kepalanya pecah dan isi otaknya berceceran kmn mn.

" Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ". ucapku begitu menyadari kitty terbaring diseberang jalan tertutup koran. aku terus memeluk retno yg menangis. aku hanya diam tak bs mengucap apapun lagi. lalu arif dan arga datang. retno masih syok .

menurut saksi mata sekitar tempat itu, td mereka mau menyeberang dr jalan ngadimulyo ke jalan pakuncen. tas belanjaan retno jatuh dan kitty berhenti dengan tiba tiba namun masih dipinggir perempatan mau menyeberang ke jln pakuncen dan retno turun mengambil tas yg terjatuh. tiba tiba ada mobil melesat kencang dan menabrak kitty, kepalanya terbentur keras.

aku dan yang lainnya mengantar retno pulang. jenazah kitty segera diurus oleh keluarganya .

retno sungguh masih syok. masih ketakutan. aku akan menginap lg dirumah retno. aku gamu dia sendirian. arif masih dirumah retno menemani sebentar. ortu retno blom balik masih ada acara diluar. kuputuskan untuk memberitahunya nanti biar ga panik dijalan.

" udah tenang yaa.. jangan nangis lagi". ucap arif lembut pada retno. dia mulai berhenti nangis.

'krett krett krett' suara ini lagi. kulihat dipintu kamar retno sosok yg semalem itu melata keluar menyeret kakinya. kubacakan doa doa seperti tadi pagi. dia kembali kebingungan dan kututup kamarnya dari luar.

malam itu juga jasad kitty akan dimakamkan. kami semua kerumahnya untuk takziah. retno juga ikut. saat kembali ke rumah kitty kami menyampaikan duka cita atas kepergian temen sekelas kami.

banyak yg dateng. temen temen sekelas namun tidak semuanya. sudah jam 10 malam. aku mengajak retno pulang untuk pamitan . ga baik juga lama lama disitu kan mereka juga lagi berduka. saat membungkuk memakai memposisikan alas kaki ada seseorang berdiri tepat didepanku. yg kulihat hanya kain putih menutup sampai ke kaki. perlahan aku mencoba berditi tegap. saat berdiri wajahku berhadapan dengan wajah mirip almarhum kitty. kapas penutup mata ga ada. namun kapas penutup hidung masih menempel.

aku perlahan bergeser ke kanan. dan melangkah pergi. saat kulihat kebelakang dia memutari rumahnya . saat kulihat lagi dari jauh dia tetep memutari rumah.

Part 8🍁Buhul Sihir🍁

saat sampai rumah retno kami segera istirahat. kutemui kedua orangbtua retno dan cerita tentang kejadian sore tadi.  retno sepertinya kecapean. kami mandi dan sholat ngisyak sama kirim doa bersama. setelah itu dia tertidur. aku juga sangat capek sekali.

'tek tek tek tek' aku terbangun kaget. setelah aku pastikan ternyata hanya bunyi detik an jam didinding. kenapa jadi sunyi sekali. aku melihat ke arah almari. tak ada yg aneh. tak ada sosok itu lagi. aku kembali tertidur.

pegangan kuat tangan retno membuatku kaget. aku terbangun.

" duwhh perutku sakit len". retno bergumam. kulihat dengan jelas sosok mirip kitty berdiri disamping tempat tidur dan menekan kuat diatas perut retno. kubacakan Al fatekah berkali kali  hingga terlihat dianya satu langkah menjauh. dua langkah menjauh dan seterusnya sampai menghilang. sakit yg dirasakan retno menghilang.dia seperti nya mimpi. dan tertidur lagi.

yg hidup dan yang mati hanya akan bs bertemu dalam mimpi. hingga ruh yg hidup kembali pada jasadnya dan terbangun. sedang ruh yg telah mati jasadnya akan selalu dipegang Allah .

lagi lagi aku tak bs tidur dirumah retno. rumah ini aneh . pengapp.. sungguh ada yg aneh. tak kurasakan kenyamanan seperti rumah yg dulu. terlalu banyak patung dan lukisan dinding membuat para malaikat enggan untuk masuk rumah ini.

saat tidur lagi aku lupa membaca doa karena terlalu kawatir sama retno. aku mimpi itu lagi. mimpi yg selama ini terulang terus malam itu terulang lagi. aku berdiri dilantai sekolahku.

aku berdiri dilantai sekolahku bertelanjang kaki. lantainya terasa dingin dan selalu aku naik ke lantai 3 lalu berdiri disuatu ruangan terkunci. hingga aku bangun lagi dr tidur.

lama lama aku bs gila kalo begini. masalah kitty. masalah kamar retno dan juga mimpi ini serasa menyita tenagaku. kulihat jam didinding masih jam 4 pagi. aku tak bs tidur lagi sampai pagi menjelang.

