alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
Menwa Pakai PDL Loreng Mirip TNI, Menwa Bukan TNI Wannabe
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be049d5de2cf2c52d8b4574/menwa-pakai-pdl-loreng-mirip-tni-menwa-bukan-tni-wannabe

Menwa Pakai PDL Loreng Mirip TNI, Menwa Bukan TNI Wannabe

Menwa Pakai PDL Loreng Mirip TNI, Menwa Bukan TNI Wannabe

Quote:


Kami sebagai anggota Menwa dan alumni Menwa sudah biasa mendapat berbagai komentar nyinyir dan berbagai penilaian negatif dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa. Banyak yang menilai Menwa itu TNI wannabe, stres gagal masuk TNI, ABCD (ABRI Bukan, Cepak Doang), dll. Justru saya menganggap orang-orang yang berkomentar negatif ini adalah orang-orang yang tidak punya rasa cinta tanah air dan berkomentar tanpa data dan fakta.

Quote:


Silahkan lakukan survei, berapa orang dari sekian ratusribu anggota Menwa yang pernah mendaftar rekrutmen TNI. Saya yakin hampir tidak ada anggota Menwa yang pernah mendaftar dan mengikuti seleksi menjadi anggota TNI. Dan silahkan tanya apakah mereka ingin menjadi anggota TNI, pasti jawabannya tidak!

Quote:


Para komentator nyinyir itu selalu bilang bela negara itu tidak harus dengan menjadi Menwa. Pertanyaannya apakah rasa kepedulian dan kecintaan pada tanah air mereka bisa sebesar anggota Menwa? Pernahkah mereka merasakan sedikit dari rasa sakit dan rasa lelah saat para pejuang dan TNI saat berjuang mempertahankan negara ini. Atau mungkin mereka ini berkomentar seperti itu karena hanya berusaha menutupi sikap cuek mereka pada eksistensi negara ini.

Quote:


Orang-orang munafik seperti mereka ini yang ngakunya paling Nasionalis, padahal mereka ini para opportunis yang sudah keracunan doktrin Globalisasi. Doktrin global memberikan doktrin akan usangnya nasionalisme bangsa. Nasionalisme yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam hakekat sila Pancasila hanya untuk mereka yang tertinggal, dan globalisasi adalah untuk mereka yang modern.

Quote:


Sejalan dengan munculnya doktrin global, dengan sendirinya nation state kian kehilangan tulang. Dianalogikan negara ini sebuah daging dengan keanekaragaman kehidupannya, tidak mampu melekat dan bergerak tanpa adanya tulang nasionalisme. Tuntutan globalisasi itu pun bagaikan racun perapuh tulang untuk memperoleh suatu modernisasi yang menggerakkan kita dalam kemajuan.

Semboyan yang dikumandangkan zaman sekarang bukan lagi semboyan zaman tujuh belas agustus “merdeka atau mati”, tetapi “modern atau ketinggalan zaman”.

Quote:


Anggota menwa bisa dijadikan sebagai kader dalam rangka menyebarkan nilai-nilai bela negara dan doktrin nasionalisme  kepada orang-orang terdekatnya. Bela negara tidak hanya berperang, tapi bagaimana menumbuhkan semangat kebangsaan dan nasionalisme melalui menwa. 

Terlalu dangkal kalo ada persepsi yang menyimpulkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara itu sebatas alutsista dan operasi militer. Jika Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan bentuk negara NKRI adalah sebagai 4 pilar negara ini, maka doktrin nasionalisme yang ditanamkan pada setiap warga negara Indonesia adalah salah satu faktor utama yang menjadi pondasi tetap berdirinya negara ini. 4 pilar negara tersebut tanpa doktrin nasionalisme tentu menjadi rapuh.

Quote:


Terlalu dangkal pula, jika ada yang berkomentar Menwa sok militer. Tujuan menjadi Menwa adalah semata-mata karena rasa bangga ikut serta dalam mempertahankan negara ini, rasa bangga diberikan hak untuk membela negara ini, rasa bangga bisa berjuang bersama-sama dengan TNI dan seluruh komponen pertahanan negara untuk mempertahankan negara ini tanpa berharap imbalan apapun, baik pangkat, jabatan, maupun gaji.

Sekali lagi tanpa bermaksud mendiskreditkan pihak manapun dan tanpa mengurangi rasa hormat saya atas jasa dan pengorbanan yang luar biasa besar yang telah diberikan TNI, saat terjadi gerakan pemberontakan di daerah, ada beberapa oknum militer yang selain mengemban misi negara untuk memulihkan keamanan, juga mengemban 'misi pribadi' untuk mengejar pangkat dan jabatan yang lebih tinggi.

