alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Megawati, Bukan Politisi dari Karpet Merah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdfee6cddd7708d018b4567/megawati-bukan-politisi-dari-karpet-merah

Megawati, Bukan Politisi dari Karpet Merah

Megawati, Bukan Politisi dari Karpet Merah






Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Honoris Causa ke-8 dari Fujian Normal University. Ia melewati jalan berliku menuju kursi kekuasaan.


Koran Sulindo – Pada Senin (5/11/20198) pagi waktu ini Megawati Soekarnoputri kembali berdiri di hadapan para guru besar, senat, dan dewan Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Republik Rakyat Tiongkok

Itu kali kedelapan Presiden RI kelima itu menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa). Kali ini penghargaan itu diberikan dalam bidang Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal Universitysalah satu universitas bergengsi di negeri tirai bambu tersebut.

“Kita tentunya merasa senang, dan bangga, sekaligus memberikan apresiasi,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pekan lalu.

Mendampingi Megawati dalam penerimaan gelar itu antara lain Rokhmin Dahuri dan M. Prananda Prabowo.

Dalam orasinya Megawati memaparkan pandangan politik dan ekonominya, termasuk relasi kedua bangsa yang memiliki hubungan historis khususnya menjelang penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 1955. Saat Bung Karno mengajak Republik Rakyat Tiongkok untuk membuka diri.

Sebelumnya, Megawati sudah menerima tujuh gelar doktor kehormatan dari Universitas Waseda Tokyo di Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation di Rusia (2003); Korea Maritime and Ocean University di Korea Selatan (2015); Universitas Padjadjaran Bandung (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University di Korea Selatan (2017), Doktor Honoris Causa bidang politik pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018).

Seusai penerimaan gelar HC, Megawati bertemu dengan pelajar Indonesia yang berada di Kampus FNU. Setelah itu ia langsung menuju Seoul, Korea Selatan, untuk menjadi salah satu keynote speaker pada The KOR-ASIA Forum, yang bertajuk ‘Perdamaian di Semenanjung Korea, Peluang Asia untuk Kemajuan.”

Kehadiran Ibu Megawati mengingat peran Megawati yang selama ini aktif mendorong perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Hasto.

Sebelumnya, Megawati hadir di auditorium Universitas Negeri Padang (UNP)PadangSumatera Barat, pekan lalu dalam acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan pada politisi Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Tahun lalu, Megawati dianugerahi gelar yang sama di sana.

“Kalau mau tahu saya dan dato Anwar Ibrahim bisa dikatakan politisi satu angkatan. Usia kami saya selalu bilangnya plus 17, beliau juga begitu pasti,” kata Megawati, yang didapuk memberikan testimoni dalam acara itu.

Presiden RI ke-5 itu menyebut ada kesamaan sifat politik antara dirinya dengan Anwar. “Bagi saya dato adalah seorang akademisi yang tidak berhenti. Dato contoh nyata akademisi terus-menerus aktif dalam sebuah politik yang panjang. Saya yakin dato meletakkan gelar akademis bukan untuk kebohongan politik, kebenaran politik harus dipertanggungjawabkan bukan hanya ilmiah tetapi etika dan moral,” katanya.

Jalan politik yang ditempuh kedua tokoh itu tak jauh berbedatapi yang jelas tak mengedepankan politik yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan.

Perjalanan politik yang kami pilih, bukan perjalanan politik yang berjalan dibentangkan karpet merah,” kata Megawati.

Selain kesamaan, ada juga perbedaan antara dirinya dengan Anwar. “Saya belum jadi masuk penjara,” kata putri kedua Presiden RI ke-1 Soekarno itu.

Menurut Megawati, Anwar Ibrahim adalah akademisi yang tidak berhenti pada tataran teori. Sosoknya adalah contoh nyata akademisi yang meleburkan diri dalam perjuangan politik.

Kebenaran dalam politik harus dapat diverifikasi dan dipertanggung-jawabkan, bukan hanya secara ilmiah, tapi juga mengedepankan etika dan moral. Kebenaran akan tetap menjadi kebenaran meski kekuasaan menguburnya ke dasar bumi. Oleh sebab itu onward never retreat.”

