alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / ... / Image /
Dia yang Akan Selalu Kunantikan
696
365
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdfca67c0d7700d3c8b4567/dia-yang-akan-selalu-kunantikan

Dia yang Akan Selalu Kunantikan

Salam kenal,
Belum begitu lama pakai kaskus
Jadi kurang familiar juga
Berharap bisa banyak dapat masukan dari tulisan yang di post 😁😁
Dia yang Akan Selalu Kunantikan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
salam kenal jugaemoticon-Salaman

Bagian 1

Maafkan, lupa akun log in,
.
silakan krisarannya emoticon-Smilie
.
Aku berdiri di tempat kita mengikat janji. Aku masih mengusahakan untuk mengenakan pakaian yang sama, sepatu yang sama dan bahkan berdiri di tempat yang sama. Saat itu hujan dan aku membawa payungku dari rumah. Sekarang pun situasinya tidak berbeda dan aku masih menggunakan payung yang sama. Hanya saja dingin tidak lagi begitu terasa. Apa karena aku sudah berdiri terlalu lama?

Aku melihat sekitarku. Belum ada tanda-tanda kau akan tiba. Meski begitu hatiku berdebar tak karuan jika teringat dirimu. Orang lain tentu akan membuka ponsel mereka untuk menanyakan posisi orang yang mereka tunggu. Tapi biarlah, aku ingin kedatanganmu menjadi kejutan spesial untukku.

Sebenarnya sudah sangat lama aku menyimpan rasa padamu semenjak kita bertemu di bangku sekolah menengah pertama. Kepribadianmu yang tenang bagaikan air, tawamu yang khas, dan matamu yang memandang lurus lawan bicara, membuat perasaanku bertekuk lutut. Tapi saat itu aku masih anak-anak, masih bocah, belum bisa menjadi seseorang yang dapat kau andalkan. Tapi sekarang pun aku masih bertanya, sudah pantaskah aku bersanding di sisimu?

Hari-hari tak pernah terlewat sedikit pun tanpa memperhatikan keseharianmu. Berulang kali aku mencoba untuk menarik perhatianmu dengan bertingkah konyol. Kau hanya tersenyum iba. Seolah yang kulakukan hanya menjadi badut kelas.

Pernah kita hampir duduk bersebelahan. Jantungku seakan melompat keluar. Mulutku kelu, tidak sanggup menyapa. Yang dapat kulakukan hanya bermain dengan teman sebangku yang lain. Ya, mengacuhkanmu. Aku benar-benar tidak tahu cara memulai pembicaraan. Tapi begitu seseorang mengambil alih perhatianmu dan menjadi kawan berbincang yang menyenangkan, aku terbakar cemburu. Seharusnya aku yang duduk di sana sambil bersenda gurau bersamamu.

Aku masih berdiri di tempatku, tidak bergerak seinci pun. Aku menatap langit yang tak kunjung cerah. Tapi aku percaya kau akan menepati janjimu. Selama aku mengenalmu, tak pernah sekalipun aku dikecewakan. Kau selalu datang meski terlambat dan selalu mengusahakan untuk bertemu denganku dulu jika memang ada keperluan lain. Justru aku yang terlalu sering memberimu harapan palsu. Aku menatap tetesan air hujan dalam sesal.

Selama tiga tahun, aku ingin mengajakmu pulang bersama. Berbincang apapun agar tidak sepi. Namun kenyataannya tak begitu. Kita hanya berjalan membentuk barisan renggang. Aku hanya bisa mengawasimu dari belakang tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Saat kelulusan, aku sudah mempersiapkan hatiku untuk mengutarakan segala yang mengendap dalam kepalaku. Tapi aku tak berani. Akhirnya aku hanya dapat memberi selamat. Ya, kupikir ini terakhir kalinya aku akan bertemu jadi aku hanya akan menjadi seorang teman yang sama dengan lainnya. Detik itu pun menjadi hari terakhir kita saling bertatap muka. Mungkin seharusnya memang kukatakan saja, agar dadaku tidak seperih ini.

Aku berjalan lesu menuju pendaftaran sekolah baruku untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Tak kusangka kau mendaftar di sekolah yang sama denganku. Atau aku yang justru bersekolah di tempat yang sama denganmu. Yang jelas, ini kesempatanku untuk berbicara lebih banyak lagi. Mengenalmu lebih dekat lagi agar perasaanku tersampaikan.

Kita berada di kelas berbeda namun dapat bertemu selama istirahat. Bahkan di lain kesempatan aku mengantarmu pulang. Kita banyak mengobrol saat itu dan terlihat amat dekat layaknya sepasang kekasih. Meski tidak dapat kuungkapkan dengan kata-kata, aku amat senang bisa bersamamu.

Sayangnya, kudengar kau menjalin hubungan dengan pria lain. Salahku karena begitu pengecut. Aku sangat menyesal. Mengapa tidak kuberitahu saja ketika mendapat kesempatan?


GDP Network
Beritagar β€’ Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di