alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Dunia Hiburan /
Pesan Tak Sampai Si Pembuat FTV Azab
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be176fc1a99757f038b4567/pesan-tak-sampai-si-pembuat-ftv-azab

Pesan Tak Sampai Si Pembuat FTV Azab

"Ketika rating FTV azab memerkosa nilai dan norma, maka azab yang bicara!"

Jakarta, era.id - Film televisi (FTV) bertema azab naik daun lagi. Membawa narasi yang berkisah hukuman Tuhan kepada pemeran antagonis di penghujung usianya. Sedihnya, tadinya mau dibuat untuk menyampaikan pesan moral, FTV ini malah jadi bahan olok-olokan.
[size={defaultattr}]
Beberapa waktu lalu, tim era.id mendatangi lokasi syuting FTV bertema 'azab-azaban' di kawasan Cipanas, Jawa Barat. Kami ketemu dengan seorang sutradara FTV ini, Jogi Dayal namanya. Dia jelaskan, FTV garapannya ini ditujukan ke arah moral dan memberikan pelajaran kehidupan.

Cerita rekaan dengan menyisipkan pesan moral sebetulnya telah berkembang lama di Indonesia. Legenda Malin Kundang yang berasal dari Sumatera Barat, misalnya. Kendati kebenaran kisah ini masih simpang siur, namun pesan moral yang terkandung di dalamnya berhasil diterima dengan baik oleh masyarakat. 

"Jangan ngelawan sama ibu, nanti dikutuk jadi batu loh." Ungkapan seperti itu pasti sudah enggak asing lagi di telinga kita, apalagi saat kita masih kecil. 

Pesan Tak Sampai Si Pembuat FTV Azab
Batu yang mirip seorang manusia yang dilegendakan sebagai Malin Kundang. (Foto: Commons Wikimedia)

Padahal jika dilihat secara rasional, tak mudah dicerna akal sehat. Seseorang berubah menjadi batu gara-gara melawan orang tua. Tapi itu lah seyogiyanya kisah fiktif dibuat, baik berbentuk mitos, legenda, dongeng, atau FTV sekalipun, harus ada pesan moral yang disampaikan.

Tapi bagaimana dengan pernyataan Jogi Dayal yang kepalang 'pede' menyebut garapannya punya pesan moral. Seorang pegawai swasta Putra (25) mengaku kepada kami sering menonton FTV Azab.

"Sebenernya enggak ada yang menarik, tapi ketika nonton seperti terhipnotis dan ingin menonton sampai habis. Kalau bagus mah, enggak ada bagus-bagusnya," kata Putra kepada era.id, Jumat (19/10).

Terkait pesan moral yang ingin disampaikan dari FTV Azab ini, Putra mengaku tidak merasakan sama sekali. "Enggak ngerubah apa-apa dari cara berpikir gua. Mungkin sampe, tapi sama sekali enggak efektif," saut Putra.[/size]


[size={defaultattr}]https://www.instagram.com/p/Boi5sLJh...032.jpeg[/img]
 
Pegawai yang bekerja di industri media massa, Sofie (23) juga jujur kepada era.id. Menurutnya, penyampaian pesan dengan pendekatan seperti FTV 'azab-azaban' itu sudah tidak relevan lagi. Kata Sofie, penonton sudah cerdas dan kritis untuk menilai mana tayangan berkualitas.

"Apalagi kalau yang disasar anak muda, malah akan backfire. Bukannya dapat nilai moral, malah akan dijadikan bahan lucu-lucuan. Kecuali kalau memang itu tujuan pembuat film, supaya viral aja, meski minim kualitas," kata Sofie.

Pesan Tak Sampai Si Pembuat FTV Azab
Proses syuting FTV Azab. (era.id)

Makna yang menguap

Muzayin Nazaruddin dalam Menonton Sinetron Religius, Menonton Islam Indonesia menjelaskan gamblang, lewat tayangan FTV religi yang terus dipaparkan kepada masyarakat saat ini. Menurutnya, FTV bertema religi itu malah justru merepresentasikan Islam sebagai agama yang irasional. 

Alasannya, pertama, Islam memandang realitas secara ekstrim hitam-putih. Misalnya pemeran jahat atau antagonis dalam satu FTV bergenre religi ini dibuat selalu berada dalam keadaan yang memiliki power besar. Misalnya seorang tokoh antagonis yang digambarkan sebagai seorang pemimpin geng penjahat yang brutal, dikenal masyarakat sebagai penjahat yang tidak punya belas kasihan, sampai penggambaran bahwa si tokoh antagonis tersebut merupakan seorang residivis dan durhaka.

Kemudian yang kedua adalah penggambaran tokoh protagonis yang merepresentasikan sosok muslim ideal yang tidak sesuai dengan realitas yang ada. Muslim ideal selalu digambarkan tabah dan pasrah. Jika dilihat dari sisi kontrasnya, muslim ideal yang digambarkan tersebut digambarkan seolah-olah mereka tidak perlu bekerja keras, karena Tuhan yang akan memberikan kesuksesan melalui cara-Nya sendiri, tidak perlu membela hak-haknya jika dianiaya. Sosok muslim ideal ala sinetron religius ini bergitu naif dalam memandang dunia.
 
https://www.instagram.com/p/Bnx-xD2B...ource=ig_embed

Selain itu, hal yang tidak sesuai dengan realitas lainnya adalah penggambaran sosok ustaz dan Alquran yang berfungsi sebagai pengusir makhluk halus. Dalam beberapa sinetron religius tersebut, sosok ustaz biasanya dimunculkan di akhir film dan hanya sebentar. 

