alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Soal Jagung, Swasembada dan Impor Tak Bisa Disandingkan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be182a260e24ba4788b457c/soal-jagung-swasembada-dan-impor-tak-bisa-disandingkan

Soal Jagung, Swasembada dan Impor Tak Bisa Disandingkan

Soal Jagung, Swasembada dan Impor Tak Bisa Disandingkan

JAKARTA - Pandangan yang menyayangkan dikaitkannya keputusan impor 100.000 tonjagung pakan dengan kecukupan produksi dalam negeri, bukan hanya datang dari kalangan petani.

Pandangan serupa juga dikemukakan Dekan Fakultas Pertanian Univeritas Islam Riau Ujang Paman Ismail. Ujang mengatakan, akal sehatnya terusik untuk ikut menyampaikan pandangan yang netral.

Dia sangat menyayangkan, kebijakan impor jagung dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution yang volumenya sangat kecil dikait-kaitkan dengan kegagalan produksi petani kita di dalam negeri dan pembenaran kegagalan program pertanian secara luas.

"Sejatinya dalam definisi kedaulatan pangan di negara manapun, swasembada dan impor merupakan dua hal yang tidak bisa disandingkan atau dipertentangkan. Karena swasembada lebih memiliki orientasi kecukupan produksi dalam negeri, sementara impor bisa lebih banyak terkait pada upaya untuk stabilisasi harga melalui distribusi antar wilayah atau bahkan lintas negara,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (5/11/2018).

Di beberapa negara tetangga seperti Jepang dan Thailand mereka mendeklarasikan bahwa sudah swasembada pangan secara nasional, dua negara itu bahkan telah surplus beberapa komoditas pertanian. Namun di lain waktu dan pada beberapa lokasi kedua negara itu melakukan kegiatan importasi yang ditujukan untuk stabilisasi harga di suatu wilayah.

"Politisasi impor yang sangat kecil tersebut sangat lucu dan dangkal dalam memahami persoalan yang ada. Bagaimanapun juga, pemerintah kita telah mampu meminimalkan impor melalui keputusan berani dari Menteri Pertanian yang menyatakan stop impor Jagung untuk kebutuhan Pakan ternak sejak 2015,” tambahnya.

Menurut Ujang, persoalan fluktuasi harga jagung belakangan ini bukan masalah produksi. Dia menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyimpulkan produksi dan pasokan jagung tahun 2018 sudah surplus sebesar 12 juta ton PK. Selama 3 tahun ini Indonesia sudah menstop impor jagung yang biasanya 3,5 juta ton pertahun. Bahkan di tahun 2018 saja, sampai bulan Oktober Indonesia sudah mengekspor 370 ribu ton jagung ke negara tetangga.

"Kenapa pada saat harga tinggi banyak yang komplain masalah produksi. Padahal jelas-jelas data menunjukkan produksi kita surplus. Harus digarisbawahi persoalan konektivitas sentra produksi ke pengguna jagung yang memusat di beberapa provinsi saja merupakan masalah utama,” jelasnya.

Soal Jagung, Swasembada dan Impor Tak Bisa Disandingkan

Tolong Desember besok jagung jangan di ekspor dulu.... Kami butuh buat acara malam tahun baruan pak

Ekspor Jagung 60.000 Ton ke Filipina, Mentan: Ini Sejarah Baru Indonesia
Diubah oleh nyairara
Halaman 1 dari 2
rejim goblog pura2 pinter
petani padi minta stop impor beras
ini malah stop impor jagung emoticon-Big Grin
yg gw heran, sudah tahu surplus kenapa ga disalurkan ke daerah" yg butuh jagung buat bahan baku produksinya. kenapa malah diekspor???

klo kebutuhan dalam negeri masih besar ya jangan dulu di ekspor, klo ada sisa atau lebihnya bolehlah di ekspor. anak sd saja tahu prinsip dasar begini. gw curiga sengaja ekspor buat cari muka nunjukin nih rezim bisa ekspor padahal di dalam negeri lagi kekurangan. tolol emoticon-Tai
Quote:
Janji janji...tinggal janji....
Quote:


Makanya banyak baca gan biar paham


https://www.kaskus.co.id/show_post/5...997590778b4567
Diubah oleh nyairara
Balasan post nyairara
Quote:


sudah, intinya kan dia ekspor meskipun impor juga

kenapa yg ekspor itu sebagian ga diarahkan buat mencukupi kekurangan, alasannya malah karena sistem ijon bulog ga bisa nyerap. tp kok bisa ekspor???

meski yg ekspor perusahaan swasta, sebelum keluarin ijin ekspor kenapa ga minta tuh perusahaan buat jual ke peternak kecil? barulah klo sudah ga ada yg teriak kekurangan pasokan keluarin ijin ekspornya

logika simple tp dibikin ribet pake alasan tetek bengek emoticon-fuck2
Balasan post nyairara
Quote:



eh tolol lu, artinya manajemen pangan di rejim ini gagal emoticon-Big Grin

katanya panen dalam negeri smua diserap prshn besar
katanya surplus dan diekspor
katanya karna panen dlm negeri smua diserap prshn besar, jdnya utk peternak kecil kekurangan stock, jd harus import

dari sini aja gw gagal paham dan smuanya kontradiksi emoticon-Big Grin



emoticon-Traveller
Quote:


Berarti ente ga baca berita hanya baca judul tong, ngomong tolol tapi ga ngerti ekonomi

"Sejatinya dalam definisi kedaulatan pangan di negara manapun, swasembada dan impor merupakan dua hal yang tidak bisa disandingkan atau dipertentangkan. Karena swasembada lebih memiliki orientasi kecukupan produksi dalam negeri, sementara impor bisa lebih banyak terkait pada upaya untuk stabilisasi harga melalui distribusi antar wilayah atau bahkan lintas negara,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (5/11/2018)

Kalo harga produk lebih baik untuk di ekspor kenapa tidak di ekspor saja, itu kan untuk mengatasi excess supply untuk jagung jenis tertentu, daripada dipaksakan untuk dijual di pasar lokal hanya bakal buat harga jenis jagung itu jadi murah, yang rugi ya petaninya juga, ini dampak kebijakan tambahan jika ingin menjaga kebijakan floor price atau ceiling price

emoticon-Cool
Diubah oleh nyairara
Quote:


Ente tau kebijakan floor price atau ceiling price, ente paham kebijakan turunan akibat dampak dari kebijakan tadi?? Apa yg dilakukan disaat terjadi excess demand atau supply di pasar??? Ente tau ada berapa jenis jagung????? Belum nyampe kali lu tong


Halahhhh prabowo juga lu ahh
Diubah oleh nyairara
Balasan post nyairara
Quote:



goblok lu, lu bawa statemen itu buat alasan pembenaran, padahl faktanya bertolak belakang, elu yg gak cermat membaca britanya.
ini skala nasional bukan lokal setempat-setempat.

statement yg jd pegangan elu itu import buat stabilisasi harga, elu nya yg emang goblok, gak ngerti memahami statement itu.

sedangkan kasus jagung dari link yg elu bawa td, kasus nya bukan utk menstabilkan harga tp karna kekurangan stock, ngarti kagak lu tong

surplus diekspor
di lain pihak, stock dlm negeri katanya diboyong smua ame big company, di golongan peternak kecil, kekurangan stock
2 kalimat itu udah jelas kontradiksi
impor karna kekurangan stock buat mensuplai ke peternak kecil

benar2 gagal paham logika beripikir rejim ini.

ngarti kagak lu tong, jd kasus nya berbeda dgn statement yg elu bawa itu emoticon-Big Grin


emoticon-Traveller
Quote:


Sampe sini sepertinya ente memang ga paham soal harga.... Ente tau ada berapa jenis jagung??????????


Halahhhh prabowo juga nih.... Asbun
Quote:


Baca berita diatas tong.... Ngapain gue bawa2... Itu diambil dari berita diatas gobloook... Pantas aja lu ga baca
Balasan post nyairara
Quote:


halah, intinya emang sengaja dibikin proyek impor terus biar dapet cuan. padahal klo bikin mekanisme yg jelas impor jagung bisa 0
pembenaran lu ga akan menutupi fakta yg ada tong emoticon-fuck2
Quote:


Link nya juga ga lu baca tong.... Goblok

Lebih lanjut Amran menegaskan impor jagung yang dilakukan pemerintah pun hanyalah sebagai buffer stok yakni alat kontrol saja. Yakni jagung impor hanya digunakan jika harga pakan mengalami kenaikan tajam. Namun demikian, jika harga turun, pemerintah tidak akan mengelurkan jagung impor tersebut ke pasar.
Diubah oleh nyairara
Quote:


Terlalu sedikit kalo mau untung hanya segitu.... Kalo itu alasannya mah gue ga bisa justifikasi... Takut fitnah... Silahkan ente sendiri saja
Quote:


Quote:



td soal statement, skrg beda lg, bawa2 alasan jenis jagung lah, soal harga lah emoticon-Big Grin


emoticon-Traveller
Quote:


Halahhhh asbun... Kirain lu baca tuh berita .. Prabowo juga lu ahhh
Balasan post nyairara
Quote:



nah aplg inih, nambah lg alasannya emoticon-Ngakak

bejibun alasannya, mulai dari statement perbedaan swasembada dgn impor, trus ke jenis jagung dan harga, trus nambah lg ini buffer stock emoticon-Ngakak


intinya ada ketidakberesan manajemen pangan, dah itu...


emoticon-Traveller
Balasan post nyairara
Quote:


iya lu ga justifikasi, wong lu penjilat rezim emoticon-fuck2

buktinya lu dukung statemen tolol macam ini, "jagung habis diborong perusahaan besar sampe peternak kecil ga dapet jatah dan harus impor, tp bisa ekspor"

logika yg benar" dungu. ngebegoin masyarakat sendiri. terkutuklah klen emoticon-fuck2
Quote:


Waktu di ekspor dng harga ekspor yang untung siapa??????????????????????????????
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di