alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdd188fdad770df318b4568/dulu-ada-munir-sekarang-ada-novel-500haripenyiramannovel-14thnmunir

Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir

---------------------------------------------------------------WELCOME TO MY THREAD--------------------------------------------------------------------


Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir


Lima ratus hari (500 hari) sudah Penyidik senior Novel Baswedan disiram dengan air keras. Sedangkan sampai sekarang pelakunya masih berkeliaran dengan bebas, menikmati udara segar di luar sana, tertawa dan tanpa merasa pernah melakukan dosa.  emoticon-Marah
Tepat kemarin tanggal 1 November 2018, diadakan acara di Kantor KPK, tepatnya di lantai 3 Gedung Penunjang, yang dihadiri juga oleh Novel Baswedan (korban), dan diapun menyampaikan di acara tersebut kalau tidak hanya dia penyidik yang mendapatkan teror.
“Di KPK yang diserang bukan cuma saya,” ujar Novel Baswedan.

Dia juga cerita banyak contoh kasusnya, seperti safe house milik KPK yang tiba-tiba digerebek tanpa adanya landasan hukum yang jelas, terus pegawai KPK diculik lalu dilepas lagi, terus ada juga teror bom palsu di rumah penyidik KPK. emoticon-Sorry

Balik lagi soal penyiraman Bang Novel (Panggilan akrab Novel Baswedan di KPK)
Kronologi kejadian penyiraman tersebut adalah seperti ini.
Rekaman kamera pengintai closed-circuit television (CCTV) menunjukkan, tiba-tiba motor itu menyalip Novel dan seketika itulah orang yang membonceng sepeda motor menyiramkan air keras dari sebuah cangkir melamin warna hijau. Gerakan refleks Novel menghalau penyerangnya sempat membuat sepeda motor oleng sebelum akhirnya tancap gas lari ke arah Jalan Taska tembus ke Jalan Bellyra.

Peristiwa itu terjadi sekitar 30 meter dari pintu masjid di dekat rumah Novel. Sambil berteriak minta tolong, Novel kembali ke masjid. Karena gelap dan tak dapat melihat, penyidik KPK itu menabrak pohon nangka di depan rumah Ketua RT 003 RW 010, Wisnu Broto.

"Dari depan rumah saya, dia lari lalu terbentur pohon. Beliau lari mencari air. Saat itu juga ada beberapa orang yang membantu," kata Wisnu yang ditemui Tempo di depan rumahnya, Selasa, 11 April 2017. "Jubah dan sandal Pak Novel tertinggal di lokasi kejadian."

Sekarang ini sudah memasuki 500 hari lebih dari kasus penyiraman Bang Novel, sudah lebih dari 1 tahun.
Permintaan dan desakan untuk pembentukan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) untuk kasus Novel sudah sering kali digaungkan, tapi Presiden Jokowi masih belum mengambil sikap.
Beliau masih tetap pada keputusannya kalau misal Kapolri belum angkat tangan maka TGPF masih belum perlu dibentuk. Seperti yang beliau katakan.

Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir


Kasus yang mengambang , sampai sekarang belum ditemukan jalan keluarnya ini sedikit mengingatkan kita kepada salah satu sosok HAM yang pernah begitu vokal di era orde baru (era Soeharto) yang sampai saat ini sudah 14 tahun setelah kematiannya, tapi sampai sekarang tidak jelas siapa pembunuhnya.emoticon-Sorry

Siapa dia?

Siapa dia?

Siapa dia?
Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir


Dia adalah Munir, nama lengkapnya adalah Munir Said Thalib. Lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 yang meninggal di pesawat dari Jakarta menuju Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Dia adalah seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Saat menjabat Dewan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus (Komando Pasukan Khusus) yang kemudian dijadikan alasan untuk pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para angota Tim Mawar. Ini terjadi setelah Soeharto tumbang.

Tapi apakah permasalahan sudah selesai sampai di sini?
TIDAK.emoticon-Sorry
Bahkan setelah Polycarpus ditahanpun, tidak menjadikan permasalahan tersebut selesai.
Banyak yang mengganggap kalau Pollycarpus tidak bersalah, karena dari bukti yang diserahkan dan rekonstruksi tidak sesuai.
Tak sedikit pula yang menganggap kalau Pollycarpus hanya sebagai kaki tangan dan bukanlah pelaku utama dari kasus pembunuhan Munir tersebut.
Ya, Munir mati di udara, tapi bagi para pendukungnya DIA TIDAK MATI, DIA TETAP HIDUP, DAN BERLIPAT GANDA.

Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir

Tepat 29 Agustus 2018, Pollycarpus bebas, dan dia berjanji untuk membuka dalang dari semua ini. Diapun bilang kalau bukan dia pelaku semuanya, dia tidak pernah membunuh Munir dan dia mempertanyakan tentang keadilan di negeri ini.
Setelah bebas, Pollycarpus dikabarkan bergabung dengan partai Berkarya.
Partai Berkarya adalah gabungan dari 2 partai kecil sebelumnya, yaitu Partia Beringin Karya, dan Partai Nasional Republik. Partai ini berdiri pada tanggal 17 Oktober 2016.
Dan taukah pemimpinnya siapa?
Hutomo Mandala Putra, atau lebih dikenal dengan Tommy Soeharto. Sebelumnya Tommy menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai.
Suatu kebetulan, yang terlalu kebetulan.