" len kok ada mata panda sih? km ga bs tidur ya?" tanya retno saat sarapan.

" bisa kok cuma sering terbangun aja aku semalem". kataku datar

" mmm aku mimpi aneh lo semalem". katanya ingin bercerita

" mimpi apa emang?". tanyaku pura pura ga tau. pasti ketemu sama alm kitty.

" mimpi ketemu kitty. tapi ga begitu jelas  . dia seperti tidur diatas perutku". jelas retno lebih terinci.

" udahh cm mimpi jangan dipikir, yuk berangkat udah selesai kan makannya". kataku mengajak retno berangkat.

lagi lagi sosok yg di atas almari besar dikamar retno muncul seperti mau mengikut trus. sudah lebih 3 hari ini dia diam drmh ini . aku ancam ayat pemusnah jika dia tetep ga mau pergi. jika sosok jin menetap lebih dari 3 hari berarti itu adalah syaitan.

bu yanti sudah terbiasa melihatku seperti ngomong sendiri. beliau sudah sangat paham denganku

" ellen.. udah sana berangkat. knp? adakah yg aneh? ". tanya bu yanti tiba tiba .

" ga ada kok bu". jawabku berbohong biar ntar aja kalo ada waktu luang aku bicara dengan keluarga retno. kulihat sosok itu tak mengagnggu secara fisik. aku sudah semakin stres kayaknya.

sampai gerbang sekolah indah mensejajari langkahku. dia melihatku datar. aku cuek aja. uda kebanyakan pikiran soalnya.

" lenn.. nanti sore pulang sekolah boleh aku main kerumahmu?". tanyanya tiba tiba

" boleh..". jawabku singkat. banyak pertanyaan dikepalaku. duwwhh mau belajar aja kok susah amat sih. mending balik jaman kecil dulu ga mikir cinta cintaan kek gini.

sampai dikelas saat pelajaran pertama dimulai kabar terburuk pun datang. ujian dadakan lagi. Ya Allah betapa kejam beberapa hari ini. aku paling anti sama yg namanya ujian dadakan.

" ayo ayo simpan semua tas yg ada diatas meja yg boleh hanya ballpoint aja!!". ucap bu nur

lalu ujianpun dimulai. pikiranku ruwet. aku banyak ga bs nyelesaiin soal soal yg ada. kepalaku rasane cenat cenut ga karuan. aku takut bikin orang tuaku kecewa kalo kayak gini terus.

perlahan aku mendengar suara gamelan. gini lagii... aku tak mau melihat ke arah pintu. karena sebelum ini pernah terjadi, aku melihatnya dan salah satu rombongan itu menghampiriku. aku kapok!!!!

bakalan dapet nilai C ini kalo kayak gini. kulihat yg lain tenang tenang aja ngerjainnya. ohh god..!! hanya aku saja yg bingung sama ni soal.

' brakkk!!'. terdengar suara seperti bangku jatuh. semua lingak linguk mencari dr mana asal suara itu. semua mata tertuju pada bangku kosong dibelakang, tepatnya dipojok. bangku yg biasanya ditempati kitty. kulihat tak ada apapun disitu.

seisi kelas berbisik bisik ga jelas. kelasku merupakan kelas terhoror disekolah. tp kadang mereka terlalu lebay. pernah sekali penghapus dideket papan tulis terjatuh dengan sendirinya. mereka beranggapan mahkluk halus lah yg berbuat. padahal mereka sendiri yg naruhnya ga bener.

hari ini eyang pulang dr luar kota. aku pengen tidur dirumah ntar. sepulang sekolah aku melewati parkiran belakang. ga sengaja kulihat arga dan indah ngobrol. aku berhenti dan langsung berbalik arah. sampai kapan kayak gini ya. retno tak suruh pulang dulu karena aku ada perlu ke perpustakaan. indah mengikutiku dibelakang.

" lenn.. tunggu". panggilnya setengah berlari. haduwh.. lagi lagi dia. sumpah muales.