Tidak hanya itu, dalam sinetron religi, salah satu tayangan yang sering muncul sebagai pamungkas dari scene akhir adalah adegan kematian dan proses penguburan yang penuh keanehan dan mengerikan. Misalnya, salah seorang tokoh dalam film meninggal dengan kepala melepuh sehingga wajahnya menyeramkan, meninggal tertimpa meteor, jenazah dan liang kuburnya yang penuh lintah, dan lain sebagainya. Padahal sangat jarang peristiwa tersebut.
 
Terakhir adalah cerita soal tayangan tobat. Pesan yang ingin disampaikan begitu jelas, seseorang yang bertobat akan diampuni dan mendapat berkah dari Tuhan. Tobat lebih sering ditampilkan karena ada sesuatu yang membuat seorang tokoh tiba-tiba tersadar akan kesalahan-kesalahannya, lalu bertobat, dan perilakunya kemudian langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Dalam tayangan sinetron religi itu, tobat seolah mudah sekali terjadi. "Pergulatan batin, perenungan, atau perjuangan menuju tobat tidak ada sama sekali," jelas Muzayin. 

Fenomena 'azab-azaban' yang belakangan mulai menuai kontrovesi itu ditanggapi Ustaz Syahroni Mardani. Lulusan Al Azhar Kairo, Mesir jurusan Hadis itu menilai, tayangan khas FTV 'azab-azaban' yang menggambarkan betapa kejamnya siksaan Tuhan kepada pemeran antagonis bisa menimbulkan persepsi buruk masyarakat. 

Masyarakat terutama yang beragama Islam--karena FTV umumnya bernuansa Islam--akan menganggap bahwa agama menakutkan. Padahal di sisi lain, Allah SWT maha pemberi rahmat atau kasih sayang. Bahkan disebutkan rahmatnya selalu melebihi siksa atau azabnya. Meski begitu, dia tak membantah bahwa azab dan siksaan Tuhan kepada hambanya, baik yang sudah hidup maupun yang telah meninggal itu ada.

Seperti yang Tuhan pernah berikan kepada kaum Nabi Luth misalnya. Ketika kaumnya berbuat asusila dengan melakukan hubungan seksual sesama jenis, kemudia Tuhan memberikan azab dengan menterbalikan bumi beserta isinya, hingga semuanya binasa.

"Tuhan kejam banget, begitu. Padahal, Islam menjunjung tinggi nilai positif, rahmatan lil alamin (kasih sayang bagi segenap alam)," jelas Ustaz Syahroni kepada era.id di Masjid Al-Ittihad, Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (19/10).

Pria yang aktif di Ikatan Dai Indonesia (IKADI) itu juga menyarankan para pembuat FTV agar menyuguhkan tayangan yang baik dan memotivasi masyarakat. "Sekarang itu berlebihannya (adegan FTV azab), hiperbola. Kalau saya sih, mari sama-sama kita semua, pembuat film, pembuat berita, blogger, mari sama-sama sampaikan good news, yang memotivasi, inspiratif, yang mendorong orang berbuat baik," pinta dia.

https://www.instagram.com/p/Boh_WlDg...ource=ig_embed

Kendati kisah di FTV tersebut diangkat dari kisah nyata, Syahroni malah menyebut hal itu sebagai perbuatan yang kurang baik dan fatal dilakukan oleh seorang muslim. Menurutnya, aib sesorang seyogianya ditutupi bukan malah diceritakan lalu diangkat menjadi sebuh film. 

"Termasuk orang yang memandikan jenazah, tuh. Itu harus merahasiakan aib yang dilihat ketika memandikan orang tersebut. Justru enggak boleh diceritakan. Artinya, aib itu memang enggak boleh diceritakan, harus dirahasiakan," jelas Syahroni.[/size]


[size={defaultattr}]Sumur: https://www.era.id/read/3WUWZY-pesan...mbuat-ftv-azab[/size]
gmn la masarakatnya pada doyan
film kelas kacang gtuan
nih ftv buat lucu2an aja.. emoticon-Ngakak (S)

dikit2 bawa keranda mayat.
kuburinnya diatas bukit naek gunung, jalan2 dulu sambil bawa mayit. dikira mau liburan. cuaca cerah ujug2 ada kilat. logikanya ga maen..
dri sampah untuk kalian para sampahemoticon-Big Grin
tayangan gk mutu tapi banyak yg nonton emoticon-Cape d... (S)
namanya jg umat kitab fiksi, makanya gampang di begoin emoticon-Ngakak
ati2 ntar kalian semua kena azab pencela sinetron azab
Balasan post anuku20cm
Karena enggak ada pilihan lagi gan, adanya itu2 aja sinetronnya
harus banyak belajar membuat cerita yang lebih baik ...

dan tinggalkan konsep azab-azab an yang nimbulin persepsi kesempatan tobat itu gak ada ...
jangan terlalu banyak masukin konsep deux ex machina buat nyelesaiin masalah
Klo udah menyangkut azab mah.. logika di taro d tong sampah dulu..


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di