alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
I'm sorry. I Will Always Love You, My Step Sister.
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be074e2529a45fd2d8b457c/im-sorry-i-will-always-love-you-my-step-sister

I'm sorry. I Will Always Love You, My Step Sister.

Halo Semua .

Entah ini reborn atau apa ... Lupakan thread gue yang lama yang bahasa nya terlalu bertele-tele macam sinetron. Atau lebih baik gausah dibaca lagi lah thread yang lama itu. Dan juga Semoga aja gak ada lagi haters/bullying mengancam privasi dan kehidupan real gue seperti tahun tahun kemarin. Kaskuser udah pada dewasa kan ya.

So ... Kenapa pakai ID baru? ID gue yang lama "boytechz" itu lupa password nya karena udah lama dan jarang banget dibuka. Semenjak privasi gue terganggu.

Awal Masalah ...

Quote:


Bersambung dulu ...

Lanjut Ke Part 2 nanti ya ...

Rada ngantuk ngetik live tengah malem soalnya ...
Halaman 1 dari 2
Lanjut pak justin.
Diubah oleh henseyashburn
bangun tenda dulu
Pasang tenda dulu, siapa tau rame.

Update Cerita

Part 2

Flashback .

Sebenarnya ... Gue melakukan tindakan seperti ini bukan tanpa alasan yang jelas. Waktu itu, saat pertengahan sore, ketika jam perkuliahan gue telah usai di kampus. Reva mengirim pesan chat ke handphone gue. (Riwayat chat nya masih gue simpan).

WhatsApp from Reva.

"Tin, Aku mau ketemu sama kamu sekarang."

"Lho, baru jam segini, Kamu udah pulang kerja?" Balas gue.

"Kerjaan nya udah selesai." Balas dia.

"Hmmm gitu ... Mau ketemuan dimana? Di tempat makan?" Tanya gue.

"No ... Di taman aja ya tin, aku udah ada disini." Balasnya lagi.

Tanpa basa-basi lagi, gue segera menuju ke parkiran kampus, dan memacu motor gue meluncur ke tempat tersebut. Di taman. Yap ... Taman tempat pertama kali gue menyatakan perasaan gue dulu ke Reva.

Skip.

Sampai disana, suasana taman tersebut tidak terlalu ramai, bahkan bisa dibilang sepi. Hanya beberapa orang yang sedang lalu lalang di taman tersebut. Aneh ... Biasanya di sore hari begini taman tersebut ramai dikunjungi.

Terlihat dari kejauhan, Reva duduk di bangku taman yang panjang di dekat pohon besar. Hari itu dia terlihat begitu cantik, memakai baju kerja nya dengan motif zebra, dan rok pendek kasual hitam nya.

"Maaf ya, aku lama. Kamu udah lama nunggu disini??" Tanya gue sedikit basa-basi, sambil duduk di bangku taman tersebut di sampingnya.

"Belum kok. Ada suatu hal yang aku ingin tanyakan ke kamu. Ini tentang hubungan kita." Jawabnya, langsung to the point.

Hubungan?? Perasaan, hubungan gue sama Reva saat ini lagi baik-baik aja. Gak ada masalah. Positive thinking aja mungkin ya. Batin gue.

"Hmm ... Kita udah lama pacaran. Aku ngerti. Hati itu gak bisa dibohongin. Kamu sayang sama Aku. Begitu juga sebaliknya. Tapi, semakin lama, aku merasa aneh sama hubungan ini. Seperti gak ada tujuan akhir nya. Gak mungkin kan kedepannya kita pacaran terus? Tanpa naik status." Terang Reva. Sambil menatap mata gue dalam dalam.

"Maksudnya Rev? Udah deh. Kamu gausah bicara yang aneh-aneh." Jawab gue, sambil terus mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Ada yang gak beres.

"Aku butuh kepastian dalam hubungan ini, tin." Potong nya.

