alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdf7cc6ded770183c8b456a/data-fdr-turbin-dan-identifikasi-jasad-lion-air-jt610

Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610

Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610
Petugas memeriksa roda pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018).
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data yang termuat dalam flight data recorder (FDR) dari kotak hitam pesawat Lion Air JT610, Minggu (4/11/2018).

Proses pengunduhan turut dibantu tim dari National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Transport Safety Investigation Bureau Singapura, dan Transport Safety Bureau Australia.

"Update dari laboratorium kotak hitam KNKT bahwa FDR telah berhasil di-download," sebut Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo, dalam jumpa pers yang dilansir VIVA.

Proses pengunduhan data dilakukan setelah tim membersihkan memori terlebih dahulu. Pembersihan itu cukup sulit, mengingat kotak hitam terendam dalam air dan mengandung residu garam.

Pengeringan kemudian dilakukan dengan memasukkan FDR ke dalam oven. Proses ini perlu kehati-hatian, agar tidak merusak memori yang terdapat di dalamnya.

Beberapa data yang bisa dibocorkan dalam FDR tersebut di antaranya catatan selama 69 jam terakhir yang berasal dari 19 penerbangan--termasuk sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Selebihnya, Nurcahyo tidak bisa membeberkan lebih jauh. FDR pertama kali ditemukan oleh tim penyelam TNI Angkatan Laut pada kedalaman 25-35 meter di perairan Tanjung Karawang, Kamis (1/11/2018), sekitar pukul 09.31 WIB.
Bagian pesawat diangkut ke darat
Tim SAR gabungan yang bertugas melakukan pencarian di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, kembali menemukan bagian dari pesawat Lion Air JT610, Minggu.

Bagian yang dimaksud antara lain dua turbin, ban belakang, dan satu bongkahan besar serpihan pesawat. Posisi salah satu turbin ditemukan pada kedalaman 32 meter.

Komando Satuan Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Bambang Trijanto dalam KOMPAS.com menjelaskan, turbin yang sudah remuk dan terlepas dari cangkangnya itu harus diangkat dari laut menggunakan balon udara.

"Turbin dikaitkan dengan balon, lalu balon diisi dengan kompresor berkekuatan 8 ton agar bisa mengangkat turbin ke permukaan air. Setelah di permukaan, turbin diangkat dengan crane milik Baruna Jaya," ucap Bambang.

Keempat temuan ini sudah tiba di Posko Taktis Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk selanjutnya diteliti oleh tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dua hari sebelumnya, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut berhasil menemukan roda depan dari pesawat Lion Air dengan nomor registrasi penerbangan PK-LQP tersebut.

Ban diangkut dengan menggunakan Landing Craft Utility (LCU) Banda Aceh dari perairan Tanjung Karawang menuju JICT II. Ban ditemukan dalam kondisi pecah. Laporan Liputan6.com menyebut ban tersebut telah dibawa ke KNKT untuk dilakukan pengecekan lebih jauh.
7 Jenazah kembali teridentifikasi Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610
Petugas cargo dibantu anggota TNI membawa peti jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Chandra Kirana setibanya diterminal cargo Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (3/11/2018).
Satu per satu jasad korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di RS Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Rilis pers yang diumumkan tim DVI RS Polri Kombes Lisda Cancer menyebutkan tujuh jenazah kembali teridentifikasi pada Minggu (4/11/2018).

Kepala Lab DNA Pusdokkes DVI Mabes Polri Kombes Putut T Widodo menjelaskan, hasil identifikasi tujuh jenazah tersebut berasal dari 24 kantong jenazah yang diterima pada Senin (29/10/2018).

Dengan begitu, total sudah ada 14 jenazah--keseluruhannya potongan jasad tak utuh--yang cocok dengan data korban yang diterima tim DVI.

Tujuh jenazah tambahan ini langsung diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan upacara pemakaman. Mengutip laporan detikcom, penyerahan dilakukan simbolis kepada keluarga, tiga di antaranya langsung dibawa pihak keluarga dan sisanya masih diinapkan untuk menunggu dijemput.

Pada kesempatan yang sama, manajemen Lion Air Group berjanji akan memberikan santunan sebesar $100.000 Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,5 miliar kepada kru pesawat Lion Air yang turut menjadi korban dalam insiden ini.

Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengatakan, santunan tersebut berasal dari asuransi personal accident yang diberikan perusahaan sejak awal. Santunan tersebut akan diberikan usai pihak Lion Air memvalidasi dokumen ahli waris.

Sementara untuk penumpang, Lion Air Group berjanji akan menyiapkan santunan total Rp1,3 miliar untuk tiap keluarga korban. Santunan itu terdiri dari uang pemakaman sebesar Rp25 juta, penggantian bagasi per individu sebesar Rp50 juta, dan Rp1,25 miliar berupa uang tunai.

Pemberian santunan ini mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Lion Air penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang mengangkut 189 jiwa yang terdiri dari 8 awak pesawat, 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan dua bayi.
Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...lion-air-jt610

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610 Sekolah minggu di gereja diatur RUU Pesantren

- Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610 Jatuhnya Lion Air, eksekusi TKW, dan nasib wakil ketua DPR

- Data FDR, turbin, dan identifikasi jasad Lion Air JT610 TKI asal Madura bebas dari ancaman hukuman mati di Malaysia

Hasil FDRnya ada perkembangan kenapa jatuh? Apa penunjuk kecepatan pesawat rusak? emoticon-Bingung
Ban saja yang emang didesain mengalami benturan keras selama pendaratan dan didalam bodi saja bisa pecah gimana manusia ...

saking dashyatnya benturan. Fix pas nabrak ngebut bisa jadi system kendalinya bermasalah, karena kalau sensor kecepatan saja gak bikin pesawat nukik. tapi system kontrol sayap.


Pihak Boeing pasti lagi harap2 cemas juga nih. emoticon-Bingung
Quote:


Iya soalnya bukan human error pasti pihak boeing yang kena emoticon-Bingung


Quote:


Tau darimana gan kalo bukan human error??


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di