alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Biaya Sekolah Pilot Ratusan Juta, Lulus Jadi Pengangguran
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdc51b2ded7700d648b4567/biaya-sekolah-pilot-ratusan-juta-lulus-jadi-pengangguran

Biaya Sekolah Pilot Ratusan Juta, Lulus Jadi Pengangguran

Biaya Sekolah Pilot Ratusan Juta, Lulus Jadi Pengangguran

Empat tahun lalu Tomi memutuskan ikut seleksi di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang. Saat itu, kata Tomi, pemerintah lewat kementerian perhubungan melontarkan bahwa Indonesia kekurangan pilot, yang jumlahnya mencapai ratusan per tahun. Kabar itu pula yang membuat Tomi yakin untuk melanjutkan cita-citanya menjadi seorang penerbang dengan mengikuti seleksi sebagai taruna di STPI.

Terlahir dari keluarga ekonomi menengah ke bawah tak menyurutkannya menggapai impian sebagai penerbang. Ia menyingkirkan ratusan pelamar lain. Pada 2016, ia lulus sekolah penerbangan sesudah menempuh pendidikan diploma dua selama tiga tahun.

Masalahnya, apa yang didengar Tomi empat tahun lalu kini telah berubah. Situasinya berbanding terbalik: Indonesia kelebihan pilot pemula atau dikenal penerbang ab initio. Imbasnya, Tomi bernasib sama dengan para lulusan sekolah pilot lain: menjadi pengangguran.


Anak muda kelahiran Sawahlunto, Sumatera Barat, ini sudah lima kali mengirim lamaran pada tahun ini. Tetapi hanya satu perusahaan yang memanggil, dan ia gagal seleksi.

“Sudah setahun saya menganggur,” ujar Tomi melalui telepon, medio September lalu.

Ijazahnya sebagai seorang penerbang tak akan mungkin bisa dipakai buat melamar pekerjaan lain kecuali di maskapai atau pegawai negeri di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Karena enggan membebani orangtua, sembari menunggu informasi lowongan sebagai pilot, Tomi berusaha mencari pendapatan lain. Ia kini menyewa sebuah toko.

“Sudah dua bulan saya buka toko Aquascape,” kata Tomi, kini 24 tahun.

Dipandang dari segi pendidikannya, hal itu terdengar kontras dan ironis. Bukannya menerbangkan pesawat, Tomi justru merawat ekosistem bawah air dalam sebuah akuarium sebagai bisnis peruntungannya.

Namun, apa yang dialami Tomi juga terjadi pada banyak lulusan penerbang yang lain. Sebut saja Ros, yang pernah merasakan delapan bulan menjadi pengangguran. Saat saya bertemu dengannya pada medio September lalu, anak muda lulusan sekolah penerbangan swasta ini belum sebulan bekerja sebagai pilot pemula di sebuah maskapai swasta yang berkantor pusat di Jakarta.

Menurut Ros, sulit mencari kerja sebagai pilot memang sudah berjalan tiga tahun belakangan. Tepatnya saat gembar-gembor “Indonesia kekurangan pilot” berbarengan dengan tiga maskapai penerbangan gulung tikar: Adam Air, Batavia Air, dan Merpati Nusantara Airlines.

Imbasnya, pilot-pilot yang tadinya bekerja di tiga maskapai itu mencari peruntungan di maskapai lain. Di sisi lain, menurut Ros, Kementerian Perhubungan membuka keran perizinan baru bagi sekolah pilot swasta. Alhasil Indonesia justru kelebihan pilot. Pasar tenaga kerja spesialis ini menyingkirkan para lulusan penerbang pemula.

“Sudah salah prediksi, eh banyak sekolah penerbangan bermunculan,” ujar Ros, yang menyebut kelebihan pilot pemula ini mencapai angka “ribuan”.

Saban membuka lowongan pekerjaan, menurut Ros, maskapai penerbangan paling banter butuh sepuluh orang.

“Kalau dulu maskapai yang mencari pilot sampai ke sekolah-sekolah, kini pilot-pilot yang mencari maskapai,” katanya, lagi.

Hal terberat lain—dan berdampak psikologis pada keluarga yang menyekolahkan anaknya menjadi penerbang—adalah biayanya yang amat mahal, antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Ros, misalnya, telah menghabiskan sekitar Rp1 miliar selama menempuh pendidikan penerbangan. Bandingkan dengan gajinya sekarang: hanya Rp7 juta. Upah ini mau tak mau harus ia ambil lantaran ia juga mesti menambah jam terbang. Jika tidak, Ros bisa jadi akan menganggur selamanya, termakan umur, dan kalah bersaing dengan lulusan pilot lain.

sumur

================

Gak boleh disalahin juga sih pendidikannya, soalnya lulusan sekolah dokter nganggur juga banyak, lulusan hukum nganggur juga banyak, insinyur nganggur juga banyak. Asal bisa bersaing jadi best of the best aja dizaman sekarang, karena yg lemah bakal kegilas roda kehidupan
Halaman 1 dari 4
tumben ga bilang "salah Jokowi"? emoticon-Leh Uga
ojol terbuka lebar

emoticon-Marah
jadi politikus aja, ada dokter gigi yg sukses kena tipu
Jadi tukang fitnah aja..
Quote:
Quote:


Koreksi sedikit...
Best of the best ga guna jika ga ada org dalam. Betapa banyak org yg kompetensinya dibawah standar tapi bisa masuk karena ada kenalan org dalam, keluarga pejabat, atau kasi "upeti"
emoticon-Hansip
pilot pemula ya, kalo pilot yg sudah experience malah banyak dicari, di cina saja gaji pilot bisa sampai milyaran. Seharusnya coba apply ke luar negeri


Ratusan juta biaya pendidikan

Ck ck ck...


jadi dokter dah mestinya...ga pernah denger dokter nganggur sih , kecuali kalau kena kasus malpraktek atau pelanggaran kode etik emoticon-Thinking
Daftar saja ke Arab airways..
Balasan post kinggidorah666
Ya buat jadi senior pasti harus jadi junior dulu, mana ada lulus sekolah tau2 jadi senior
Sementara di sisi lain ada yang bilang Lion itu kekurangan pilot... sampai harus ngimpor. Itu yg kemarin jatuh kan orang India pilotnya. Susi Air juga banyak pilot expatnya.
sekolah mahal = sukses?
kok penak emoticon-Traveller
maunya lulus sekolah penerbangan dapat garansi jd pilot gtu ???

jaman skrg susah dpt kerja sesuai dengan jurusan...
Quote:


kata siapa dokter g ada yg nganggur ??
emoticon-Leh Uga
Bukan ratusan juta lagi
Milyaran kali
Kyk di BIFA gitu
asal ga malu sebenernya masih banyak jalan buat jadi berhasil

pernah ngobrol sama tukang somay keliling, dia bisa bawa pulang 150k per hari bersih

di tempat ane segitu udah termasuk gede, umk belum nyampe 1500k

emoticon-Embarrassment
om gaYus tuh juga lulusan pilot lho gan

emoticon-Cool
klo lulus sekolah nyetir masih bisalah ngegrab atau ngonlen
bisa nyewa mobil atau ngredit.
lha klo pilot bisa ndak jd pilot online??
Quote:
kalau sudah lulus co as dan resmi jadi dokter,bisa buka praktek..dukun saja laris apalagi dokter..

Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di