alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ?......
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdbd0f31cbfaa48318b4568/mengapa-arab-saudi-tak-beri-tahu-indonesia-saat-akan-eksekusi-mati-tuti

Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ?......

Judul lengkap:
Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ? Ternyata Ini Alasannya


TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA — Setelah menjalani proses hukum selama sekitar tujuh tahun, pekerja migran asal Majalengka, Jawa Barat, Tuti Tursilawati, akhirnya menghadapi eksekusi hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya.

Pada Senin (29/10/2018), Pemerintah Arab Saudi melakukan eksekusi mati terhadap Tuti di Kota Ta'if, tanpa notifikasi atau pemberitahuan resmi kepada perwakilan Pemerintah Indonesia, baik pihak KBRI di Riyadh maupun KJRI di Jeddah.

Tuti merupakan terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap majikannya yang terjadi pada 2010. Ia divonis mati oleh pengadilan di Arab Saudi pada Juni 2011.


Peristiwa yang sama juga pernah terjadi dalam kasus Zaini Misrin.

Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Madura itu dieksekusi pada Minggu (18/3/2018) di Arab Saudi tanpa pemberitahuan resmi.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com, menjelaskan, Arab Saudi memang tidak memiliki ketentuan hukum yang mewajibkan pihak berwenang memberikan pemberitahuan kepada perwakilan pemerintah sebelum melakukan eksekusi terhadap warga negara asing.


Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal di Kantor Kemenlu RI, Jakarta, Senin (19/3/2018). (KOMPAS.com/ MOH NADLIR)
Peristiwa tersebut tidak hanya berlaku bagi warga negara Indonesia, melainkan juga terhadap warga negara lain yang menerima vonis hukuman mati di Arab Saudi.

Bahkan, dalam konteks hukuman mati yang dilakukan terhadap warga negaranya sendiri, Pemerintah Arab Saudi tidak wajib memberitahu pihak keluarga terpidana mati.

Menurut Iqbal, hanya ada empat pihak yang menerima notifikasi sebelum eksekusi dilakukan, yakni ahli waris korban, jaksa penuntut umum, kepala penjara, dan lembaga permaafan.

"Hanya empat (pihak) itu yang wajib dinotifikasi," ujar Iqbal saat dihubungi, Rabu (31/10/2018).

Selain faktor hukum dalam negeri, lanjut Iqbal, Pemerintah Arab Saudi juga belum pernah membuat perjanjian mandatory consular notification dengan negara mana pun.

Mandatory consular notificaton mewajibkan negara-negara yang terikat dalam perjanjian untuk memberikan notifikasi jika ada warga negara asing yang tersangkut kasus hukum.

Perjanjian ini sempat dibahas dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir di Jakarta, Selasa (23/10/2018) siang.


Pasca-eksekusi mati Tuti Tursilawati, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan protes kepada Pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah berharap penyampaian protes tersebut dapat menjadi momentum untuk mewujudkan perjanjian mandatory consular notification antara Indonesia dan Arab Saudi.

Dengan demikian, peristiwa yang menimpa Zaini Misrin dan Tuti Tursilawati tidak akan kembali terjadi di kemudian hari.

"Jadi dengan protes itu, kami berharap memperkuat momentum bagi Saudi untuk mempertimbangkan usulan kami itu," kata Iqbal.

"Ya mereka akan mempertimbangkan. Paling enggak mereka sudah take it into consideration dan ini awal yang bagus karena mereka sama sekali tidak punya perjanjian seperti itu," kata Iqbal.
--
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ? Ternyata Ini Alasannya, http://jabar.tribunnews.com/2018/11/01/mengapa-arab-saudi-tak-beri-tahu-indonesia-saat-akan-eksekusi-mati-tuti-ternyata-ini-alasannya?page=2.

Editor: Dedy Herdiana

---------------------------------------------------------------------------------

sekarang apa di hoax-in , apalagi kubu sebelah, ada celah pasti salahin jokowi, lambatlah, kurang diplomasilah, ditutup2i lah.

Padahal banyak yg udah berusaha.

nasbung goblok itu zudah

Tolong literasi anda ditingkatkan. banyak baca dan memahami.
Halaman 1 dari 2
Mungkin kalo dikasih tau takutnya kedubes arab di demo oleh laskar fentung sampe ber-silid2 emoticon-Takut
Quote:


LALU USAHANYA APA?? APA YG SUDAH DILAKUKAN PEMERINTAH??
Takut ngerepotin jhokontlo soalnya dia ga bisa bahasa araf n inglis emoticon-Leh Uga
Kalau nggak berani ngasih sanksi mana mungkin arab perduli.
Goblok nya lagi baru koar koar sekarang.. Lah pas ada kunjungan raja salman dan kemenlu arab ngapain aja? Nge Vlog? emoticon-Traveller
Diubah oleh Betjanda
Quote:
Balasan post cabekriting21
Quote:


Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ?......
Balasan post galer2124
Quote:


emoticon-Ngakak


Balasan post alit8787
Quote:

udah gua blg dari awal... tingkatkan literasi, malah ngeyel, pantas lah kaum lo jauh di belakang tertinggal. emoticon-Smilie




https://www.cnnindonesia.com/internasional/20181030200206-106-342747/kronologi-kasus-tuti-hingga-dieksekusi-mati-di-saudi
Meski vonis Tuti sudah inkrah, pemerintah terus berupaya meminta Saudi meringankan hukuman Tuti. Iqbal mengatakan KJRI di Jeddah terus melakukan pendampingan kekonsuleran terhadap Tuti sejak 2011-2018.

Dia juga mengatakan KJRI memfasilitasi penunjukan pengacara bagi Tuti sebanyak tiga kali. Selain itu, pemerintah RI juga telah mengajukan permohonan banding sebanyak tiga kali dan peninjauan kembali (PK) sebanyak tiga kali.

"Permintaan PK juga telah disetujui hakim, penanganan kasus mulai dari awal lagi, namun pada akhirnya keputusan hakim tetap sama yakni memvonis hukuman mati," ucap Iqbal.
Lihat juga: Soal Eksekusi Tanpa Notifikasi, RI Ajak Saudi Buat Perjanjian
Tak hanya dari sisi hukum, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 dan Presiden Joko Widodo pada 2016 juga telah mengirimkan surat kepada Raja Salman, meminta keringanan hukuman bagi Tuti. Namun, Saudi tetap mengeksekusi Tuti kemarin.

"Yang kami sayangkan adalah eksekusi Tuti dilakukan tanpa pemberitahuan notifikasi kekonsuleran kepada perwakilan RI di Jeddah dan Riyadh," kata Iqbal.
Quote:


HAHAHA.. DEVISANYA LO NIKMATI

EKSEKUSI MATINYA LO INGKARI.. WKWKWK MIKIRRR
Tujuan nya memang untuk membunuh terpidana.
Saudi gak mau byk cing cong dari negara budak, penundaan lah, negosiasi lah, pengacara lah. Apapun perbuatan budak walaupun anggap saja membunuh majikan demi membela diri maka tidak boleh dibiarkan. Apalagi bila menyimpan aib tuan.
Kedua arab saudi merasa PD karena mereka super power nya dunia islam semua muslim dapat dikontrol dengan menggunakan satu kunci yaitu sebagai negara pemilik kotak hitam. Sekali budak macam macam dengan arab diembargo gak boleh haji yaitu muter-muter dan mencium kotak dan V maka lebih parah dibandingkan embargo ekonomi.

Indonesia akan kacau balau karena umat islam sudah didoktrin mengkultuskan kotak hitam dan arab klo mau selamat akhirat (salah satu doktrin yg diwajibkan).
Duta Besar FPI untuk Arap Saudi .... Imam Super Besar Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS.... Juga kagak bisa bantu yah.... Padahal belio itu Tamunya Raja Salman... dengan Julukan Raja Singa Fadang Fasir.... Sejajar dengan Erdogan...

Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ?......


Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ?......

Mengapa Arab Saudi Tak Beri Tahu Indonesia Saat Akan Eksekusi Mati Tuti ?......




Diubah oleh anying.kau
Balasan post alit8787
Quote:



ya begitulah... kebebalan nasbung kayak lo berlanjut.

sebenarnya indonesia gak akan bisa apa2
mau di hentikan? ajak musuh arab saudi? mau lo ga di izinin haji?


panjanglah pikiran blok

emg negara arab saudi ini yang bajingan. pengaruh sistem di sana yang kuno dan goblok.
Balasan post alit8787
Quote:


kaya lingkaran setan..

kirim tki > dapet devisa > duitnya balik lagi ke arab naik haji/umroh dll

intinya saling menguntungkan jadi harus saling menghormati engga bisa seenaknya eksekusi tanpa notifikasi...


arab emoticon-fuck


Diubah oleh zhangjindong
kasusnya dari 2011, raja salman kesini ngapain aja!? bikin vlog emoticon-Leh Uga
Balasan post cabekriting21
Quote:


Kalau bukan gubernur cina kristen, ya sampai lebaran kuda kagak bakal didemo
Ga ada nasbung yg mau demo di Kedubes arab kah?
Atau karna belum ada pesanan demo nya?
Atau karna belum ada sponsor nya?
Wkwk emoticon-Leh Uga
Segera demo 7jt onta mabok. Demo bela tkw.
Segera demo kedubes Saudi Arabia, ayo laskar Takbir!!!
Quote:




kok saya, jd inget sama MEONG... Dirumah... emoticon-Hammer2
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di