alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be026f854c07adf0a8b4573/vonis-rata-10-hari-kasus-pembakaran-bendera-di-garut

Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut

Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut
Pengunjuk rasa mengikuti aksi protes pembakaran bendera berkalimat Tauhid di depan Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/10/2018).
Kasus pembakaran bendera hitam bertuliskan aksara Arab oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kabupaten Garut telah menyeret tiga orang ke meja pengadilan. Pembawa dan pembakar bendera, sama-sama mendapat hukuman penjara 10 hari dan denda Rp2.000.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Garut, Senin (05/11/2018), Ketua Majelis Hakim Hasanudin menjatuhkan hukuman sama terhadap pembawa bendera yaitu Us dan anggota Banser M dan F yang membakar bendera.

Pada sidang pertama, M dan F terbukti melanggar pasal 174 KUHP dengan membuat gaduh. M dan F menerima hukuman itu tanpa banding.

Seusai vonis terhadap M dan F, giliran Us divonis bersalah membuat kegaduhan. "Telah terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam pasal yang didakwakan. Dipenjara selama 10 hari," ujar Hasanudin melalui Detikcom.

Us pun menerima putusan itu dan tidak akan mengajukan banding. Dalam sidang itu, Us menolak didampingi penasihat hukum.

Us, M, dan F dikenakan pasal yang sama, yaitu tindak pidana ringan sesuai pasal 174 KUHP tentang gangguan rapat umum.

Pasal 174 KUHP berbunyi, barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang, dengan mengadakan huru-hara, atau membuat gaduh, dihukum penjara selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp900.

Sidang kasus pembakaran bendera telah menyita perhatian publik sehingga kepolisian memperketat pengamanan di pengadilan.

Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan, jajarannya sengaja menempatkan personel polisi ditambah dari TNI untuk menjaga pelaksanaan sidang di dalam maupun luar kantor Pengadilan Negeri.

"Kami tempatkan personel di tiga ring, di dalam, di luar, dan radius beberapa ratus meter," kata Budi di Pengadilan Negeri Garut, seperti dilansir Antaranews.

Dia menuturkan, ada 595 personel gabungan TNI dan Polri yang melakukan penjagaan sidang itu. Pengamanan yang dilakukan Polres Garut, kata Budi, sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk mengantisipasi adanya massa yang ingin menghadiri sidang tersebut.

Peristiwa pembakaran bendera berlangsung saat pelaksanaan Hari Santri Nasional oleh Banser, di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10/2018) pagi.

Acara Hari Santri Nasional di Garut itu berlangsung tertib dan aman. Pada akhir acara, Us menyelinap ke lokasi acara. Ia mengeluarkan bendera yang ditalikan di tongkat. Us kemudian mengibarkan bendera di arena upacara.

Dalam acara itu, panitia telah menetapkan beberapa peraturan di antaranya peserta yang hadir tidak boleh membawa atribut selain bendera Merah Putih. Acara itu pun menekankan sikap toleransi antaragama, meningkatkan rasa nasionalisme santri, dan menanamkan nilai Pancasila pada santri.

Us kemudian dibawa anggota Banser ke tenda panitia dan dimintai penjelasan mengenai bendera tersebut. Saat ditanya anggota Banser, Us menjelaskan bahwa bendera itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dilarang keberadaannya di Indonesia berdasarkan putusan pengadilan.

Anggota Banser akhirnya meminta Us meninggalkan lokasi acara. Sementara bendera yang dibawa Us disita Banser dan membakar bendera setelah meyakini merupakan bendera HTI.

Aksi pembakaran tersebut direkam lalu diunggah ke media sosial sehingga menjadi viral. Peristiwa di Garut itu memunculkan berbagai aksi mengecam pembakaran itu di beberapa daerah. Banyak yang menuding bendera yang dibakar adalah kalimat tauhid.

Pelaku pembakaran dan GP Ansor telah meminta maaf atas insiden itu. Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas pun meminta maaf jika peristiwa pembakaran bendera itu menimbulkan kegaduhan publik.

Meski sudah ada permintaan maaf, aksi bertajuk bela tauhid tetap berlangsung dan menuntut pembakar bendera diadili. Terakhir, aksi bela tauhid berlangsung pada Jumat (2/11/2018).
Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ndera-di-garut

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut Penguatan IHSG dipimpin sektor Industri Konsumsi

- Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut Taufik Kurniawan dan kursi panas pimpinan DPR

- Vonis rata 10 hari kasus pembakaran bendera di Garut Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih rendah



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di