alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Gar
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be05b8c14088d226d8b4567/vonis-rata-10-hari-kasus-pembakaran-bendera-di-gar

Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Gar

Vonis rata 10 hari kasus
pembakaran bendera di Garut

Yandi Mohammad

16:39 WIB - Senin, 05 November
2018

Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Gar
Pengunjuk rasa mengikuti aksi
protes pembakaran bendera
berkalimat Tauhid di depan
Kantor Kemenko Polhukam,
Jakarta, Jumat (26/10/2018). |
Bayu Satrio Wibowo /Antara
Foto


Kasus pembakaran bendera
hitam bertuliskan aksara Arab
oleh anggota Barisan Ansor
Serbaguna (Banser) di
Kabupaten Garut telah
menyeret tiga orang ke meja
pengadilan. Pembawa dan
pembakar bendera, sama-sama
mendapat hukuman penjara 10
hari dan denda Rp2.000.

Dalam sidang di Pengadilan
Negeri Garut, Senin
(05/11/2018), Ketua Majelis
Hakim Hasanudin menjatuhkan
hukuman sama terhadap
pembawa bendera yaitu Us dan
anggota Banser M dan F yang
membakar bendera.

Pada sidang pertama, M dan F
terbukti melanggar pasal 174
KUHP dengan membuat gaduh.
M dan F menerima hukuman itu
tanpa banding.

Seusai vonis terhadap M dan F,
giliran Us divonis bersalah
membuat kegaduhan. "Telah
terbukti secara sah dan
meyakinkan sebagaimana dalam
pasal yang didakwakan.
Dipenjara selama 10 hari," ujar
Hasanudin melalui Detikcom.

Us pun menerima putusan itu
dan tidak akan mengajukan
banding. Dalam sidang itu, Us
menolak didampingi penasihat
hukum.

Us, M, dan F dikenakan pasal
yang sama, yaitu tindak pidana
ringan sesuai pasal 174 KUHP
tentang gangguan rapat umum.

Pasal 174 KUHP berbunyi,
barang siapa dengan sengaja
mengganggu rapat umum yang
tidak terlarang, dengan
mengadakan huru-hara, atau
membuat gaduh, dihukum
penjara selama-lamanya tiga
minggu atau denda sebanyak-
banyaknya Rp900.

Sidang kasus pembakaran
bendera telah menyita
perhatian publik sehingga
kepolisian memperketat
pengamanan di pengadilan.

Kepala Kepolisian Resor Garut,
AKBP Budi Satria Wiguna,
mengatakan, jajarannya sengaja
menempatkan personel polisi
ditambah dari TNI untuk
menjaga pelaksanaan sidang di
dalam maupun luar kantor
Pengadilan Negeri.

"Kami tempatkan personel di
tiga ring, di dalam, di luar, dan
radius beberapa ratus meter,"
kata Budi di Pengadilan Negeri
Garut, seperti dilansir
Antaranews.

Dia menuturkan, ada 595
personel gabungan TNI dan Polri
yang melakukan penjagaan
sidang itu. Pengamanan yang
dilakukan Polres Garut, kata
Budi, sesuai dengan prosedur
yang berlaku untuk
mengantisipasi adanya massa
yang ingin menghadiri sidang
tersebut.

Peristiwa pembakaran bendera
berlangsung saat pelaksanaan
Hari Santri Nasional oleh Banser,
di Lapangan Alun-Alun
Kecamatan Limbangan, Garut,
Jawa Barat pada Senin
(22/10/2018) pagi.

Acara Hari Santri Nasional di
Garut itu berlangsung tertib dan
aman. Pada akhir acara, Us
menyelinap ke lokasi acara. Ia
mengeluarkan bendera yang
ditalikan di tongkat. Us
kemudian mengibarkan bendera
di arena upacara.

Dalam acara itu, panitia telah
menetapkan beberapa
peraturan di antaranya peserta
yang hadir tidak boleh
membawa atribut selain
bendera Merah Putih. Acara itu
pun menekankan sikap toleransi
antaragama, meningkatkan rasa
nasionalisme santri, dan
menanamkan nilai Pancasila
pada santri.

Us kemudian dibawa anggota
Banser ke tenda panitia dan
dimintai penjelasan mengenai
bendera tersebut. Saat ditanya
anggota Banser, Us
menjelaskan bahwa bendera itu
adalah bendera Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI) yang sudah
dilarang keberadaannya di
Indonesia berdasarkan putusan
pengadilan.

