alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PKS, Kenapa Dirimu Tak Berpisah Saja dari Gerindra, Sih?
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdd84e51a9975930f8b4567/pks-kenapa-dirimu-tak-berpisah-saja-dari-gerindra-sih

PKS, Kenapa Dirimu Tak Berpisah Saja dari Gerindra, Sih?

PKS, Kenapa Dirimu Tak Berpisah Saja dari Gerindra, Sih?
Agus MulyadiAGUS MULYADI2 NOVEMBER 2018


PKS, Kenapa Dirimu Tak Berpisah Saja dari Gerindra, Sih?


Sebagai orang yang sejak lama menyimpan rasa simpatik pada PKS, saya merasa sedikit banyak lumayan nyesek ketika melihat partai yang lumayan saya idolakan ini —setidaknya dibandingkan dengan partai lain, PKS di mata saya adalah partai yang paling baik— “dipermainkan” oleh Gerindra.

Kita tentu masih ingat bagaimana PKS begitu all-out berjuang bersama Gerindra. Bahkan rasanya tak berlebihan jika menyebut bahwa di lapangan dan medan tempur yang sebenarnya, PKS lebih dominan dalam kerja-kerja pemenangan.

Tak ada yang bisa membantah bagaimana militansi kader-kader PKS dalam mengawal proses pemilu baik sebagai saksi maupun sebagai agitator di masyarakat. Tak ada yang bisa membantah betapa PKS-lah yang memberikan warna Islam yang dominan pada koalisi PKS dan Gerindra, warna yang kemudian kerap digunakan sebagai senjata utama koalisi untuk menarik suara pendukung.

Ibarat kata, kader Gerindra berkotor-kotor di tanah berlumpur, kader PKS berbasah-basah menyelami lautan.

Militansi kader-kader PKS ini pula yang boleh dibilang berpengaruh besar pada kemenangan Anies-Sandiada di Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Namun nyatanya, sumbangsih besar PKS ini seakan tak dibayar dengan sepadan oleh Gerindra. PKS justru terkesan di-ontang-anting.

Contoh yang paling jelas tentu saja saat Gerindra memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo di Pilpres 2019. Penunjukkan Sandiaga jelas merupakan pembuka pintu-pintu pertengkaran kecil dalam koalisi.

Bagaimanapun, PKS sebagai karib koalisi utama bagi Gerindra tentu ingin sekali menempatkan kadernya sebagai calon wakil Presiden. Tak tanggung-tanggung, PKS sampai menyiapkan daftar 9 nama yang disodorkan kepada Prabowo untuk dipertimbangkan sebagai pendampingnya.

Kesembilan nama tersebut adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Fungsionaris PKS M. Anis Matta, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Anggota DPR Tifatul Sembiring, Anggota DPR Al Muzammil Yusuf MS, dan Anggota DPR Mardani Ali Sera.

Nyatanya, Prabowo blas nggak milih satu dari sembilan nama yang ditawarkan. Prabowo justru memilih Sandiaga yang notabene saat itu berstatus sebagai kader Gerindra.

PKS dengan lapang hati akhirnya menerima Sandiaga sebagai cawapres pendamping Prabowo walau mungkin dengan agak berat. PKS bahkan rela mempermalukan dirinya —dengan menyebut Sandiaga sebagai seorang santri dan bahkan ulama— demi membela Sandiaga yang saat itu banyak diprotes karena bukan seorang santri. Saat itu, banyak pendukung koalisi yang menginginkan wakil Prabowo merupakan tokoh agamis.

Contoh yang paling terbaru, kasusnya nggak jauh-jauh beda dengan kasus pertama. Kali ini soal jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sudah lowong sekitar dua bulan karena ditinggalkan oleh Sandiaga yang maju nyawapres.

PKS ingin dan yakin bahwa jabatan Wagub DKI Jakarta menjadi milik PKS. PKS bahkan sudah menyiapkan dua nama, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI, Agung Yulianto.

Namun lagi-lagi, Gerindra seakan tidak rela jika PKS dapat jatah. Bos besar Gerindra, Prabowo, melalui pernyataannya, seakan memberi isyarat bahwa dirinya menyerahkan jabatan Wagub kepada Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik.

Hal tersebut tentu saja kembali membuka pintu-pintu pertengkaran yang sebetulnya sudah terbuka namun tidak terlalu lebar.

