alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Paradoks impor jagung dengan jumlah tanggung
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be12f4c902cfedd508b457a/paradoks-impor-jagung-dengan-jumlah-tanggung

Paradoks impor jagung dengan jumlah tanggung

Paradoks impor jagung dengan jumlah tanggung
Petani memanen jagung di kawasan Margodadi, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (31/10/2018). Pemerintah memutuskan impor jagung walau produksi jagung nasional surplus.
Pemerintah memutuskan akan mengimpor jagung hingga 100 ribu ton, walau Indonesia sudah surplus jagung.

Menurut Kementerian Pertanian (Kementan), impor jagung sebanyak ini untuk pakan ternak, bukan konsumsi masyarakat.

"Impor itu dilakukan Bulog, yang diutamakan ke peternak mandiri. Tujuannya untuk menstabilisasi harga jagung di sentra sentra peternakan itu," kata Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro, kepada detikfinance, Minggu (4/11/2018).

Keputusan impor ini disepakati dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (2/11/2018). Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, keputusan impor itu penting untuk meredam kenaikan harga jagung untuk peternak ayam petelur.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan, keputusan impor jagung tersebut sudah disepakati oleh beberapa kementerian, terkait termasuk Kementan.

"Jagung kan mahal nih. Supaya terjangkau misalnya harganya sampai Rp4 ribu per kilogram kan sesuai HPP (Harga Pokok Penjualan) maka diintervensi," kata dia seperti dipetik dari Liputan6.com.

Tapi sehari setelah rapat itu, Kementan malah mengumumkan jika tahun ini Indonesia surplus jagung hingga 12,98 juta ton dalam wujud pipilan kering. "Bahkan Indonesia telah ekspor jagung ke Filipina dan Malaysia sebanyak 372.990 ton," kata Syukur dalam konferensi pers di Gedung Kementan, Jakarta, Sabtu (3/11/2018). Klaim surplus ini juga sudah muncul sejak Agustus dan September lalu.

Kondisi ini jelas memunculkan paradoks dan terseret dalam debat politik. Partai Gerindra, sebagai oposisi dari Pemerintahan Joko 'Jokowi' Widodo mempertanyakan kebijakan impor ini.

Walau tahu kebutuhan impor itu untuk pakan ternak, Gerindra mengaku tetap bingung karena stok jagung justru surplus. "Bagaimana mungkin impor, sedang datanya surplus. Apakah ini seperti kasus beras, data Kementan tidak akurat," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, Senin (5/11/2018).

Kenapa Indonesia tetap impor jagung?

Merujuk data dari BPS, produksi jagung Indonesia memang trennya selalu bertambah.

Sedangkan untuk ekspor, cenderung naik-turun besarannya. Sementara untuk impor cenderung turun.

Syukur Iwantoro menjelaskan, urusan impor bukan sekadar jumlah produksi dan konsumsi. Jauhnya jarak konsumen dengan sentra produksi jagung, mempengaruhi ongkos logistik. "Pabrik pakan kan terkonsentrasi di beberapa tempat, ada Jawa, Lampung, sementara yang sentra produksinya kan menyebar ke mana-mana. Berarti kan perlu transport," ujarnya.

"Contoh dari Tanjung Priok ke Malaysia itu dibandingkan dengan Tanjung Priok ke Bengkulu itu biayanya yang ke Bengkulu lebih mahal 2 kali dibandingkan ke situ," ujarnya. Dengan kondisi ini, impor diharapkan bisa menutup masalah.

Tapi jumlah impor ini juga dinilai tak bisa meredam harga pakan, sebab jumlahnya tanggung. Menurut Anggota Dewan Penasihat Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), FX Sudirman, jumlah impor itu masih sangat kurang jika ingin menurunkan harga jagung menjadi Rp4 ribu per kg.

Sekarang harganya Rp5.300 per kg, pemerintah akan mengimpor 50-100 ribu ton dan berharap turun ke harga Rp 4 ribu kg. "Itu nggak masuk akal. Sampai akhir tahun nggak akan turun harga jagung," kata Sudirman, Sabtu (3/11/2018).

Walau belum tentu bisa meredam harga pangan, keputusan ini sudah membuat senang peternak. Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko mengatakan, dengan adanya impor jagung ini diharapkan peternak ayam mandiri bisa mendapatkan harga jagung yang murah.

"Dengan adanya impor ini diharapkan harga jagung bisa Rp4 ribu per kg sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Karena harga jagung saat ini masih sekitar Rp5.300 per kg,” katanya kepada Kontan.co.id, Minggu (4/11/2018).
Paradoks impor jagung dengan jumlah tanggung


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...umlah-tanggung

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Paradoks impor jagung dengan jumlah tanggung Mengenal indikator kecepatan udara pada pesawat

- Paradoks impor jagung dengan jumlah tanggung Hukuman Bimanesh diperberat dan perbuatan menodai dunia kedokteran

- Paradoks impor jagung dengan jumlah tanggung 10 ribu trembesi hijaukan jalur tol Semarang-Batang sepanjang 75 KM



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di