What??? Kepastian? Gue hanya terdiam, gak bisa memberikan jawaban yang tepat pasti nya. Untuk sekedar memuaskan hati nya Reva.

"Hubungan kita berdua gak pasti tin. Kamu harus mengerti. Mau sampai kapan kita sembunyiin hubungan ini ke Mama dan Papa? Jujur ke mereka berdua tentang hubungan ini juga suatu hal yang gak mungkin kan." Jelas nya.

"Tunggu, maksud kamu?? Kamu mau hubungan kita berakhir Rev??" Potong gue dengan muka memelas.

"Kamu harus mengerti tin. Kamu udah dewasa. Aku ini bukan pasangan yang terbaik buat kamu. Aku gak mau ke depan nya kamu jadi sakit hati, dan kalau hubungan ini dilanjutkan terlalu jauh akan semakin menjadi rumit." Jelas Reva lagi.

Gue hanya bisa terdiam saat mendengar penjelasan Reva, ada benarnya juga sih, tapi hati gue seakan tidak bisa menerima pernyataan nya. Rasa cinta gue terhadapnya bikin akal sehat gue tertutup. Dan otak ini gak bisa berfikir dengan jernih.

Inti nya sih gue gak mau mengakhiri hubungan ini, yang udah gue perjuangin mati-matian sampai saat ini, pikir gue saat itu.

Skip.

Back to the story lagi ...

Ternyata ... Jujur itu gak selama nya membawa kebaikan.

Gue : "Enggg ... Gini Om ... Justin ... Sebenernya, Justin sama Reva selama ini saling mencintai Om. Justin cinta sama anak Om." Gagap gue, agak ragu-ragu.

Mendengar hal itu Bokap nya Reva lalu menatap gue dengan tatapan yang aneh.

Bokap Reva : "Lho apa sih ini maksudnya? Kalian berdua mau ngeprank papa ya??" tanya beliau heran.

Gue : "Enggak Om ... Ini serius, bukan prank. Justin cinta sama Reva Om. Malah kita udah menjalin hubungan 'pacaran' belakangan ini secara sembunyi-sembunyi. Tolong lihat dari sisi perasaan kami Om. Jangan lihat dari status yang lain." (adik-kakak maksudnya) Terang gue, untuk meyakinkan Bokap nya Reva. Kalau rasa cinta gue ini ke anak nya tulus dan bukan kaleng-kaleng.

"Plaaaaakkk ...."

Tangan Reva yang satu nya tiba tiba melayang ke pipi gue. Yap. Akhirnya gue ditampar di depan bokap nya.

Gue pun meringis kesakitan sambil memegangi pipi gue. Reva hanya menatap gue dengan tatapan marah nya. Lalu setetes air mata perlahan mulai turun di sudut mata nya.

To be continued ...
Lanjut gan... sampai tamat ya.

Ane izin nenda dimarih. Semoga semangat terus update-nya.
Balasan post rullyrullzzz
Quote:


Ikutan nenda ah ... om rully ibey di update dung
Ini sempat ihik nggak ya sampe ahak Gan...
Ini cerita incest kah?
Quote:


Terima kasih ... Keep support ya.

Quote:


Silahkan gan ...

Quote:


Hmm ... Bisa iya, bisa enggak gan.
Diubah oleh Jstnrv
Sorry gan nanya sara.
Kalau agan dan saudara tiri muslim, pernikahannya kan boleh gan, sah kok, bukan incest, ga ada hubungan mahram dengan saudara tiri.

Tp scara budaya kita, mungkin ga bs s terima umum, krn memang ga umum.

