alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kisah tampang Boyolali dari daerah sapi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be02c8ddbd7700e5a8b4579/kisah-tampang-boyolali-dari-daerah-sapi

Kisah tampang Boyolali dari daerah sapi

Kisah tampang Boyolali dari daerah sapi

sehinLihatlah situs web Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, hari ini (5/11/2018). Halaman depan diisi foto demonstrasi Ahad kemarin, saat warga menyatakan kemarahan kepada calon presiden Prabowo Subianto.

Belasan ribu warga, menurut situs itu, melakukan Aksi Boyolali Bermatabat.

Di Balai Sidang Mahesa, Boyolali, Bupati Boyolali Seno Samodro kemarin mengajak warganya, "... tidak usah menjelek-jelekkan Prabowo. Kita hanya sepakat tidak akan memilih capres yang nyinyir terhadap Boyolali. Setuju?" (h/t CNN Indonesia)

Seno (54), yang kini dalam periode kedua memimpin, adalah kader PDI Perjuangan. Sebelum menjadi pengusaha dan bupati ia pernah menjadi staf lokal Konsulat Jenderal Indonesia di Marseille, Prancis. Tahun lalu ia mengusulkan Boyolali menjadi ibu kota Indonesia.
Tampang Selandia Baru Jawa
Pangkal masalah sampai muncul demo dan kemudian ajakan tak memilih Prabowo adalah ungkapan canda sang capres di Boyolali pada 30 Oktober lalu.

Prabowo bertamsil, para hadirin tertolak masuk ke hotel besar dan mahal di Jakarta karena, "Tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini."

Soal tampang itu segera mendidih di media sosial. Tanggapan negatif tak hanya muncul dari orang Boyolali tetapi juga warganet yang tak terima. Tagar #SaveMukaBoyolali dan #SaveTampangBoyolali sempat mewarnai linimasa Twitter – banyak yang berisi gurauan juga.

Lantas Jumat pekan lalu Dakun (47), seorang pria asal Boyolali di Jakarta Timur, mengadukan Prabowo ke Polda Metro Jaya. Ia tersinggung oleh ucapan sang capres.

Lalu Poempida Hidayatulloh Djatiutomo (46), politikus Golkar yang menjadi anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, kemarin bilang, "Saya orang Boyolali, nggak pernah diusir dari mana pun lho." (h/t Tribunnews.com)

Dalam Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2017, menurut Badan Pusat Statistik, pengeluaran per kapita di Boyolali menduduki peringkat ke-72 dari 514 kota/kabupaten. Posisi itu hampir separuhnya kota tertinggi, yakni Jakarta Selatan, yang mengeluarkan Rp23.000 per hari.

Boyolali menyebut diri sebagai Selandia Baru dari Jawa. Hal itu pun tersebutkan dalam situs pemkab karena Boyolali adalah sentra susu sapi.

Selain terkenal penghasil susu sapi, Boyolalo juga dikenal sebaai penghsil makanan berbahan sapi. Misalnya abon, dendeng, kerecek, kerupuk kulit, dan keripik paru.

Adapun arti harfiah boyo dan lali adalah buaya dan lupa sehingga dalam bahasa Jawa krama ada yang menyebutnya, dengan maksud bercanda, bajul kesupèn. Tak ada hubungannya dengan sapi yang dipatungkan di tengah kota.
Politik dalam Pilpres 2019
Sampai hari ini berita masih diramaikan isu tampang Boyolali. Maka Sekjen PAN Eddy Soeparno, yang menjadi wakil ketua Badan Pemenangan Nasional Adil Makmur, berharap masalah tidak dipolitisasikan.

"Saya berharap apa pun yang kami sampaikan, dicerna baik," kata Eddy di Jakarta, kemarin (h/t Tempo.co).

Adapun juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan, "Ini kan gorengan pidato Pak Prabowo. Itu dipelintir, digoreng, untuk mendiskreditkan Prabowo." (h/t TribunJakarta.com)
Ucapan dalam Bohemian Rhapsody
Hampir setiap bangsa dan bahasa mengenal pengucapan kata untuk merendahkan orang lain. Dan hampir setiap masyarakat pengucapnya tahu bahwa tak semuanya pantas diucapkan.

Ada beberapa jenis kata untuk merendahkan. Dua di antaranya adalah latar etnis atau ras dan asal daerah. Film Bohemian Rhapsody yang sedang diputar di bioskop memuat sebutan untuk Freddie Mercury — campuran Parsi dan India — di Inggris: Paki. Dari kata Pakistan.

Ya, serupa dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sesuai konteks komunikasi dan cara pengucapan, sebutan "Cina" — apalagi dengan diawali kata "dasar..." — bisa bermakna rasis.

Maka Wikipedia pun sampai memuat daftar kata, dalam bahasa Inggris, untuk menyerang orang lain.

Sedangkan di Amerika Serikat, situs Mental Floss yang menyebut diri "an encyclopedia of everything" punya daftar kata untuk menyinggung perasaan orang lain berdasarkan daerah asal.
Kampungan dari Luhut Panjaitan
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, penyebutan pejoratif juga terjadi, tanpa menyebut nama geografis. Misalnya ndeso, ndesit, kampungan, kamso, dan udik.

KBBI mengartikan kampungan sebagai "berkaitan dengan kebiasaan di kampung; terbelakang (belum modern); kolot" dan "tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar".

Pejabat tinggi yang beberapa kali mengatai pihak lain "kampungan" adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Sila Anda cari di Google: "luhut kampungan". Salah satunya, ia pernah menyebut kader Golkar yang gampang berpindah partai sebagai "kampungan" (Gatra.com, 25/3/2018)

Sejauh ini tak ada yang marah secara berkelompok dan terbuka terhadap ucapan Luhut.
Kisah tampang Boyolali dari daerah sapi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ri-daerah-sapi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kisah tampang Boyolali dari daerah sapi Penguatan IHSG dipimpin sektor Industri Konsumsi

- Kisah tampang Boyolali dari daerah sapi Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut

- Kisah tampang Boyolali dari daerah sapi Taufik Kurniawan dan kursi panas pimpinan DPR



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di