alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be10a619a0951d96c8b4567/pemilu-di-depan-mata-saatnya-rakyat-berpesta

Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta

Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta

Quote:


Manfaat ekonomi yang saya maksud tentu didapatkan dengan cara-cara yang benar. Bukan dengan menjual suara atau bermain politik uang ya. Jelas ini cara haram. Selain melanggar aturan dari Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilu, cara ini juga dilarang keras oleh aturan sosial, norma, bahkan agama. Lalu apa cara kreatif untuk mendapatkan manfaat ekonomi dalam momen Pemilu seperti ini?

Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta


Cara pertama, adalah bergabung dengan tim sukses. Dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden yang digelar serempak, bergabung dengan tim sukses adalah pilihan cerdas memanfaatkan momen, terutama bagi anak muda yang tertarik dan ingin belajar politik praktis. Banyak pilihan untuk termpat belajar (hitung saja jumlah caleg dari level kota sampai nasional) dan umumnya mereka terbuka kepada anak-anak muda yang ingin bergabung.

Tentu sebelum bergabung anda harus mempertimbangkan pilihan politik anda. Jika pandangan politik anda nasionalis, ya anda cari partai yang sesuai dengan pandangan anda itu. Bagaimana pun jika bekerja sesuai passion, jatuhnya pasti enak. Honor untuk timses, lumayan besar lho. Yang saya tahu ada caleg Dapil Jateng sekian, berani memberikan gaji setara UMR untuk satu bulan kerja. Tugasnya apa? Membuat tag-line kampanye, mengumpulkan saran dan masukan dari konstituen, serta menjawab pertanyaan yang mengarah ke caleg tersebut. Yang terakhir adalah pertanyaan yang muncul di media sosial sang caleg.

Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta


Gaji sebesar itu bukan berarti anda harus full di sana ya. Anda tetap menjalani rutinitas pekerjaan harian anda. Hanya, pada saat sang caleg yang anda dukung sedang turun ke bawah, (biasanya malam, atau pagi-siang-malam saat weekend) anda harus siap mendampingi. Sementara sisa pekerjaan anda, dihabiskan di depan layar monitor entah PC atau Smartphone untuk melayani siapapun yang ingin berinteraksi dengan caleg yang anda usung. Tenang, soal kuota dan kebutuhan lain, tentu sudah unlimited dari klien (caleg).

Gimana? Menarik kan? Ini baru dari sisi materi yang terlihat lho. Yang tidak terlihat lebih besar. Namanya anda mendampingi tokoh politik, tentu yang ditemui bukan orang sembarangan. Bisa jadi Bupati atau minimal seorang Kepala Dinas sering bertemu anda. Ini kan jaringan baru ya. Kalau anda pintar, anda tahu apa yang harus anda lakukan. Jadi tunggu apalagi? Daripada waktu mu habis cuma buat WA gebetan yang ternyata dibisukan setahun, kan mending gabung jadi tim sukses.

Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta


Yang kedua adalah menjadi bagian dari penyelenggara pemilu. Yang paling mudah memang menjadi saksi bagi calon yang bertarung pada konstelasi pemilhan umum. Kerja cuma sehari, honor lumayan besar. Yang agak sulit, menjadi anggota KPPS atau Kelompok Panitia Pemungutan Suara. Kerjanya memastikan pemungutan suara berlangsung dengan baik di sebuah TPS. Honor, besar juga meski kerjanya hanya beberapa hari. Mulai dari mendata pemilih sampai nanti penghitungan suara di tingkat TPS, untuk kemudian dilaporkan ke panitia di tingkat kelurahan.

Jika anda bekerja bagus sebagai KPPS, anda berpeluang dilirik oleh desa untuk menjadi calon perangkat nya lho. Pada level awal, mungkin anda akan selalu dilibatkan jika desa mempunyai agenda. Jangan khawatir, yang namanya kerja dengan desa tidak ada yang gratis. Honor pasti ada. Balik lagi, dari pada anda sebar hoax, saling bermusuhan di media sosial, kenapa tidak masuk sini saja? Apalagi jika status anda masih pengangguran sukses.

Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta


Jika anda punya persyaratan yang memadai, berani di test dan lulus, anda bisa bergabung di Lembaga pengawas pemilu. Ada dua pilihan, yang dibawah negara, yaitu Bawaslu RI dan perwakilannya di tiap provinsi. Atau menjadi pengawas independen yang sudah teregistrasi. Kalau untuk yang satu ini, saya kira tidak perlu dibicarakan lagi salary dan honornya ya. Sudah pasti besar.

Pemilu di Depan Mata, Saatnya Rakyat Berpesta

Yang ketiga bergabung dengan lembaga penelitian yang berhubungan dengan pemilu. Ada yang familiar dengan istilah, quick count, exit poll, margin of error? Pernah berfikir tidak, siapa sih orang-orang yang bekerja di balik layar yang bisa memprediksi hasil pemilu dengan cepat, namun hasilnya nyaris mendekati benar berdasarkan hasil hitung manual? Mereka lah para ilmuan yang bekerja dengan keras untuk menyajikan data untuk anda.

Nah, orang-orang pintar seperti mereka apakah bekerja sukarela? Tentu saja tidak. Ada ongkos yang harus dibayar dong, dan apa salahnya anda bergabung di sana? Daripada keahlian anda mengolah data hanya anda pakai untuk berdebat kosong, kenapa tidak dimanfaatkan saja?

Well, saya tidak menyinggung tukang sablon kaos, atribut, kang nasbung dan kang nastak ya. Karena buat saya yang seperti itu terlalu mainstream. Semua orang pasti sudah mikir ke sana. Tiga saran saya di atas, monggo bisa anda pikirkan untuk menjadikan pesta demokrasi kali ini, juga menjadi pesta bagi dompet anda. Salam Damai.



Merdeka!


Sumber Referensi : Pengamatan Pribadi
Sumber Gambar : sini, sini, sini, sini, sini, sini
Halaman 1 dari 6
konveksi / sablon

tp harus dipastiken dibayar, jgn sperti yg udah2 malah ga dibayar emoticon-Hammer
calo pengumpul masa mana bray? emoticon-Betty
di pestanya ada badut sulap ngga gan?

emoticon-Malu
Quote:

Asli kalau ketemu yang kayak gini apalagi yang modalnya cekak, kasihan banget om... emoticon-Turut Berduka
Quote:

Itu ilegal om, yang legal lewat tim sukses... emoticon-Big Grin
Quote:

Badut Senayan mau??? emoticon-Big Grin
banyak promo
Ada bre orang yg naruh petai di rambut, duduk diatas cabe ama nelpon pake tempe....
Denger2 sih tuh orang nyalonin...
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:

Banyak promo, banyak untung... emoticon-Big Grin
Quote:

Nyalon badut om??? Masak pete ditaruh di rambut??? Di makan kan enak... emoticon-Big Grin
bakal banyak iklan ni di jalanan.emoticon-Ngakak
Quote:

Sampah reklame adalah uang dalam bentuk lain... emoticon-Leh Uga
Byasane juga rame dangdutan...

emoticon-Cool
Quote:

Makan bersama jangan lupa... emoticon-Big Grin
Kl yg di "di bisikin" milih anu y tar sy ksh sekian ntu namanya apa um, pilwalkot kmrn lmyn ane dpt 500an berkat ngibulin timses yg nyuruh ane milih calwalkot nya padahl kaga milih emoticon-Big Grin
Ane jadi kampanye yg geber2 motor dijalan aj om
rkyat berpesta ????
Saksi tps juga lumayan om emoticon-Ngakak
Quote:

Itu namanya timses gelap om... emoticon-Hammer2 ada dalam mendukung calon, tapi ga diakui... emoticon-Leh Uga
Quote:

Bensin 2 liter, 50 ewe, udut sak bungkus nggo rame2... emoticon-Big Grin
Quote:

Iya om...
Quote:

Betul om... Bisa ratusan ribu... emoticon-Big Grin
Quote:


Wkwkwkkwkw. . . Gae ngragati kenalpot tombok akeh yo om
Quote:

Ora usah dikei knalpot om... emoticon-Big Grin
tiba tiba semua mendekat kepada kaum yg selama ini dianggap angin lalu
Quote:


Kalo yang ini jelas tidak bisa dipungkiri mas brow,
Perut kenyang berfikirpun enak, mau blusukan kemana aja juga oke.

emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di