alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor
2.33 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdd6f4354c07a53658b4567/januari-2019-mobil-esemka-generasi-iii-akan-diproduksi-massal-di-klaten-dan-bogor

Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor

TRIBUNWOW.COM - PT Kiat Mahaesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) berencana memproduksi massal sebanyak 15.000 unit kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes).

PT Kiat Mahaesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) berencana memproduksi massal sebanyak 15.000 unit kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes).
Produksi kendaraan yang akrab disebut mobil Esemka itu akan dimulai pada Januari 2019.

Diketahui, kendaraan AMMDes itu merupakan produk mobil Esemka generasi III dengan merek KMW (Kiat Mahesa Wintor).

Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor
Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, produksi mobil Esemka generasi III itu akan dilakukan di dua tempat, yakni di Citeureup, Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Rencananya kita produksi 15.000 unit," kata Presiden Komisaris KMWI dan KMWD Sukiyat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018).
Sukiyat mengatakan, serangkaian uji coba hingga mengikuti pameran kendaraan sudah dilakukan untuk mendukung proses produksi kendaraan itu.

"Uji coba kendaraan ini sudah kita lakukan sejak tiga tahun di Bogor. Ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kendaraan. Jangan sampai nanti merugikan konsumen," jelas dia

Menurutnya, memproduksi kendaraan tidak semudah yang dibayangkan karena perlu memikirkan banyak hal.

"Jadi, bikin kendaraan itu tidak semudah membikin pisang goreng. Ada tanggung jawabnya, dan keamanan bagaimana nanti supaya safety, supaya baik karena ini membawa nama besar bangsa kita," ujar Sukiyat.

Sukiyat menegaskan, proses produksi massal kendaraan AMMDes tidak ada unsur politis tapi lebih untuk menjawab kebutuhan di masyarakat.

Sukiyat, mengaku heran dengan masih adanya sebagian pihak yang berusaha menjatuhkan Jokowi dengan terus bertanya soal kelanjutan mobil Esemka.

“Jawaban untuk mobil Esemka itu, ya, Mahesa. Kok, Pak Jokowi dionyo-onyo (dicemooh) terus, ‘Mana Esemka, mana Esemka?’ Ya, Pak Jokowi enggak tahu,“ ujar Sukiyat.

Mahesa memiliki nama resmi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) Generasi III dan sempat mejeng dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Mahesa merupakan terjemahan dari proyek panjang Esemka yang dikenalkan Jokowi saat masih menjadi Wali Kota Solo. Sejumlah unit Mahesa (AMMDes) Generasi II sempat diluncurkan tahun 2017 lalu dan mendapat sambutan gembira dipedesaan agar diproduksi massal.

Dikatakannya, kendaraan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pengupas padi (gabah), pemutih beras, pengairan, pembuatan pelet dan lain-lain.
Sehingga bisa memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat di pedesaan.
"Ini alat untuk membantu masyarakat. Karena saya dibesarkan dari keluarga petani, saya tahu apa yang dipergunakan nantinya"
"Supaya para petani mendapatkan tambahan hasilnya. Jadi, tidak ada unsur politik," ungkap dia.
Untuk diketahui, kendaraan berbasis pikap ini memiliki dimensi panjang 358 cm, lebar 137 cm, dan tinggi 190 cm.
Sedangkan kapasitasnya hanya mampu menampung dua orang di ruang kokpit.
Sumber tenaga berasal dari mesin diesel yang digadang-gadang memiliki tenaga sebesar 16 hp untuk disalurkan pada penggerak roda belakang dengan differential lock system.
Sudah Dapat Restu dari Presiden Jokowi
Sukiyat menambahkan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait produksi massal 15.000 unit kendaraan AMMDes itu.
Komunikasi tersebut dilakukan Sukiyat ketika Presiden Jokowi menjenguk dirinya yang saat itu sedang dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada 14 September lalu.

"Sudah ada pembicaraan (dengan Pak Jokowi) waktu di RS Bethesda. Beliau juga tengok saya waktu sakit," kata Sukiyat.
Sukiyat mengaku dirinya sakit dan dirawat di RS Bethesda saat itu karena memikirkan agar mobil Esemka generasi III itu bisa diproduksi secara massal.
"Saya itu sakit karena ingin mewujudkan AMMDes ini bisa diproduksi massal," ungkapnya.

Pemerintah Hanya Mendorong

Presiden Jokowi juga sempat membahas mobil Esemka.
Dirinya mengatakan, bahwa tugas pemerintah terkait mobil Esemka hanyalah mendorong.
Hal itu ia sampaikan melalui akun Instagramnya, @jokowi, pada Kamis (25/10/2018).
"Sejak jadi Wali Kota Solo sampai jadi Presiden, para jurnalis tetap menanyai saya mengenai perkembangan mobil Esemka. Kemarin pun saya ditanyai soal ini.
Begini. Mobil Esemka dulu itu produk uji coba dari anak-anak SMK di Surakarta dibantu oleh beberapa teknisi dari perusahaan-perusahaan besar. Sebagai wali kota tentu saya mendorong upaya anak-anak kita ini, termasuk mendukung agar Esemka bisa berlanjut ke tahap berikut seperti uji emisi dan mendapatkan status layak jalan.