" apa ndah?". tanyaku udah bete

" kenapa menghindar len?". tanyanya yg seharusnya dia tau apa jawabannya.

" aku udah males ndah bahas hal beginian. kalo yg km pengen bahas itu arga aku udah gau tau.. aku pusing ". jawabku panjang lebar.

" aku bingung len.. aku terlalu sayang sama dia. dan dia sepertinya hanya ke kamu. aku putus asa len". katanya malah curhat.

" perbaiki dirimu .. maka jodohmu juga akan baik. udahlah jangan mikir cinta truss.. km apa ga capek?". tanyaku ngawur.

"capekkk lennn haaaa...aaaaa". dia malah tiba tiba nangis. pusengggg!!!!

" udah jangan nangis.. ngalah ngalahin anak kecil aja pakek nangis". kuolok dia biar berhenti nangis.

kuajak dia keperpustakaan biar sekalian jalan nyelesaiin tugas. saat dibelokan aku tiba tiba berhenti dan menarik nya sembuyi di balik tembok.

kulihat cewek yg selalu merhatiin retno dan arif dideket pintu masuk perpustakaan.. aku ingin dengar apa yg diobrolin mereka

" knp kita disini len.. kayak maling aja sembunyi ?". tanya indah tp ga kujawab

' km harusnya ngerti rif.. jangan cuma nyalahin aku donk'

'tp aku gabisa ri.. ga enak sama retno'

' udah kubilang kan jangan bahas dia saat kita bersama'

hanya sepenggal obrolan tp aku ngerti maksudnya. awas sampai km macem macem sama retno rif.

" eh lenn ga baik lo nguping pembicaraan orang". terus aja si indah ini ngomong jd ga fokus aku ngupingnya. kupandang dia sejenak.

" kayak km ga pernah nguping aku aja.. ayo ngaku.. !!!". kataku langsung. wajahnya memerah. dasar ni anak.. dia sendiri malah parah kalo nguping ke aku. dikira aku ga tau apa.

tiba tiba aku mimisan. kutekan dengan tissu yg aku bawa. tp ga berhenti. seragamku kena darah yg netes dr hidungku. aku mencoba ga panik. malah indah yg panik. kepalaku pusing sekali seperti ada sesuatu yg berusaha mendekat tapi dari sekelikingku melawan.

indah malah panik teriak teriak membuat semua orang disekitar kami datang. aku sudah terhuyung kebelakang dan sandaran ke tembok. sebentar lg kayaknya tumbang ini. aku menekan kuat jari di lenganku agar tetap tersadar.

" lenn.. km gpp? " kudengar suara mas rizqi tp aku sudah terhuyung huyung seperti mau pingsan  tubuhku rasanya berat sekali. indah memegangilku. malah makin terasa ada yg aneh ntah apa. susah untuk digambarkan.

'bawa kesana .. cepett kesana yuk.. kayaknya mau pingsan ini'. terdengar suara arif sedikit ga jelas . aku terduduk dibawah pepohonan. sekitar sekolahku biasanya banyak pepohonan dan dibawahnya kadang banyak siswa siswi belajar atau sekedar duduk.

pandanganku mulai jelas. dan sangat jelas sekali diantara temen temen yg berdiri mengelilingiku kulihat beberapa orang menyerupai pelajar tp jaman dulu. seperti jaman belanda. hanya melihatku tanpa ekspresi. ditutup aja ... aku gamau begini terus. minta tolong ke eyang aja.

" heii len.. km gpp?". arga udah ada didepanku cuma aku hanya diam aja seperti udah ga ada tenaga. aku hanya mengangguk.

" ndah.. sini aku mau ngomong !!!". ditariknya indah agak menjauh dariku. mereka mulai ngobrol serius. arga sepertinya marah. dan indah melihatku sekilas kemudian menangis. setelah itu semua gelap total.

aku serasa jalan dilorong tanpa henti. tempatnya terang tapi tak tahu sumber cahayanya dr mana. setelah lama berjalan didepanku jalan bercabang jadi dua. satu ke arah kanan.. ga pernah kulihat jalan itu. jalan ke arah kiri sangat ku kenal.

lantainya sama seperti lantai kelasku. ini pasti mimpi dan aku harus bangun. aku capek begini terus. dan aku selalu mengulang hal yg sama setiap aku mimpikan tempat ini . lantai dingin, telanjang kaki, lantai 3, ruangan itu dan seutas tali menggantung. udah hanya itu.

punggungku serasa ditepuk 3 kali dan seperti hbs tertidur lama lalu terbangun.  didepanku sudah ada arga indah dan arif. juga eyang disampingku.

