alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Identifikasi jenazah itu harus, dan butuh waktu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be16bc61cbfaaf77c8b456a/identifikasi-jenazah-itu-harus-dan-butuh-waktu

Identifikasi jenazah itu harus, dan butuh waktu

Identifikasi jenazah itu harus, dan butuh waktu

Hingga hari ini (6/1/2018) sudah 27 jenazah korban Lion Air JT610 yang teridenfikasi. Jumlah itu adalah sepertujuh dari 189 penumpang dan awak pesawat yang meninggal dalam kecelakaan di udara Tanjung Karawang, Jawa Barat, pekan lalu (29/10/2018).

Dalam ke-189 korban itu termasuk seorang pilot, seorang kopilot, dua orang penyelia pramugari, dan tiga orang pramugari. Adapun penumpang, menurut manifes, ada 179 orang dewasa, seorang anak, dan dua orang bayi.

Identifikasi jenazah membutuhkan waktu lama karena dua hal.Pertama: tubuh korban berada di dalam laut. Sejauh ini Badan SAR Nasional sudah mengumpulkan 163 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban (h/t RMOL). Kedua: pihak berwenang memerlukan pemeriksaan saksama untuk memastikan siapa korbannya.

Pemeriksaan untuk memastikan itu dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri Indonesia. Untuk mengidentifikasi kedua bayi penumpang, misalnya. Bagian tubuh mereka hingga hari ini (6/11/2018) belum masuk ke RS Polri di Kramatjati, Jakarta Timur (h/t Sindonews.com).

Menurut Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes DVI Mabes Polri, Kombes Dokter Putut T. Widodo, dalam jumpa pers pekan lalu, untuk setiap jenazah biasanya butuh waktu empat sampai delapan hari untuk mengidentifikasi (h/t Kompas.com). Tentu dengan catatan terhitung sejak bagian tubuh diterima dan informasi antemortem maupun postmortem memadai.

Untuk ringkasan langkah DVI sila lihat infografik. Tim tak hanya memeriksa bagian tubuh jenazah (postmortem, setelah meninggal) tetapi juga data korban sebelum kecelakaan (antemortem, semasa hidup). Rujukan infografik ini antara lain dari Lembaga Forensik Belanda di bawah Kementerian Hukum dan Keamanan.

Tentu DVI tak hanya dilibatkan dalam kecelakaan pesawat udara. Menurut Pasal 118 UU Kesehatan, setiap mayat tak dikenal harus diidentifikasi.

Maka dalam kasus lain, misalnya terorisme, polisi pun harus mengidentifikasi tak hanya jenazah korban tetapi juga terduga mayat pelaku. Misalnya dalam bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, tahun lalu.

Dua hari setelah peristiwa, Kapolri Tito Karnavian mengumumkan, "Berdasarkan olah TKP (tempat kejadian perkara), dua pelaku sudah teridentifikasi melalui sidik jari serta DNA yang dilakukan sore ini." (MediaIndonesia.com, 26/5/2017).

Sebelum DVI mengungkap identitas pelaku, yakni Nurul Salam dan Ahmad Sukri, di media sosial sempat beredar hoaks bahwa pelakunya adalah Wiryawan Indra Wijaya dari Sukabumi, Jawa Barat. Warganet menyimpulkannya dari foto KTP yang kebarnya ditemukan di tempat kejadian.

Padahal KTP itu sudah delapan bulan tidak di tangan Wiryawan. Ia menitipkannya di sebuah pabrik, bersama sepeda motornya, setelah ia mengalami kecelakaan lalu lintas (Tempo.co, 26/5/2017).
Identifikasi jenazah itu harus, dan butuh waktu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...an-butuh-waktu

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Identifikasi jenazah itu harus, dan butuh waktu Penguatan IHSG dipimpin sektor Pertambangan

- Identifikasi jenazah itu harus, dan butuh waktu Keponakan Setya Novanto dituntut 12 tahun penjara

- Identifikasi jenazah itu harus, dan butuh waktu Tarif MRT Jakarta versi Jokowi tak lebih dari Rp10.000



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di