Megawati mendorong Anwar terus memperjuangkan persatuan bagi Malaysia yang multietnis seperti Indonesia. Megawati dan Anwar sama-sama sepakat bahwa keberagaman merupakan kodrat.

Keberagaman bukan alasan untuk berkonflik. “Tidak mungkin suatu bangsa maju tanpa persatuan. Tidak ada yang lebih berharga dari persatuan dan kesatuan bagi setiap negara,”kata Megawati.

Tsunami di Negeri Jiran

Pada Mei 2018 lalu, Malaysia menyaksikan reformasi, setelah 20 tahun berselang dari Indonesia. Sorak-sorai bersahutan di negeri berpenduduk mayoritas Melayu itu. Pemilu Malaysia lalu memang luar biasa dalam banyak hal. Bagi sebuah negeri yang politiknya tak jauh dari garis komunal, hasil mengejutkan Pemilu Raya itu memberi harapan pada tertempahnya meritokrasi dalam menjalankan pemerintahan.

Pemilu Malaysia itu menunjukkan kepada bangsa-bangsa bahwa perubahan kekuasaan bisa berjalan tanpa darah yang tertumpah dan korban jiwa berjatuhan.

Mahathir Mohamad memenangkan kembali Pemilu itu, dan menaikkan kembali Anwar Ibrahim ke lingkaran atas politik negeri jiran itu. Dalam pakta dengan Mahathir, Anwar akan menjadi perdana menteri dalam 2 tahun, namun keluar penjara dulu pada Juni 2018 lalu.

Kompromi Anwar Ibrahim itu mencekat hati. Adalah Mahathir yang menjebloskan Anwar ke penjara dengan berbagai tuduhan absurd. Selama dekade terakhir Anwar dan keluarganya mengalami duka dan bencana karena pak tua itu, tapi toh tetap bersedia bekerja sama.

Dengan segala contoh itu, Tsunami Rakyat di negeri tetangga tersebut nampaknya menunjukkan mereka siap menuju era baru, ketika komunitas berbeda bersatupadu, secara keras kepala, menuju perubahan ke Malaysia yang lebih baik.

Cerita Anwar itu memang berbeda dari kisah Megawati sejak berlarat-larat dari bawah melawan pemerintahan diktatorial Jendral Soeharto. Dalam sejarah Indonesia hingga saat itu Megawati terbukti adalah tokoh yang dapat membuktikan diri bersih dan tahan banting. Dia satu-satunya tokoh dalam panggung politik saat itu yang pernah mengalami pahit-getirnya penindasan Orde Baru. Tragedi 27 Juli 1996 merupakan klimaks nasib buruk yang dialami Megawati dan orang-orang yang setia mendukungnya. Dan Megawati melawan. Ia kemudian juga menjadi simbol perlawanan rakyat.

Setelah disingkirkan melalui Kongres Medan saat itu, posisi Mega justru semakin kuat. Ia menjadi kekuatan baru sekaligus simbol bagi siapa saja yang masih percaya pada prinsip-prinsip moral dan etika dalam berpolitik.

Setelah itu perlahan Megawati jadi tumpuan harapan banyak orang. Kaum marjinal, orang miskin di perkotaan, pegawai swasta rendahan, kaum buruh sampai gelandangan. Megawati adalah representasi dari represi yang berlangsung saat Soeharto berkuasa.

Megawati telah menjadi sosok pelarian dan tumpuan harapan dari kesesakan masyarakat yang aspirasinya selalu terganjal kekuasaan.

Ia menjadi simbol lawan pemerintahan Orde Baru. Dosa-dosa politik Megawati, dalam kaca mata penguasa saat itu, di antaranya adalah potensi menggoyang kemapanan, penolakan terhadap konsep mayoritas tunggal, serta perbedaan cara memandang perubahan sikap politik masyarakat. Kini “dosa-dosa politik” Megawati tersebut justru menjadi keunggulan.