Anggota Banser akhirnya
meminta Us meninggalkan
lokasi acara. Sementara
bendera yang dibawa Us disita
Banser dan membakar bendera
setelah meyakini merupakan
bendera HTI.

Aksi pembakaran tersebut
direkam lalu diunggah ke media
sosial sehingga menjadi viral.
Peristiwa di Garut itu
memunculkan berbagai aksi
mengecam pembakaran itu di
beberapa daerah. Banyak yang
menuding bendera yang dibakar
adalah kalimat tauhid.

Pelaku pembakaran dan GP
Ansor telah meminta maaf atas
insiden itu. Ketua Umum
Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut
Cholil Qoumas pun meminta
maaf jika peristiwa pembakaran
bendera itu menimbulkan
kegaduhan publik.

Meski sudah ada permintaan
maaf, aksi bertajuk bela tauhid
tetap berlangsung dan
menuntut pembakar bendera
diadili. Terakhir, aksi bela tauhid
berlangsung pada Jumat
(2/11/2018).

https://beritagar.id/artikel/berita/...ndera-di-garut
Halaman 1 dari 3
bendera pengganti sistem ngapain si di bela, Tauhid di tanam dalam jiwa, bukan di poles di bendera.
Ngaku Ar Rayyah sama Al Liwa lagi, haha ga ngerti Sejarah Kebudayaan Islam.

gua nunggu orang orang goblok model 54m5ud..... sama Ndoromuda terus Cebi Die Hard goblok muncul. orang tolol anjing
Alhamdullilah hukum bisa ditegakan seadil adilnya
MAKIN YAKIN 2019 PILIH PRABOWO

Quote:


emoticon-Wakaka
[(biaya box konsumsi + biaya transport) x jumlah peserta demo] x 2 jilid = hukuman 10 hari + Rp. 2000,- ?

Korlapnya mungkin woles, tapi sponsornya rugi bandar kalo impactnya ga bisa ngulangin sukses 212 emoticon-Mad
Diubah oleh JFaith
adil banget saudara
eh tuntutan jaksa berapa itu emoticon-Big Grin


semenjak hoktod di bui, serrr serr ini cuma di pakai sebagai spin isyu jebloknya jokok
Quote:


waduh,,,
biaya sidang+pengamanan juga ga cukup gan kalo mikirin vonis 10 hari plus denda rp2000 mah,tapi itu kalo denda sidang bisa dikali maksimal 1000 (seribu) kali lipat tergantung nanti gimana kalo memilih bayar denda,atau mau ditahan 10 hari.

ini sudah selesai,jangan diperpanjang kalo diperpanjang paling cari pengunggah/pengedit video saja gan.
Diubah oleh sukhoivsf22
Balasan post cebi.diehard
Quote:


Katanya tau pengalihan isu, masi diikutin juga. Yang goblok siapa coba? emoticon-Bingung
Rezim prabowo emang goblok, penista agama malah di agung agungkan...mending turun saja kamu wo wo, ndak ada gunanya kamu jadi presiden selama ini
emoticon-Blue Guy Bata (L)
















Lari dulu.....
..................................emoticon-Ngacir
Quote:


kalo semua cerdas, ga ada yg bakal mau milih jokul dan partai korup pedeipe
Astajim ummat siap mengobarkan panji2 hitam khilafah HTI emoticon-Marah
Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Gar
الكلب مارس الجنس القرد ، وضع القرد قضيبه في المهبل الكلب في مرحاض مليء براز الخنازير
Diubah oleh monyet2012
Balasan post nanis69
Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Gar
Quote:


Hukuman maksimal cuma 3 minggu atau tepatnya 21 hari..

So what? Lu pengennya dihukum berapa lama? 3 taun? 10 taun? Seumur hidup? Hukuman mati?


Dan iya.. emang adil banget kok hukuman 10 hari tsb.. ga ditahan jadinya.. emoticon-Big Grin
Diubah oleh khayalan
Balasan post nanis69
kau buat isu terus sampai nastak mati sekalipun.. kami takkan berubah.. ditunggu serangan fajarnya ya

emoticon-Kiss
Quote:
Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Gar

Jd ini
Balasan post cebi.diehard
Quote:


Berarti prabowo kalah sama orang goblok ya?
Ringan untuk dijalani emoticon-Malu
Mantap vonisnya
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di