Selanjutnya, setelah memenuhi sejumlah aspek, Esemka akan beralih menjadi properti industri yang tak terkait dengan pemerintah.
Tugas pemerintah hanya mendorong, tidak ada kaitannya dengan kepentingan apa pun. Setelah jadi ya diserahkan kepada industri. Seperti saat ini, Esemka sudah dikerjakan dan dikembangkan penuh oleh industri tanpa campur tangan pemerintah dalam proses produksinya. Tentu bukan Presiden yang buat pabrik sendiri dan bikin mobil Esemka sendiri," tulis Jokowi.

Kementerian Perhubungan pun menjamin pemerintah tak memberi kemudahan prosedur kepada produsen mobil Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi. Perseroan diwajibkan memenuhi semua prosedur kelayakan dari awal untuk mendapatkan sertifikat aman sesuai dengan peruntukan, seperti mobil penumpang dan mobil muatan barang. “Esemka kan juga pernah gagal uji coba,” kata Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor, Caroline Noorida Aryani, seperti diwartakan Koran Tempo edisi Sabtu, 27 Oktober 2018.

Menurut dia, Kementerian sangat ketat meloloskan kepatutan sebuah kendaraan untuk diproduksi massal. Sebab, diperlukan jaminan keselamatan bagi pengendara dan penumpang. Merek terkenal dari luar negeri sekalipun banyak yang harus remedial untuk mendapat sertifikasi layak kendaraan dasar sebelum mendapatkan sertifikat uji tipe (SUT).

Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan, mobil Esemka sudah berkali-kali gagal lolos uji emisi. Kegagalan pertama terjadi pada 2010. Dua tahun berselang, Esemka kembali gagal mendapat sertifikasi layak polusi. Empat varian mobil Esemka berbahan bakar bensin yang sudah lulus sertifikasi Euro 3 diwajibkan memenuhi standar Euro 4 yang baru dikeluarkan bulan ini.

Berbagai tes di Kementerian akan menjadi akses bagi Kementerian Perindustrian untuk meloloskan Esemka ke tingkat produksi. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengatakan empat dari delapan kendaraan yang belum lulus emisi tak akan mendapatkan izin produksi massal sampai dapat lampu hijau dari Kementerian Perhubungan. “Kalau tidak lolos sertifikat, ya, tidak akan boleh diproduksi,” ujarnya.

Proses produksi massal Esemka dalam dua tahun terakhir terbilang moncer setelah perusahaan yang dipimpin bekas Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono, PT Adiperkasa Citra Lestari, bekerja sama dengan PT Solo Manufaktur Kreasi. Perkimpoian dua entitas tersebut melahirkan PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) untuk mendirikan pabrik di Boyolali, Jawa Tengah.

Kendaraan roda empat Esemka untuk perkotaan dibuat ada tiga jenis yakni Esemka Rajawali, Bima dan Pikap. Serangkaian uji coba hingga mengikuti pameran kendaraan sudah dilakukan untuk mendukung proses produksi kendaraan itu, seperti melakukan uji emisi, suspensi dan kelaikan jalan. Esemka jenis Pikap yang terllebih dahulu diproduksi siap diluncurkan dalam waktu dekat tinggal menunggu proses selanjutnya dari Kemendag. Sementara Esemka untuk pedesaan lebih dikenal dengan Esemka Mahesa. Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III (Mahesa) akan diproduksi massal di Klaten dan Bogor setelah cukup berhasil dengan Mahesa Generasi II di pedesaan pada tahun 2017.

Baca: Wali Kota Solo Sebut 2 Part Ini Belum Dibuat Pabrik Mobil Esemka

sumber http://wow.tribunnews.com/2018/10/26...n-bogor?page=3

Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor
Pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor

Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor


Pabrik Perakitan Mobil Esemka
Diubah oleh ikardus
Halaman 1 dari 2
lama2 gw muak sama si sukiyat
kowi g berkuasa lg abis dah tuh org dibongkar tipu2nya
emoticon-Traveller
ganti namanya jadi wowojing
biar bisa diekspor ke cina
Generasi I dan II sudah nggak tau kemana...
hmmm...
yah ditunggu saja tanggal releasenya
mirip mobil-mobil baru yang dijual di afrika. saya lihat sendiri lho di sana. kalau merek, bisa di create sendiri.
Hoax nggak ini emoticon-Big Grin
wanjirr udah gen 3 emoticon-Cape deeehh
Quote:
Astra
generasi 3 emoticon-Wow
Halahemoticon-fuck2

Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor
Diubah oleh galer2124
terus yang mobil smk garuda,, Rajawali dan Digdaya gimana sudah habis terjual kah emoticon-Ngakak
Quote:


Bagusnya namanya wiwizhong emoticon-Smilie
wah generasi ke 3 downgrade
Generasi 1 dan 2 pake tehnologi Stealth emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Uda kek CRV aja ampe generasi ke-3
Mau gak mau
Suka ga suka
Don kowi punya hutang budi sama esemka
Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor
generasi pertamanya yang mana sih ?
ane kudet bgt, tau tau mau generasi ke 3 aja emoticon-Hammer
Januari 2019, Mobil Esemka Generasi III akan Diproduksi Massal di Klaten dan Bogor
Quote:


Ya uda
Pake nama yg netral
DHI DIT HOW MOemoticon-shakehand
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di