Tapi Pollycarpus sendiri bilang kalau dia tidak pernah berniat untuk masuk ke politik dan tidak mendaftar ke sana.

Kalau menurut agan sista gimana nih? Apa bener dia ga berminat dan cuma dimasukkan saja atau itu hanya cover saja? Komen yaa gansis.emoticon-Kiss

Kasus Munir dulu, dibuat TGPF yang sudah menghasilkan beberapa rekomendasi.
Tapi dimanakah rekomendasi itu sekarang?
Dikabarkan hilang, dan lain sebagainya.

Apakah tidak mungkin kalau misal nanti kasus Novel dibuat TGPF hasilnya akan "hilang" juga.

Aksi Bela dan Kawal Munir sampai sekarang masih ramai kita temui. Salah satunya adalah aksi yang dilakukan oleh puluhan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Semarang.
Mereka menggelar aksi solidaritas mengenang 14 tahun meninggalnya Munir Said Tholib, Jumat, 7 September 2018. Aksi tersebut digelar di depan Gedung Lawang Sewu Semarang. Acara diisi dengan pembacaan puisi, nyanyian, orasi, dan juga aksi teatrikal. Aksi ini banyak menarik wisatawan dan warga yang sedang melintas termasuk TS sendiri.

Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir


Koordinator lapangan, Paulus Renal Sergian mengatakan, tujuan aksi tersebut adalah untuk mengingat dan meneruskan perjuangan Munir dalam menegakkan keadilan Hak Asasi Manusia (HAM). Ia berharap, semangat Munir tak terhenti di hari kematiannya. “Tapi terus berlanjut dengan diteruskan oleh masyarakat lainnya,” katanya.

Kalau gansis ada yang penasaran dengan aksi yang dilakukan di depan Lawang Sewu bisa cek link di bawah ini ya gansis.
Link yt Aksi Solidaritas Mengenang 14 tahun meninggalnya Munir:


Jangan lupa buat dukung channel itu ya gansis, dengan cara like, comment, share, and subscribe.


TS sendiri berharap kalau semua permasalahan ini segera menunjukkan jalan keluar.
TGPF Novel segera dibentuk.
Hasil TGPF Munir segera ditemukan dan dibacakan, kemudian ditindaklanjuti.
Pelaku segera tertangkap dan mendapatkan balasan.
Jangan sampai 500 hari menjadi 5000 hari, dan 14 tahun menjadi tidak berarti.
Kami warga negara, menunggu ketegasanmu hai Penguasa.


Mengingat ini sudah memasuki tahun politik, dan bisa jadi setiap keputusan bukan lagi menjadi keputusan demi tegaknya keadilan, tapi semua menjadi keputusan politis. Wujudkan Indonesia yang damai, penuh toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati.

Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir


Sejanak pengingat dengan puisi dari Wiji Thukul - Kebenaran Akan Terus Ada.

Suaraku tak bisa berhenti bergema.
Di semesta raya suaraku membara.
Walau kau terus saja coba membungkamnya.
Namun suaraku tak pernah bisa kau redam.

Karena kebenaran akan terus hidup.
Sekalipun kau lenyapkan kebenaran takkan mati.
Aku akan tetap ada dan berlipat ganda.
Siapkkan barisan dan siap untuk melawan.
Akan terus memburumu seperti kutukan.

Aku bukan artis pembuat berita.
Tapi, aku memang selalu kabar burut buat penguasa.
Puisiku bukan puisi.
Tapi kata-kata gelap yang berkeringat dan berdesakkan mencari jalan.

Ia tak mati-mati meski bola mataku diganti.
Ia tak mati-mati meski bercerai.
Dengan rumah dan ditusuk-tusuk sepi.
Ia tak mati-mati telah kubayar yang dia minta.

Umur, Tenaga, Luka.
Kata-kata itu selalu menagih.
Padaku ia berkata kau masih hidup.
Ya, aku masih hidup dan kata-kataku belum binasa.
Kebenaran takkan mati.

ts cans pamit dulu ya gansis, jangan lupa juga buat ikutin setiap update dari ts di kaskus ataupun youtube ya emoticon-Smilie makasih.
Ramaikan juga YTnya.
Ada cover dan vlog TS.
emoticon-Haiemoticon-Kiss


Urutan Terlama
sudah lah... pengadilan yang sebenarnya masih ada
kenyataan nya sampai hari ini Hukum itu tidak menemukan jalannya.. masih gelap gulita.
Semoga terungkap semua suatu saat nanti emoticon-Mewek
Quote:


Setidaknya kita tidak berhenti berusaha gan

Quote:


Semoga suatu saat akan ditemukan kebenarannya.

Quote:


Semoga saja Gan 🙏
Klo gak terungkap biasanya krn pihak yg berwenang jg terlibat,,,

Dulu ada Munir, sekarang ada Novel! #500haripenyiramannovel #14thnmunir


Quote:


😯😯😯


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di