alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
5 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be17e32c0cb1788438b457e/coretan-sujud-suamiku

Coretan Sujud Suamiku

Coretan Sujud Suamiku


السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ

Salam kenal agan dan sista semua, maaf ane newbie dan mau coba posting cerita, sebelumnya ane udah nulis 2 cerita disini tapi Qodarullah ane hapus karena memang belum siap untuk update lagi dan lagi 2 cerita sebelumnya itu fiksi dan gak ada niatan dan ide tambahan untuk nerusin ceritanya.

Mungkin ini tulisan yang اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan ane pertahankan dan mungkin akan sedikit lama. Semoga agan semua disini bisa memetik hikmahnya dan bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua.

Mungkin cerita ane bukan tentang seseorang ABG yang kasmaran lalu mereka menikah, atau mungkin bukan cerita tentang hantu yang buat bulu kuduk merinding. Ini hanyalah coretan-coretan yang sebetulnya tidak terlalu penting untuk dibaca, karena ane yakin pasti ceritanya akan sangat membosankan. Disini ane berbagi ke kita semua agar menjadi ibroh, bahwa kehidupan harus tetap berjalan diatas takdir yang telah ditentukan.

Judul cerita ini adalah.

Coretan Sujud Suamiku..

1. Jangan Terlalu Lama
2. Kaca
3. Mata
Diubah oleh xsopin
Halaman 1 dari 2
Jangan Terlalu Lama

Halaman 233

Hari ini aku akan dipertemukan dengan seorang gadis yang tinggal di Madinah, dia memang tinggal di Madinah, namun sebenarnya gadis itu keturunan Indonesia sama sepertiku. Ayahnya bekerja di Masjidil Nabawi sebagai petugas kebersihan, aku mengenal ayahnya lewat kajian yang selama ini aku ikuti di Masjid Nabawi, kajiannya Syaikh Sholeh Al-Fauzan حَفِظَهُ اللهُ, ulama besar dunia. Rasanya begitu menegangkan, karena ini pertama kalinya aku akan diperkenalkan dengan seorang wanita, semoga saja dipertemuan pertama kali ini dia bisa menjadi yang terakhir juga. اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ


Halaman 234

Wah..... Wallahi, aku merasa asing dengan kejadian tadi. Selama ini aku tak pernah merasakan aura seperti tadi, pertemuan yang begitu singkat dan sangat aneh dan aku sangat bingung karena aku merasa tidak tahu apa-apa, bagaimana mungkin aku menjadi pria bodoh seperti tadi, ketika aku diajak kerumahnya, ayahnya berkata.

"Jadi apakah kau sudah siap untuk menikahi putriku?"

Aku melihatnya saja belum, aku tidak mungkin bisa memutuskan secepat itu, tapi aku berusaha menjawab dengan jawaban yang bijak.

"اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ" Jawabku

Lalu ayahnya masuk kedalam rumah dan memanggil putrinya, dia panggil nama putrinya.

"Khadijah, keluar."

Tidak berselang lama dia keluar, aku menunduk malu karena aku belum pernah melakukan hal seperti tadi sebelumnya.

"Tatap putriku." Kata ayahnya

Aku menatapnya dan gadis itu sama sekali tidak berkedip menatapku, aku kembali menunduk malu karena aku tidak terbiasa dengan kondisi seperti tadi.

"Kenapa kamu terus menunduk? Ini bukan saatnya malu-malu." Ucap ayahnya lagi.

Aku kembali menaikkan kepalaku dan kembali menatapnya, dan tetap saja gadis itu sama sekali tidak berpaling dari wajahku, wajahku sangat merah karena kejadian tadi. Aku kembali menunduk dan tiba-tiba aku terkejut karena ayahnya berkata sesuatu yang membuatku bingung.

"Sudah cukup, Khadijah masuk."

Gadis itu kembali masuk kedalam rumahnya, sejujurnya gadis itu cantik. Tapi aku merasa bingung, yang aku pelajari selama ini tidak seperti ini, teori dikepalaku rasanya berhamburan begitu saja, karena prakteknya tak sesuai ekspektasiku, aku yang memang kurang ilmu atau memang ada kejanggalan.

"Jadi, kapan mau mengkhitbahnya?" tanya ayahnya.

"Aku istiqoroh dulu." Kataku

Lalu ayahnya masuk kedalam rumah, dan tak berselang lama ada seorang pria keluar dari rumah.

"Aku kakaknya Khadijah, ayo ikut aku." Katanya

Aku mengikutinya, beliau mengajakku menuju rumah makan.

"Jadi, apakah kau sudah siap untuk menikahi adikku?" tanyanya

"Mengapa buru-buru?" aku bertanya balik

"Agar tak menjadi fitnah."

"Tapi, aku belum mengenalnya."

"Sebaiknya kamu istiqoroh."

"Aku ingin tahu berapa hapalannya."

"Itu tidak penting, yang sekarang menjadi prioritas adalah kamu harus secepatnya mengambil keputusan."