" makan yaaa... km kecapean kayae nduk!". aku hanya diam lalu makan hbs satu porsi . kulihat arga duduk disofa yg ada didepanku. pandangannya memelas kearahku. kulihat indah, matanya sembab. lalu dia menangis lagi dan lagi. ni kenapa to jane, anehh banget.

" manusia itu kadang penuh ke khilafan. namun kan ga selamane kesalah itu ga bs dimaafkan asalkan ada niat berubah dari diri sendiri. jadi yoo ga usah nangis. boleh nangis tapi jangan membuat kita makin lemah. harus dilawan, wong namane donyo ki ya buat berlomba lomba nyari amal buat sangu akherat. dan iblis iku emang Sukane ngasih pilihan yg menjerumuskan, masih ada waktu. selama kamu mau segera berubah". kata eyang panjang lebar. sepertinya ditujukan ke indah. aku masih blom paham ini sebenere kenapa.

" maaf ya lenn seharusnya aku segera mencabutnya"  kata indah.

" maksudmu apa?". tanyaku mulai curiga. kmrin emang sempet tanganku kesakitan saat diperpustakaan dan terluka. aku tau itu ulahnya.

" aku pikir dengan aku menyadari salahku dan tak menggangumu melalui orang yg aku datangi dulu, akan hilang dengan sendirinya. sumpah aku ga tau kalo harus diambil dan dihancurkan agar km ga tersakiti" . indah menjelaskan padaku. aku mulai paham sekarang kenapa dia menangis dan minta maaf.

" kenapa km setega itu ndah? salahku apa?" tanyaku agak emosi setelah tau yg sebenernya.

" sudah.. km jangan malah bikin ruwet. dia sudah minta maaf dan ingin mencabut buhul yg dulu dia buat. Allah saja maha memaafkan masa km yg cuma manusia ga mau maafin.. untung km juga kuat dan ada yg njaga jadi km gpp . cuma kalo terlalu oyok oyok an yaa kayak tadi.. mimisan ga berhenti..yoo too?". ucap eyang menengahi.

" maaf lenn.. aku minta maaf.. aku khilaf . aku cuma dibutakan cemburu ke km". ucapnya tulus. kulihat aura sekelilingnya abu abu. dia bener bener menyesal.

" dimana km tanam?". tanyaku langsung menahan emosi.

Buhul adalah penghubung berupa tali ghoib yang menghubungkan antara benda sihir yang terhubung dengan target yang saling mengikat satu sama lainnya. biasanya buhul jg benda itu sendiri.

saat dukun dukun jahat menggunakan sarana jimat dengan ditempel bagian tubuh seseorang sebagai target lalu mengucap matra sihir. maka kerajaan jin mengutus pasukannya yang menanamkan tali penghubung dari benda sihir yang terhubung langsung ke target, dan dibawa oleh pasukan jin.

lalu jin itu masuk ke tubuh manusia dan mengikatkan tali sihir ini kebagian tubuh tertentu. karena yg kmrin tak bisa menguasaiku dan tak bs masuk keubun-ubun maka diikatlah dilengan kanan yg menyebabkan luka. sebenarnya setiap buhul yang terhubung ada khodam penjaganya. namun yg kemarin menurut eyang kalah dengan penjaga seekor kera besar dr makam almarhum buyutku yg sekarang menetap dirumah eyang. aku sendiri pernah mimpi bertengkar dengan kera besar dan aku yg menang. hanya mimpi lo.

jika tali sihir tertancap dikepala melalui ubun ubun maka didalam otak korban ada khodam jin penjaga yang bertugas menjaga aliran gelombang sihir agar sempurna menyakiti korban. dan khodam inipun diikat dengan buhul juga oleh pimpinan dr kerajaan jin agar tidak lari dan selalu menjaga aliran gelombang sihir sempurna.

meski sudah di ruqyah atau dibentengi pasukan jin yg datang selalu berganti ganti. bagi yg ga kuat bakal gampang dikerjain. dan bagi yg masih kuat dan ada pelindung maka akan terus terusan diserang selama buhul yg ditanam atau disembunyikan pelaku tidak di cabut atau dihancurkan. itulah sebabnya seseorang yg terkena sihir meskipun sudah di ruqyah masih bisa kambuh dan berulang kali sakit.

