alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kemenhub Ancam Bekukan Aplikasi Transportasi Daring, Ini Alasannya!
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be10575dbd770bf778b4568/kemenhub-ancam-bekukan-aplikasi-transportasi-daring-ini-alasannya

Kemenhub Ancam Bekukan Aplikasi Transportasi Daring, Ini Alasannya!

Kemenhub Ancam Bekukan Aplikasi Transportasi Daring, Ini Alasannya!


Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub ) mengancam akan membekukan operator jasa angkutan daring berbasis aplikasi jika tak mampu menjamin keamanan dan keselamatan penggunanya.

“Kami akan memberikan peringatan dan evaluasi untuk dipakai sebagai bahan pertimbangan Kementerian Komunikasi dan Informatika mencabut operasional aplikatornya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, di Jakarta, Senin (5/11).

Penegasan itu disampaikan terkait dengan beberapa kasus dugaan pelecehan dan tindak pidana yang dilakukan oknum mitra pengemudi Grab Car terhadap penggunanya beberapa waktu lalu.

Menurut Setiyadi, tentu tahapannya ketika operator tak mampu menjaga keamanan dan keselamatan penggunanya adalah diawali dengan pembekuan operasi.

Budi mengaku gusar dan harus bersikap lebih tegas karena kasus seperti itu sudah berulang kali terjadi.

“Saya sudah sering berkomunikasi dengan para operator (Grab dan Go-Jek) dan mereka menjanjikan pembinaan kepada mitra pengemudinya. Tapi buktinya ada kejadian lagi,” ujarnya, dikutip Antara.

Oleh karena itu, Budi menduga kasus pelecehan kembali terjadi akibat pembinaan yang seharusnya dilakukan oleh operator transportasi daring asal Malaysia tersebut tak menyentuh akar permasalahannya.

“Yaitu sistem rekrutmen yang terlalu longgar. Bahkan proses perekrutan pengemudinya mungkin seperti beli kucing dalam karung,” kata dia.

Pengamat transportasi dari Information Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, sepakat kasus pelecehan seksual yang terjadi perlu ditangani secara serius. Ini berkaitan dengan kemampuan perusahaan penyedia jasa angkutan daring dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan penggunanya.

“Keselamatan penumpang harus menjadi perhatian utama. Ketika tidak bisa menjamin hal tersebut, publik tentu akan mempertanyakan kemampuan perusahaan penyedia layanannya tersebut,” ujar dia.

Keriuhan kasus pelecehan oleh oknum mitra pengemudi terhadap penumpangnya memang sedang ramai diperbincangkan, bahkan sampai berujung pada tuntutan masyarakat untuk membekukan operasi perusahaan penyedia aplikasi transportasi daring yang menaunginya.

Petisi daring

Tuntutan ini berupa petisi daring yang diprakarsai Dewi Mardianti di laman www.change.org dan sudah ditandatangani lebih dari 3.500 orang.

Menurut Heru, munculnya tuntutan pembekuan operasi cukup berdasar, karena kasus pelecehan serupa tak sekali dua kali terjadi. Dalam kurun 2017-2018, kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum mitra pengemudi setidaknya sudah 12 kali terjadi.

“Kalau berulang seperti ini, saya merasa tidak ada upaya serius menangani kasus ini. Penindakan tidak bisa sekadar ‘suspend’ (penundaan), lalu kejadian lagi. Sebab itu saya setuju, pemerintah juga perlu melihat kekhawatiran dan tuntutan pengguna,” katanya.

Dalam sebulan terakhir, obrolan dan pembahasan kasus pelecehan seksual yang terjadi di transportasi daring berbasis aplikasi memang sedang ramai. Berawal dari curhatan yang dibuat oleh teman si penumpang Grab Car yang menerima pelecehan seksual.

Tulisan curhatan tersebut diunggah oleh @lambe_ojol dan diunggah ulang oleh akun @qitmr di Twitter pada 8 Oktober hingga mendapat tanggapan 5.332 retweet.

Pihak Grab pun merespons kasus ini melalui penjelasan di media sosial dan menyampaikan upaya untuk mempertemukan korban pelecehan dengan oknum pelaku.