Tp kalau agan misalkan orang batak, ya tinggalin, ga mungkin nikah sama satu marga, kecuali agan siap dengan konsekwensinya. Minimal dijauhin kluarga dan kerabat.
Balasan post mxyztplk2
Quote:


Hahah, iya jadi ingat, kalau di budaya batak nggak boleh ya, apalagi satu marga... dimarahin emoticon-Big Grin

Part 3

Air mata nya membuat hati gue merasa lirih sekaligus malu karena ditampar di depan bokap nya dia sendiri. Gue sendiri belum pernah sama sekali melihat Reva menjadi semarah ini sebelumnya. Tak lama kemudian setelah insiden itu ... Dia langsung berlari meninggalkan gue menuju ke ruangan kamar tidurnya.

Gue pun mencoba mengejar dan segera menarik lengan nya. Menahan dia jangan sampai masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu nya rapat-rapat.

"Rev, tunggu ... Kamu kenapa sih?! Padahal tadi itu kesempatan kita buat ungkapin semua nya." Terang gue.

"Ungkapin apa tin?! Tindakan kamu bener-bener kayak anak kecil tau gak?!" Bentak Reva, sambil menangis.

"Lepasin tangan aku sekarang!" Berontak nya. Sambil menarik keras lengan nya.

"Maaf banget Rev, aku cuma mau hubungan kita ini ada kepastian, sesuai keinginan kamu, satu satu nya dengan jujur tentang ini semua ke Papa kamu Rev." Melas gue.

"Bukan begitu cara nya! Tindakan kamu terlalu frontal banget!! Aku gak suka itu, Paham?!" Bentaknya lagi.

"Bruuuuaaaakk ..."

Reva masuk ke dalam kamar nya sambil membanting pintu nya. Hampir aja pintu kamar tersebut mengenai jidat kepala gue. Kalo aja gue gak sempat menghindar.

"Huaaaaahhhhh ..." Menghadapi wanita yang sedang marah benar benar menjengkelkan dan bikin bingung. Batin gue.

Se emosi itu kah kamu Rev menghadapi kebodohan aku??

Tetapi ... Satu hal yang dapat gue pelajarin dari masalah ini adalah, Berfikir atas resiko yang akan terjadi sebelum mengambil tindakan ternyata lebih penting.

Skip ...

Semenjak kejadian tersebut, Otomatis hubungan gue dengan Reva pun menjadi renggang. Gak seperti dulu lagi. Bahkan sempat putus komunikasi.

Pas sarapan pagi dicuekin, tidak ada lagi senyum manisnya saat menyambut kedatangan gue, yang ada hanya muka nya yang tampak bete dan kesal saat memandang muka gue. Di jam pulang kantor Reva lebih memilih untuk naik ojek online, padahal dulu sering gue anter jemput. bahkan sekarang udah tidak tidur satu kamar lagi bareng gue. Dengan alasan menjaga privasi nya. Yeah, I Know ... Inti nya saat ini dia sangat berusaha menghindar dari gue.

"Kamu kenapa sih tin sama Reva? Akhir akhir ini kalian berdua kelihatan kurang akrab?". Tanya nyokap gue heran.

"Gapapa kok mah, Biasa ... Justin sibuk kuliah, yaa ... mungkin Reva juga sibuk sama pekerjaan di kantor nya." Dalih gue.

"Hmm ... Beneran kalian berdua lagi gak ada masalah?" Curiga nyokap gue.

"Gak ada kok mah, kalo pun ada, paling cuma masalah biasa aja, nanti juga teratasi dengan mudah hehe ..." Kilah gue, berusaha untuk tetap tenang seperti gak ada masalah yang terjadi.

Senyuman Palsu ...

Sementara Om Doni (Bokap nya Reva), Apa yang terjadi setelah dia mengetahui hubungan kita berdua??

Pernah di suatu pagi. Beliau datang menghampiri gue, saat sedang melamun di teras rumah memandang langit dengan tatapan kosong. (tentu aja lagi memikirkan Reva dan kebodohan yang gue lakukan selama ini).

"Lho, Belum berangkat kerja pah?" Tanya gue. Sedikit basa basi.

"Belum ..." Jawab nya datar.

Lalu tiba tiba beliau memegang pundak gue ...