Tanpa bermaksud mendiskreditkan institusi manapun, menurut pendapat pribadi saya, semua pidato para pemimpin (baik pemerintah sipil dan Pati militer) hanya sekedar lip service. Saya sendiri merasa bahwa potensi dan peranan Menwa dalam sishankamneg seolah diabaikan begitu saja. Kalau rezim ini ingin program Revolusi Mental-nya berhasil, maka Menwa adalah solusinya.

Widya Castrena Dharma Siddha
Diubah oleh l4d13put
Banyak ormas skrg bergaya militer, seharusnya selain TNI jangan memakai PDL yang motifnya sama dengan TNI, sekarang dikit2 loreng, kadang liat aja malu sendiri
Balasan post dareh
Quote:


yang lucu itu ... yang ABN yg punya si BEWOK ... pake ada Brevet kaya Kopassus segala + si Manila sebagai Danjen nya ... wkwkwkwkwk


emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Busa emoticon-Busa emoticon-Busa
Balasan post dareh
Menwa bukan ormas, Menwa dibentuk langsung oleh negara

Fungsi dan keberadaan Menwa itu telah diatur tersendiri berdasarkan Surat Keputusan Bersama tiga Menteri.

Dana operasional Menwa di masing-masing provinsi berasal dari APBD..

Jadi, ngawur bgt kalo menyamakan Menwa dengan ormas.

Itu sebabnya, TNI dan Polisi banyak yang 'tutup mata' kalo ada Menwa yang pake seragam loreng, soalnya dari sejarahnya Menwa itu underbouw-nya TNI dan Polisi.

Menwa ini posisinya setara Hansip (Pertahanan Sipil) yang ikut membantai Fretilin di Timtim. Bedanya kalo Hansip di bawah Kemendagri, nah kalo Menwa di bawah 3 Kementrian (Kemenhan, Kemenristekdikti, Kemendagri). Lebih tepat kalo Menwa ini disebut Ormil (organisasi Milisi).

Organisasi milisi lainnya yang dibentuk oleh pemerintah antara lain:

Hansip (Pertahanan Sipil), di bawah Departmen Dalam Negeri untuk kepentingan "keamanan total"
Wanra (Perlawanan Rakyat), di bawah komando militer dan khususnya untuk mengatasi "ancaman eksternal."
Kamra (Keamanan Rakyat), berada di bawah komando polisi, khusus untuk menangani konflik dalam negeri
Pam Swakarsa (Milisi beranggotakan masyarakat secara sukarela)
Kotib (Kota Tertib), Banpol (Bantuan Polisi), dan Potmas (Potensi Masyarakat) yang dinaungi oleh polda Metro Jaya.
Diubah oleh l4d13put
Balasan post dengultor81
emoticon-Ngakak emoticon-Wakaka

Itu Bela Bewok, bukan Bela Negara emoticon-Ngakak

Gw sebenernya juga ga setuju ada ormas kyak ABN itu. Ormas kyak gitu berpotensi berubah menjadi milisi Fretilin karena membawa misi partai.
Diubah oleh l4d13put
emoticon-Leh Uga

Mau bewok atau mau bowok sama aja
Balasan post 7pendek1panjang
kowik juga sama ajaemoticon-Leh Uga

==============
Contoh Milisi lainnya, selain Menwa...

Wanra (Perlawanan Rakyat)

Menwa Pakai PDL Loreng Mirip TNI, Menwa Bukan TNI Wannabe

Bertugas untuk membantu atau kepanjangan tangan Koramil dalam rangka menjaring informasi yang berasal dari lapangan di sekitar tempat mereka bekerja.
Balasan post l4d13put
emoticon-Leh Uga

Jangan lufa bamboe roentjink sama fentungannya gan, ente gak boleh bawa betjeng ntar ditangkep pak polisi
Balasan post 7pendek1panjang
ciee.. emang elu... kesian bet, cuma pernah mainan bambu runcing ma pentunganemoticon-Ngakak

jangankan beceng, nih kita bawa..

Menwa Pakai PDL Loreng Mirip TNI, Menwa Bukan TNI Wannabe
emoticon-Kaskus Banget emoticon-Ngakak
Pake loreng boleh2 saja
Macan juga pake loreng
Masa kita nggak
Balasan post khadapy94
betul sekali, gan
Teman ane, eks Menwa, sekarang sudah Mayor di TNI AL.
Balasan post Pathfinder99
Quote:


nah, itu mungkin karena memang cita-citanya dari kecil


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di