alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdff5bd54c07a7d508b4583/kinerja-ekspor-impor-kuartal-iii-2018-masih-berat

Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat

Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat
Beberapa pekerja menuntaskan pekerjaan tiang beton jembatan Teluk Kendari yang akan dioperasikan pada awal tahun 2019, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (2/11/2018).
Kinerja ekspor dan impor Indonesia sepanjang kuartal III/2018 masih mencatatkan hasil yang kurang memuaskan.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), dirilis Senin (5/11/2018), menunjukkan pertumbuhan ekspor pada periode yang dimaksud hanya berhasil mencapai 7,7 persen, berbanding jauh dengan kuartal III/2017 sebesar 17,26 persen.

Kepala BPS Suhariyanto memperkirakan penurunan ekspor terjadi lantaran turunnya harga komoditas andalan seperti batu bara dan kelapa sawit.

Pertengahan September 2018, mengutip CNBC Indonesia, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berucap, pelarangan ekspor minyak kelapa sawit yang diberlakukan di beberapa negara—khususnya negara-negara Benua Biru—membuat kinerja komoditas ini menjadi berat.

Selain itu, kewajiban kebutuhan pasar domestik (domestic market obligation/DMO) untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero sebesar 20 persen dari total produksi menambah berat beban tersebut.

Sepanjang Januari-September 2018, nilai ekspor nonmigas mencapai $122,31 miliar AS, atau tumbuh 9,29 persen. Sementara keseluruhan ekspor, termasuk ekspor migas mencapai $134,99 miliar AS, tumbuh 9,41 persen.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor tak mampu mengimbangi impor yang tercatat masih cukup tinggi. Sepanjang kuartal III/2018, impor tumbuh di kisaran 14,06 persen, posisi yang memang sedikit lebih rendah dibanding periode tahun lalu sebesar 15,09 persen.

Catatan pertumbuhan impor yang lebih rendah dibanding periode sebelumnya diyakini sebagai dampak dari kenaikan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap 1.147 barang yang berlaku awal September 2018.

Kendati ekspor dan impor masih terpuruk, namun kinerjanya tak memberi dampak yang terlalu buruk bagi pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III/2018.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), ekonomi tumbuh sebesar 5,17 persen, berbanding dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5,03 persen.

Posisi pertumbuhan ekonomi hingga kuartal ini adalah yang tertinggi sepanjang pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Jusuf Kalla.

Pertumbuhan terjadi pada semua komponen, mulai dari konsumsi rumah tangga dan pemerintah, ekspor barang dan jasa, hingga pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Kontribusi terbesarnya masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Komponen ini tumbuh 5,01 persen, melampaui pertumbuhannya pada periode waktu yang sama tahun lalu, sebesar 4,99 persen.

Konsumsi pemerintah tumbuh dua kali lipat dibanding kuartal III tahun lalu, yakni dari 3,46 persen menjadi 6,28 persen. Hajatan besar politik pada tahun depan disinyalir menjadi pemicunya.

Persiapan pemilu juga menyokong pertumbuhan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, yaitu 8,54 persen berbanding 6,01 persen pada kuartal III/2017.

Berdasarkan lapangan usaha, tiga sektor yang mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 9,19 persen, informasi dan telekomunikasi sebesar 8,98 persen, dan jasa perusahaan 8,67 persen.

Sementara secara kuartalan, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor konstruksi 4,18 persen, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang 3,79 persen, serta informasi dan telekomunikasi sebesar 3,67 persen.

Jika dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 5,4 persen, capaian kuartal ini memang masih di bawahnya.

Jika dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 5,4 persen, capaian kuartal ini memang masih di bawahnya.

Namun paling tidak, capaian ini berhasil melampaui prediksi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara yang menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal III/2018 bakal berada pada rentang di bawah 5,1 persen.

“Jadi, angka-angkanya mirip angka pertumbuhan triwulan I, sekitar itu. 5,1 persen kurang sedikit,” sebut Mirza, dikutip dari Katadata, 23 Oktober 2018.

Prediksi Mirza menyasar pada perlambatan net ekspor. Impor, sambung Mirza, diperkirakan tumbuh tinggi sejalan dengan permintaan domestik, meski pertumbuhan bulanannya telah menunjukkan perlambatan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, tantangan pertumbuhan ekonomi pada 2019 yang perlu diwaspadai pemerintah adalah konsumsi rumah tangga dengan risiko stagnan pada level 4,9 persen-5 persen.

“Meskipun tahun politik bisa dorong pengeluaran, efeknya kecil ketika suku bunga semakin naik, dampak imported inflation mulai terasa, tekanan kurs Rupiah, penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta harga komoditas perkebunan yang belum pulih,” kata Bhima.

Selain itu, investasi kemungkinan juga akan ditahan pada tahun politik. Hal ini karena investor cenderung memilih aset yang aman seperti Dolar AS dan Renminbi (RMB) Tiongkok.

Pendapat sebaliknya diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih mungkin mencapai 5,3 persen. Salah satu penyokongnya adalah konsumsi rumah tangga.

“Pemilu (membawa) dampak konsumsi, khususnya anggaran pemerintah yang sifatnya cash transfer dan bansos membantu konsumsi bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tutur Suahasil dalam Bisnis Indonesia.
Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...18-masih-berat

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia

- Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat Retorika Prabowo membangunkan kembali politik identitas

- Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di