"Papa tau gimana perasaan hati kamu ke Reva tin, memang wajar saja sih, kalian sebelum nya kan belum pernah saling mengenal, lalu tiba-tiba dipertemukan ketika pernikahan Papa sama Mama. Kemudian kalian berdua saling kenal di umur yang masih muda, sering bersama sama, saling mengerti satu sama lain. Wajar jika di sela sela kegiatan kalian berdua tumbuh benih cinta yang muncul di hati kalian masing-masing." Terang Om Doni panjang lebar.

Mendengar pernyataan Om Doni. Lamunan gue yang tadi seketika langsung buyar.

"Jadi ... Papa mengerti perasaan yang sedang Justin alamin sekarang???" Tanya gue dengan semangat.

***


Bersambung dulu ... Part selanjutnya mungkin akan lebih panjang, karena gue memutuskan untuk ngetik cerita nya pakai laptop.
ea reborn juga akhirnya
nah gitu dong ceritanya lanjut emoticon-Cendol Gan
Btw ane lupa part terakhir di thread sebelumnya gimana emoticon-Hammer (S)
Diubah oleh gmax38
Quote:


Quote:


Iya gan, sorry ya, kalo thread cerita ane yang lama gak di update, btw thanks ijo ijo nya emoticon-Cendol (S)
Diubah oleh Jstnrv
Balasan post Jstnrv
Ayo gan update lag
Part 4

Penjelasan Om Doni (Bokap nya Reva)
Quote:

Memang benar cinta itu tidak harus memiliki. Jika gue sayang banget sama Reva. Gue harus menghormati keputusan nya jika cinta yang ada di hati nya butuh sebuah kepastian, bukan hanya kasih sayang yang tulus. Jika dia terus sama gue, maka kapal cinta yang gue nahkodai bersama Reva tidak akan pernah sampai pada tujuan akhir (pelabuhan cinta). Dan itu sama aja melakukan tindakan yang sia-sia selama bertahun-tahun menjalani hubungan pacaran.
***

Menerima keadaan … Bukan berarti pasrah terhadap suatu keputusan.
Sore itu, sepulang kuliah dari kampus. Gue sedang bersantai di kasur melemaskan badan setelah hampir seharian berjibaku dengan materi pelajaran yang diajarkan dosen di kelas.
Quote:

Bi Inah memang pembantu yang baik, selain rajin dalam bekerja, gue dan Reva sering bercengkrama bareng sama Bi Inah di rumah kalo Bokap sama Nyokap lagi pada sibuk bekerja ataupun bisnis keluar kota.
***

Malam semakin larut …
Gue pun memutuskan untuk Jemput Reva di Kantornya, Cuma ini kesempatan gue untuk meminta maaf atas semua kesalahan gue yang kemarin dan mengembalikan keadaan kembali seperti sebelumnya.
Gue pun memacu motor gue dengan cepat, sampai di area kantornya, Terlihat Reva sedang menunggu sendirian di pinggir jalan di samping parkiran kantor nya, tempat biasa gue jemput dia di saat jam pulang kerja.
Quote:

Jadi merasa gaenak juga sama driver ojek online nya. Udah jemput Reva jauh jauh malah di cancel.
***

Akhirnya pada malam itu gue bisa pulang bareng lagi sama Reva, di belakang, Reva lebih banyak diam dan jarang bicara. Di tengah perjalanan pulang … tiba tiba kedua tangan nya memeluk gue dengan erat dari belakang. Dan kemudian terasa dia menyenderkan kepala nya ke punggung gue.

Apakah ini yang dinamakan kenyamanan??

Cerita nya belum tamat. Masih bersambung.
aih ini masalahnya berat juga ya dan anti mainstream.

semangat terus buat ceritanya ya, cendol sent.
ijin nenda di mari gan.. kayak seru nih cerita..
Mantap Gan, namanya cinta juga apa
Btw, buatin index ya biar gampang bacanya
Salutee...👍👍👍
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di