alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
BI: Debitur Pasar Legi jangan lari dari bayar utan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdc3ba89e7404fc4c8b4567/bi-debitur-pasar-legi-jangan-lari-dari-bayar-utan

BI: Debitur Pasar Legi jangan lari dari bayar utan

Debitur Pasar Legi jangan
lari dari bayar utang

Selasa, 30 Oktober 2018 16:47 -
983 Views

Oleh : Aris Wasita
BI: Debitur Pasar Legi jangan lari dari bayar utan
BI imbau pedagang pasar
korban kebakaran Pasar Legi
yang juga sebagai debitur tidak
lari dari tanggung jawab bayar
utang. (Foto: Aris Wasita)


Solo (Antaranews Jateng) -
Bank Indonesia Kantor
Perwakilan Surakarta
mengingatkan debitur Pasar
Legi Solo yang menjadi korban
kebakaran pasar pada Senin
(29/10) sore tidak lari dari
tanggung jawab menyelesaikan
utangnya.

"Mengenai nasabah yang punya
pinjaman ke bank dan barangnya
habis, perbankan ada ketentuan
force majeure atau ada
kebijakan tertentu, salah
satunya reschedule atau waktu
pengembalian diperpanjang,"
kata Kepala BI KPw Surakarta
Bandoe Widiarto di Solo, Selasa.

Ia mengatakan aturan-aturan
yang sifatnya meringankan
memungkinkan dilakukan dalam
kondisi tersebut.

"Yang terpenting adalah
komunikasi, jangan sampai ada
pedagang yang tiba-tiba
menghilang. Akan lebih bagus
pedagang yang bersangkutan
bicara dengan banknya,"
katanya.

Menurut dia, jika nasabah
melarikan diri untuk menghindari
kewajiban mengembalikan utang
bank maka akan menerima
risiko, salah satunya black
list dari perbankan.

"Kalau sudah black list, mau
pinjam lagi tidak bisa. Jadi lebih
baik dikomunikasikan. Meski
demikian, misalnya dilakukan
pemutihan saya kira berat,"
katanya.

Selain penjadwalan utang,
dikatakannya, kebijakan yang
mungkin dilakukan oleh
perbankan adalah grace period,
salah satunya adalah nasabah
bisa kembali mencicil utang jika
usahanya sudah berjalan normal.

Sementara itu, dikatakannya,
selama ini sektor UMKM
memberikan kontribusi cukup
besar terhadap total kredit yang
disalurkan oleh bank umum.

Berdasarkan data BI, dari total
kredit di Soloraya yang
disalurkan oleh bank umum
sampai dengan September
2018 sebesar Rp84,5 triliun.

Ia mengatakan 32,6 persennya
atau setara dengan Rp27,6
triliun merupakan kredit untuk
UMKM, sedangkan angka non
performing loan (NPL) atau
kredit macet sebesar 2,85
persen.

"UMKM ini termasuk pedagang
pasar. Oleh karena itu, tentu
kami akan terus berkoordinasi
dengan perbankan dan TPID
untuk memastikan angka kredit
macet tetap terkendali. Salah
satunya memberikan kebijakan
kepada pedagang," katanya.

Editor : Achmad Zaenal M
https://jateng.antaranews.com/berita...ri-bayar-utang
yg rapi napa nulisnya
Quote:
Barang habis tp disuru bayar utangnya macam mana itu.
makanya kalau mau lari dari DC yang jauh sekalian, ke hongkong atau kanada gitu jangan lupa kongkalikong sama manajer banknya dijamin lancar semua urusan emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek emoticon-Imlek
Quote:


Trus mau dibebasin aja gitu dari utangnya? Lu pikir tuh duit hasil nyabut jembhut?
Harusnya ada asuransi kebakaran emoticon-Blue Guy Bata (L)
Hm, itu bank udh kasih clue . .
Kalo emang performa pelunasan dri dulu udh baik, sebenarnya bisa meyakinkan bank utk pinjaman modal lagi + waktu tambahan utk pelunasan . .
Kalo emg track record baik, bank malah senang kasih pinjaman lagi + waktu lebih panjang . .
Kirain debitur tsb ahmad dani
Doi punya utang dan belum bayar
Balasan post angelpesek
Quote:


ini tergantung kebijakan bank dan suppliernya, kalau bank dan supplier mau bijaksana, mereka harus memberi modal baru dan juga supply barang, supaya pedagang bisa kembali jualan sambil membayar cicilan utang. Dulu bokap saya juga pernah kena kasus sama ketika mulai berusaha. Kiosnya terbakar habis, barangnya habis, uang untuk bayar utang ke supplier ngak ada, asuransi pun hanya mau ganti rugi sedikit, cuma cukup untuk sewa kios baru. Akhirnya bokap langsung menemui bos suppliernya langsung, bicara blak blakan dan jujur. Untung bos supplier mau ngerti, utang lama dirolling, malah bokap gua dipinjamin barang untuk dijual. Dan dalam 2 tahun, bokap akhirnya melunasi semuanya. Zaman dulu usaha memang lebih enak, yg namanya kepercayaan masih jadi jaminan dan modal. Sekarang mana ada lagi.
sarlegi


Quote:


Kebijakannya ditulis diatas tuh gan..
harus dibayar jgn kabur emoticon-Malu (S)
udah kena musibah utang jadi nambah, belom mulai usaha lagi udah pusing duluan emoticon-Blue Guy Bata (L)
Balasan post angelpesek
Quote:


maksud gua, bank juga harus kasih solusi, misalnya memberi pinjaman modal baru, supaya mereka bisa kembali berusaha. Kalau ngak, ya gimana bayarnya.
Sabar gan, itu semua ujian utk naik kelas.. Kirain kl kena force majeur auto lunas utang... Baru tau jg nih
ahmad dani sekali sih pedagangnya
Quote:


Kalau itu duit ente, emang ente mau duit ente nggak dikembaliin, oleh peminjam...makannya baca yg lengkap, jangan asal njeplak, kan sudah ada disitu dibilang utang bisa direschedule, atau diperpanjang, yg penting ada komunikasi...btw duit BI jg duit bangsa Indonesia jg, duit bangsa Indonesia ya duit punya kita juga


Quote:


Lu pernah minjan sama bank trus gagal bayar?
Quote:


Gua pernah minjem bank dan nggak pernah gagal bayar, tp ane pk buat bisnis, dan dr situ banyak yg ngutang, dan banyak yg gagal bayar, dan nyebelinnya orgnya ngilang...


Quote:

Berarti ga pernah emoticon-Traveller
Quote:

Lah terus kalau belum pernah ngapain? Ane yg pernah itu org gagal bayar ke gua, dan itu masih bagian dr duit bank jg, tp ane tetep bayar walaupun ane harus tutup lobang gali lobang


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di