Sontak penjelasan tersebut mendapat respons luar biasa dari warganet hingga 1.000 kali balasan, yang mayoritas mempertanyakan sikap Grab menangani kasus pelecehan dengan cara yang bisa membuat korban semakin trauma.

Halaman 1 dari 3
coba aja di blokir pak...ntar gak lama tuh kantor kemenhub jadi pangkalan ojol....
kalo konsekwensinya dibekukan itu bakalan banyak yang teriak...
banyak perut yang mesti diisi .. emoticon-Big Grin

Kalo dibekukan, pengangguran naik pak
Emangnya yang gak daring lebih aman ?
Anggota dewan banyak yang korup pak, tutup gih.
Solusinya menurut ane pada proses rekruitmen bener2 diseleksi. Klo perlu pake SKCK juga ( mungkin sudah klo ini )
Dan tes kejiwaan juga

Klo pada mobil wajib d mobil isi papan yg berisi identitas dll sopir . Taruh d dasboard / jok belakang kursi driver dan penumpang

Kalau pada motor..di belakang jaket mereka di tempel semacam papan identitas mereka


Panic button pada aplikasi mungkin berguna
Cuma masalahnya bisa malah disalah gunakan oleh si penumpang...dengan pura2 jd korban / nge-prank
Diubah oleh djinggo88
siap siap didemo ojol pak.. emoticon-Big Grin
mending driver yg kaya gitu dipecat aja jadiin blaclist perusahaan, manajamen grap dan gojek harus aktip soal ini jgn hanya ngejar keuntungan, gua yakin g bakalan bangkrut karena penggunan jasa ini juga banyak, yg minat driver juga banyak kok.
Kalo keamanan pengguna, memangnya semua transportasi ada jaminan ? . .
Sama saja toh. .
Balasan post suromenggolo
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


ni komen ga ada ttg pelecehanya sama sekali..iyalah harus bereaksi itu kemenhub masa diem aja

apa emang itu bukan masalah besar ya buat kalian? emoticon-Bingung (S) heran ane kaskuser gini amat...

Yg ga daring kebukti lebih aman dr sedikitnya (tidak adanya) kasus serupa
Quote:


Non daring lebih sedikit bukan berarti lebih aman gan, tapi karena memang penggunanya lebih sedikit. Coba kalo diliat dari persentasenya

Reaksi kemenhub juga berlebihan kalo sampe nutup, berapa ribu pengangguran yg terjadi

Solusinya ya itu, seleksi yg lebih ketat, penanganan report yg tegas, dan kerjasama grap/gajek buat bikin blacklist driver brengsekemoticon-Big Grin
Balasan post djinggo88
Quote:

kalo diluar negeri ada rekaman semacam cctv di dashboard mobil biar bisa jadi bukti laporan ke polisi. emoticon-Ngacir Tubrukan
Quote:


Iya klo mobil biasanya isi dashcam yg mengarah ke depan jalan ama ke kursi penumpang

Cm masalahnya mampu gk sopir mobil grab/gojek
Masang kya gituan d mobil mereka

Wong kebanyakan mobil modal pinjam dr orang / kreditan
Balasan post itkgid
Quote:


kan bisa dimatiin gan cctvnya
sekarang ini kelihatannya tidak ada seleksi ketat dari platform penyedia layanan ojol..dulu masih awal2nya ojol, driver terlihat tertib di jalan..keliatan beda dibanding opang..tapi sekarang semuanya sudah seperti preman jalanan..seenaknya sendiri kalau di jalan..jalanan sudah seperti punya sendiri..ngalah2in angkot dan metromini..harus lakukan seleksi yang ketat
Balasan post pokemonman
Quote:


ya berarti harus di cek alasan matiin cctvnya. emoticon-Traveller
Quote:


masalahnya driver2 brengsek yg di suspend itulah yg biasa sering bgt demo dan mempengaruhi rekan2 lainnya dengan issue2 bermacam2. kemarin aja terjadi demo anarkis disalah satu kantor pusat perusahaan app online tsb emoticon-Big Grin
memang, pendaftaran grab gampang bnged mana dibuka terus.
klo gojek klo udh kebanyakan driver daftarnya ditutup
masak salah satu dipukul rata semuaemoticon-Hammer2
Balasan post djinggo88
Alasannya mo pelecehan biar ga ada bukti
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di