alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ampun, Pak! Jangan Tentara-kan Kami…
3.67 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdff5badc06bda87b8b4568/ampun-pak-jangan-tentara-kan-kami

Ampun, Pak! Jangan Tentara-kan Kami…

Ampun, Pak! Jangan Tentara-kan Kami…


 
Semenjak Indonesia ini berdiri, kita sudah dua kali dipimpin oleh tentara: Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono. Dari kedua mantan presiden itu rakyat Indonesia mendapatkan pengalaman buruk.
 
Kalian masih ingat kan dengan video ketika anak SD bertanya kepada Presiden Soeharto: “Mengapa Presiden Indonesia hanya satu?”.  Jawaban Presiden Soeharto mengerikan. Latar belakang dia sebagai seorang diktator dengan catatan kejahatan HAM yang cukup besar sepanjang sejarah dunia, jawaban Soeharto kemudian jadi horor: “Kenapa kamu tanya begitu? Siapa yang menyuruh kamu bertanya begitu?”. Kalau yang jawab gitu hanya guru sekolah biasa, tentu akan jadi biasa saja. Ini yang jawab adalah penguasa yang telah membungkam dan membunuh orang-orang yang mengkritiknya. Kebayang gak gimana horornya. Apalagi ketika menjawab anak SD tersebut, Soeharto menatap dengan senyum dingin yang khas itu. Tapi, untung aja yang nanya waktu itu masih juga anak-anak. Coba yang nanya begitu adalah mahasiswa. Kelar deh idup lo.
 
Kalau di zaman SBY beda lagi. Jadi waktu itu ceritanya SBY lagi pidato untuk peringatan Hari Anak Nasional. SBY memang beberapa kali marah dan menghentikan pidatonya karena banyak hadirin yang tertidur atau mengobrol. Namun hadirin itu para bupati dan walikota se Indonesia. Tapi gimana kalau yang tidur itu anak-anak? Namanya juga anak-anak, Bos! Tapi, SBY ga peduli banget. Dia langsung menghentikan pidatonya dan menunjuk ke hadapan anak-anak SD sambil memerintahkan yang tidur itu segera bangun. Ya ampun, Pak Bos, itu anak-anak loh.

Tahun ini ada dua kasus yang sama loh dengan Soeharto dan SBY di atas. Yang kayak kasus Soeharto yaitu ketika Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut, menghardik wartawan salah satu TV Nasional. Kita dah tau kan ya ceritanya. Jadi, wartawan itu nanya yang nyinggung soal posisi ganda yang dijalani Edy: Gubernur Sumut dan Ketua PSSI sekaligus. Edy malah ngamuk dan bilang: “Apa urusan Anda bertanya begitu?” Loh, itu yang nanya wartawan, emang tugasnya begitu. Dan sebagai pejabat publik (ingat pejabat publik, bukan sebagai tentara) Edy berkewajiban menjawab. Tapi dia malah membentuk wartawan (ingat, wartawan ya, bukan prajuritnya). Gak kebendung lagi kan, semua orang jadi menjadikan dia bahan lelucon.

Akhir-akhir ini Capres Prabowo Subianto melakukan apa yang dilakukan SBY. Jadi dia kan lagi pidato gitu di hadapan emak-emak. Nah, emak-emak pada ribut rebutin buku. Namanya juga buku gratis kan, tentu pada ingin berebut. Prabowo langsung ngamuk sambil bilang: “Saya yang akan bicara atau kalian?”. Loh, ya ampun Pak, ga pernah mengalami jadi rakyat bawah ya? Kalau ada yang lagi pidato dan pidatonya ga menarik, ya lebih baik ngobrol. Apalagi ada bagi-bagi buku, ya udah lebih baik berebut buku daripada ga dapat apa-apa sama sekali dari pidatonya. Bapak kayak ga tau aja tuh. Sama kayak SBY lah ya. Bahkan anak buahnya pun, para bupati dan walikota se Indonesia, merasa pidatonya gak menarik. Apalagi rakyat. Lagian kalau pidatonya kayak begitu aja. Hehe.
 