"Baiklah, aku akan istiqoroh."

Kejadian tadi siang benar-benar tak pernah terbayangkan sebelumnya, dan barusan tadi selepas Isya aku menelpon orangtuaku di Indonesia.

"السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Ummi."

"وَعَلَيْكُمُ السلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ."

"Ummi, Faris mau menikah dengan... (aku menceritakan semuanya ke Ummi.)"

"Istiqoroh, gadis itu baik buat kamu."

"Kenapa begitu?"

"Percaya sama Ummi dan tetap meminta petunjuk dari Allah سبحانه و تعالى ya nak."

"Iya, Abi mana?" Tanyaku

"Lagi dikebun, kamu gimana kuliahnya?" Tanya Ummi

"Bulan ini sidang, doakan ya."

Cukup lama aku menelpon Ummi membahas ini dan itu.

Lalu setelah aku menulis ini, aku ingin sholat istiqoroh. Allah سبحانه و تعالى pasti memberikan jawaban yang terbaik.

•••••

Faris suamiku, maaf membuatmu bingung. Bahkan dihari pertama kita bertemupun, aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya mengikuti syariat Rasulallah ﷺ, mungkin asing bagimu. Sejujurnya itu juga asing bagiku, karena pertemuan itu adalah pertemuan yang pertama bagiku juga. Hehehe, ayah dan abangku memang sedikit aneh, memaksamu untuk menikahiku dihari pertama bertemu, tapi aku bersyukur mereka melakukan hal seperti itu karena akhirnya kau yang menjadi suamiku dan aku merasa sangat bahagia memiliki suami sepertimu. (Ummu Zainab)

Allah ﷻ berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” [An-Nuur/24: 32].
Diubah oleh xsopin
Tandai dulu
Diubah oleh xsopin
Setelah sekian lama, nemu juga trit religi lagi.

Lama bulak-balik pada mati semua tritnya emoticon-Hammer
Nenda gan
Ini buku catatan suami? Atau sang suami yang cerita? Atau istri yang cerita tentang suami?
Quote:


Ini baru hidup gan.

Quote:


Iya gan.

Quote:


Ikutin aja jalan ceritanya gan.
Lanjutkan gan.. Mantap nh..sekalian berbagi ilmu threadnya..
Quote:


Ane akhwat gan
Subhanallah
Nemu thread yg bagus
Jangan ada kentang antara kita ya emoticon-Big Grin
dah tamat aja
Quote:


Belum tamat
Tandain dulu.....
Menarik lihat sepintas
Kaca

Halaman 242

Besok adalah hari akad ku dengan Khadijah, setelah aku sholat istiqoroh, aku yakin memutuskan Khadijah pantas untuk menjadi istriku.

Halaman 243

Khadijah barusan bertanya padaku tentang buku catatan ini, namun aku punya hak untuk tidak memberi tahunya tentang buku catatanku, hari ini adalah malam pertama kami. Aku melakukannya dengan memulai sesuai dengan sunnah Rasulallah ﷺ, kupegang ubun-ubun Khadijah dan mulai membaca do'a.


بِاسْمِ اللهِ ، اللهُم جَنبْنَا الشيْطَانَ ، وَجَنبِ الشيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا‪

“Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami”
HR. al-Bukhari (6/141)
HR. Muslim (2/1028)

Khadijah tampak sangat cantik dan wangi malam ini, dia memakai semua perhiasan yang ia miliki, dia memakai banyak minyak wangi, intinya dia berusaha untuk menyenangkanku semampunya.

Setelah selesai, kami mandi berdua dan aku menanyakan suatu hal kepadanya.

"Berapa hapalanmu?" Tanyaku

"Juzz Amma."

Aku menangguk, ternyata masih banyak hapalanku dari pada hapalannya. Mungkin Allah ﷻ menakdirkanku untuk mengajarinya, aku memang bukan hafidz, tapi paling tidak aku ada bekal untuk mengajarkannya ilmu agama.

Halaman 250

Ini benar-benar diluar ekspektasiku, sehari-hari Khadijah hanya berdandan dan terus berdandan, aku sebenarnya kesal melihatnya terus berdandan, tapi aku tak berani untuk menegurnya. Aku membiarkannya begitu saja.

Tak pernah dia bangun untuk sholat malam, tak pernah dia membaca Al-Quran, diminggu pertama pernikahanku semuanya sangat asing, seperti inikah wanita yang kudambakan, sejujurnya aku mendambakan dan menginginkan seorang wanita yang rajin membaca Al-Quran dan rajin bangun untuk sholat malam. Namun, ini semua tak sebanding dengan yang ku khayalkan. Aku pikir, mungkin aku ada dosa terdahulu hingga aku menerima nasib seperti ini.

Halaman 251

Hari ini aku baru sidang dan sedikit kelelahan dan aku memutuskan untuk langsung tidur setelah menulis catatan ini.

