alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdff5b6529a450e468b4572/perusahaan-di-balik-miliaran-dolar-bisnis-vaksin-dunia

Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia

Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia
Petugas medis menyiapkan vaksin untuk disuntikkan ke sejumlah anggota relawan bencana gempa dan tsunami di Palu,Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018) malam.
Dunia yang kian mengglobal membuat ancaman penyebaran penyakit antarbenua turut meningkat. Vaksinasi dianggap sebagai metode ampuh untuk mencegah merebaknya penyakit sehingga produktivitas tetap terjaga dan biaya pengobatan dapat ditekan.

Bisnis vaksin pun akan segera menjadi sumber utama keuntungan bagi perusahaan farmasi terbesar di dunia.

Technavio, salah satu peneliti teknologi dan konsultan bisnis global terkemuka, memprediksi bahwa pendapatan pelbagai perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin akan mencapai sekitar 61 miliar dolar AS pada 2020. Sementara nilai pasar vaksin dunia hari ini ditaksir mencapai 24 miliar dolar AS.

Laporan berjudul "Global Human Vaccine Market 2016-2022" memberikan analisis mendalam tentang potensi pendapatan dan tren pasar yang muncul secara global. Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa bisnis vaksin secara global meningkat didorong oleh inovasi dan pengenalan produk baru dalam dunia kesehatan.

Peningkatan prevalensi berbagai penyakit menular seperti difteri, influenza, hepatitis, penyakit pneumokokus (menyerang THT), dan penyakit meningokokus (menginfeksi organ dalam) telah mendorong peningkatan yang signifikan dalam penggunaan vaksin di seluruh dunia.

Hal itu karena kesadaran untuk vaksinasi sudah merata; mulai bayi, anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia. Di pasar global, pangsa pasar bisnis vaksin didominasi oleh perusahaan-perusahaan farmasi dari beberapa negara maju.

Data Statista menghimpun, perusahaan farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline (GSK) tercatat sebagai perusahaan yang menguasai sekitar 23 persen pasar vaksin dunia. Tahun lalu, perusahaan tersebut menghimpun pendapatan hingga 7,2 miliar dolar AS (Rp107 triliun).

GSK telah menjual lebih dari 2 juta vaksin setiap hari untuk masyarakat di 170 negara. Pada 2014, bisnis ini menyumbang 3,2 miliar pound sterling (Rp62 triliun) atau 14 persen dari total pendapatan GSK.

Di bawah dominasi GSK, ada nama Merck & Co -- sebuah perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS). Perusahaan tersebut berhasil mengantongi 6,54 miliar dolar AS (Rp97,8 triliun) dari penjualan vaksin di seluruh dunia dengan pangsa pasar 18 persen.

Perusahaan ini awalnya merupakan anak perusahaan dari perusahaan Jerman, Merck KGaA. Sama seperti aset Jerman lainnya di AS, Merck & Co. adalah perusahaan pampasan Perang Dunia I 1917 dan kemudian dibentuk badan usaha mandiri yang berdiri bebas. Perusahaan ini sekarang masuk dalam daftar lima perusahaan pharmaceutical raksasa dunia, baik dalam modal dan pemasukan.

Posisi ketiga ditempati oleh Sanofi S.SA -- sebuah perusahaan farmasi asal Perancis. Sanofi menguasai sekitar 17 persen pangsa pasar vaksin di seluruh dunia.

Sanofi secara global mempekerjakan lebih dari 110.000 karyawan di 100 negara. Dengan anggaran riset lebih lebih dari 4,4 miliar euro atau setara Rp52,2 triliun pada 2010, Sanofi Group menjadi sebagai satu dari tiga pelaku riset terbesar di kalangan industri farmasi dunia.

Selanjutnya Pfizer, perusahaan farmasi asal AS yang menguasai 13 persen bisnis vaksin di seluruh dunia dengan pendapatan 6 miliar dolar AS (Rp89,9 triliun) pada 2017.

Namun, tidak ada data pasti penjualan vaksin di Indonesia meski perusahaan yang memproduksi dan mengimpor vaksin tidaklah banyak.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diakui sebagai pemasok vaksin di kawasan ini oleh badan kesehatan dunia atau WHO. Selain itu, sebanyak 132 negara telah mengimpor vaksin dari Indonesia.

WHO juga mencatat Indonesia menjadi salah satu negara yang mendominasi pasokan vaksin dunia bersama dengan India, Belgia, Perancis, dan Korea Selatan. Untuk pemasok vaksin ke negara muslim, Indonesia adalah produsen besar bersama Tiongkok dan India.

Perusahaan farmasi milik negara PT Bio Farma (Persero) tercatat sebagai satu-satunya produsen vaksin dan antisera di Indonesia. Ia memiliki kapasitas produksi sebesar 3 miliar dosis yang terdiri dari 14 jenis vaksin, terbesar di Asia Tenggara.

Untuk beberapa produk vaksin imunisasi dasar, perseroan menyuplai ke UNICEF dan melalui kerjasama bilateral dengan negara lain. Bio Farma menggunakannya untuk masuk ke organisasi global dalam memasarkan produknya ke negara lain, terutama negara muslim anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara berkembang.

Berbagai produk vaksin Bio Farma antara lain vaksin Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B, dan Haemophilus Influenzae Tipe B.

Di Indonesia, penjualan vaksin itu terdistribusi melalui jalur pemerintah dan swasta. Untuk penjualan di jalur pemerintah, Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan memastikan vaksin yang beredar asli.

Vaksin untuk bayi hingga anak usia SD itu diberikan gratis melalui sejumlah fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas dan jejaringnya. Namun, vaksin yang diberikan pemerintah itu terbatas, tidak untuk semua penyakit.

Vaksin yang diberikan dalam bentuk vaksin tunggal atau rekombinan itu setidaknya mampu melindungi untuk delapan penyakit: hepatitis B, tuberkulosis, difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, haemofilus influenza tipe B (Hib), polio, dan campak.

Untuk tahun anggaran 2017; jenis vaksin yang disediakan gratis pemerintah adalah vaksin hepatitis B, BCG (Bacillus Calmette Guerin), DPT-HB-Hib (Diphtheria Pertusis Tetanus-Hepatitis B-Haemophilus Influenzae type B), campak, serta vaksin polio dalam bentuk tetes (oral polio vaccine/OPV) dan inactivated polio vaccine (IPV).

Semua vaksin itu diberikan gratis pada bayi dan anak bawah tiga tahun. Sementara untuk anak usia sekolah hingga kelas III SD diberikan vaksin campak, vaksin DT (Diphtheria Tetanus), dan Td (Tetanus diphtheria).
Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...s-vaksin-dunia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia Kinerja ekspor impor kuartal III 2018 masih berat

- Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia Retorika Prabowo membangunkan kembali politik identitas

- Perusahaan di balik miliaran dolar bisnis vaksin dunia Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di