Namun begitu, pada intinya, ini soal “militerisme”. Keempat orang yang kita sebut daritadi namanya itu semua adalah mantan Jendral. Kita ga bermaksud menjelekkan jendral loh. Bagaimanapun juga kita butuh tentara untuk MENJAGA rakyat—bukan MENJAGAL. Gak mungkin negara gak punya tentara. Tapi, rakyat sekalian TIDAK BISA diperlakukan kayak prajurit. Dalam kehidupan tentara, memang dilarang melakukan apa yang dilarang. Semua perintah harus turun dari atas ke bawah. Gak boleh ada bantahan. Itu sih wajar aja. Namanya juga penjaga negara, kalau banyak suara malah sibuk ribut melulu nanti dan negara pun gak keurus keamanannya.
 
Kini, pertanyaannya, kenapa kita masih saja diberlalukan selayaknya militer? Mulai dari anak-anak sampai emak-emak dibentak dengan cara militer dan diperintah untuk tunduk seperti prajurit ke atasan. Ini zaman demokrasi Bos! Kalau pemimpin ngasih pidato gak menarik, ya mereka harus sadar diri dong. Gak bisa lah kalau semua dibentak. Kalau kata orang dulu begini: Kalau mukamu jelek, jangan cermin yang engkau banting.

Ini sekedar mengingatkan aja ya. Sejak zaman Soeharto sampai mantu Soeharto ingin jadi presiden, kita dibentak terus. Ini tanda-tanda era diktator akan bangkit lagi. Hati-hati rakyat sekalian. Kalau gue mah kagak mau dipimpin mantan Jendral seperti Prabowo. Keledai yang dungu pun gak akan masuk ke lobang yang sama dua kali. 

Jadi, jangan masuk ke lobang Orde Baru sekali lagi ya Gan....
 
 
Halaman 1 dari 4
Ini BP kenapa banyak masuk kesini sich emoticon-Nohope
Ampun, bang! Jangan BP-kan The Lounge kami... emoticon-Mewek
Balasan post wolfzmus
Gak apa.....yg pentil berani amsiong kalau komennya banyak yg oot emoticon-Big Grin
apa enak disaat lagi ngomong / pidato audience nya sibuk sendiri?

ya simple nya, ente lagi ngobrol sama temen, tapi temen ente nyuekin. gimana prasaannya?
Quote:


Eh ketemu oom disini lagih emoticon-Keep Posting Gan
Diubah oleh 4ltha
Ampun, Pak! Jangan Tentara-kan Kami…

Ampun, Pak! Jangan Tentara-kan Kami…
Balasan post 4ltha
Ampun, Pak! Jangan Tentara-kan Kami…
pesen kopi ireng siji om emoticon-Cendol Gan
presiden prabowo wakil edy rahmayadi kelar idup kelen semua
Quote:


ini yang dibilang tampang Boyolali body Itali
Balasan post nyongnyongan
Maklum aja gan wowo udah gak pernah ngentu sama bini sendiri....jadi ya gitu....rada2 koslet emoticon-Ngakak (S)
Jgn om... Ampun om... Perih om...
Quote:


Apa urusan anda membuat pernyataan spt itu ?


Gaya khas Papa Edy emoticon-Wkwkwk emoticon-Toast
Quote:


Luar biasa kreatifitas nya gan

emoticon-Wagelaseh emoticon-Wow
Quote:


Ngobrol sama pidato beda gan. Ngobrol itu dua arah. Pidato itu cenderung lebih kpd satu arah. Nah kalau pidato ente mau didenger ya harus menarik, kalau gak pasti dicuekin gan

emoticon-Toast emoticon-Shakehand2
ane mo nanya ni swrius.. kenapa si dibilang cebong..? apa alasannya.?
Ijin baca gan.
Quote:


Silakan Gan. Mau di Share juga boleh...

emoticon-Toast emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul
Knp jendral2nya pd koplak? Dl di tentara pd ngapain aja? ... emoticon-Hammer2

Skalian gembok dl...
Diubah oleh jazzcoustic
heh goblok,,reformasi kebablasan tolol lu pada yang bikin ini negara ke jurang orde baru lagi

MIKIR
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di