Halaman 260

Ternyata aku lulus dari sidang dan sebentar lagi aku wisuda, Khadijah mensupportku penuh, walaupun dia hanya dirumah tapi aku merasakan do'a yang dia panjatkan untukku.

Halaman 262

Aku hari ini baru mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan di Madinah yang bergerak dibidang transportasi. Walaupun kedudukanku masih rendah disini, namun intinya aku bisa memberikan nafkah yang halal untuk istriku, sembari menunggu wisuda yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh pihak kampus. Khadijah nampak sangat senang, ketika aku pulang tadi aku menceritakan semuanya ke Khadijah, dia memelukku dengan sangat erat. Sebentar lagi aku akan tidur.

.... Masih dihalaman 262

Aku terbangun tengah malam, tadi adalah pemandangan yang begitu membuatku terharu, sekitar dua bulan aku sudah menikah dengan Khadijah, namun baru kali ini aku melihatnya melakukan itu. Tadi aku masih pura-pura tidur dan mengintipnya, dia sholat malam dan menangis disujudnya, aku samar-samar mendengar ia berdoa memanjatkan syukur kepada Allah ﷻ, ini tidak seperti Khadijah yang kulihat kemarin, dia nampak sangat berbeda.

•••••

Suamiku Faris, maafkan aku membuatmu curiga terhadapku. Aku hanya ingin membuatmu bahagia di awal pernikahan kita.

Aku ingin bersolek dan membuatmu bahagia, aku ingin membahagiakan mu karena diawal pernikahan kita aku tak ingin tampak jelek dihadapanmu. Aku mencintaimu Faris, aku mencintaimu karena Allah ﷻ.
Diubah oleh xsopin
Izin nenda ya ukh
Diubah oleh warindream
Boleh nitip tenda ya sist
Izin baca ya ukh.
ijin komeng di mari yak sis, sekalian nandain dah emoticon-Big Grin
Quote:


Ane ikhwan.. 😁
nendaaaa. menarik keknya
Mata

Halaman 263

Aku baru saja pulang kerja, aku baru saja sampai di rumah. Aku melirik kearah jam sudah menunjukkan pukul 08.30 waktu Madinah. Aku berniat, setelah menulis catatan ini aku ingin bertanya ke Khadijah tentang kejadian kemarin malam.

Tadi aku seharian di tempat kerja sangat melelahkan, bos benar-benar membuatku sebal, bagaimana tidak, pekerjaan yang seharusnya bukan bagianku tapi disuruh aku yang mengerjakannya, walaupun itu membuatku sebal, tapi aku harus tetap semangat bekerja, demi Khadijah.

.... Masih dihalaman 263

Tadi aku baru saja bertanya kepadanya, tapi Khadijah malah tersenyum dan mengajakku keranjang. Sudahlah lupakan masalah kemarin malam, aku juga lelah hari ini.

Halaman 264

Sungguh rasa lelahku benar-benar hilang, karena aku baru saja mendengar kabar bahagia dari Khadijah. Dia mengandung, itu adalah anugerah bagiku dan Khadijah, Allah ﷻ menitipkan kami buah hati yang harus kami didik, tadi juga sempat ku singgung masalah untuk memulai hapalan Al-Quran, Khadijah setuju dan dia ingin mulai menghapal dari surat Al-Kahfi hingga habis. Setelah itu, baru menghapal surat Al-Baqarah sampai surat Al-Isra, walaupun banyak surat yang belum juga ku hapal, itu juga untuk menambah hapalanku.

Halaman 270

Hapalan Khadijah berkembang pesat beberapa hari ini, bahkan hapalanku tertinggal olehnya dan aku yang diajarkan olehnya, ini benar-benar membantuku, seorang istri yang juga menjadi partner ku untuk meraih Jannah-Nya Allah ﷻ, Aamiin.

Halaman 271

Aku baru saja bertengkar hebat dengan Khadijah, karena aku menceritakan bahwa ada seorang wanita yang datang kepadaku dan menawarkan diri untuk menikah denganku. Khadijah sangat cemburu dan dia sampai sekarang tidak ingin mengajakku bicara. Nama wanita yang mengajakku menikah adalah Hafshah, dia hafidz Quran dan juga murid dari Syaikh Sholeh Al-Fauzan حَفِظَهُ اللهُ, berkebangsaan Iran. Dia dulunya adalah pemeluk agama Syiah dan akhirnya bertaubat dan rujuk ke agama Islam yang haq. Sudah 3 tahun dia belajar dengan Syaikh Sholeh Al-Fauzan حَفِظَهُ اللهُ, sebenarnya wajahnya memang cantik tapi ada rasa kekhawatiran didalam diriku dan aku masih merasa belum sanggup untuk menikah lagi, ilmu ku belum cukup dan aku takut Allah ﷻ akan mengadzab ku jika aku tak mampu berbuat adil.

•••••

Faris suamiku, aku mencintaimu karena Allah ﷻ
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di