BACA SELENGKAPNYA : https://koransulindo.com/megawati-bu...-karpet-merah/

Btw dulu kuliah knp ga lulus2 bu emoticon-Leh Uga dosennya nasbung kali bu emoticon-Leh Uga
bu mega punya partai terbesar diindo, gelar honoris causa seabrek, emak2 paling powerful diindo nih.. nasbung masi brani ngehina? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
orang goblog biar dikasih gelar 100x tetap aja goblog emoticon-Ngakak
Balasan post teten.masdoggy
Quote:


Seenggaknya dy pernah jdi wapres trus presiden jg...dripda yg katanya pintar dan gagah tp gagal mulu dlam kehidupannyaemoticon-Ngakak emoticon-Wkwkwk emoticon-Ngakak
Ada babunya megajing diatas emoticon-Big Grin

Kalah ama beye ngamuk ngamuk emoticon-Ngakak

Indonesia diapit benua amerika dan benua australia, saking dongoknya emoticon-Wakaka emoticon-Imlek
Balasan post ikanasin89
Quote:


Ibarat pc rakitan cashingnya apple core i3 mesinnya pentium 3 begitulah kualitas memeg,btw kapan kuliah lagi buk emoticon-Leh Uga emoticon-Wkwkwk
Nastak ini lucu, menghina pak sby semangat banget, bahkan ampe dikatain kebo laknat, kebo jahanam dan umpatan kasar lain nya...

Giliran si jongoswi asuk atau si megataik dikatain kasar, nastak malah mencak mencak gila sendiri heboh sendiri...

Tipikal nastak pukimak adalah mau menang sendiri, mau menghina tapi ga mau dihina..
Mau dihormati tapi ga mau menghormati..

Ngatain orang mau, tapi giliran dikatain kelojotan ga karuan
seanday nya nama belakang nya gak ada sukarno nya gak yakin aku?!!!
Balasan post yuswijaya
Quote:


Gw ga yakin si memeg anak sukarnov,jangan2 si memeg anak bapanya mukidi terbuki 11 : 12 dongonya emoticon-Leh Uga emoticon-Wkwkwk

Yang mengatakan uda kenal sama hasjim asyari dari dia kecil haaaa
mama mega ini orang hebat, sejak reformasi partai nya posisi elit terus, pemenang pemilu, kader nya jadi presiden, presiden wanita pertama di Indoniesia, dst

makanya nasbung buenciiii bgt sama ibu ini emoticon-Big Grin
Mengapa nastak benci banget sama Pak SBY, karena pak sby adalah manusia yg bisa ngalahin si mega sampe dua kali, bahkan si mega kalah di jateng emoticon-Big Grin

Hebat pak beye
megawati salah satu politisi yg konsisten , tidak plinplan , tdk pernah konpres hoax
waktu menjabat presiden, terlihat kualitas kepresidenan dia melindungi segenap tumpah darah indonesia, bahkan abu bakar baasyir yg terlibat terorisme ditolak mentah2 utk diekstradisi ke AS emoticon-Big Grin
Balasan post sudarmadji-oye
pas jadi oposisi 2 periode, gencar banget turunin nastak protes naik harga bbm. sekarang ? munafik dan terkoruup
Balasan post vsonic
Quote:


skg kenapa harus protes?
premuim masing 6 rebu per liter, bandingkan dg visi misi wowo yg mentargetkan premium = 12 rebu emoticon-Leh Uga
Balasan post sudarmadji-oye
emangnya dulu ente ga ikut oneng demo kenaikan bbm gan ? oh iya, buku putihnya kemana gan ? jangan jangan disita wereng juga ? munafikkk


pas di podium nyebut belepotan lagi pas mgucap syukur ke Allah emoticon-Leh Uga


Balasan post vsonic
Quote:


pertama yg naik jaman sby itu premium, kalo pas Presiden Jokowi yg naek pertamax

kedua premium 6 rebu dg subsidi y gdi cabut

ketiga target om wowo malah premium 12 rebu emoticon-Embarrassment
cuma emak-emak..
tapi partai yg dipimpinnya udah scudetto 2 kali.

sementara itu dalam posisi yg sama:
seorang mantan danjen kopasus
bapak reformasi (so called)
profesor ahli tatanegara
mantan panglima abri
ahli surga

tak seorang pun dari mereka pernah mendapat scudetto emoticon-Big Grin


Quote:


Siapa tuh gan??? Koq jadi kasian diriku.


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di