" dimana ndah?". tanyaku lagi. dia masih menangis penuh sesal. aku mimisan lagi.  dan kali ini tambah banyak. eyang membaca ayat ayat dan potongan surat Al Quran.

" Inna alladziina kafaruu bi aayaatinaa sawfa nushliihim naaran kullamaa nadhijat juluuduhum baddalnaahum juluudan ghayrahaa liyadzuuquu al'adzaaba inna allaaha kaana 'aziizan hakiimaan". lalu membaca ayat penggalan surat An nisa' , Al Baqarah , Al Maidah , Al Anfal dan masih banyak lg tak bisa kuingat satu satu.

mimisanku berhenti. arga mendekat dan duduk bertumpu pada kedua lutut didepanku.

" kamu gpp? sakit nggak? ". tanyanya tanpa peduli ada yg lainnya.

" rasanya aneh.. mimisannya sebagian ketelen.. yeyekk ga enak ga". kataku jijik.

" sabar yaa.., habis ini selesai kok yaa" . katanya lembut padaku. kalo saat kayak gini dia keliatan imut buanget.

" heh heh ayo menjauh.. deket dekett kayak kita semua ga ada aja. kamu juga len mauuu ae dipegang pegang". kata eyangku agak sinis. arga kembali duduk disofa.

" wes ndukk.. bilango dmn km menyimpannya? eyang ga akan marah. malah eyang seneng km sadar dan mau bertaubat ". bujuk eyangku lembut ke indah. arga dan arif kulihat sudah sangat menahan amarah.

" sekolah, lantai 3 digudang atas"  jawab indah lalu menangis sejadi jadinya. aku tau sekarang knp dia takut bilang.

" harus diambil nanti malam" .kata eyang.  arga dan arif saling pandang. arif mengacak acak rambutnya sendiri. dia stress.. aku juga stres . bukan apa.. cuma tempat itu ngeri.

" besok aja eyang.. ini udah jam 8 malem. aku .. aku gamau mereka kenapa napa?". aku masih ingat saat mengantar retno ambil kunci rumah.. gamau aku mereka juga mengalaminya. apalagi ini udah jam 8 malam.

" gpp len.. jangan ditunda sampai besok.. aku takut km kenapa napa ". kata arga dengan duduk bertumpu pada kedua lututnya lagi didepanku. matanya mulai agak berkaca kaca. dia nahan nangis. dasar !!.

" besok aja juga gpp kok aku lo masih bisa". kataku biar ga berangkat malam ini juga.

" dibilangin ngeyel dua orang ini. menjauh menjauh". kata eyangku sebel.

aku mimisan lagi. namun kali ini darah juga keluar melalui telinga. namun hanya sedikit. aku memegang kepalaku.

" aaaaggghhjrrr Ya Allah... !!!". aku berteriak untuk melepas rasa sakit seperti pusing yg amat sangat. aku tidur terbaring disofa.

" aku tak ingin elen tersakiti lagi.. knp malah begini. sungguh aku sudah ga ingin" kata indah tiba tiba mendekat menyentuhku. dia menangis.

" A fa hasibtum annama halaknakum abasan wa annakum ilayna la turjaun". ucap eyang sambil memegang tanganku dan seperti menarik sesuatu. aku bisa merasakan ada sebuah tali melilit ditanganku. samar samar kulihat rantai yang panjang ntah berujung dimana. perlahan rasa pusing itu hilang.

" maaf yaa lenn.. maafin aku..". indah mendekatiku

" aku udah maafin km ndah.. km cuma dibutakan saat itu. dalam pengaruh emosi waktu ngambil keputusan. banyak iblis yg mengambil alih hatimu, km juga korban ". balasku malah membuatnya semakin nangis

arga dan indah maksa buat kesana malam itu juga. aku masih bimbang. dan arif masih ngeri ngebayangin kesekolah malam malam gini.

" len.. retno km kasih tau nggak?". tanyanya kawatir.

" jangan rif.., aku kawatir kalo dia ikut". jawabku sejalan dengan pendapat arif. ntar kalo retno knp np aku malah yg salah. kulihat hp ku banyak panggilan tak terjawab darinya. kubiarkan saja ntar aku pasti susah kalo mau bohong sama dia. 


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di