alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Warga desa Tlogopucang ciptakan alat penangkap kabut
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be07595582b2e67498b4568/warga-desa-tlogopucang-ciptakan-alat-penangkap-kabut

Warga desa Tlogopucang ciptakan alat penangkap kabut

KANDANGAN –
26 September 2018

Tak ingin terus terbelenggu dalam lingkaran masalah yang sama setiap musim kemarau tiba, warga di Dusun Kartomargomulyo Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan menggandeng Relawan Sapu Angin Temanggung mencoba menciptakan inovasi baru guna memenuhi kebutuhan air bersih secara mandiri.

Berada di sebuah puncak bukit, mereka membangun sebuah alat sederhana yang terbuat dari anyaman bambu. Namanya alat penangkap kabut yang menggunakan metode teknik Warka Water Tower.
Pembuatan alat setinggi tujuh meter dengan diameter selebar dua meter ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat di Etiophia, Afrika dalam menghadapi musibah krisis air. Dan hasilnya, mereka dapat selamat dari musibah tersebut setelah memanfaatkan metode ini.

Ahmad Sofi, salah seorang relawan Sapu Angin mengungkapkan, alat ini sengaja dibuat sebagai salah satu solusi bagi masyarakat dalam memperoleh sumber air bersih secara mandiri saat menghadari kriris di tengah musim kemarau yang telah terjadi selama kurun waktu puluhan tahun terakhir.

Menurutnya, metode ini sangat cocok digunakan di Desa Tlogopucang yang mana kondisi geografisnya terdiri atas bukit-bukit yang saban harinya diselumuti oleh kabut-kabut tebal berisi tetesan embun.

“Prinsipnya, alat ini dibuat untuk menangkap kabut di puncak bukit dan diubah secara manual menjadi embun atau tetesan air,” jelasnya, Selasa (25/9).

Tak hanya terinspirasi dari kebiasaan penduduk Etiophia saja, namun ide gagasan membuat keranjang reksasa tersebut juga muncul dari kisah kearifan lokal warga setempat. Yakni, menurut cerita, terdapat tokoh yang bernama Raden Sapu Angin. Ia memiliki cucu yang sangat sakti bernama Ponari.
Ponari inilah yang memiliki kemampuan mengangkut air menggunakan wadah yang berbentuk keranjang dengan lubang pori yang berukuran lebar.

“Atas kisah ini, kami coba merasionalkannya menjadi sebuah temuan ilmiah. Apalagi, Tlogopucang memiliki arti air dan kabut. Mungkin kabut inilah yang dimaksud sebagai sumber air warga,” bebernya.

Lebih jauh ia menjelaskan, cara kerja keranjang penangkap kabut itu sebenarnya lumayan sederhana. Pertama, kabut tebal yang menyelimuti bukit menabrak dan ditangkap oleh anyaman bambu di bagian atas keranjang.

Setelah masuk ke dalam keranjang, kabut itu diteruskan ke bagian jaring (paranet) yang terdiri atas dua lapisan. Kumpulan kabut dan embun inilah yang terkonsentrasi menjadi satu dalam bentuk tetesan air. Air tersebut ditampung dalam sebuah kendi yang berukuran cukup besar di bagian terbawah dari alat ini.

“Secara teori, dalam sehari akan terkumpul sedikitnya seratus liter air yang dapat dimanfaatkan oleh warga dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Nantinya, apabila proyek ini berhasil, maka akan dibuat lagi alat serupa dalam bentuk yang lebih sederhana dan dipasang di rumah masing-masing warga desa ini,” pungkasnya. (riz)

MENJARING KABUT , MENGHASILKAN AIR

semoga teknologi ini bisa diterapkan di desa desa atau lokasi lain di Indonesia.

syaratnya adalah =
cuaca yang sering berkabut di lokasi tersebut memudahkan untuk mendapat air dengan cara menjaring kabut.

contoh :
pegunungan tabgkuban parahu , dataran tinggi dieng , gunung semeru , gunung salak , gunung rinjani , dan lain lain.

emoticon-I Love Indonesia
https://youtu.be/AQis6QlWDaQ

lihat videonya di atas gan.

CARA MEMPEROLEH AIR DENGAN MENJARING KABUT
peralatan sederhana
- bambu
- waring atau paranet
- tanpa listrik
- tanpa bahan bakar

murah tapi efektif
Wow gak mau cuma berdoa dan merenung emoticon-2 Jempol
sip..
berita yg positif emoticon-2 Jempol

lanjut gan... emoticon-Ketupat
ditunggu inovasi berikutnya kalo bisa alat penangkap nasbung sama nastak di BP emoticon-Hammer2
Hanya di rezim ini kabut bisa ditangkap....

Sebenarnya yg sederhana itu tanam pohon2 rindang itu udah menangkap kabut dengan sendirinya, tanam juga rumpun bambu karena terbukti paling bagus menghasilkan oksigen dan air. Lebih murah bebas perawatan hasil maksimal (buah/kayu)


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di