alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Membaca Manuver Yusril Dekati Jokowi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be1966c529a45981c8b4568/membaca-manuver-yusril-dekati-jokowi

Membaca Manuver Yusril Dekati Jokowi

Jakarta - Advokat sekaligus Ketum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, resmi menjadi pengacara Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk Pilpres 2019. Langkah Yusril ini dinilai sebagai pesan terbuka bagi Jokowi dan Prabowo Subianto.

Analisis tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Median Rico Marbun. Rico menyebut berlabuhnya Yusril ke Jokowi merupakan pendekatan sembari menunggu tawaran dari Prabowo.

"Dengan memutuskan menjadi pengacara prodeo, pesan terbuka ke dua arah, baik ke Jokowi dan Prabowo, jelas terasa. Tinggal siapa yang menyambut lebih dulu," kata Rico kepada wartawan, Selasa (6/11/2018).

Menurut Rico, Yusril sudah beberapa kali mengeluhkan koalisi Prabowo-Sandi yang dianggap minim solidaritas dan tidak taat kepada ulama. Bahkan, saat pendaftaran peserta pemilu, Yusril terang-terangan memuji koalisi Jokowi-Ma'ruf yang dinilai lebih ramah karena memilih ulama.

"Yusril sudah berkali-kali mengeluhkan minimnya solidaritas dan bantuan dari parpol pendukung koalisi Prabowo. Saat pendaftaran peserta pemilu, secara terbuka Yusril menyampaikan bahkan parpol dalam kubu Jokowi lebih friendly dan sigap menawarkan bantuan ketimbang kubu Prabowo," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, Yusril belum melihat keuntungan elektoral yang akan diraih PBB andai mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Karena itu, Yusril pun mulai membuka komunikasi dengan kubu Jokowi.

"Apalagi ditambah dengan tiadanya keuntungan elektoral bagi PBB saat mendukung Prabowo. Dua alasan itu mungkin cukup baginya untuk mulai memikirkan membuka jalan komunikasi dengan kubu Jokowi," sebut Rico.

Yusril, kata Rico, juga menyatakan optimistis mampu memberi 'warna' bagi Jokowi. Hal ini sama seperti saat Yusril memberikan 'warna' bagi presiden ke-2 RI, Soeharto.

Rico menilai Yusril sebagai tokoh yang piawai memaksimalkan daya tawar politik. Yusril, lanjut dia, nyaris selalu ada di tiap pemerintahan, dengan hadir di dalam kabinet.

"Jangan lupa, PBB dan Yusril menurut saya tokoh yang paling mampu dan piawai memaksimalkan daya tawar politik. Nyaris di setiap masa pemerintahan, PBB dan Yusril selalu ada hadir di kabinet," ujar Rico.
(tsa/gbr)

sumber https://news.detik.com/berita/428940...-dekati-jokowi


Yusril: Prabowo Fitnah Saya

Yusril kemudian menyebut pernyataan Prabowo Subianto sebagai fitnah. Prabowo mengatakan kesulitan menghubungi Yusril karena Yusril selalu berada di luar negeri. Namun dia menyayangkan aktivis PBB tak membelanya saat fitnah itu meluncur.

"Apalagi Ketua Umum Gerindra secara terbuka memfitnah saya dengan mengatakan bahwa beliau memang mengaku terus terang tidak pernah berbicara dengan Ketua Umum PBB karena 'tiap kali dihubungi beliau selalu berada di luar negeri'. Mana ada aktivis PBB yang membela ketua umumnya yang diperlakukan seperti itu?" kata Yusril.

Pernyataan Prabowo yang dimaksud Yusril itu diucapkan saat Ijtimak Ulama di Hotel Peninsula, Jakarta Barat. Singkat cerita, ternyata cawapres rekomendasi Ijtimak Ulama tidak dipilih oleh Prabowo. Dua cawapres rekomendasi Ijtimak Ulama adalah Salim Segaf Aljufri dari PKS dan Ustaz Abdul Somad. Namun Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.

"Di kalangan ulama peserta Ijtimak di Hotel Peninsula, sikap Prabowo yang tidak memilih UAS (Ustaz Abdul Somad) atau USA (Ustaz Salim Segaf) juga masalah. Sekarang, siapa yang tidak taat kepada ulama?" kata Yusril.

Yusril lantas menyinggung Jokowi yang justru menggandeng Ketua Umum MUI sekaligus Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin.

"Konon sekarang akan diadakan Ijtimak Ulama Tahap II untuk memutuskan apakah akan membenarkan atau menolak keputusan Prabowo yang memilih Sandiaga Uno, seorang pedagang, bukannya ulama, sementara Jokowi malah memilih ulama yang juga Ketua MUI dan sekaligus Rais Aam PBNU, walau Jokowi tidak pernah mendapat amanat demikian dari para ulama yang berijtimak," tutur Yusril.


Dia bertanya-tanya, bagaimana keputusan Ijtimak Ulama Tahap II nantinya, apakah tetap mendukung Prabowo atau tidak mendukung Prabowo. Soalnya Prabowo tidak mengambil cawapres hasil rekomendasi Ijtimak Ulama. Dia berharap kewibawaan ulama tetap terpelihara. Dia juga menilai keputusan Munaslub Nahdlatul Ulama (NU) perlu diperhatikan karena jumlah ulama NU sangat besar dan mengakar di hati umat Islam. PBB akan memperhatikan keputusan para ulama.

"Apakah mereka (Ijtimak Ulama II) akan menarik dukungan dari Prabowo karena tidak patuh kepada hasil Ijtimak atau Ijtimak Jilid II akan mengeluarkan keputusan baru sebagai 'qaul jadid', yakni mencabut 'qaul qadim' keputusan sebelumnya, artinya pedagang pun boleh dipilih jadi wapres, tidak perlu ulama, seperti UAS dan USA. Kalau ini terjadi, maka di mana muka para ulama itu akan ditempatkan?" kata Yusril.
https://news.detik.com/berita/4165363/yusril-koalisi-keummatan-fatamorgana-prabowo-fitnah-saya
Rezim menggunakan ucil untuk merangkul eks hti?
tiada kawan lawan abadi

Salah satu faktor utama ucil dukung wiwi itu karena ini..

Membaca Manuver Yusril Dekati Jokowi

Tepatnya mah.. ogah 1 kubu sama orang2 idiot.. emoticon-Big Grin
Membaca Manuver Yusril Dekati Jokowi

Mafud MD ARB udah tobat

SImpel gak pengen kegoblokan terulang, hoax memperburuk nama baik pengacara

emoticon-Cool
keputusan yg wajar selaku ketum parpol utk menyelamatkan pbb dari kepunahan.

bisa dibilang upaya peghabisan.
Quote:


Heh???? Minggir minggir jagoan mao lewat

Membaca Manuver Yusril Dekati Jokowi
Quote:
Diubah oleh 54m5u4d183
Mana mana yg kasi duit lebih ya diterima...
Wajarlah ucril pindah
Harapannya kan dia yg jadi cawapres
Tapi dilepehin kelompok sebelah

emoticon-Ngakak
Karena ucil tau kalo wowok itu tambah hari tambah pekok dagelannya emoticon-Leh Uga
Membaca Manuver Yusril Dekati Jokowi
nasbung cilvil war memanas
mantap makin 2 periode

( dengan sedikit ragu )
Semua akan cebong pada waktunya
emoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di