Sikap Gerindra ini seharusnya bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi PKS untuk tidak takut berpisah dengan Gerindra. Buat apa masih tetap bertahan sebagao koalisi jika di-PHP dan dikerjai melulu.

Lepas dari Gerindra tentu bukanlah langkah yang buruk. Tanpa menggandeng partai lain yang kuat, politik memang tak ubahnya seperti lautan yang keras, namun dengan militansinya yang luar biasa, tentu PKS tetap akan bisa bertahan dalam gelombang yang terus saja menghantamnya.

PKS sudah lama membuktikan bahwa dirinya bukan partai yang mudah dikalahkan.

Kita tentu masih ingat bagaimana dahsyatnya PKS di gelaran Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu, PKS mengusung pasangan Adang Daradjatun dan Dani Anwar. Dan mereka bertarung melawan Fauzi Bowo dan Prijanto yang diusung oleh 20 partai. Ya, 20 partai.

Pasangan yang diusung oleh PKS pada akhirnya memang kalah, namun suara yang berhasil mereka dapatkan sungguh bikin kita bergidik ngeri: 42,13 persen.

Bayangkan, 1 partai melawan 20, dan berhasil mendapatkan hampir setengah suara.

Hasil seperti itu tentu hanya bisa didapatkan oleh partai yang memang punya ketangguhan luar biasa. Dan PKS adalah contoh yang senyata-nyatanya.

Jadi, kapan nih PKS mau pisah dari Gerindra? Nggak usah takut. Masih ada banyak partai yang lain yang siap menggandeng tangan kok.

Atau barangkali mau Gabung dengan PDIP saja? Ingat, dulu di Pilwakot Surakarta 2010, duet apik PDIP dan PKS berhasil memenangkan Jokowi 90 persen lebih lho.



https://mojok.co/agm/ulasan/pojokan/...-gerindra-sih/



Ibarat Pekerja Komersial Seks (PKS)... Udah Angkat Rok tinggi2... dilirik pun kagak mau oleh Kubu Sebelah... udah Untung masih mau ditampung Koalisi Gerandong.... Sedangkan cuman ada 2 Kubu....

PKS, Kenapa Dirimu Tak Berpisah Saja dari Gerindra, Sih?
Thread sudah digembok
Pkshit emoticon-Belgia
PSK mana sanggup berpisah dengan grandong.. ibarat istri tua, dicere gak mau tp gak pernah dianggap ada.. emoticon-Traveller
Pisah dari PS dan gabung JKW gw bakal golput emoticon-shakehand
kalo demokrat kemaren bikin poros ketiga, PKS juga bakal angkat kaki dari koalisi gerandong..


wowok serakah coy...
gerandong & fekaes bagaikan toilet dan jamban, saling melengkapi biar sempurna emoticon-Peluk
Diubah oleh cipokan.yuk
artikel keren bray,
Emang nggk rugi dah ngehire nastak
Tuh upahnya silahkan diambil.
emoticon-Stick Out Tongue
PKS, Kenapa Dirimu Tak Berpisah Saja dari Gerindra, Sih?

emoticon-Leh Uga
lha emang ada partai yg mau koalisi sama pks?
apalagi ngasih kardus
Katane sih warga boyolali mau demo besok emoticon-Malu

PKS, Kenapa Dirimu Tak Berpisah Saja dari Gerindra, Sih?
Angkat rok tinggi2 ?

Tp tempenya cuman setipis ATM emoticon-Hammer
lah cuman bisa pegangan ama gerindra duang
klo dilepas mo megang siapa.
banteng, nasdem, golkar??
pan??
ibarat orang mo kanyut aer cuman megang tali tambang di seberang ada perahu lewat
mo lepas tali renang ke perahu
ya kalo bisa naek selamet, klo nggak ya kanyut
Quote:


Kanyut emoticon-Embarrassment
Partai jongos gerindra di pHP bertahun tahun masih setia : ngakak wKWKKWKW..
Iya betul

Ga jijik ya liat prabowo sujud ke makam?

Jokowi ngomong alfatekah ga ada apa2 nya dibanding sujud ke makam

Syirik udah
Diubah oleh the fan
udah jilat pantat sampe licin sejak awal koalisi masa ga dapat apa2 seh?
emoticon-Marah
Balasan post the fan
Quote:


lafal alfatekah itu cuma masalah logat. Islam itu rahmatan lil 'alamin
Sujud nyembah makam itu perkara keimanan
Quote:
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di